
Berakhir sudah waktu bagi seorang Gibson untuk libur di musim panas ini. Dia harus segera kembali ke clubnya lagi. Waktu ini pun menjadi waktu yang paling di benci oleh seorang Clay. Sebab Gibson akan sedikit meluangkan waktu bersama dengan Clay. Padahal Clay saat ini masih membutuhkan waktu bersama dengan seorang Gibson.
Sebelum pergi ke tempat latihan, Gibson mengajak Clay untuk sarapan di salah satu restoran favorit keduanya. Gibson mentraktir Clay seperti biasanya. Dia membebaskan seorang Clay untuk memilih makanan yang di inginkan oleh dirinya.
Namun baru membuka buku menu, Clay sudah di telepon oleh seorang Thom. Dia di ajak oleh Thom untuk melakukan sedikit latihan yang bisa membuat otot di kakinya menjadi semakin kuat lagi. Itu yang di katakan oleh Thom. Hingga Clay yang sudah siap memesan menu makanan yang akan di santap pun, akhirnya membatalkan semuanya.
Tentu Gibson kurang suka dengan keputusan seorang Clay. Dia membatalkan sarapan dengan dirinya hanya untuk bertemu dengan Thom. Ini adalah hal yang cukup mengecewakan bagi seorang Gibson. Sebab Clay sudah tidak memiliki waktu yang cukup untuk seorang Gibson.
__ADS_1
"Apa kamu akan pergi menemui pria brengsek itu?" tanya Gibson melipat kedua tangannya di atas perut.
"Siapa pria brengsek itu. Apakah Thom, jelas itu tidak benar." Sanggah Clay.
"Kamu bahkan bisa membela dia di hadapan aku. Padahal jelas-jelas pria itu adalah pria brengsek yang selalu mencoba mendekati kamu." ucap Gibson semakin kesal.
Gibson yang semakin marah, akhirnya memilih meninggalkan Clay di meja makan. Dia benar-benar kecewa dengan Clay yang justru malah membela seorang Thom. Padahal jelas-jelas Gibson kurang menyukai sosok Thom yang di kenal sebagai pria brengsek dalam pandangannya.
__ADS_1
Clay berusaha menahan Gibson yang terlihat begitu marah. Namun Gibson yang kadung kecewa pada seorang Clay, pada akhirnya tetap meninggalkan Clay di restoran. Padahal Clay terus meneriaki nama seorang Gibson. Namun dia tetap tak bergeming untuk pergi meninggalkan Clay.
Clay pun sedikit kecewa dengan sikap Gibson yang sedikit kekanak-kanakan. Padahal Clay berharap Gibson akan jauh lebih mengerti dirinya lagi. Namun Gibson tidak melakukan hal tersebut. Pada akhirnya Gibson tetap pergi meninggalkan seorang Clay sendiri saja.
Clay duduk sejenak di kursi tempatnya duduk. Dia menundukan kepalanya, memikirkan apa yang telah di lakukan oleh dirinya adalah kesalahan. Sehingga Gibson begitu marah pada dirinya. Padahal Clay melakukan itu semata-mata untuk membuat dirinya lebih baik lagi. Sehingga dia bisa meraih hasil maksimal di turnamen yang tengah di jalani oleh dirinya saat ini.
Namun Clay tak bisa berlama-lama bersedih memikirkan sikap dari seorang Gibson. Dia harus bangkit dengan apa yang ada. Thom sudah menunggu dirinya untuk melanjutkan latihan sebelum dia akan bertanding di babak 8 besar. Clay pun segera pergi meninggalkan restoran tempat pertemuan dirinya dengan seorang Gibson.
__ADS_1
Untuk semakin melatih dirinya menjadi lebih kuat lagi, Clay berjalan kaki menuju tempat latihan. Dengan cara itu, tentu Clay bisa semakin baik lagi dalam melakukan latihan fisik nantinya. Itu menjadi nilai tambah dari seorang Clay yang di kenal memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan latihan.