
Clay terus menatap layar handphone miliknya. Dia berharap akan ada balasan atas pesan yang telah dia kirim pada seorang Gibson. Clay berharap Gibson akan menonton pertandingan dari dirinya yang akan segera berlangsung. Clay takut Gibson tidak akan datang untuk mendukung dirinya. Tentu itu adalah mimpi buruk bagi seorang Clay. Gibson adalah sosok yang paling di harapkan oleh seorang Clay untuk menonton pertandingan dari dirinya.
Thom mencoba menenangkan seorang Clay yang tidak pernah bisa berhenti untuk tidak panik. Apalagi ini adalah pertandingan yang cukup menentukan bagi seorang Clay, sehingga di harapkan Clay akan bermain sebaik mungkin di babak ini.
Thom memberikan semangat yang lebih pada seorang Clay. Dia juga tak lupa meminta Clay untuk bisa lebih baik lagi secara pikiran. Sebab jika Clay terus memikirkan hal yang tidak seharusnya di pikirkan. Mungkin ini akan menjadi hak yang buruk bagi seorang Clay yang akan segera memulai pertandingan.
"Kamu harus bisa fokus ke pertandingan kali ini. Mimpi kamu sebentar lagi akan tercapai Clay. Jadi kamu harus bisa memaksimalkan itu semua. Potensi yang ada di dalam diri kamu pastinya." ujar Thom.
Semangat yang di berikan oleh seorang Thom, nampaknya tidak juga membuat Clay bisa fokus ke pertandingan yang akan segera di jalani. Dia masih memikirkan seorang Gibson yang tak kunjung menemui dirinya. Padahal Clay butuh dukungan seorang Gibson yang memang bisa memberikan seorang Clay motivasi lebih.
Pelatih Clay juga merasakan hal yang aneh pada seorang Clay. Di mana Clay tidak terlihat bersemangat untuk menatap pertandingan di babak perempat final yang akan di jalani. Hingga Clay pun terus di pompa secara motivasi oleh pelatihnya.
"Mengapa kamu terlihat murung Clay. Impian kamu sebentar lagi terwujud. Jadi kamu harus segera bangkit. Ini akan jadi hari yang indah untuk kamu." ujar sang pelatih.
Clay hanya membalas dengan senyum kecil motivasi yang di berikan oleh sang pelatih. Dia merasa motivasi itu masih kurang baginya. Sebab Clay hanya butuh kedatangan dari seorang Gibson di pertandingan kali ini. Bagaimana juga Gibson adalah semangat besar bagi seorang Clay. Tidak ada dia di hari ini, motivasi Clay untuk bisa meraih kemenangan menjadi kurang.
Melihat Clay yang tak begitu termotivasi, tim pelatih mulai memberikan beberapa sanggahan pada seorang Clay. Tidak seharusnya Clay mengatakan hal tersebut. Sebab mimpi seorang Clay akan segera tercipta. Clay di harapkan tidak menggantungkan motivasi dari dirinya pada orang lain. Apalagi pada seorang Gibson yang merupakan pacarnya. Itu tidak baik untuk karier seorang Clay di masa yang akan datang.
Apa yang di ucapkan oleh tim pelatih pada seorang Clay, tetap tak membuat Clay bisa lebih fokus lagi. Clay tetap terlihat kurang bersemangat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dia duduk termenung menunggu kabar seorang Gibson. Padahal pertandingan dalam waktu dekat akan segera di mulai. Mungkin dengan perasaan seorang Clay yang seperti ini, mudah saja bagi lawannya untuk mengalahkan seorang Clay. Itu sudah pasti, sehingga tim pelatih harus terus berkoordinasi dengan Gibson untuk bisa datang di pertandingan kali ini.
Akhirnya Gibson yang di tunggu oleh Clay dan pelatihnya, datang menghampiri Clay. Tak lupa sebuah bucket bunga cantik di bawa oleh Gibson untuk Clay. Dia meminta maaf pada seorang Clay. Hingga dia siap mendukung Clay dalam pertandingan kali ini.
"Apa aku belum terlambat menyaksikan pertandingan ini?" tanya Gibson menatap wajah Clay.
Senyum sumringah langsung Clay berikan pada seorang Gibson. Clay tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya akan kedatangan dari seorang Gibson. Hingga air mata Clay pun jatuh membasahi wajahnya.
__ADS_1
Tak ingin kehilangan momen yang paling romantis, Gibson langsung mengering air mata dari Clay dengan sebuah tisu. Tak lupa tatapan tajam Gibson berikan pada Clay. Itu yang membuat Clay begitu terhanyut dengan wajah Gibson.
Bucket bunga yang Gibson bawa untuk Clay pun langsung di berikan. Tak lupa sedikit kata romantis di berikan Gibson pada Clay. Kalimat yang tentunya membuat Clay semakin bahagia berada di hadapan Gibson di hari ini. Selain itu kata-kata romantis yang di ucapkan oleh Gibson pada Clay, semakin membakar semangat dari Clay untuk tampil luar biasa di babak perempat final yang akan segera di hadapi Clay di hari ini.
"Hari ini adalah hari yang akan sulit untuk kamu lewati. Tapi aku yakin, kamu bisa melewati hari ini dengan baik. Kamu harus percaya itu Clay. Semangat Sayangku."
Tak lama, panitia mulai meminta Clay untuk segera bersiap. Partai dirinya melawan petenis Republik Ceko akan segera berlangsung. Gibson kembali membuat semangat Clay membara. Dia memegang kedua pundak Clay dengan kedua tangannya. Menatap wajah Clay dengan tatapan tajam. Sebelum dia langsung menyemangati Clay dengan sebuah kata motivasi yang penuh inspirasi.
"Kamu harus yakin dengan hari ini. Tidak ada yang bisa menghalangi langkah kamu. Lebih baik sekarang, atau tidak sama sekali. Kamu harus berani, tunjukkan pada semuanya. Kamu bisa menjadi yang terbaik di arena ini. Kamu bisa Clay."
"Aku janji akan melakukan hal yang terbaik seperti yang kamu minta. Aku akan tunjukkan pada semuanya, aku bisa melakukan itu semua. Demi kamu, rakyat Amerika serta semua orang yang mencintaiku. Aku ingin membungkam mereka yang selalu meragukan aku. Hari ini, atau tidak sama sekali."
Ucapan dari Clay langsung di sambut tepuk tangan gemuruh dari pelatihnya. Dia melihat semangat dari Clay yang sudah kembali nampak. Itu yang akan membuat Clay bisa bermain dengan lebih baik lagi. Mungkin Clay akan menunjukkan pertandingan yang berkualitas serta mempesona. Itu yang mungkin akan di tunjukkan oleh Clay pada semua orang. Bukan soal hasil saja, tapi permainan yang cantik serta semangat juang yang tinggi. Mungkin akan di tunjukkan oleh Clay pada semua orang. Para pecinta tenis dunia, pastinya.
Gibson segera menempati bangku penonton. Dia siap menjadi pemimpin barisan pendukung dari Clay. Dengan sebuah drum besar, Gibson siap meramaikan stadion dengan gemuruh drum yang akan di tabun oleh dirinya sepanjang pertandingan.
Gibson langsung menghampiri rekan satu timnya tersebut. Memeluk mereka satu persatu. Itu bentuk apresiasi yang layak di lakukan oleh Gibson pada seluruh rekan timnya. Hingga Gibson benar-benar merasa apa yang di lakukan oleh dirinya adalah hal yang wajar. Mengingat teman-temannya begitu baik untuk meluangkan waktu dalam menonton pertandingan dari Clay di hari ini.
"Aku pikir kalian hanya bercanda untuk datang di hari ini. Tapi kalian bukan pembual. Kalian membuktikan semua itu." ucap Gibson.
Pertandingan yang akan segera berlangsung, membuat seluruh penonton yang hadir di lapangan. Tak sabar untuk melihat permainan dari kedua pemain. Mereka menantikan permainan seperti apa yang akan di tunjukkan oleh kedua pemain di hari ini. Hingga itu menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi semua orang yang ada di lapangan.
Tepuk tangan penonton langsung membanjiri seluruh stadion, saat kedua pemain mulai memasuki lapangan. Clay memimpin perjalanan menuju lapangan pertandingan. Di susul oleh lawannya yang berasal dari republik Ceko bernama Marie Brastiko.
Brastiko bukanlah lawan yang mudah bagi seorang Clay. Dia adalah mantan juara Grand Slam lima kali. Hingga banyak yang menjagokan Brastiko untuk meraih kemenangan atas Clay.
__ADS_1
Clay tidak ingin terbebani dengan status Brastiko yang merupakan mantan juara Grand Slam. Ini berat bagi Clay jika harus memikirkan hal tersebut. Sebab itu akan menjadi beban tersendiri. Sementara di lapangan, Clay harus bisa bermain lepas. Tidak harus memikirkan banyak hal yang tidak seharusnya di pikirkan oleh Clay.
Brastiko yang memiliki julukan tukang onar, kerap mengintimidasi lawannya dengan provokasi yang besar. Hingga dia pun langsung memprovokasi Clay saat akan di lakukan pengundian untuk service pertama. Untung Clay bisa mengatasi provokasi yang di lakukan oleh Brastiko. Hingga Clay tidak terpancing amarah dengan apa yang di lakukan oleh Brastiko pada dirinya.
Clay tetap terlihat tenang, dia tak henti tersenyum saat sorot kamera menyorot wajah cantiknya. Ini menjadi sebuah bonus tersendiri bagi siapa saja yang menonton pertandingan dari Clay. Mereka akan mendapatkan bonus dari senyum manis Clay yang begitu indah.
Thom yang masih merasa cemburu akan kedekatan kembali dari Gibson dengan Clay. Menonton pertandingan Clay dengan raut wajah masam. Kedua tangannya di lipat di atas perut. Dia kurang menikmati kebahagiaan yang di rasakan oleh Clay dan Gibson di hari ini. Kebahagiaan yang menurutnya adalah kebahagiaan yang membunuh rasa cintanya pada sosok Clay.
Clay akan menjadi orang pertama yang akan melakukan servis. Dengan kuda-kuda yang cukup meyakinkan, Clay siap memukul bola pertama itu dengan sekuat tenaga. Clay siap mengambil poin pertama ini dengan sebuah servis yang baik. Ini akan menjadi poin yang cukup penting bagi Clay. Poin yang harus Clay dapatkan dari servis pertama ini.
Servis itu langsung menghasilkan poin bagi Clay. Satu teriakan keras dengan lantang di teriakan oleh Clay. Begitu juga tepukan gemuruh yang membuat satu stadion begitu meriah. Mereka mengagumi bagaimana Clay dengan begitu baik dalam melakukan bola pertama. Hingga berhasil membuahkan satu poin yang penting dalam laga ini.
Pertandingan pun berjalan dengan begitu sengit. Di mana kedua pemain bermain dengan kualitas yang menjanjikan. Clay dengan bola-bola siangnya yang unik. Begitu juga dengan Brastiko dengan smash kerasnya. Mereka benar-benar menyuguhkan sebuah pertandingan yang berkelas dalam partai perempat final yang berlangsung hari ini.
Di game pertama, sayangnya Clay tidak mampu meraih kemenangan. Dia harus kalah 6-4 dari Brastiko. Hingga Clay harus berhasil merebut game kedua, jika masih ingin bermimpi untuk bermain di babak semifinal yang akan berlangsung esok hari.
Tim pelatih pun mulai memberikan arahan pada Clay. Dia tak ingin Clay bermain terlalu sering mengangkat bola. Clay harus meminimalisir kesalahan, sebab jika Clay melakukan itu. Bukan tidak mungkin sebuah smash keras akan di lakukan oleh lawannya tersebut. Itu akan jadi sasaran empuk bagi lawannya dalam mendapatkan poin dari kesalahan yang di lakukan oleh Clay.
"Ketika kamu selalu mengangkat bola terlalu tinggi. Mungkin saja kamu akan sering mendapatkan tekanan dari dia. Coba kembali bermain taktis lagi. Seperti hari kemarin, saat kamu melaju ke babak ini." ujar pelatih Clay.
Clay mendengar semua saran dari tim pelatih. Dia siap mengimplementasikan saran itu ke dalam sebuah pertarungan yang lebih sengit lagi di game kedua. Clay pun sudah menyiapkan sebuah strategi terbaik yang bisa di gunakan untuk mengalahkan lawannya di game kedua ini. Sehingga asanya yang sempat menipis untuk maju ke babak semifinal, bisa kembali hidup.
Clay sudah tak sabar untuk memulai pertarungan game kedua. Apalagi ada banyak dukungan yang datang pada Clay di hari ini. Dukungan penuh yang buat semangat dari Clay semakin membara lagi. Ini menjadi satu hal yang harus di pertimbangkan untuk Clay, saat dirinya tidak mampu bangkit di game kedua. Dia harus bisa menunjukkan permainan yang lebih baik lagi. Sehingga Clay akan masuk ke babak semifinal yang telah di nantikan oleh dirinya tersebut.
Game kedua akan segera di mulai, servis pertama tentu akan menjadi milik lawan Clay. Kuda-kuda dari Clay nampak sudah begitu siap. Sehingga Clay siap mengembalikan bola dari lawannya dengan begitu baik.
__ADS_1
Pukulan keras langsung di layangkan pada Clay. Namun Clay dengan sigap langsung membalas pukulan dari lawannya itu dengan pengembalian bola yang sulit. Sehingga lawan Clay pun langsung tak berdaya untuk mengembalikan bola dari Clay tersebut.
Sontak teriakan dari Clay langsung menggema terdengar ke seluruh penjuru stadion. Tepukan meriah dari Gibson juga begitu terdengar dengan nyaring. Mereka merayakan poin pertama dari Clay yang begitu baik tersebut.