
Hari ini Clay terlihat begitu kurang sehat, dari tatapan matanya saja sudah begitu terlihat. Bagaimana Clay sedang memiliki masalah dengan kesehatan yang sedang di alami oleh dirinya. Apalagi ketika Clay sarapan, dia memuntahkan semua makanan yang di makan oleh dirinya.
Clay berjalan ke tempat latihan dengan sedikit sempoyongan. Namun Clay tetap memaksakan diri untuk tetap berlatih dengan Thom. Mengingat Clay ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen Grand Slam berikutnya yang akan di gelar di Prancis. Mengingat banyak pihak yang mengatakan kemenangan Clay di Wimbledon tahun ini adalah kemenangan yang kebetulan saja. Sehingga Clay tertantang untuk melakukan semuanya jauh lebih baik lagi di Roland Garros yang merupakan turnamen tanah liat.
Clay berlatih dengan begitu keras untuk menjaga kondisi tubuhnya. Kemenangan di Wimbledon tahun ini, tak lepas dari fisik prima yang Clay miliki. Sehingga Clay bisa meraih hasil yang cukup memuaskan di Wimbledon.
Tubuh Clay yang hari ini memang kurang prima, tak dapat di sembunyikan oleh Clay. Perlahan tubuhnya itu hampir ambruk kala melakukan beberapa aktivitas yang menantang fisik. Apalagi saat Clay mengangkat beberapa benda berat seperti barbel. Dia hampir tumbang, sebelum Thom dengan sigap membantu dirinya.
"Sesuatu buruk terjadi pada kamu Clay?" tanya Thom.
"Aku pikir tidak pelatih. Semuanya baik-baik saja." jawab Clay menenangkan Thom.
Thom menatap wajah Clay yang nampak begitu pucat. Dia melihat Clay tak berdaya, tidak seperti biasanya. Sehingga Thom tidak tega untuk melanjutkan latihan berat yang akan di jalani oleh Clay.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus mengakhiri latihan di hari ini. Mungkin kamu butuh banyak istirahat Clay." ujar Thom dengan penuh perhatian.
"Tidak pelatih. Saya masih kuat, jadi mari kita lakukan lagi latihan seperti tadi." balas Clay penuh semangat.
Semangat yang kembali di tunjukkan oleh Clay, secara tidak langsung membuat Thom tertantang untuk kembali melatih Clay. Walaupun ada sedikit rasa cemas dari dalam diri Thom akan kondisi dari Clay saat ini. Mengingat Clay yang nampak begitu kurang sehat. Dia tidak seperti biasanya yang terlihat baik-baik saja. Namun Clay terlihat cukup payah di hari ini.
Latihan yang menantang fisik kembali di lakukan oleh Clay. Dia mengangkat barbel. Berlari sejauh mungkin, hingga dia meninju samsak dengan beberapa pukulan yang cukup keras. Clay menikmati momen yang luar biasa tersebut. Hingga Clay berharap bisa melakukan itu semua dengan baiknya.
Namun Clay yang memang dalam keadaan kurang sehat. Pada akhirnya tumbang juga dengan aktivitas berat yang di jalani oleh Clay saat ini. Dia jatuh saat kembali berlari memutari lapangan. Hingga Thom yang mengawasinya, langsung menolong Clay yang jatuh pingsan.
Sampai di ruang UKS, Thom langsung meletakkan Clay di atas ranjang busa. Dia berteriak dengan keras memanggil petugas UKS. Meminta bantuan mereka untuk membuat Clay kembali bangun dari pingsannya tersebut.
Suara teriakan Thom yang begitu keras, seketika membangunkan Clay yang jatuh pingsan. Clay pun akhirnya bangun dari pingsannya tersebut. Hingga Clay terlihat tidak mengerti dengan kondisi dari dirinya saat ini. Tidak menyadari dirinya ada di dalam ruangan UKS yang di penuhi dengan gambar anatomi serta obat-obatan yang berjejeran di setiap sudut.
__ADS_1
"Aku di mana?" tanya Clay dengan wajah bingung.
"Kamu ada di ruang UKS Clay. Kamu tadi pingsan." jawab Thom mencoba menenangkan Clay.
"Kenapa aku bisa pingsan?" tanya Clay kembali.
"Entah, mungkin kamu kecapekan Clay. Kamu harus lebih banyak istirahat." jawab Thom.
Saat salah seorang petugas UKS akan memeriksa Clay. Clay dengan tegas menolak untuk di periksa oleh petugas UKS tersebut. Clay merasa dirinya sudah jauh lebih baik. Sehingga dia tidak harus di periksa lagi oleh petugas UKS. Clay hanya butuh segelas air hangat untuk bisa menghangatkan badannya.
Permintaan dari Clay di terima oleh petugas UKS tersebut. Dia membatalkan untuk memeriksa Clay saat itu. Petugas itu pun segera mengambil air hangat untuk Clay minum. Mungkin air hangat bisa membuat tubuh Clay lebih baik lagi. Sehingga Clay bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.
"Kamu yakin gak mau di bawa ke rumah sakit Clay?" tanya Thom.
__ADS_1
"Sepertinya tidak. Aku suka jauh lebih baik. Jadi tidak ada yang harus kamu khawatirkan." jawab Clay singkat.
Thom pun menyerah. Dia tak lagi meminta Clay untuk pergi ke rumah sakit. Dia melihat Clay jauh lebih baik, sehingga Clay tidak harus pergi ke rumah sakit saat ini. Namun Thom menyudahi sesi latihan di hari ini. Dia ingin Clay beristirahat, sehingga Clay bisa lebih baik lagi di hari esok.