Hoki

Hoki
Sarapan


__ADS_3

Untuk membayar kesedihan dari Gibson yang gagal sarapan bersama dengannya. Clay pun kembali mengajak Gibson untuk pergi makan di salah satu restoran yang memiliki lokasi tak jauh dari lapangan pertandingan. Selain untuk membayar rasa kecewa dari Gibson, sarapan bersama ini juga akan jadi acara untuk merayakan keberhasilan dari Clay yang lolos ke babak semifinal Wimbledon.


Untuk semakin membuat Gibson bahagia, Clay juga sudah menyiapkan menu makanan yang memang di sukai oleh Gibson. Dia menyukai menu makanan Inggris yang terkenal akan British Breakfast. Menu yang sederhana, namun begitu di sukai oleh Gibson. Hingga dia begitu menyukai menu makanan yang terdiri atas telur, sosis serta kentang tersebut.


Melihat Clay yang sudah berada di salah satu sudut restoran dengan menu yang sudah tersedia di atas meja. Gibson nampak begitu bersemangat untuk segera bisa menyantap setiap menu makanan yang telah di pesan oleh Clay untuk dirinya. Menu makanan yang tentu menjadi favorit bagi dirinya.


Gibson yang datang dengan setelan latihan, terlihat begitu percaya diri saat menghampiri Clay. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana training berwarna abu-abu. Senyumnya tak pernah hilang di wajah tampannya. Gibson benar-benar ingin menunjukkan sisi romantis dari dirinya pada Clay.

__ADS_1


"Apa ini meja yang telah di pesan oleh calon juara Wimbledon tahun ini?" ujar Gibson duduk di hadapan Clay.


Clay tersipu dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Gibson. Dia benar-benar tak berdaya dengan kalimat manis dari Gibson tersebut. Hingga Clay membalas ucapan dari Gibson dengan sebuah senyuman yang begitu manis. Ini benar-benar menjadi sebuah senyum yang mempesona bagi Clay. Hingga dia begitu terpesona dengan senyum Gibson pada dirinya.


"Mudah-mudahan saja, tahun ini menjadi milikku." ujar Clay.


Tak ingin makanan yang di pesan oleh dirinya dingin. Clay pun meminta Gibson untuk segera menyantap menu makanan itu. Namun Gibson yang tak ingin kehilangan momen romantis dengan Clay. Meminta Clay untuk menyuapi dirinya terlebih dahulu. Ini benar-benar menjadi hal yang tak terduga bagi Clay. Gibson seperti seorang remaja yang sedang pubertas.

__ADS_1


Namun permintaan Gibson yang sederhana itu, langsung Clay turuti. Dia pun mulai memotong sosis yang ada di piringnya untuk di suapkan pada Gibson. Ini tidak sulit sebenarnya, namun senyum Gibson yang begitu manis. Sedikit menganggu Clay untuk bisa fokus menyuapkan sosis yang ada di tangannya menuju ke dalam mulut dari Gibson.


"Aku pikir kamu jangan senyum seperti itu. Aku tidak fokus dengan senyuman itu."


"Kenapa? Senyumku memang seperti ini. Apa ini terlalu buruk bagimu?"


"Bukan buruk, tapi membuatku tidak bisa berkonsentrasi saat akan menyuapkan ini ke dalam mulut kamu. Aku harap kamu bisa mengerti ini Gibson."

__ADS_1


Gibson sengaja semakin tersenyum dengan begitu lebar. Dia terus menunjukkan senyum sempurna pada Clay. Sehingga Clay semakin tak mampu menatap wajah Gibson yang benar-benar manis tersebut.


__ADS_2