Hoki

Hoki
Gibson Bahagia


__ADS_3

Clay dengan pandangan menunduk menghampiri Gibson di kamar perawatannya. Clay menganggap kehamilan yang sedang di jalani oleh dirinya di hari ini adalah sebuah petaka besar dalam hidupnya. Clay merasa ini adalah musibah besar yang harus dia hadapi. Sehingga Clay merasa ini akan jadi kabar buruk untuk Gibson juga.


Clay menyembunyikan alat kehamilan yang di bawanya. Dia sengaja menyembunyikan itu dari Gibson. Mungkin itu akan jadi bukti terakhir yang akan di tunjukkan oleh Clay pada Gibson. Clay khawatir Gibson tidak akan percaya akan kehamilan yang sedang di alami oleh dirinya. Hingga Clay harus membawa alat test kehamilan itu pada Gibson.


Melihat wajah Clay yang terlihat murung, Gibson mulai curiga suatu hal buruk terjadi pada Clay. Gibson pun mulai bertanya dengan kondisi Clay saat ini. Dia khawatir Clay mengalami hal yang buruk, sehingga Gibson harus bisa memenangkan Clay agar semakin baik lagi.


"Kamu tidak sedang bersedih di hari ini Clay?" tanya Gibson dengan wajah penasaran.


"Ini kesedihan untuk kita berdua." jawab Clay dengan wajah murung.

__ADS_1


"Maksud kamu apa?" tanya Gibson kembali.


"Aku hamil."


Mendengar kata hamil, sontak Gibson merasa bahagia dengan apa yang di katakan oleh Gibson. Dia selalu menunggu momen yang paling bahagia dalam hidupnya tersebut. Hingga mendengar kabar Clay hamil, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Gibson.


"Jelas aku bahagia sayang. Itu artinya aku akan segera memiliki anak. Itu yang aku tunggu dari dulu. Aku memiliki seorang anak." ucap Gibson dengan wajah penuh kegembiraan.


Clay tidak menyangka Gibson akan bahagia seperti itu. Clay merasa Gibson tidak pernah menginginkan anak secepat ini. Sebab Gibson seharusnya bisa terus mendukung karier dari Clay. Mungkin saja karier dari Clay akan hancur dengan keberadaan dari anak yang di kandungnya. Oleh sebab itu Clay merasa Gibson tidak akan bahagia dengan kehamilan yang sedang terjadi pada Clay. Namun semua itu jauh dari ekspektasi seorang Clay, Gibson justru bahagia dengan kehamilan tersebut.

__ADS_1


"Aku pikir ini bencana untuk karierku Gibson. Ini bencana besar." ucap Clay dengan wajah semakin bersedih.


"Tidak ada bencana. Kamu seharusnya senang dengan kabar kehamilan ini. Kamu akan jadi seorang ibu. Itu jauh lebih baik Clay. Kamu sudah memiliki sebuah gelar Wimbledon. Apa kamu tidak puas dengan keberhasilan itu?"


"Tidak! Aku masih bermimpi untuk mendapatkan banyak tropi lagi. Tidak hanya satu saja, melainkan belasan hingga puluhan Gibson."


"Aku tidak mengerti dengan kamu Clay. Untuk apa kamu terus terobsesi seperti itu. Kamu harus mengakhiri obsesi kamu. Kamu harus sadar dengan semua yang ada. Tidak harus sempurna untuk di kenang orang. Kamu harus sadar itu Clay."


Mendengar semua perkataan dari Gibson yang seperti merendahkan mimpi dari seorang Clay. Seketika membuat Clay begitu marah pada Gibson. Dia akhirnya memilih untuk pergi dari hadapan Gibson. Clay mungkin butuh waktu untuk memenangkan diri. Sehingga dia bisa mengambil keputusan yang tepat akan dirinya. Mungkin ini adalah keputusan yang sulit di ambil oleh Clay. Namun Gibson berharap Clay akan mengambil keputusan yang terbaik dalam hidupnya. Di mana Clay akan mempertahankan kehamilan yang sedang di jalani oleh dirinya di hari ini. Tidak berpikir untuk mengugurkan kandungannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2