Hoki

Hoki
Clay Menjenguk Gibson


__ADS_3

Dengan wajah yang terlihat panik, Clay langsung mendatangi rumah sakit tempat Gibson di rawat. Dia nampak begitu khawatir dengan pacarnya tersebut. Hingga Clay berharap Gibson tidak akan mengalami hal buruk yang akan merusak kariernya.


Seorang sudah menunggu di depan ruang perawatan Gibson. Pria bertopi yang di tugas oleh tim manajemen untuk menemani Gibson, terlihat juga panik dengan kondisi Gibson saat ini. Hingga dia merasa apa yang terjadi pada Gibson adalah hal yang buruk yang akan juga berdampak buruk pada klub. Sehingga dia berharap Gibson tidak akan mengalami hal buruk yang akan membunuh kariernya.


Clay menghampiri pria bertopi tersebut. Dia tak mengenali pria itu, sehingga Clay langsung mengajak pria itu untuk berkenalan.


"Apakah ini ruangan tempat Gibson di rawat?" tanya Clay dengan penuh kehati-hatian.


"Iya, Gibson saat ini di rawat di sini. Dan saya pikir kamu adalah Clay. Pacar dari Gibson." jawab pria bertopi tersebut.


Clay tersenyum untuk membalas ucapan dari pria itu. Sementara pria bertopi itu langsung menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Clay.


"Perkenalkan, nama saya Anthony. Saya adalah bagian dari tim dokter klub."


"Saya Clay." Clay menjabat tangan Anthony.


Clay pun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Gibson. Sehingga Gibson bisa mengalami cidera parah yang mengharuskan dirinya masuk ke ruang perawatan di rumah sakit.


Anthony pun menceritakan bagaimana Gibson di tekel dengan keras oleh pemain lawan. Hingga Gibson tidak mampu melanjutkan pertandingan yang seharusnya masih harus di selesaikan oleh Gibson. Dalam mendengar cerita dari Anthony ini, Clay merasa begitu sedih dengan apa yang di alami oleh Gibson. Dia merasa ini pukulan paling berat yang di alami oleh Gibson dalam hidupnya. Apalagi cidera yang di alami oleh Gibson adalah cidera yang serius. Sehingga Gibson berpotensi kehilangan mimpi yang di milikinya saat ini.


Clay mulai meneteskan air mata saat mendengar bagaimana Gibson begitu kesakitan di atas lapangan. Dia tak bisa membayangkan bagaimana Gibson harus berjuang saat itu juga. Clay pun menyesal tidak ada di samping Gibson saat hal buruk itu terjadi. Hal bodoh yang seharusnya tidak di lakukan oleh Clay saat ini.

__ADS_1


Anthony meminta Clay tidak harus menyalahkan dirinya sendiri. Ini bukan kesalahan dari Clay, sehingga Clay tidak harus bersedih hati atau merasa bersalah. Sebab ini bukan kesalahan dari Clay sama sekali. Ini benar-benar adalah takdir yang harus di terima oleh Gibson. Resiko menjadi seorang pemain sepakbola adalah seperti ini.


Kepanikan dari Clay semakin menjadi saat dokter yang menangani Gibson keluar dari ruang perawatan. Dengan wajah yang sedikit bersedih, dokter itu sepertinya membawa kabar yang kurang baik. Di mana ada sedikit masalah serius yang di terima oleh Gibson.


"Bagaimana kondisi pacar saya dok?" tanya Clay dengan paniknya..


"Sepertinya Gibson harus segera melakukan operasi. Ada sedikit masalah di engkel kanannya. Itu akan sangat bahaya, jika tidak segera di lakukan tindakan operasi." jawab dokter.


Clay seketika menangis mendengar kabar yang di bawa oleh dokter tersebut. Dia merasa apa yang di alami oleh Gibson adalah hal yang paling buruk dalam hidupnya. Sehingga Clay berharap Gibson akan tabah dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dia tidak harus bersedih dengan semua ini. Sebab ini adalah ujian yang akan membuat Gibson menjadi lebih hebat lagi di kemudian hari.


Clay pun menyetujui operasi yang akan di lakukan pada Gibson. Jika itu demi kebaikan seorang Gibson, kenapa tidak. Apalagi jika Gibson tidak segera di lakukan tindakan operasi. Akan ada sedikit masalah baru yang akan mungkin terjadi pada Gibson. Itu jauh lebih berbahaya lagi untuk Gibson nantinya. Oleh sebab itu, Clay berharap Gibson akan segera mendapatkan tindakan operasi yang akan membuat dirinya menjadi jauh lebih baik lagi.


Clay juga meminta untuk melihat kondisi dari Gibson. Dia penasaran dengan kondisi pacarnya tersebut. Mungkin kedatangan dari Clay bisa sedikit membuat Gibson menjadi lebih semangat lagi. Apalagi Clay kerap membuat Gibson tersenyum dengan sedikit lelucon yang kerap di lontarkan pada Gibson.


Clay duduk di bangku samping ranjang Gibson. Dia menatap wajah Gibson yang terlihat begitu lelah. Gibson tertidur dengan begitu pulasnya. Hingga Clay takut mengganggu tidurnya saat ingin menyentuh wajahnya.


Namun pada akhirnya Gibson terbangun dari tidur lelapnya tersebut. Saat suara handphone dari Clay berbunyi dengan begitu kerasnya. Itu yang membangunkan Gibson segera.


Clay buru-buru mematikan suara handphone yang berbunyi dengan keras tersebut. Tak ingin Gibson bangun, akibat suara dari handphone tersebut. Namun Gibson yang terlanjur mendengar bunyi dari handphone Clay, langsung bangun oleh bunyi telepon tersebut. Perlahan mata Gibson mulai terbuka dengan begitu lebarnya melihat kehadiran Clay yang ada di sampingnya.


Gibson tersenyum melihat Clay berada di samping ranjang perawatannya. Dia tak bisa membayangkan bagaimana Clay selalu ada untuk dirinya. Memberikan sepenuhnya cinta pada Gibson. Tak heran jika Gibson merasa beruntung memiliki Clay sebagai pasangan hidupnya. Clay adalah sosok yang sempurna yang di miliki oleh Gibson saat ini. Sehingga Gibson selalu merasa beruntung berada di samping Clay untuk selamanya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah lama di sini Sayang?" tanya Gibson dengan wajah lesuhnya.


Clay mengelus lembut rambut Gibson. Dia menatap wajah Gibson dengan begitu tajamnya. Melihat bagaimana dia memberikan cinta yang penuh pada Gibson.


"Tidak penting. Tapi aku akan selalu ada untuk kamu. Aku akan selalu menemani kamu sampai kapan pun Sayang."


Gibson tersenyum dengan apa yang di ucapkan oleh Clay. Dia sadar betul, bagaimana Clay begitu tulus dalam mencintai Gibson. Itu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Gibson yang di cintai oleh Clay dengan begitu tulusnya. Cinta yang begitu suci pada Gibson dari seorang Clay. Gibson juga memegang tangan Clay yang tak henti mengelus rambutnya tersebut. Hingga Gibson merasa apa yang di lakukan oleh Clay adalah bentuk cinta yang tulus padanya.


Namun di tengah-tengah kebahagiaan yang di rasakan oleh Gibson akan kedatangan dari Clay. Sebuah insiden terjadi, di mana Clay secara tiba-tiba mual. Dia pun harus segera pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan rasa mualnya tersebut.


Gibson panik dengan apa yang terjadi pada Clay. Dia hanya bisa memantau Clay dari jauh, sebab kakinya masih terasa sakit untuk bisa melihat Clay dari dekat.


Clay terus memuntahkan makanan yang telah di konsumsi. Ini hampir sama dengan apa yang terjadi saat di tempat latihan, Clay mengalami mual yang sama. Sehingga dia merasa ini begitu berat untuk dirinya di hari ini.


Clay yang tak kunjung kembali dari kamar mandi, akhirnya membuat Gibson memutuskan untuk keluar dari ranjangnya. Namun saat Gibson akan turun, dia justru terjatuh dari ranjang tersebut. Hingga Gibson pun langsung mengerang kesakitan.


Mendengar suara Gibson yang kesakitan, Clay langsung kembali menuju ke ruang perawatan Gibson. Dia ingin melihat apa yang terjadi pada Gibson. Hingga Gibson berteriak dengan begitu kerasnya.


Saat Clay melihat Gibson terjatuh, Clay langsung panik. Dia mencoba memanggil dokter untuk membantu dirinya mengangkat Clay. Bukan dokter yang pertama kali datang, justru Anthony yang tak sudah tidak sabar untuk melihat kondisi dari Gibson yang datang ke kamar perawatan Gibson.


Anthony langsung membantu Clay mengangkat Gibson menuju ranjangnya. Di mana Gibson masih mengerang kesakitan dengan insiden jatuh yang di alaminya tersebut.

__ADS_1


Saat sudah berada di atas ranjang, dokter yang menangani Gibson pun datang. Dia meminta pada Clay dan Anthony untuk kembali keluar dari kamar perawatan Gibson. Sebab dokter itu akan mengecek kondisi dari Gibson kembali.


__ADS_2