I Am The One Who Is Hurt

I Am The One Who Is Hurt
mimpi


__ADS_3

Setelah ayah mendonorkan darahnya untukku,kini keadaanku pun mulai stabil,tapi tetap saja,aku masih memikirkan carl dan kekasihnya itu.


Saat itu aku masih tengah tertidur,di dalam mimpiku aku melihat carl dan kekasihnya menikah bahkan sampai memiliki dua anak,sedangkan diriku hanyalah menjadi penonton diantara kebahagiaan mereka berdua.


Disana aku terlihat sangat menyedihkan,aku seperti menonton sebuah film tentang kisahku sendiri,aku benar-benar tak sanggup,aku ingin mengakhiri hidupku,dengan begitu aku tidak perlu peduli lagi dengan mereka.


Aku pun memutuskan untuk membunuh diriku sendiri di atas gedung yg tingginya mencapai 10 meter,disana aku terlihat gemetaran ketika mataku melihat ke arah bawah gedung, semuanya terlihat seperti mainan dan aku seolah-olah adalah penguasa dunia.


Namun,hal itu hanyalah khayalan belaka sesaat,aku kembali mengingat kejadian yang sebenarnya,aku pun menatap ke atas langit dengan wajah sendu sembari mengingat kisah masa laluku yang begitu menyedihkan.


"Apakah mungkin ini akan berakhir begitu saja?".


"Apakah dengan berakhirnya diriku semua orang akan merasa bahagia?".

__ADS_1


"Ya,itu benar, mereka pasti akan dengan mudahnya melupakanku".


Aku pun menutup mataku dan berjalan perlahan mendekati alam akhirat dan seketika itu juga langkah kakiku tak lagi menginjak lantai.


Kini yang hanya ada di pikiranku hanyalah kekosongan, kegelapan,bahkan suara jerit tangis yang menyedihkan.semuanya terlihat sunyi dan gelap,yang kurasakan hanyalah angin yang menerpa diriku,tubuhku terasa dingin dan gemetaran di seluruh bagian tubuhku.


seketika itu juga,aku pun terjatuh di tengah jalan,seluruh tubuhku dipenuhi dengan darah segar,yang membuat semua orang datang menghampiriku berharap aku masih bisa diselamatkan.namun,semua itu sudah terlambat,aku telah menghembuskan nafas terakhirku.


TES.....TES.....


Ia mengenggam tanganku dengan erat berharap aku bisa bangun dari tidurku yang panjang.


Yah,siapa lagi kalau bukan kedua orang tuaku yang masih mengharapkanku berada di dunia ini,suara isak tangis mereka yang tak ingin merelakan diriku membuatku sangat terharu,aku sadar bahwa masih ada mereka di sisiku.

__ADS_1


Aku pun membuka mataku ketika mendengar suara isak tangis mereka,seketika itu juga suara isak tangis menyedihkan itu berubah menjadi air mata kebahagiaan.ternyata apa yg aku rasakan hanyalah sebuah mimpi,aku masih bisa melihat dunia ini dengan terang tanpa ada rasa sakit di seluruh tubuhku.


Ibuku pun memelukku melihat diriku yang sudah sadar,ia benar-benar sangat bersyukur melihatku yang baik-baik saja.


"syukurlah nak,kamu sudah sadar,ibu sangat mengkhawatirkanmu"ujarnya dengan wajah sendu.


Aku hanya membalasnya dengan senyuman saja,karena tidak tau harus mengatakan kata apa kepadanya.ia pun menyuapiku bubur yg sudah tersedia sejak tadi,aku pun memakan bubur itu dan ibuku membalasnya dengan senyuman.


Tak lama kemudian,dokter pun datang menghampiriku,ia pun memeriksa keadaanku sekarang.setelah ia memeriksaku,ia pun tersenyum kepadamu,aku hanya menatapnya dingin karena tidak tau apa yang harus kukatakan.


"bu,pak,anak kalian sudah bisa pulang hari ini"ujar sang dokter dengan tersenyum.


Mendengar itu ibu dan ayahku benar-benar sangat bahagia, mereka tidak menyangka bahwa aku sudah diperbolehkan pulang,aku yang melihat mereka yang begitu bahagia hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2