I Am The One Who Is Hurt

I Am The One Who Is Hurt
Akhir dari segalanya~


__ADS_3

Hari-hari berikutnya semuanya tetap berjalan seperti biasa.guru-guru bahkan memperlakukan diriku dengan lembut dibandingkan murid-muridnya yang lain.walau ada beberapa yang merasa iri kepadaku karna perlakuan lembut dari para guru itu.namun,bagiku itu hanyalah rasa kasihan saja.mereka pasti juga menghinaku dari belakang.


Disaat pulang sekolah,diriku berjalan tanpa arah.tidak tahu harus pergi kemana lagi.seakan-akan tidak ada tempat bagiku untuk berteduh.


Tak berapa lama kemudian hujan pun turun membasahi seluruh tubuhku dengan rintik-rintik air.seketika itu langkahku pun terhenti.aku ingin mencari tempat untuk berteduh.namun,entah mengapa aku tidak melakukan itu.aku malah terus berjalan tanpa arah tanpa memperhatikan sekeliling.


Saat itu aku memperhatikan carl sendirian di tempat berteduh.ia terlihat begitu kedinginan.namun, kekasihnya itu pun datang menghampirinya dan memberikan jaket kepadanya.


Aku yang tadinya merasa bahagia melihat carl yang sendirian menjadi patah hati ketika melihat kekasihnya bersama dengannya.aku pun melanjutkan perjalananku dan akhirnya aku sampai di rumah.ibuku pun menyuruhku untuk mandi agar tidak sakit setelah terkena hujan yang sangat deras.apalagi itu juga akan mempengaruhi kesehatan bayi yang ada di dalam kandunganku.


Setelah selesai mandi aku lagi-lagi termenung di kamarku memikirkan sesuatu yang tidak pasti.aku pun mengingat kejadian yang pernah aku alami dan aku pun sadar ternyata hidupku benar-benar menyedihkan dari awal aku lahir ke dunia.


Aku pun memegangi perutku dan mengusapnya dengan lembut.


"Dedek bayi,apa yang akan terjadi kepadamu setelah kamu lahir?apa kau akan baik-baik saja??jika hidupmu sama sepertiku lebih baik kau tidak perlu lahir ke dunia,ibu takut kau akan menyesal nanti seperti yang ibu rasakan saat ini"pikirku sembari menangis.


Di malam harinya aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.aku tidak tau kenapa.namun yang pasti ada sesuatu yang menggangguku.aku pun pergi ke dapur dan meminum segelas air bahkan aku memakan sedikit cemilan agar aku tak merasa lapar.


Saat itu tepat pukul 02.00 lagi-lagi aku terbangun di tengah malam.saat itu aku ingin kembali tidur namun aku tidak bisa tidur lagi.aku pun kembali ke dapur dan meminum segelas air lagi.


Disaat itu aku melihat sebuah pisau tergeletak di dekatku.entah mengapa aku ingin sekali memegangnya.namun,aku menolak hal yang aku pikirkan.


Tak berapa lama kemudian tiba-tiba saja ada sesuatu yang terlintas di pikiranku.aku seperti melihat sesuatu yang aneh yang membuat tanganku tiba-tiba bergetar.seketika itu juga aku tak sadar bahwa tanganku sudah memegang sebuah pisau dan menusuk diriku sendiri menggunakan pisau itu persis seperti apa yang aku lihat dipikiranku.


Tak berapa lama aku pun tersadar bahwa aku telah membunuh diriku sendiri bersama dedek bayi yang ada di perutku.apakah dia merasakan sakit seperti yang aku rasakan saat ini?yah,aku tidak mungkin salah,ia pasti juga merasakan sakit yang lebih dari yang kurasakan.aku pun terjatuh dari tempatku berdiri dan melihat pisau yang tertancap di tubuhku.


Seketika itu semua kenangan yang aku rasakan selama ini pun hancur berkeping-keping bahkan kenangan yang aku rasakan bersama carl meskipun itu hanya sekilas.

__ADS_1


Keesokan harinya ibuku pun kaget melihat diriku yang tergeletak tak berdaya di dapur.ia pun ingin segera membawaku ke rumah sakit.namun, semuanya sudah terlambat.diriku telah tiada bahkan alat-alat dokter pun sudah tidak ada gunanya lagi bagiku.


Ibuku pun menangis sembari melihat diriku yang hanya tinggal tubuh tanpa nyawa.setelah acara yasinan di rumahku,diriku pun dimakamkan oleh orang-orang.


Berita kematianku telah menyebar hingga ke sekolah.semua orang yang mendengar hal itu pun turut berduka begitu juga dengan para guru.semua orang penghuni sekolah pun memberikan sumbangan mereka masing-masing untuk diriku.


Malam harinya pun tiba,saat itu di sekolah sedang ada perkemahan Pramuka.para laki-laki di kelasku pun juga ikut serta.beberapa dari mereka membuka kelasku.


"ah,entah kenapa yah sejak kematian anndin tempat ini jadi angker"ujar salah satu teman sekelasku.


"jangan ngadi-ngadi lu, ayo cepat katanya ada yg ketinggalan disini"ujar salah satu teman cowok lainnya.


"gak ketemu nih"


"yah cari lagi dong sampe ketemu,lagian ini barang kau bukan barangku"


"sini aku bantuin"ujar carl.


"terima kasih carl udah bantuin"


"iya-iya,ini aja belum ketemu kau udah bilang terima kasih"ujar carl.


"hehe,gpplah"


Mereka pun berkeliling di kelas itu untuk mencari barang yang katanya ketinggalan,tak lama kemudian carl pun melihat sesuatu di kolong mejaku.


"ah,ini dia barangnya,tapi kok ada di meja andin yah"pikirnya heran.

__ADS_1


Tak lama kemudian carl pun secara tidak sengaja menemukan sebuah buku di kolong mejaku itu.


"eh,ini kayaknya buku andin yang ketinggalan"pikirnya.


"hey carl,udah ketemu belum"ujar teman lainnya.


"udah-udah nih"ujar carl.


"wah,cepet banget,tadi terima kasihnya udah kan"ujar cowok itu tadi.


"iya,oke"


"yaudah yuk kita keluar,ngeri juga lama-lama disini"ujar salah satu dari mereka.


Sesampainya di perkemahan,carl pun membaca buku itu.betapa terkejutnya ia ketika ia tau bahwa andin mencintainya.ia pun membaca isi dari buku itu di bagian lain dan ia pun sadar bahwa ternyata selama ini andin selalu mengawasinya.


Keesokan harinya perkemahan berakhir dan semua siswa diijinkan untuk pulang.bukannya pulang carl malah membeli serangkai bunga di toko dan pergi ke makamku.


Ia pun menatap jelas makamku sembari menangis.


"aku tidak tau kalau selama ini kau mencintaiku dalam diam.tapi akhirnya kau malah berakhir seperti ini,tapi sangat berterima kasih karna kau telah mencintaiku dengan tulus,walau selama ini aku hanya menganggapmu sebagai teman saja.tapi terima kasih karna kau telah mencintaiku dengan tulus sampai akhir hidupmu,aku tidak bisa memberikanmu apa-apa lagi,karna Sekarang kau sudah tidak ada, karna itulah aku membeli bunga ini agar kau tidak merasa sendirian, anggaplah bunga itu sebagai rasa cinta yang aku berikan padamu"ujar carl sambil berlinang air mata.


Ia pun menaruh serangkai bunga itu di makamku dan mengubur buku ku di sebelahku.kemudian ia pun berdoa agar diriku baik-baik saja di alam sana.


Andai saja aku dilahirkan kembali aku ingin carl juga mencintaiku dengan tulus~


Selamat tinggal dunia,mungkin ini yang terbaik bagiku~

__ADS_1


The end~


__ADS_2