I Love You My Sister

I Love You My Sister
Tentang Aluna


__ADS_3

Dana duduk di balkon kamarnya, dia sedang menikmati keindahan kota pada malam hari. Banyak kendaraan lalu lalang di jalan dan tak sedikit juga yang ugal-ugalan saat berkendara. Kamarnya begitu istimewa dari kamar yang lainnya, bahkan dari kamar Tomy dan Dania sekalipun.


Dia sedang memikirkan kejadian 18 tahun yang lalu, dimana saat itu keluarga mommy dan juga daddy-nya di hantam badai besar. Ingatannya masih jelas saat itu, dan hatinya kembali terluka saat Aluna menyinggung kejadian itu saat tadi makan malam.


Hal itu saat menyakitkan, dirinya kembali melihat air mata keluar dari mata indah Mommynya. Hatinya begitu sakit, setiap kali melihat air mata tumpah dari wajah cantik Mommynya.


" Kak...." panggil Danish, dia harus menanyakan kebenaran ini dari pada hatinya gelisah sendiri.


Niat hati ingin bertanya kepada kedua orang tuanya, tapi dirinya jelas tidak tega jika harus melihat Mommynya menangis untuk yang kedua kalinya.


Dana menoleh ke sumber suara, segera ia menyeka air matanya. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan adik bungsunya itu, Danish hanya boleh melihatnya tegar tidak lemah seperti ini. Karena Daddy nya selalu mengajarkan untuk tidak pernah memperlihatkan kelemahan kita kepada orang lain meski itu saudara maupun teman.


" Ada apa kau kesini " sahutnya. Jujur, saat ini jelas ia sangat malas meladeni adiknya yang super menyebalkan itu.


" Aku hanya ingin bertanya sesuatu sama kakak " balas Danish


" Boleh aku duduk" ucap Danish saat dirinya sudah berada di samping kakaknya. Dana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Menghembuskan nafasnya dengan sangat berat, hatinya begitu sakit mengingat tangis Mommynya.


" Apa yang ingin kau tanyakan Danish " Dana membuka suara, karena sudah 5 menit Danish tak memulai pembicaraan.


" Aku hanya ingin bertanya kebenaran tentang kejadian di meja makan tadi kak." ucapnya.


" Maksudmu?" tanyanya balik


" Apa benar kalau kak Aluna bukan putri kandung keluarga ini? tanyanya begitu saja. Jujur ia tak ingin mempermasalahkan siapa Aluna yang sebenarnya, tapi bukankah dirinya juga berhak tau siapa kakaknya itu?


" Apa urusannya dengan mu?" tanya Dana sekali lagi.


" Jelas aku punya urusan dengan itu kak, bagaimana mungkin kakak bisa bertanya itu pada ku. Aku ini juga anak dari keluarga ini, apa aku tidak boleh tau kebenaran tentang keluarga kita." jawab Danish.

__ADS_1


" Kau tau kan kalau aku bukan anak dari mommy dan Daddy selama ini.? " bukannya menjawab, Dana malah memberikan pertanyaan kepadanya.


" Ya, tapi aku tidak pernah mempermasalahkan semua itu Aku menyayangi mu seperti aku menyayangi kak Aluna juga." jawabnya.


" Jika benar Aluna bukan anak Daddy dan juga Mommy apa kau masih menyayangi dirinya? " tanya Dana.


" Kak, percayalah. Rasa sayangku ke kalian berdua bukan karena adanya hubungan saudara saja. Aku menyayangimu karena kau memang pantas untuk disayangi. Dan kalaupun kak Aluna bukan kakak ku aku tidak akan pernah mengurangi rasa sayangku padanya sedikitpun."


Pada akhirnya Dana memutuskan untuk memberitahukan kebenaran tentang Aluna kepada Danish. Danish mang benar adanya, dirinya berhak tau kebenaran tentang keluarganya sendiri. Bukankah di antara mereka bertiga hanya Danish putra kandung Tomy dan juga Dania.


Flashback on....


Dua tahun setelah kepindahan mereka, Dania mulai gelisah karena dirinya tak kunjung menunjukan tanda-tanda kehamilan. Hal itu membuatnya selalu berfikir bahwa dirinya tak mampu memberikan keturunan buat suaminya. Saat itu mereka berada di Indonesia untuk beberapa waktu di karenakan mama Dania sedang sakit.


Apa yang akan di lakukan Tomy jika sampai detik ini Danish tak kunjung hamil?


Apakah Tomy akan meninggalkan dirinya begitu saja?


Sampai suatu ketika dirinya meminta Tomy untuk menikah lagi tanpa harus menceraikan dirinya. Mungkin dirinya jauh akan lebih sanggup untuk berbagi dari pada kehilangan suaminya itu.


" Menikahlah lagi jika kau ingin memiliki anak mas, aku ikhlas jika harus kau madu. Tapi ku mohon jangan pernah kau meninggalkanku, karena aku jelas tak akan sanggup hidup tanpa dirimu." ucap Dania saat Tomy begitu antusias menceritakan pertemuannya dengan seorang gadis kecil yang imut di panti asuhan tadi pagi.


" Pa maksud mu Nia, aku menceritakan semua ini kepadamu bukan untuk mendengar mu mengatakan hal ini." ucap Tomy.


Dania menoleh menatap mata indah suaminya yang selalu mampu membuatnya luluh.


" Lihat aku Nia, apa kau melihat rasa cinta ku ini untukmu?" tanya Tomy dan Dania pun mengangguk.


Dia jelas melihat cinta Tomy begitu besar untuknya lewat sorot mata itu.


" Aku menceritakan semua ini sama kamu, karena aku ingin mengajakmu kesana dan maukah kau mengadopsi anak itu untuk menjadi anak kita?" Dania kaget mendengar ucapan Tomy.

__ADS_1


Apa katanya tadi? Dia ingin mengajak Dania melihat anak itu untuk mengadopsinya. Matanya berbinar saat sudah dapat mencerna apa yang suaminya katakan barusan. Dan tanpa sadar, Danish menganggukkan kepalanya. Air matanya luruh begitu saja.


Besoknya keduanya datang ke panti asuhan anak yang di maksud oleh Tomy kemarin. Dengan membawa Dana pastinya, karena Dana yang harus tau pertama kalinya.


Memasuki panti, Tomy di sambut oleh pengasuh panti asuhan itu. Seperti janjinya kemarin kalau dirinya pasti akan kembali.datamg untuk menjemput anak itu dan membawa berkas-berkas yang di butuhkan.


Setelah memastikan berkasnya lengkap, pihak panti menyuruh orang untuk memanggil anak itu untuk bertemu keluarga barunya.


Mata anak itu berbinar saat kembali melihat Tomy, paman baik yang kemarin sempat menolongnya itu.


Anak usia 5 tahun itu berlari ke arah Tomy dan di sambut Tomy dengan pelukan penuh cinta. Sekarang anak yang berada dalam pelukannya itu adalah putrinya. Dan selamanya dia akan menjadi putri dari Dania dan juga Tomy.


Flashback off...


" Jadi maksud kakak anak perempuan itu adalah kak Aluna? tanya Danish dan Dana menganggukkan kepalanya.


" Saat itu usia ku sudah 9 tahun dan Aluna masih 5 tahun. Aku sangat menyayangi Aluna saat kami baru bertemu begitu juga dengan Daddy dan juga Mommy. Keluarga menerimanya dengan tangan terbuka dan menyayangi dirinya dengan penuh kasih. Tak pernah ada satupun keluarga yang menyinggung soal asal usul Aluna. Bagi mereka, Aluna adalah putri keluarga Sanjaya, Mahendra dan keluarga besar mommy." jelas Dana.


" Aku minta sama kamu, jangan pernah berubah dalam menyayangi Aluna meski kau sudah tau kebenarannya Danish." perintah Dana. Danish menganggukkan kepalanya.


" Apa kak Aluna tau kebenaran tentang dirinya itu? tanya Danish dan Dana menganggukkan kepalanya.


" Kami tidak pernah menyembunyikan kebenaran tentang siapa Aluna dan dari mana dirinya berasal. Dia berhak tau kebenaran tentang dirinya sendiri.


" Lalu kenapa dirinya menyinggung soal ini kembali kak...bukannya mommy maupun Daddy tidak pernah kurang dalam memberikan kasih sayang untuknya. Lalu kenapa dia mengatakan hal itu kepada mommy dan menyakiti hati mommy." tanya Danish.


" Jangan tanyakan hal itu padaku Danish, aku sendiri tidak tau apa yang membuat Aluna kembali mengungkit hal ini dan membuat mommy dan juga Daddy kecewa."


" Sebaiknya kau kembali ke kamarmu sekarang dan tidurlah" perintah Dana langsung di laksanakan oleh Danish.


Danish keluar dari kamar Dana, meninggalkan Dana sendirian memikirkan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2