I,M FUJI

I,M FUJI
Kecewa


__ADS_3

"Damar."panggil Fuji.


Damar yang sudah tau siapa orang yang memanggil nya hanya diam saja tanpa ada niatan untuk menjawab.


"Lo semalem pergi sama Gladis, kenapa lo nggak bilang sama gue. Lo tau kalau gue suka sama lo, tapi kenapa Lo perlakuan gue kayak gini Dam. Setidaknya lo hargain perjuangan gue sedikit buat lo Dam."ujar Fuji yang sudah tak tahan lagi dengan semua sikap cuek Damar padanya.


"Emang gue pernah nyuruh lo buat perjuangin gue, enggak kan Lo aja kali yang murahan, cih, gue aja jijik deket-deket sama lo."sarkas Damar membuat hati Fuji sakit sangat sakit mendengar jawaban dari orang yang teramat dia cintai.


"Lo sadar sama ucapan lo barusan Dam."tanya Fuji lagi, siapa tau Damar salah ngomong.


"Gue sangat sadar sama ucapan gue."


"Kok lo jahat banget sih sama gue."ujar Fuji dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Apa peduli gue, lo aja kali yang kegatelan deket-deket sama gue."


"Lo jahat Dam, gue nyesel udah pernah suka dan ngejar-ngejar cowok brengsek kayak lo."tunjuk Fuji tepat di wajah Damar.


"Nggak usah nunjuk-nunjuk gue, lo aja yang tolol jadi cewek."ujar Damar menyingkirkan tangan Fuji dengan kasar.


"Gue nggak nyangka lo perlakuan gue kayak gini Dam, gue pikir setelah gue mati-matian perjuangin elo, Elo bakalan ada rasa sama gue Dam."ujar Fuji.


"Gue punya rasa sama Lo, ngaca Lo pantes nggak buat gue. Cewek modelan kayak Lo nggak pantes buat jadi cewek gue, murahan tau nggak."


"Sekarang gue sadar kalau cinta gue sama lo cuma sepihak Dam."


"Baru sadar Lo, mending mulai sekarang jauh-jauh dari gue, nggak sudi gue deket-deket sama cewek murahan kayak lo, jijik gue."ujar Damar.


"Kayaknya gue emang harus jauh-jauh dari lo biar hati gue nggak tambah sakit lagi, makasi untuk waktu dua tahun nya. Mulai sekarang gue Fuji Aurora Queenzi Bagaskara nggak bakalan ganggu hidup lo lagi Damar Yunanda Wicaksono, mulai sekarang gue bakalan hapus nama Lo dari hati dan kehidupan gue dan semoga elo bahagia sama pilihan Lo, permisi."ujar Fuji yang langsung pergi setalah menyelesaikan kata-katanya pada Damar.


Sedangkan Damar hanya termenung mendengarkan perkataan Fuji, diam bagai orang bisu tak bergerak sedikit pun.


*Kok gue jadi gini sih, harus nya gue seneng dong tuh cewek udah jauhin gue. Dia nggak pantes buat Lo Damar dia nggak pantes sama sekali.*batin Damar menyemangati dirinya sendiri.


Fuji duduk termenung di bangku taman belakang sekolahnya, Fuji meratapi nasib percintaannya yang tak sesuai dengan keinginannya.


"Gue pikir setelah gue ngejar-ngejar lo dua taun lebih lo bakal buka hati lo buat gue Dam. Tapi harapan gue sia-sia, lo nggak pernah mau ada nama gue di hati lo walau sedikit Dam, sakit tau Dam diginiin sama orang yang kita sayang. "


"Dasar gadis bodoh, mau-mau aja nangisin cowok brengsek kayak gini, air mata lo lebih berharga dari pada dia."ujar laki-laki dari belakang Fuji.

__ADS_1


"Elo."ujar Fuji setelah tau siapa laki-laki itu.


"Mau ikut gue."


"Kemana."


"Ke tempat yang cocok buat hilangin sakit hati lo."


"Lo jangan macem-macem ya sama gue, lo berani sentuh gue Bokap dan Abang-abang gue bakalan bikin lo bonyok."


"Gue laki-laki sejati kali nggak sudi gue bikin cewek nangis, cuma laki-laki brengsek yang suka bikin cewek nangis."


"Awas kalau lo nggak nepatin janji Lo sama gue, abis lo."


"Ya udah ayok ke buru masuk kelas entar."


"Kita masih di sekolah ogeb, gimana cara keluarnya coba."


"Serahin semuanya sama gue."


Akhirnya Fuji dan laki-laki itu pergi dari sekolah dengan cara manjat tembok.


"Lo sering bolos ya, kok pro banget manjat tembok segitu tingginya."


"Ckk, gue cuma nanya kali sewot amat kayak cewek PMS lo."


Sedangkan cowok itu tak lagi menanggapi ucapan Fuji dan hanya diam saja.


Beberapa menit kemudian cowok itu memberhentikan motornya di tepi jalan yang cukup sepi, membuat Fuji merinding.


"Lo ngapain berenti di sini, lo jangan macem-macem ya sama gue."ujar Fuji mencoba waspada.


"Iku gue."


"Lo mau bawa gue kemana sih, lo nggak liat di sini nggak ada rumah apalagi orang bego, Lo mau macem-macem ya sama gue."


"CK, nggak selera gue sama Lo, ayo buruan atau gue tinggal lo di sini."ujar cowok itu yang langsung berjalan masuk ke hutan meninggal Fuji seorang diri.


Fuji yang sudah merinding akhirnya mengikuti langkah cowok itu dan tetap waspada.

__ADS_1


"Masih jauh nggak, ini udah dalem banget tau kita masuk hutannya."ujar Fuji yang sudah ketakutan setengah mati.


"Tuh."tunjuk cowok itu pada danau buatan dan air terjun yang tidak cukup tinggi namun sangat indah.


Fuji terpana dengan keindahan di depan matanya, kenapa dia baru dengan tempat ini.


"Lo tau ini darimana."


"Gue juga nggak tau, waktu itu gue ke sasar terus ketemu deh tempat ini."jawab cowok itu cuek.


"Oiya gue belum tau nama Lo, kenalin nama gue Fuji."ujar Fuji sambil mengulurkan tangannya.


"Agam."jawab Agam.


"Boleh gue ke sana."tanya Fuji hati-hati.


"Hmm."


Setelah mendapat izin dari Agam, Fuji langsung berjalan ke arah danau. Melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hati membuat Fuji betah berlama-lama di sini.


"Gam."panggil Fuji, Agam yang mendengar kalau Fuji memanggil langsung menghampiri Fuji dan berdiri di sebelahnya.


"Apa."


"Lo pernah sakit hati nggak."tanya Fuji.


"Mending duduk dulu baru gue jawab."ujar Agam membawa Fuji duduk di bangku yang tersedia di danau ini.


"Kalau gue pernah sakit hati, Lo mau apa."jawab Agam setelah dirinya dan Fuji duduk.


"Sakit nggak."


"Biasa aja, prinsip gue satu, kalau gue sama dia jodoh pasti bakalan bersatu, kalau enggak mungkin Tuhan udah nyiapin jodoh yang jauh lebih baik dari dia buat gue, simpel kan nggak usah di buat ribet."


"Tapi ini beda, gue udah ngejar-ngejar dia dari kelas satu SMA sampai sekarang, tapi dia nggak pernah mau buka hatinya buat gue. Sakit tau diginiin sama orang yang kita cinta."ujar Fuji dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Nangis aja kalau nangis bisa bikin Lo lebih lega."


"Gue boleh pinjem bahu Lo."

__ADS_1


"Hmm."


Fuji langsung menyenderkan kepalanya di bahu Agam, harus maskulin Agam menyeruak ke Indra penciumannya. Wangi, itulah gambaran yang saat ini di rasakan Fuji.


__ADS_2