
Sudah hampir satu bulan Fuji dan Agam bersama, selama itu pula Damar merasa ada yang hilang dari hidupnya, saat Fuji tak lagi menganggu dirinya.
"Gam."panggil Fuji pada Agam.
"Hmm."
"Lo ngapain di sini."tanya Fuji.
"Duduklah, ngapain lagi."
"Yee, santai aja dong jangan ngegas juga ngomongnya."
"Apa."tanya Agam.
"Ke danau yuk nanti pulang sekolah."
"Perasaan baru kemaren deh balik dari sana, udah mau ke sana lagi aja."
"Ya nggak apa-apa dong, gue nyaman di sana tempatnya adem tau."
"Kalau hari ini gue nggak bisa."ujar Agam yang hari ini harus pergi bersama Ayahnya untuk bertemu rekan bisnis Ayahnya.
"Kenapa."tanya Fuji yang heran, biasa nya Agam selalu bisa menemaninya pergi ke danau.
"Gua di ajak bokap buat makan siang sama rekan kerjanya dari negara xx."
"Yah, terus kapan dong kita perginya, gue cuma hari ini ada waktu senggangnya."ujar Fuji.
"Kayak pejabat aja lu, padat amat ya jadwal lu."
"Ya gitu deh, lo kan tau gimana keluarga gue, sibuknya melebihi pejabat capek gue harus ngikutin mereka mah, makanya gue ngajak lu ke danau buat refreshing gitu."
"Liat nanti deh, kalau selesainya cepat gue jemput lo ke rumah."
"Lo serius ya, gue tungguin nih, nanti kalau udah sampe lo chat gue aja biar gampang."
"Oke."
Setelahnya mereka sama-sama diam, entah apa yang mereka pikirkan satu sama lain. Hingga akhirnya lamunan mereka buyar dengan kedatangan gadis yang langsung bergelayut manja di bahu Agam.
"Agam sayang, aku kangen tau."ujar gadis itu pada Agam.
Fuji langsung kaget saat tau ada cewek lain yang memanggil Agam dengan sebutan Sayang, ada rasa tidak rela di hati Fuji melihat Agam dekat dengan gadis lain selain dirinya.
Sedangkan Agam langsung menghempaskan tangan gadis itu dari bahunya dengan kasar, seolah merasa jijik saat gadis itu menyentuh tubuhnya.
"Lo apa-apaan sih main peluk-peluk aja."sentak Agam pada gadis itu.
"Kok kamu marah sih, emang kamu nggak kangen gitu sama aku, mulai besok aku bakalan sekolah di tempat kamu lo."ujar gadis itu.
"Terus gue peduli."
__ADS_1
"Kok kamu jadi kasar gini sih sama aku."
"Mulai sekarang lo jangan gangguin gue deh, gue udah punya pacar soalnya."
Deg
*Jadi Agam udah punya pacar, pantas aja dia nggak ada nembak gue, jadi selama ini gue ganggu pacar orang dong.*batin Fuji.
"Gam."panggil Fuji pelan yang membuat gadis itu menoleh ke arah Fuji dengan tatapan permusuhan.
"Hmm."
"Gue cabut duluan ya, lo selesain dulu masalah lo sama cewek lo."
"Lo tetap di sini sama gue."
"Gue pergi aja, gue takut ganggu lo sama cewek lo Gam."ujar Fuji yang sebenarnya tidak tahan lagi melihat Agam mempunyai kekasih.
"Ya udah kalau lo mau pergi, pergi aja sana ngapain masih di sini, ganggu waktu gue sama Agam aja."ujar Gadis itu.
"DIAM."bentak Agam pada gadis itu.
"Jadi kamu lebih belain dia dari pada aku, aku ini pacar kamu Agam."
"LO PIKIR GUE NGGAK TAU KALAU SELAMA INI LO SELINGKUH DI BELAKANG GUE, SEMENJAK LO PERGI NINGGALIN GUE, SEMENJAK ITU JUGA HUBUNGAN KITA BERAKHIR."sentak Agam pada gadis yang sudah membuat dirinya hancur-sehancur hancurnya karna memilih laki-laki lain di saat dirinya begitu teramat mencintainya.
"Gu-gue bisa jelasin semuanya Agam, gu-gue terpaksa lakuin itu semua."ujar gadis itu gugup saat Agam mengetahui semuanya.
"Gue mohon kasih gue satu kesempatan lagi, gue masih cinta banget sama lo Agam, gue mohon kasih gue satu kesempatan lagi."ujar gadis itu yang tak ingin kehilangan Agam untuk kedua kalinya.
"Kesempatan lo nggak ada, gue udah bilang kan kalau gue udah punya cewek yang jauh lebih baik dari lo."
"Gue nggak percaya, lo nggak mungkin kan lupain gue secepat itu, 5 taun kita bersama Agam gue nggak yakin lo bisa lupain gue."ujar gadis itu dengan bangganya.
"Kenalin dia cewek gue sekarang, dia jauh lebih baik dari lo, dia juga nggak pernah ninggalin gue di saat gue terpuruk."ujar agam yang langsung membawa Fuji ke pelukannya.
Fuji yang di peluk Agam hanya termenung memikirkan semua perkataan Agam, andai ini semua nyata Fuji akan merasa sangat bahagia bisa jadi kekasih Agam, tapi Fuji tau ini semua hanya sandiwara.
*Andai ini nyata mungkin gue bakalan jadi wanita yang paling bahagia di dunia, di cintai sama orang yang juga mencintai gue, tapi ini hanya sandiwara biar Agam terbebas dari gadis ini. Kenapa hati gue sakit ya bayangin kalau gadis ini yang pernah sangat Agam cintai, kapan gue bisa ngerasain rasanya di cintai sehebat itu.*batin Fuji yang masih diam di pelukan Agam.
*Gue nggak bohong sama perasaan gue sama lo Fuji, semenjak gue bawa lo ke danau itu lo udah gue klaim sebagai pacar gue, bahkan gue udah nyiapin kejutan di danau itu buat lo nanti malam, tapi karna ulah gadis sialan ini rencana gue berantakan.*batin Agam yang masih setia memeluk Fuji.
Sedangkan gadis itu yang melihat Agam memeluk cewek lain merasa sangat kesal, dengan tidak tau dirinya melerai pelukan dua sejoli itu.
"Jadi lo, cewek yang bikin Agam putusin gue, dasar nggak tau diri. Agam itu punya gue, lo nggak punya hak buat rebut dia dari gue."ujar gadis itu yang tak terima Agam memiliki kekasih lain.
Sedangkan Fuji hanya diam, dia tidak tau harus bagaimana sekarang, ingin rasanya membalas perkataan gadis di depannya, tapi apalah daya dia bukan kekasih Agam jadi buat apa buang-buang tenaga untuk meladeni gadis di depannya ini.
"Dia nggak salah, lo yang salah."ujar Agam yang membela gadis pujaan hatinya.
"Tapi gue punya alasan untuk itu semua Agam, gue terpaksa lakuin itu semua."ujar gadis itu yang tetap kekeh ingin Agam mendengarkan penjelasannya.
__ADS_1
"Gue nggak butuh dan satu lagi, lo jangan pernah gangguin cewek gue, sehelai rambut aja di lecet lo berurusan sama gue."ujar Agam yang mengancam gadis itu agar tidak mencelakai pujaan hatinya.
"Balik kelas yuk."ujar Agam dengan sangat lembut terhadap Fuji.
"Hah,oo-oke."gugup Fuji saat Agam memperlakukannya dengan sangat lembut.
Melihat mereka berdua pergi, membuat gadis itu sangat marah, niat hati ingin kembali merajut kasih dengan Agam kembali. Tapi sekarang yang di dapatnya, Agam yang sangat dia cintai sudah punya kekasih lain.
*Sial, gue nggak terima sampai kapan pun lo tetap punya gue Agam, gue nggak rela lo jadi milik orang lain, dan buat lo cewek sialan gue bakalan bikin lo menjauh dari kehidupan Agam, karna Agam cuma punya gue.*batin gadis itu
.
.
.
"Gimana, udah selesai belum."tanya laki-laki itu pada anak buahnya.
"Sesuai dengan keinginan anda Tuan, semua telah siap dan penjagaannya juga sudah sangat ketat."
"Bagus, setengah jam lagi saya sampai, jaga tempat itu dengan baik agar wanita saya merasa jadi ratu satu malam."ujar laki-laki itu.
"Laksanakan Tuan Muda."ujar anak buahnya.
"Sekarang waktu buat nobatin lo jadi pacar gue secara resmi FUJI AURORA QUENNZI BAGASKARA."ujar laki-laki itu yang tak lain adalah AGAM PRABUMI REGANTARA.
Tanpa berlama-lama Agam langsung masuk ke dalam mobil kesayangannya untuk menjemput sang pujaan hatinya.
Sedangkan di kediaman Bagaskara, Fuji masih uring-uringan untuk pergi bersama Agam, kejadian di sekolah tadi masih jelas di ingatannya.
"Gue kenapa sih, kenapa gue masih harapin Agam buat jadi pacar gue, yang jelas-jelas dia udah punya pacar. Mana pacarnya cantik banget lagi, kalau di bandingin sama gue yang masih jauh cantikan gue sih, tapi itu menurut gue nggak tau menurut orang lain."ujar Fuji dengan percaya dirinya menyebut dirinya cantik.
Ting.
"Duh ini pesan siapa lagi ganggu aja deh."ujar Fuji yang langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa orang yang sudah mengirim dia pesan.
Agam : Gue udah nyampe, lo udah siap kan gue tunggu di bawah, dandan yang cantik ya sayang.
Seperti itulah isi pesan yang baru di kirimkan oleh Agam kepada Fuji.
"What, l read that right, he called me honey."ujar histeris Fuji saat membaca pesan dari Agam.
Tanpa pikir panjang Fuji langsung ngacir mencari baju yang pas untuk dia kenakan agar terlihat cantik di depan Agam.
Setelah menemukan baju yang cocok, Fuji langsung menuju meja rias untuk memoles sedikit wajah nya agar terlihat cantik di depan Agam.
"Gini amat ya kalau mau pergi sama orang yang kita suka, biasanya gue mah paling ogah soal beginian ribet, tapi demi Agam nggak papalah biar dia klepek-klepek sama gue dan nembak gue."ujar Fuji dengan percaya dirinya.
.
.
__ADS_1
.