I,M FUJI

I,M FUJI
Misi setelah pacaran


__ADS_3

    Tidak terasa sudah hampir satu bulan Fuji dan Agam berpacaran (ck ilah pacaran konon), selama itu pula Fuji selalu mendapat perlakuan buruk dari para fans fanatik Agam. Seperti saat ini saat Fuji ingin ke toilet, namun belum sampai Fuji sudah di cegat oleh Ayu, wanita yang saat itu datang dan mengaku sebagai kekasih Agam.


"Lo nggak kapok-kapok ya, gue harus bilang berapa kali *****, lo harus putusin Agam lo ngerti bahasa manusia nggak sih."ujar Ayu yang sudah sangat sering mengancam Fuji untuk memutuskan Agam.


"Agam itu pacar gue sekarang, jadi lo nggak berhak nyuruh gue buat putusin Agam."sentak Fuji yang sudah muak terus di ganggu oleh Ayu.


"Kalau bukan karna lo gatel sama Agam, Agam juga nggak bakalan tertarik sama lo sialan."


Plak


"Gue nggak semurahan itu buat rayu cowok ya, jaga mulut lo kalau ngomong, gue bisa lebih kasar dari ini kalau lo berani hina gue lagi anj*ng."bentak Fuji yang tak terima saat gadis di depannya ini menghina dirinya.


"Lo berani nampar gue sialan."


"Itu salah lo sendiri karna udah berani hina gue."ujar Fuji yang akan berlalu meninggalkan Ayu, namun karna tak ingin di anggap lemah Ayu langsung menjambak rambut Fuji sehingga Fuji mundur beberapa langkah karna tarikan Ayu pada rambut nya.


"Lepasin sialan."ujar Fuji yang merasakan sakit di kepalanya.


Ayu langsung mendorong Fuji hingga siku Fuji terbentur pintu toilet, bukan itu saja Ayu juga menampar Fuji dengan kasar sehingga sudut bibir Fuji mengeluarkan darah karna kerasnya tamparan Ayu.


"Akhh."rintih Fuji saat merasakan kebas di pipinya.


"Ini belum seberapa, kalau lo masih berani deketin Agam gue bakalan bikin lo lebih tersiksa dari pada ini."ujar Ayu.


"Lo pikir gue takut, gue nggak akan takut sama ancaman murahan lo itu." ujar Fuji.


"Lo liat aja gue nggak pernah main-main sama ucapan gue."


"Gue tunggu dan kalau saat itu tiba lo sendiri yang akan bersujud di kaki gue buat minta belas kasihan dari gue *****."ujar Fuji tak ada takut-takut nya dengan ancaman Ayu.


"Kita liat aja nanti."ujar Ayu yang berlalu begitu saja meninggalkan Fuji yang masih terduduk di lantai toilet.


"Sial wajah cantik gue jadi jelek gini ulah nenek lampir itu."ujar Fuji yang melihat penampilannya yang cukup berantakan di cermin toilet.


Sedangkan di kelas Agam, Ayu yang melihat Agam duduk sendirian berinisiatif untuk duduk berdua dengan Agam dan menjelaskan semuanya pada Agam, agar laki-laki itu mau kembali merajut hubungan dengannya.


"Gam."panggil Ayu yang berusaha selembut mungkin pada laki-laki yang sangat di cintainya itu.


Sedangkan Agam hanya diam saja tanpa berniat menjawab panggilan dari gadis di depannya ini, hingga kedatangan Lintang membuat Agam langsung menatap heran pada Abang dari kekasihnya itu.


"Gam itu huftt.. Fuji."ujar Lintang yang masih mengatur nafasnya karna berlari dari UKS menuju kelas mereka yang lumayan jauh minta ampun.


"Fuji kenapa."panik Agam saat mendengar nama kekasihnya.


"Fuji di UKS."


"Shitt."tanpa pikir panjang Agam langsung berlari untuk menemui kekasihnya itu.


Sedangkan di UKS, Fuji tengah di obati oleh Alice sahabatnya, ya Alice Abrialle Wilson gadis cantik yang merupakan sahabat dekat Fuji namun sayangnya mereka beda kelas sehingga waktu untuk mereka berdua terbatas.


"Lo kenapa bisa kayak gini sih Ji."tanya Alice yang ngilu melihat luka sahabatnya itu.

__ADS_1


"Biasa sih nenek lampir cari gara-gara sama gue."


"Dia lagi, nggak ada kapok-kapok nya apa cari masalah terus sama lo."


"Kayak nya kalau dia belum dapetin Agam dia nggak bakalan lepasin gue."ujar Fuji.


"Terus lo bakalan putusin Agam gitu."


"Gila lo gue putusin Agam, dapetin dia susah njir, masa harus gue lepas gitu aja. Dia itu udah gue tandai nggak ada yang boleh rebut dia dari gue, masalah nenek lampir itu gampang buat gue, kayak lo nggak tau siapa gue aja."ujar Fuji.


"Ya ya ya terserah lo aja."ujar Alice yang menyerah kalau harus berdebat dengan sahabatnya itu.


Brakk


"Astaga kaget gue ******."ujar Alice yang kaget dengan kedatangan Agam yang langsung mendobrak pintu UKS begitu saja, untung yang menjaga UKS sedang keluar kalau tidak bisa-bisa Agam kena ceramah karna merusak pintu UKS.


"Sayang kamu nggak papa."ujar Agam yang langsung menghampiri Fuji, mata Agam terbelalak saat melihat sudut bibir kekasihnya terluka.


"Agam."


"Siapa yang berani lakuin ini sama kamu, bilang sama aku biar aku kasih dia pelajaran karna udah berani nyakitin kamu."


"Nggak usah, lagian luka nya juga udah di obatin sama Alice."ujar Fuji.


Agam langsung memeluk Fuji dengan erat sampai tak sengaja menyenggol siku Fuji yang membiru karna terbentur pintu.


"Ishh."rintih Fuji saat merasakan sakit pada siku nya.


"Kamu kenapa lagi, ada luka yang lain."ujar Agam langsung melihat tubuh Fuji dan mata Agam kembali melotot saat melihat siku Fuji membiru.


"Bilang sama aku siapa yang udah bikin kamu kayak gini."tanya Agam pada kekasihnya.


"Aku nggak apa-apa Agam."


"Bilang sama aku atau aku cari tau sendiri."ujar Agam.


"Aku bisa selesain ini sendiri Agam."ujar Fuji yang tetap kekeh tidak ingin memberi tau Agam.


"Oke berarti aku cari tau sendiri."ujar Agam yang akan mencari tau siapa orang yang sudah berani menyakiti kekasihnya.


"Mending lo kasih tau aja deh Ji, dari pada nih singa jantan nya ngamuk bisa abis tuh orang di tangan nya."ujar Alice yang memberi saran agar Fuji mengatakan siapa pelakunya.


"Lo tau siapa orangnya."tanya Agam.


"Bahkan lo juga tau siapa orangnya."ujar Alice yang malah membalikkan pertanyaan Agam.


"Gue tau."ulang Agam.


"Hmm."


Agam terus berpikir siapa orang yang tak menyukai hubungannya dengan Fuji hingga satu  nama muncul begitu saja karna hanya dia yang menentang hubungan dirinya dengannya Fuji.

__ADS_1


"Orangnya Ayu."ujar Agam pada Fuji sedangkan Fuji hanya mengangguk lemah pada Agam, bukannya takut tapi Fuji merasa pusing yang hebat, entah apa yang terjadi padanya.


Fuji berusaha menghilangkan rasa pusing itu dengan memijat kepalanya tapi tetap saja rasa pusing itu tidak kunjung reda hingga akhirnya Fuji pingsan, untung saja Agam cepat tanggap menangkap tubuh kekasihnya.


"Astaga sayang, bangun sayang."ujar Agam yang khawatir melihat Fuji pingsan.


"Bawa ke rumah sakit aja Gam, nanti biar gue izinin kalian berdua."ujar Alice yang cukup tau kenapa Fuji bisa pingsan.


"Oke."


Belum sempat Agam membawa Fuji di depan pintu UKS sudah ada kedua Abang Fuji yang tak lain adalah Langit dan Lintang.


"Bawa ke rumah aja."ujar Lintang yang langsung menghampiri Alice dan mendaratkan kecupan singkat di kening gadis itu yang membuat Alice malu.


"Kamu ngapain sih main cium-cium aja, malu tau."ujar Alice dengan wajah yang sudah memerah.


"Terserah aku dong, kamu kan pacar aku ayang."ujar Lintang sedangkan Langit menatap malas adiknya itu.


"Dasar bucin nggak tau tempat, adik nya lagi pingsan malah ngebucin di sini.'ujar Agam.


"Bawa ke rumah aja Gam, Fuji udah biasa kayak gini jadi nggak perlu khawatir."ujar Langit.


"Serius nih nggak papa."tanya Agam memastikan.


"Nggak papa, bawa pulang aja, mumpung Papa sama Mama lagi perjalanan bisinis jadi aman nggak akan ada yang tau masalah ini."ujar Langit.


"Oke."jawab Agam yang langsung mengendong kekasihnya itu menuju parkiran.


Sedangkan di UKS, masih bertengger dua sejoli yang ngebucin tidak tau tempat, siapa lagi kalau bukan Alice dan Lintang.


"Yang kamu tau siapa yang udah bikin Fuji kayak gitu."tanya Lintang yang terus menggenggam tangan kekasihnya itu.


"Ayu."jawab Alice.


"Ayu."beo Lintang.


"Iya, Ayu yang sekelas sama kamu dan Agam, dia mau ngerebut Agam dari Fuji makanya dia lakuin ini biar Fuji mau mutusin Agam. Aku takut deh dia ada niatan buat rebut kamu juga dari aku."ujar Alice mengutarakan kekhawatirannya.


"Nggak ada yang bisa rebut aku dari kamu sayang."ujar Lintang.


Cup


Lintang mendaratkan kecupan pada bibir cherry kekasihnya itu, ingat hanya kecupan saja ya.


Alice yang di perlakukan seperti itu merasa tenang, karna Lintang akan tetap bersamanya, karna hanya Lintang yang dia punya saat ini.


"Mau ke kelas atau pulang sama aku."tanya Lintang setelah hanya dia dan Alice yang masih di sini.


"Emang boleh kalau pulang."tanya Alice.


"Tentu, tapi pulang ke rumah aku dulu."ujar Lintang yang sengaja mengulur waktu agar bisa berlama-lama dengan sang kekasih.

__ADS_1


"Boleh, aku juga mau liat Fuji."ujar Alice.


Akhirnya mereka semua memutusakan untuk memboloskan diri demi Fuji dan demi sang kekasih hati mereka masing-masing kecuali Langit yang masih setia pada gadis masa kecilnya.


__ADS_2