I,M FUJI

I,M FUJI
Misi Setelah Pacaran #part 2


__ADS_3

Di kediaman keluarga Bagaskara, di sinilah para tuyul-tuyul itu berada. Niat hati ingin menjaga sang kekasih, tapi malah di suruh balik sama abang-abang laknat nya.


"Gam, mending Lo balik ke sekolah deh."ujar Lintang.


"Lah kok gitu, nggak mau ah gue mau jagain cewek gue di sini."ujar Agam yang tak terima harus di suruh balik.


"Nanti Lo bisa ke sini lagi beg*."


"Nggak mau gue titik."


"Batu banget sih."


"Biarin."jawab Agam.


Daripada harus berdebat dengan Agam, Lintang memilih keluar dari kamar Fuji ke lantai bawah untuk menemui sang pujaan hati.


Sedangkan di kamar Fuji, Agam terus menggenggam tangan kekasihnya itu. Ada rasa khawatir saat melihat Fuji pingsan begitu saja.


*Lo bakalan mati di tangan gue Ayu.*batin Agam dengan seringaian iblisnya


"Hallo."ujar Agam pada seseorang di sebrang telepon.


"Ya tuan."jawab orang itu.


"....."


"Baik Tuan."


"....."


"Kami akan lakukan dengan baik perintah dari anda Tuan."


"....."


"Kami mengerti Tuan."


"Bagus, kerjakan."ujar Agam yang berubah dingin dengan seringaian iblisnya.


.


.


.


Di sebrang sana, orang yang di suruh Agam tadi merasa heran, siapa yang berani mencari masalah dengan seorang Agam yang terkenal dingin dan kejam terhadap musuh itu.


"Mungkin mereka cari mati kali ya, masak cari musuh nggak liat dulu riwayat nya, mampus kau."ujar orang itu.


.


.


.


"Gam."panggil Langit.


"Hmm."


"Gue bisa ngomong bentar."tanya Langit.

__ADS_1


"Tentu."


Kedua laki-laki itu akhirnya pergi meninggalkan kamar Fuji menuju balkon untuk berbicara serius mungkin.


"Lo mau ngomong apa."tanya Agam yang langsung pada intinya.


"Ini tentang Fuji."ujar Langit yang langsung membuat Agam penasaran.


"Fuji kenapa."


"Dia belum ada cerita sama Lo."tanya Langit.


"Belum."


"Sebenarnya ini bukan ranah gue buat ngomong itu sama Lo."


"Langsung ke intinya aja."


"Fuji itu punya.."


"Punya apa, apa dia sakit parah."ujar Agam yang tidak sabaran.


"Dengerin gue ngomong dulu beg*, gue belum selesai ngomong."ujar Langit.


"Dia punya Alter ego."


"Alter ego."beo Agam.


"Hmm."


"Apa itu berbahaya."


"Nggak, asal dia bisa ngendaliin saat Alter ego nya muncul."


"Lo bisa tanyain ke Fuji biar lebih jelasnya."


"Oke."


.


.


.


"Eughh.."lenguhan itu keluar dari mulut Fuji menandakan kalau Fuji sudah tersadar dari pingsannya.


"Sayang, kamu udah sadar, ada yang sakit biar aku panggilin dokter ke sini."ujar Agam beruntun menanyakan kondisi kekasihnya itu.


"A..ku haus."ujar Fuji lemah sedangkan Agam langsung mengambilkan segelas air dan langsung memberikannya kepada Fuji.


"Ini sayang di minum, pelan-pelan."ujar Agam dengan telaten membantu Fuji untuk minum.


"Aku di mana Gam."tanya Fuji setelah selesai minum.


"Di kamar kamu sayang."


"Kamar."ulang Fuji.


"Iya sayang, tadi kamu pingsan waktu di UKS. Aku khawatir, rencananya mah bakalan aku bawa ke rumah sakit, tapi kata Abang kamu bawa pulang aja, terus dia juga bilang kalau kamu udah sering pingsan kayak gini, emang betul sayang."ujar Agam panjang lebar, baru kali ini Agam mau berbicara sepanjang itu kepada orang lain.

__ADS_1


"Terus Abang aku bilang apalagi sama kamu by."tanya Fuji yang merasa belum siap untuk menceritakan semuanya pada Agam.


"Dia bilang kalau kamu punya Alter ego."ujar Agam yang langsung membuat Fuji mematung mendengar perkataan kekasihnya itu.


"Emang iya sayang kamu punya Alter ego."tanya Agam lagi.


*Dasar Abang laknat, ngapain pake bocorin rahasia gue segala sih, liat aja nanti gue pepes Lo bang.*batin Fuji yang merutuki Abang nya kenapa harus membuka rahasianya di depan Agam.


"Terus kamu percaya gitu aja sama ucapan Abang aku by."tanya Fuji.


"Kayaknya Abang kamu serius deh yang ngomong kayak gitu sama aku, tapi kalau kamu belum siap cerita juga nggak apa-apa kok yang, aku siap kok nunggu kamu mau cerita sama aku."ujar Agam yang tak ingin memaksa kekasih nya itu untuk menceritakan semua nya.


*Apa gue cerita sekarang aja ya.*batin Fuji.


"Apa kamu bisa di percaya by."tanya Fuji.


"Tentu."


"Mmm itu, yang di bilang Abang aku bener yang."ujar Fuji yang takut kalau Agam tak bisa menerima kondisi nya dan malah menjauhi nya nanti karna tau tentang Fuji yang sebenarnya.


"Jadi kamu beneran.."ucapan Agam langsung di potong oleh Fuji.


"Iya, dan kalau kamu nggak terima semua ini kamu boleh jauhin aku tapi jangan putusin aku, aku nggak tau lagi harus gimana tanpa kamu di sisi aku." ujar Fuji yang menundukkan kepalanya membayangkan kalau Agam beneran sampai menjauhi nya seperti apa yang sedang di pikirkannya saat ini.


"Kamu ngomong apa sih yang, aku Nerima semua kekurangan dan kelebihan kamu yang, jadi jangan pernah ngomong kayak gitu lagi."ujar Agam sambil mengangkat wajah Fuji agar bisa menatap matanya.


"Tatap aku yang."ujar Agam.


"Agam kamu nggak bakalan ninggalin kamu dalam kondisi apapun yang, Agam kamu ini akan selalu ada di samping kamu sampai ajal yang memisahkan kita. Aku udah suka sama kamu lama yang, dan dapetin kamu itu susahnya mintak ampun, masa udah dapet malah di jauhin sih aku nggak mau. Mau kamu punya Alter ego atau apapun itu aku nggak peduli, yang penting kamu tetap di samping aku, itu udah lebih dari cukup buat aku yang. Kamu itu hidup aku, nyawa aku, nafas aku, kalau kamu jauh dari jangkauan mata aku ntah bakalan segila apa aku tanpa kamu yang. Jadi jangan pernah ngomong kayak gitu lagi ya."ujar Agam dengan begitu lembutnya pada Fuji.


Fuji hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kepada Agam, ada rasa senang yang Fuji rasakan saat Agam menerima semua keadaannya.


"Makasih yang karna kamu udah mau nerima aku."ujar Fuji dengan air mata yang sudah membasahi pipi chubby nya.


Agam langsung menghapus air mata Fuji dengan ibu jarinya. "Nggak ada kata makasih untuk sepasang kekasih sayang, ini udah menjadi tugas aku Nerima kamu apa adanya bukan ada apanya sayang."ujar Agam dan membawa Fuji ke pelukannya.


.


.


.


"Kalian siapa, mau ngapain kalian, minggir gue mau lewat."ujar seorang gadis yang tengah di hadang oleh dua pria berbadan besar.


"Lebih baik anda ikut kami dengan sopan nona, sebelum kami melakukan kekerasan terhadap nona."ujar salah satu pria itu.


"Nggak sudi gue ikut sama kalian."


"Berarti anda mau kami melakukan kekerasan terhadap anda."


"Gue teriak ya kalau kalian berani mendekat."ujar gadis itu yang sudah ketakutan karna laki-laki berjalan mendekat ke arahnya.


"Bius aja, berisik banget nih cewek."ujar salah satu laki-laki itu pada rekannya.


"Baik."


Sedangkan gadis itu sudah kalang kabut, saat ingin berlari namun tangan di cekal orang itu dan langsung membekap mulut nya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sebelumnya.


"Mmm.."gadis itu terus meronta dalam pelukan laki-laki yang membiusnya hingga akhirnya kesadaran berkurang dan pingsan.

__ADS_1


"Bawa ke mobil."


Laki-laki itu langsung mengangkat tubuh gadis itu bak karung beras tanpa merasakan berat sedikit pun dan langsung memasukkan ke dalam mobil dan langsung meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang suruh oleh Tuan mereka.


__ADS_2