
"daddy can i go to korea?? "
"tidak bisa, kamu harus tetap disini menjaga adikmu, kalau kamu pergi siapa yang akan menjaga adikmu?? huh!! sedangkan kamu tau ibu dan ayah sibuk bekerja, ini juga demi kalian"
"come on daddy, say yes to me"
"daddy say cannot"
(perkenalkan namaku Yurika Nara Kwon, usiaku 17tahun ayahku adalah seorang designer terkenal dengan berbagai macam penghargaan yang didapat ayahku merupakan asli orang korea dengan marga kwon , sedang ibuku adalah seorang wanita karir yang berbakat merupakan asli orang Jepang dengan marga Sei, aku memiliki seorang adik berusia 13 tahun bernama Loi Arion Kwon dan seorang kakak laki-laki berusia 24 tahun bernama Twantra Huang Kwon, saat ini kakakku berada dinegara gingseng korea, sedangkan kami berada di negara kangguru Australia, aku berniat pergi ke korea untuk melanjutkan studyku dan juga mencari pengalam kerja Yang menarik disana)
.
.
"humm"(aku menghempaskan diriku diatas kasur empuk milikku sambil mengingat yah ayah katakan tadi pagi)
"menyebalkan, kenapa daddy sangat menyebalkan"(keluhku lagi Dan lagi)
__ADS_1
"apa aku boleh masuk??"(ucap seseorang dari luar)
"humm"(dengusku kesal)
"kenapa?? apa kau tidak menyukai saat menjagaku?? "(dia adikku arion kwon , memasang wajah Yang datar Dan berani menanyakan hal konyol padaku apa dia sudah bosan hidup)
"menurutmu?? "(tanyaku dengan nada tak kalah datarnya)
"aku bosan"(berjalan menuju balkon Dan mengambil buah lalu memakannya)
"hahaha, apa anak kecil ini sedang bertingkah dewasa?? "(cibirku masih terlentang diatas kasurku)
"ahh, aku tau aku tau, jadi kau ingin..... "(ucapanku terpotong)
"aku rasa IQ-mu sangatlah lemah, Dan cara berfikirmu cukup lambat!! pantas saja daddy tidak bisa kau bujuk, benar-benar sebuah beban bodoh"(ucapnya memberikan sebuah smrik menghina)
"k-kauu katakan dengan cara apa kau ingin mati!! hah?? "(tanyaku seraya bangkit mendekatinya Yang duduk santai ayunan favorite ku)
__ADS_1
"bisakah kau tidak bodoh sebentar saja?? "(ucapan Yang tidak hormat ini aku benar-benar muak)
"bedebah cilik sialan"(aku menarik kerahnya dengan paksa)
"sudah kukatakan kau ini bodoh, aku kemari ingin berdiskusi, kau bisa lepaskan tangan kotormu itu"(ucapnya seraya melepaskan tanganku dari kerahnya)
"tidak perlu, pergilah sebelum aku benar-benar membunuh mu"(ancamku dengan nada dingin meninggalkan balkon Dan mengambil sebotol bir dengan alkohol sedang)
"menyebalkan, jadi kau tak ingin pergi ke Korea?? "(kali ini dia bertanya dengan sebuah senyum)
"apa kau tuli??"(dengusku kesal)
"itulah mengapa aku menyebutmu bodoh, kau bahkan tidak berfikir bahwa kau bisa saja pergi tanpa sepengetahuan ayah Dan ibu, bukannya kau memiliki paspor Dan sebuah dokumen lengkap?? "(ucapannya kali ini membuatku sedikit berfikir)
"ahh, aku tau sekarang, kau menginginkan pergi bersamaku bukan?? itu Yang kau maksud?? hahaha iya iya, ternyata aku memiliki seorang adik Yang licik, bagus-bagus, lalu apa rencanamu?? hmm?? "(aku memutar gagang gunting didepanku)
"mudah saja, kita akan pergi di tanggal 12 bulan ini"(ucapnya seraya duduk disampingku)
__ADS_1
"kenapa harus tanggal 12"(tanyaku heran)
"hari itu ayah akan pergi ke kota x, Dan ibu akan hadir dalam sebuah acara besar, lainkata nya kita bisa pergi tanpa ketahuan"(jelasnya tanpa melirikku)