Iam Not Psycho

Iam Not Psycho
Problem


__ADS_3

"annyeong, naneun yurika kwon?? "


"yurika-sii, ini oppa, apa kalian baik-baik saja?? "(ucap kakakku dengan nada bergetar)


"ada apa oppa?? kenapa kau bergetar kau baik-baik saja bukan?? "(ucapku dengar raut wajah yang mulai panik)


"appa, oemma m-mereka....aggrhhh segera pergi bawa saeng bersamamu pergilah ke jeju cabut kartumu...... aggrhhhh"(tut... tut.. tutt telepon yang terputus dan teriakan yang menyakitkan )


"oppaaaa??? kau masih disana?? jawab aku oppa!! "(teriakku membuat arion lari dari kamarnya dengan membawa beberapa dokumen penting kemudian menarikku yang masih mengalami stress-attack)


"cepatlah kita harus segera ke jeju"(ucap arion memasuki mobil kami dan mengendarainya sangat kencang)


"huang oppa"(tangisku dan suara lirihku semakin melemah)


"tenanglah yurika-sii, aku disini bersamamu dan aku takkan membiarkan mereka melukaimu, tenanglah dan percaya bahwa oppa akan baik-baik saja "(arion menggenggam tanganku, perlahan aku pun mulai tenang)


"arion-ahh apa kita akan mati?? "(tanyaku lirih)


"tenanglah aku disini, takan ada yang berani menyakiti mu"


.


.


kami tiba di jeju , langsung mengarah di apartemen terpencil di sisi barat paling ujung dekat dengan danau bambu, disana hanya ada dua orang laki-laki dan perempuan paruh baya yang menunggu kami


"Wen, kau pulang!! "(perempuan paruh baya itu langsung menghambur lari memeluk arion, ya dia adalah bibi arion Gu yan bun, dan laki-laki paruh baya itu adalah paman Gu zhuo piao)


"annyeonghaseyo ahjumma, ahjussi, naneun yurika nara kwon"(sapaku sopan)


"gadis Malang, kemarilah nara-ahh "(bibi gu langsung memelukku hangat sambil menangis melihatku berulang)

__ADS_1


.


.



kami memasuki villa mewah milik paman dan bibi gu


"istirahat lah terlebih dulu, nanti kita berbincang lagi"(ucap bibi seraya meninggalkanku)


"nee ahjumma, ghamsamnida"


.


.


Huang pov


Brukk


"mian"(ucapku seraya berlari menjauh , tapi aku merasa sedang diikuti seseorang, apa mereka anggota sindikat itu, sial disaat seperti ini aku tidak bisa berkutik, apa aku akan mati disini)


"berhenti, izinkan aku membantumu"(ucap seorang gadis yang langsung memapahku)


"tidak perlu terima kasih"(aku berusaha menolak dengan lembut)


"gwaenchana, namaku yoriko, aku akan membantumu"(ucap gadis ini dengan senyuman yang terasa hangat)



.

__ADS_1


.


Arion pov


"aku akan pergi ke Australia ahjussi, mungkin ayah dan ibu saat ini sudah mati, tapi huang kwon adalah hyeong ku, bagaimana aku bisa membiarkan dia disana menunggu ajalnya"(ucapku dengab nada berat)


"tenanglah wen, yang harus kau jaga saat ini adalah yurika, aku yakin sebentar lagi dia akan datang, dia tidak selemah itu"(ucap paman mengambil dua kaleng bir dan menyerahkannya padaku)


"t-tapi ahjussi... "(ucapku terpotong)


"apa yang ahjussi-mu katakan ada benarnya wen, shen sudah mengatakanya dia akan segera kemari, ayah dan ibumu akan dikremasi kan disana, lagi pula kau punya seseorang yang harus kau lindungi "(ucapan bibi sedikit membuat ku tenang kali ini)


"baiklah, aku akan keatas dan melihat keadaan nya dulu"(aku meninggalkan paman dan bibiku)


.


.


"yurika-sii?? "(panggilku lembut mengusap pipinya)


"eumm"(lenguhnya saat tersadar)


"kau ingin makan sesuatu?? "(tanyaku lembut)


"katakan padaku semuanya akan baik-baik saja oppa"


"appa dan eomma akan dikremasi kan disana, aku hanya berharap hyeong akan segera kembali, kamu beristirahat lah aku akan berlatih bersama ahjussi dan ahjumma "(ucapku mengelus rambutnya, dan menghirup aroma nya dalam-dalam)


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2