Iam Not Psycho

Iam Not Psycho
Luka


__ADS_3

Arion pov



"ughh"(aku terbangun, kulihat layar ponselku menunjukan pukul 02:00 dini hari, aku melihat sekeliling ku, ini kamarku, aku merasakan sesuatu yang aneh menempel tepat didada bidangku)


"ahh, yurika-sii "(lenguhku kembali mengingat apa yang terjadi semalam, aku melihat baju yang kukenakan masih rapi dan tertata, ahh ternyata dia memang benar-benar membatasinya ya, dan dia mampu melawan nalurinya sendiri keluhku sedikit terdengar kecewa, aku berjalan menuju dapur dan mengambil minuman hangat, kulihat ada sebuah sup didalam lemari pendingin, kumasukan kedalam microwave)


"dia membuatnya yaa"(gumamku tersenyum, ddrrtt ponselku bergetar kulihat disana tertulis nama hyeong, aku mengangkatnya)


"arion-ahh?? gwaenchana??"(tanya kakakku dengan nada terengah-engah)


"nee, wae hyeong?? "(tanyaku yang masih memainkan sendok ditanganku)


"dimana eonnie mu?? apa dia sudah tidur??"(tanya kakakku seperti ada yang penting akan dibicarakan)


"bicaralah, eonnie dia sudah tidur"(ucapku tenang)


"appa dan oemma diserang, sekarang keadaannya sangat kritis, hyeong takut mereka menemukan kalian"(ucap kakakku mengatur nafasnya)


"mwo?? katakan padaku apa mereka akan baik-baik saja hyeong?? aku dan eonnie akan kesana sekarang "(ucapku mulai panik )


"Ani, kau harus berjanji padaku apapun yang terjadi jangan tinggalkan eonnie mu jaga dia baik-baik, hyeong rasa tak bisa kembali bersama kalian, hyeong berharap kalian baik-baik saja, jangan khawatirkan hyeong dan jangan hubungi hyeong, kau harus mengganti nomermu dan jangan biarkan siapapun mendekati eonnie mu apa kau paham saeng?? "(ucap kakakku memperingati ku, aku tau inilah saat yang paling berbahaya terjadi, kami tak boleh saling menghubungi sampai semuanya berakhir dan aku mempunyai tanggung jawab besar menjaga eonnie ku)


.

__ADS_1


.



"ahh, kau sudah bangun yurika-sii?? "


"annyeong?? kenapa kau sudah bangun arion-ahh?? "(ucapku melangkah kemeja makan)


"panggil aku oppa!! "(ucapnya sambil menghidangkan hotpot dimeja untuk kami santap)


"ahh nee, apa kau memasak semuanya oppa?? "(aku menuruti perintah nya kali ini)


"tentu, kau makanlah aku akan membuatkan mu lemon tea untuk menutrisi tubuhmu"(ucap arion masih sibuk dengan peralatannya)


"apa kau sungguh terpesona dengan ketampanan oppa mu ini ??"(tanyanya cukup percaya diri)


"whoaa, gimbab ini sungguh enak, ahh aku ingin mencoba hotpot buatanmu, pasti enak"(selaku menghindari kontak mata)


"hmm, kau tak perlu mengelak kalau kau menyukai ketampanan ku ini aku akan menjaganya untukmu seorang"(ucapnya sangat percaya diri)


"bisakah kita makan dulu oppa?? "(ucapku menahan malu)


"baiklah setelah itu mari bahas lagi tentang ini"(dumb, hatiku rasanya dipukul berkali-kali dan terasa jantung berdegup kencang serasa adrenalinku tertantang)


.

__ADS_1


.


Huang pov


"bagaimana keadaan orang tua saya dok?? "(tanyaku saat dokter muda ini keluar dari ruang operasi)


"saya tidak yakin mengenai ini tuan huang"(ucap dokter muda itu sambil melepas maskernya)


"katakanlah "(ucapku sungguh panik)


"kemungkinan, tuan kwon tidak akan tertolong sebab disana semua organ tubuhnya sengaja dirusak seseorang , kalaupun harus transplantasi kemungkinan hidup hanya 5% kami akan berusaha untuk menyelamatkan tuan"(ucap dokter ini menghela nafas panjang)


"bagaimana oemma ku?? "(tanyaku yang masih tak percaya mendengar keadaan ayah saat ini)


"nyonya kwon mengalami koma, dan kami belum bisa memastikan kapan beliau akan bangun"(ucapnya lagi)


"ahh"(keluhku menahan amarah dan dendam disana)


"kalau begitu kami tinggal dulu, untuk pemeriksaan lebih lanjut akan ada dokter utama yang menangani beliau"(ucap dokter itu seraya melangkah pergi)


"siall!! "(aku menghempaskan diriku dikursi putih panjang dilorong rumah sakit yang padat ini)


.


.

__ADS_1


__ADS_2