IBU TIRIKU KORBAN IBU TIRINYA

IBU TIRIKU KORBAN IBU TIRINYA
KUNJUNGAN KE PANTI ASUHAN


__ADS_3

Hasan adalah seorang Duda.Istrinya meninggal karena sakit.Dari pernikahannya,mereka dikaruniai 4 orang anak.Anak tertua bernama Citra,anak kedua bernama Bayu,anak ke 3 bernama Dina dan anak ke 4 bernama Irma.


Citra merupakan seseorang yang modis,dan juga seorang pelajar Kelas 2 di sebuah SMU di Jakarta.Di sekolah,bisa dibilang siswi yang lumayan populer.Banyak Siswa laki-laki yang berusaha mendekatinya.


Bayu siswa kelas 3 SMP.Putra satu-satunya Hasan ini dikenal easy going.Mudah akrab dengan siapapun.Tak heran Dia diangkat jadi ketua OSIS di Sekolahnya.


Dina siswi kelas 1 SMP,di Sekolah yang sama dengan Bayu.Gadis ini punya sifat tomboy,cara berpakaian pun,bisa dibilang sepakainya saja.Citra sering memanggilnya si anak dekil,karena sebagai seorang gadis,Dina tidak pernah tampil rapi,apalagi dandan.Ditambah Dina juga mengikuti ekstrakurikuler Tae Kwondo,sama seperti Bayu.


Sedangkan anak ke 4 adalah Irma,yang masih TK.Si kecil ini benar-benar tak terduga kehadirannya.Hasan dan Istrinya tak menyangka akan mendapat keturunan lagi,karena mereka pikir Dina adalah anak bungsu mereka.


Melihat ke empat anaknya ini,hati hasan sangat resah.Di satu sisi Dia masih sangat sedih karena kehilangan Istrinya yang sangat dicintainya.Di satu sisi Dia melihat anaknya yang kehilangan sosok seorang Ibu.Disamping itu juga,Dia merasa tak sanggup mengurus mereka sendirian.Terlebih si kecil Irma,yang sudah jelas sangat butuh perhatian khusus.Citra memang yang paling dewasa,tapi Dia masih sekolah.Tak mungkin juga mengurus adiknya.


Rasa bingung itu membuat Hasan berpikir untuk mengunjungi sebuah panti asuhan.Dia ingin minta saran dari kepala panti,yang kebetulan ada teman Hasan yang jadi pengurus di panti.Selama ini Hasan menjadi donatur tetap panti tersebut,namun sekalipun Hasan belum pernah mengunjungi panti karena temannya tersebutlah yang dipercaya langsung mengambil dana dari Hasan.


Sesampainya di panti asuhan,Hasan disambut pengurus dan anak-anak panti.Ya maklum kedatangan Hasan memang sudah diketahui.Melihat itu,Hasan merasa malu,lalu berkata "Aduh,Rif,ngapain kamu memberitahu mereka,jadi merepotkan begini".


Rupanya Arif inilah teman kepercayaan Hasan.Mendengar itu,Arif menjawab,"Nggak merepotkan ko,ini hanya sebagai rasa terima kasih kami,karena selama ini kamu sudah menjadi donatur tetap kami.Lagipula kamu gak akan setiap hari kesini juga.Kamu terlalu sibuk kerja".


Mendengar jawaban itu,Hasan berkata,"Ya tapi gak gini juga,sampai semua orang dikeluarin gini,nanti aku jadi sombong".


"Enggaklah,aku cukup tahu sifatmu,lagi pula ini gak semua kok,masih ada yang gak disini",jawab Arif.


"Siapa?",tanya Hasan.


"Bayi",jawab Arif sambil tersenyum.


Mendengar itu Hasan tertawa,lalu berkata,"Ya iyalah".


Arif lalu mengajak Hasan masuk,"Mari masuk!".

__ADS_1


"Terima kasih",jawab Hasan.


Ketika hampir mendekati mendekati pintu ruang Kepala Panti,tiba-tiba pintu tersebut terlihat dibuka dari dalam.Dan keluarlah seorang wanita cantik.Melihat wanita tersebut,Hasan seketika terkesima.Hasan sekejap seperti melihat sosok mendiang istrinya,hingga tak sadar matanya tak berkedip terus melihat wanita tersebut.


Namun setelah wanita itu dekat,akhirnya Hasan tersadar,dan mulai melihat dengan jelas wajah wanita tersebut.Wanita tersebut tahu Hasan memandanginya,namun tidak menyapa sama sekali,hanya merengkuhkan badannya,sambil tersenyum.


Setelah wanita itu tidak terlihat,Arif lalu bicara,"Cantik kan?".


"Cantik sekali,apa Dia istrimu?",jawab Hasan sambil bertanya.


Arif lalu menjawab,"Namanya Laras,kamu tertarik padanya?".


Hasan berkata,"Aku tanya apakah Dia istrimu,tapi kamu malah bertanya terus".


Arif berkata,"Bukan,Dia adik angkatku disini,Dia disini sejak umur 13 tahun.Tapi Dia selalu menolak jika ada yang mau mengadopsi".


Arif menjawab,"Saat Dia datang,aku sudah menikah,sama sepertimu".


"Begitu rupanya",kata Hasan.


Arif melanjutkan perkataannya,"Lagi pula Aku hanya menganggap Dia hanya sebagai Adik,dan Dia pun hanya menganggap Aku sebagai kakaknya saja".


Hasan lalu teringat dengan tujuannya,"Aku sampai lupa,Aku mau ke ruang Kepala Panti,kenapa kita malah membahas Dia disini".


Arif pun tersadar,"Ah iya,mari kita masuk!".


Keduanya pun masuk,dan disana sudah ada Kepala Panti Asuhan dan beberapa pengurus panti.Setelah berkenalan,lalu Hasan mengutarakan maksud kedatangannya,selain memberikan donasi,Dia juga membicarakan masalah anak-anak Hasan.Cukup lama Hasan mengobrol dengan Kepala Panti.


Setelah selesai,Hasan pun pamit pulang.Ketika menuju keluar Panti,tak sengaja Hasan melihat Laras lagi,Dia sedang mengajak main beberapa anak panti.Terlihat wajah cantik itu tersenyum ramah pada anak-anak panti,seolah tak ada rasa lelah.

__ADS_1


Laras seolah menyadari ada yang memperhatikan,Dia pun menoleh tepat ke arah Hasan.Sontak saja hasan agak salah tingkah karena kepergok sedang memandang Laras.Namun lagi-lagi Laras hanya merengkuhkan tubuhnya dan tersenyum,otomatis Hasan melakukan hal yang sama.


Arif yang sedari tadi mengikuti Hasan,tentu saja melihat gerak gerik mereka.Dan Dia pun bertanya,"Apa tidak sebaiknya kalian berkenalan?".


Mendengar itu,Hasan langsung menjawab dengan pertanyaan,"Apa maksudmu?"


"Ya siapa tahu Kamu berjodoh dengannya,lagi pula sejak tadi kalian tak saling sapa,padahal ini sudah yang kedua kalinya saling memandang",jawab Arif sambil tersenyum.


Hasan lalu berkata,"Ceritanya comblangin saya nih?".


"Ya anggap saja begitu hehe",jawab Arif.


Hasan lalu berkata,"Aku masih belum bisa melupakan mendiang Istriku,mana mungkin aku memikirkan untuk menikah lagi".


"Orang yang menikah lagi,bukan berarti orang yang sudah lupa sama sekali dengan mendiang Istrinya ataupun Suaminya,tapi ada hal yang menjadi pertimbangan,contohnya kamu",jelas Arif.


"Aku?",Tanya Hasan.


"Iya,Kamu,bukankah kamu perlu seseorang untuk mendampingi anak-anakmu?,Dia wanita yang baik,aku yakin Laras bisa menjadi Ibu kedua yang baik bagi anak-anakmu",jawab Arif.


"Entahlah,satu sisi aku memang butuh seseorang untuk mendampingi dan mengurus anak-anakku.Tapi disisi lain hatiku masih belum bisa menerima kehadiran wanita lain dihatiku.Tak kupungkiri aku memang tak sanggup mengurus sendiri anak-anakku",Sahut Hasan.


Arif berkata lagi,"Cobalah kamu fikirkan nanti di rumah,jika sudah terpikir,kita bicara lagi nanti".


"Terima kasih atas saranmu,aku akan coba pertimbangkan nanti,ya sudah aku pamit,nanti kalau aku kemari lagi,aku kabari",Hasan mengakhiri pembicaraan.


Arif berkata,"Ya sudah,hati-hati di jalan".


Hasan lalu bergegas keluar panti,setelah sebelumnya melirik kembali Laras yang sedang asik mengajak main anak panti.

__ADS_1


__ADS_2