
Hari Minggu yang telah disepakati akhirnya tiba,sejak pagi Hasan sudah bersiap-siap.Tapi rupanya tidak selancar yang di rencanakan,tiba-tiba saja pengasuh Irma tidak bisa datang karena sakit.Anak-anak yang lain ada kegiatan di Sekolah mereka,sedangkan Asisten Rumah Tangga begitu menumpuk pekerjaannya,walhasil ya sudahlah Hasan membawa Irma.Setelah semua sudah siap,Hasan pun berangkat menuju Panti untuk menjemput Laras.
Sesampainya di Panti,terlihat Laras sudah menunggu di luar.Hasan langsung keluar,menemui Laras.Hasan lalu meminta ma'af pada Laras.
"Maaf,Ras,saya sedikit terlambat",ucap Hasan.
"Gak apa-apa,Mas,aku juga baru selesai ko",jawab Laras.
"Tapi sepertinya kita batalkan saja rencana kita hari ini",Hasan melanjutkan ucapannya.
Laras lalu bertanya,"Kenapa?,apa Mas merasa menyesal sudah mengajak Aku?".
Dengan penuh rasa tidak nyaman dan bersalah,Hasan pun menjawab,"Bukan,sama sekali tidak ada perasaan seperti itu,hanya saja hari ini tidak seperti yang direncanakan".
"Memang ada apa?",Laras kembali bertanya.
"Hari ini pengasuh anakku tiba-tiba sakit,jadi aku tak bisa meninggalkan Dia di rumah,jadi Dia aku bawa kesini",jelas Hasan.
"Anak?,maksudnya anak Mas Hasan?".tanya Laras lagi.
"Iya",jawab Hasan.
"Mana",Laras penasaran.
"Itu di mobil",jawab Hasan.
"Coba aku ingin liat",kata Laras sambil menuju mobil.
Setelah sampai di mobil,Laras melihat Irma yang sedang bermain boneka kesayangannya.Bibir Laras tiba-tiba saja tersenyum lebar,padahal sebelumnya wajah Laras terlihat enggan bertemu.
"Ini anak Mas Hasan",tanya Laras lagi.
"I,iya",jawab Hasan.
"Halo cantik,siapa namamu?",sapa Laras.
"Namaku Irma,Tante.Tante siapa namanya?",Irma balik bertanya.
"Oh nama Tante Laras",jawab Laras penuh keakraban.
"Tante cantik deh",puji Irma.
"Terima kasih,Hmm,sepertinya lebih cantik Irma deh",ucap Laras.
__ADS_1
"Benarkah?",ucap Irma sambil tersenyum.
"Iya..",Laras pun menjawab.
"Jadi hari ini kita tak jadi pergi,karena mungkin pembicaraan kita akan terganggu,jadi aku sengaja datang untuk meminta maaf langsung,ya aku tahu lewat telepon pun aku bisa bicara padamu,tapi rasanya itu kurang enak",Hasan berbicara lagi.
"Gak apa-apa,Mas,lebih baik kita pergi saja,nanti mungkin aku gak bisa pergi",ajak Laras.
"Kamu yakin gak akan merasa terganggu?",tanya Hasan.
"Enggak,aku malah seneng,oh ya aku duduk bareng Irma saja di belakang,gak apa-apa kan?",tanya Laras.
"Oh,gak apa-apa,silahkan saja,kalau begitu mari kita berangkat sekarang!",Ucap Hasan.
"Baiklah",jawab Laras sambil masuk mobil.
Sepanjang jalan Irma terus berceloteh,Dia menceritakan semuanya,tentang Ibunya dan Kakak-kakaknya,Laras pun meladeninya.Sesekali Hasan melihat kebelakan melalui kaca spion,tak ada raut bosan ataupun kesal di wajah Laras,justru terlihat penuh senyum dan terlihat sangat akrab dengan Irma,begitu pula dengan Irma,seolah bertemu dengan orang yang sudah sangat Dia kenal.
Sesampainya ditempat tujuan,Hasan langsung mengajak Laras dan Irma ke sebuah restaurant.Ternyata di restaurant tersebut menyediakan tempat bermain anak-anak,tak ayal lagi,Irma langsung mengajak Laras untuk menemaninya.
Melihat itu Hasan merasa tak enak,lalu Hasan membujuk Irma,"Irma,kasian Tante Laras,kita makan dulu,nanti Papah temenin mainnya".
"Gak mau,Irma mau main sama Tante Laras dulu",jawab Irma.
"Iya tapi masa kamu malah jadi pengasuh anakku,kamu duduk saja menunggu makanan,biar Irma saya yang temenin",kata Hasan.
Perkataaan Hasan terdengar oleh Irma,spontan saja Irma bicara,"Gak mau sama Papah,maunya sama Tante Laras",sambil terlihat mau menangis.
"Iya,iya,Tante temenin",jawab Laras.
"Maaf Ras,jadi merepotkan kamu",Hasan pun meminta maaf.
"Gak apa-apa,Mas",ucap Laras.
Lebih dari setengah jam,Laras menemani Irma bermain,hingga akhirnya Hasan memanggil mereka,karena makanan sudah siap.
"Irma,berhenti dulu mainnya,Tante Larasnya biar makan dulu,kasian",Teriak Hasan.
"Iya,Pah,Tante ayo makan dulu bareng Irma",Si Kecil itu mengajak Laras.
"Ayo,Tante udah lapar nih",jawab Laras sambil tersenyum.
Di meja makan pun Irma seperti tak mau lepas dari Laras,bahkan makan pun ingin di suapin Laras.Melihat itu,Hasan jadi bingung,bagaimana Dia bisa mengutarakan maksudnya,jika Irma terus mengalihkan perhatian Laras.Setelah selesai makanpun Irma langsung merengek ingin pergi ke wahana permainan lainnya,ya sudah sampai sore tiba,waktu habis untuk meladeni kemauan Irma.
__ADS_1
Akhirnya setelah puas bermain,Irma lelah dan mengantuk,Dia pun mengajak pulang.Dan lagi-lagi,Irma tak mau di gendong Hasan,Dia ingin digendong Laras.Untungnya Laras pun tak keberatan.
Selagi menuju tempat parkir,Irma pun tertidur.Melihat itu,Hasan meminta Irma supaya biar Hasan saja yang menggendong Irma.
"Berikan pada saya saja,kamu sudah lelah menemani putri saya bermain",pinta Hasan.
"Jangan Mas,nanti Dia malah terbangun,biar nanti di mobil saja",jawab Laras.
"Ya sudah,jika begitu,aku sudah telepon ke Panti,kamu mungkin akan telat pulang",Kata Hasan.
"Terima kasih,Mas",ucap Laras.
"Aku yang harusnya terima kasih",kata Hasan lagi.
Sesampainya di mobil,Laras membaringkan Irma di jok belakang.Setelah terbaring,Laras lalu hendak masuk ke mobil,tapi Hasan meminta agar Laras tetap diluar dulu.
"Ras,maaf,kamu jangan masuk mobil dulu,kita bicara dulu sebentar",kata Hasan.
"Oh iya,alasan kamu mengajak saya keluar,karena ada yang ingin dibicarakan,apa itu?",tanya Laras.
"Yah seperti kamu tahu dari Irma,bahwa anakku bukan cuma Irma,tapi ada 3 orang lagi,mereka anak-anak remaja",Hasan memulai pembicaraan.
"Iya,dan Istri Mas Hasan pun sepertinya seorang yang sangat baik",Ucap Laras.
"Kamu benar,Dia Wanita yang sangat baik,hanya saja...",bicara Hasan terhenti.
"Hanya saja apa Mas?",Laras bertanya.
"Hanya saja Istri saya sudah meninggal",lanjut Hasan.
"Sudah meninggal?,aku pikir Dia masih hidup",kata Laras.
"Dia sudah meninggal karena sakit,otomatis anak-anak kehilangan figur seorang Ibu,tak terkecuali Irma.Kamu bisa liat sendiri,betapa bahagianya Irma saat bermain denganmu,seolah Dia bermain dengan sosok yang sama seperti Ibunya.Sepeninggal Ibunya,sikap Irma berubah jadi uring-uringan,dan hari ini untuk pertama kalinya,aku melihat kebahagian itu lagi bersamamu".Ucap Hasan.
"Jadi maksud kamu?",tanya Laras.
"Maksudku,seandainya boleh,maukah kamu jadi Istriku?",Akhirnya Hasan mengatakannya.
"Istri?,Mas melamar aku?",Laras kaget mendengarnya.
"Iya,apa kamu bersedia?"tanya Hasan.
Mendengar itu,wajah Laras langsung tertunduk.
__ADS_1