IBU TIRIKU KORBAN IBU TIRINYA

IBU TIRIKU KORBAN IBU TIRINYA
Keputusan


__ADS_3

Sepeninggal mendiang Istrinya,keadaan rumah terasa kacau balau.Bukan tidak ada pengasuh dan pembantu,namun semua terlihat berantakan.Semua terasa seperti tidak teratur dan tak tertata.


Hasan yang biasa pergi ke kantor segala telah tersedia,kini dia harus menyediakan segalanya sendiri,baju,dasi,dll.Dia sudah tak mungkin meminta pembantu untuk membantunya,Dia sudah kelimpungan menyediakan keperluan sekolah anak-anak Hasan.


Dimeja makan yang biasa penuh kegembiraan,kini sudah tak dirasakan lagi,anak-anak seperti sudah kehilangan selera makan.Yah bukan cuma anak-anak,Hasan sendiripun merasakan apa yang anak-anaknya rasakan,dimana menu makan hanya Istrinya saja menyediakan.Makanan yang biasa habis tak bersisa,kini selalu terbuang.


Bukan cuma urusan itu,si kecil Irma yang masih butuh perhatian seorang Ibu pun,tak luput menyita perhatian Hasan.Malam sering terbangun dan menangis,siangpun terlihat selalu uring-uringan,benar-benar kacau.


Sepulang dari panti asuhan,Hasan terus teringat kata-kata Arif.Tapi seandainya Hasan menikah lagi,Dia seperti merasa mengkhianati cinta dari mendiang Istrinya.Tapi disisi lain,Dia pun merasa tak sanggup jika harus menghandel semuanya sendiri.Dia juga tak sanggup melihat Irma yang seolah butuh kehangatan pelukan seorang Ibu.


Setelah sebulan berfikir,akhirnya Hasan memutuskan untuk mencoba menikah lagi.Hasan mengunjungi panti lagi,dan seperti biasa Arif yang menyambutnya,namun kali ini tidak memakai acara penyambutan seperti dulu.Setelah bersalaman,Arif langsung mengajak masuk.


"Ayo masuk!",Ajak Arif.


"Terima kasih,Rif",jawab Hasan.


"Oh ya,Rif,bisa kita bicara sebentar?",Hasan melanjutkan bicaranya.


"Hmm,boleh,ada apa ya?",Arif balas bertanya.


"Jangan disini,yu kesana saja!",ajak Hasan.


"Boleh",jawab Arif sambil mengikuti Hasan.


Sesampainya disuatu tempat yang agak jauh dari panti asuhan,Hasan pun mulai mengatakan maksudnya.


Hasan memulai pembicaraan,"Begini,Rif,kamu ingat tentang saran kamu untuk aku menikah lagi?".


Arif menjawab,"Iya,lalu?".


Hasan melanjutkan pembicaraannya,"Setelah kupikir-pikir sepertinya aku akan mengikuti saranmu".


Mendengar itu,Arif terlihat gembira,"Nah begitu dong,jangan terlalu larut dalam kesedihan".


"Tapi..",Hasan berkata lagi.


"Tapi apa?",Arif bertanya pwnasaran.


"Apakah Dia mau menerima seorang Duda beranak 4 seperti aku?",tanya Hasan.


Arif lalu berkata,"Ah iya,aku lupa memberitahumu".


"Memberitahu apa?",tanya Hasan penasaran.


Arif lalu menjawab,"Laras pernah berumah tangga,hampir 2 tahun,tapi akhirnya bercerai".


"Cerai?,karena apa?",tanya Hasan lagi.

__ADS_1


"Penyebab perceraian,aku tak tahu.Tapi setelah perceraian itu,sudah ada 2 orang yang mencoba mendekatinya,tapi tidak pernah berkelanjutan.Laki-laki yang mendekatinya,tiba-tiba memutus hubungan mereka begitu saja",Jawab Arif.


"Hmm,apa yang membuat mereka meninggalkan Laras?,aku liat dia wanita yang cantik,dan sepertinya dia wanita yang baik juga",kata Hasan.


Arif menjawab,"Entahlah,Laras tidak pernah mengatakan alasannya.Yang jelas kamu sudah tahu,kalau Laras sudah pernah menikah.Apa kamu tidak mempermasalahkan itu?",


Lalu Hasan menjawab,"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu".


"Syukurlah",kata Arif.


"Apa Laras memiliki anak kandung?",tanya Hasan lagi.


Arif pun menjawab,"Tidak,dari pernikahannya Dia tidak memiliki anak.Kenapa?,kamu takut kalau Laras punya anak?".


"Tidak,aku tidak takut itu,aku akan terima Dia apa adanya.",jelas Hasan.


"Baguslah kalau begitu,aku senang mendengarnya,lalu apa rencana kamu?",Kata Arif.


"Nanti hari minggu,aku mau ajak Dia keluar,kamu bantu aku bicara padanya!",Pinta Hasan.


"Kamu saja bicara langsung padanya,supaya kalian bisa saling mengenal",jawab Arif.


"Ya sudah kalau begitu,aku akan bicara padanya.Tapi kamu bilang padanya,kalai aku akan mengajak Dia keluar",pinta Hasan lagi.


Arif menjawab,"Baiklah,aku akan sampaikan padanya.Apa sudah selesai pembicaraan kita?".


"Sudah,memang kenapa?",Hasan balik bertanya.


"Oh iya,ya sudah,ayo kita ke panti!",kata Hasan mengakhiri percakapan.


Mereka lalu menuju panti.Sesampainya di panti,saat Hasan dan Arif mau masuk,tiba-tiba Laras keluar.Agak lumayan kaget juga Hasan,tapi ya sedikit gembira,saat melihat Laras.Seolah seperti ada kesempatan bicara,Arif lalu bicara Laras.


"Ras,kenalin ini temen Kak Arif,namanya Hasan",kata Arif.


Mendengar itu,Laras pun menjawab sambil tersenyum,"Oh,saya Laras,salam kenal (sambil bersalaman)".


Hasan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,Dia pun menyambut perkenalan itu,sambil berkata,"Saya Hasan".


"Begini Ras,Hasan ingin mengajak kamu keluar nanti hari minggu,apa kamu bersedia?".tanya Arif.


Mendengar itu Laras bertanya,"Keluar,maksudnya?".


"Maksudnya,ya kita jalan-jalanlah,nonton film,atau apalah",Hasan yang menjawab.


"Ya kurang lebih begitulah",Arif menimpali.


"Tapi saya belum mengenal anda,Pak Hasan,jadi mana mungkin saya begitu saja menerima ajakan Anda",Tolak Laras.

__ADS_1


"Hasan ini adalah donatur panti kita ini,sudah lama sekali,hanya saja Dia tidak pernah datang ke panti.Dia baru 2 kali kesini,kamu juga tahu itu,karena sebelumnya kalian bertemu,meski tidak sempat mengobrol",jelas Arif.


"Saya mengerti,Kak,jika beliau adalah orang penting,tapi bukan berarti saya harus menerima ajakan beliau kan?",jawab Laras.


"Oh maaf jika Laras merasa tidak nyaman,tapi ini tidak ada hubungannya masalah ajakan saya dengan donasi yang saya berikan untuk panti,Laras mau menerima ajakan saya atau tidak itu hak Laras,saya tidak akan memaksa.Hanya saja saya ada sedikit keperluan dengan Laras",Hasan mencoba menjelaskan.


"Jika ada yang harus dibicarakan,silahkan dibicarakan disini!",Jawab Laras.


"Bagaimana ya,saya hanya berharap bisa bicara 4 mata saja,supaya lebih leluasa.Ya bukan cuma untuk kenyamanan saya,tapi untuk Laras juga",Kata Hasan.


"Iya Ras,Hasan sih inginnya Kakak langsung bicara padamu,tapi Kakak pikir lebih baik kalian bicara langsung saja",Arif menimpali lagi.


"Hmm,bukankah kalau bicara dusini akan lebih mudah jika akhirnya harus memutuskan sesuatu?",Tanya Laras.


"Memang benar,tapi saya ingin nanti saat kamu memberi keputusan,justru itu murni keputusan Laras,tanpa terbebani apapun.Jika pada akhirnya Laras tidak nyaman dengan yang saya lakukan nanti,saya janji,tidak akan mengajak kamu keluar lagi",Jawab Hasan.


Arif bicara lagi,"Ya sekali ini saja Ras,lagipula kamu sudah lama hanya bergelut dengan panti,anggap saja cari udara segar.Kamu jangan khawatir,Hasan pria yang baik kok,Dia akan menjaga kamu".


"Iya,sekali ini saja,bagaimana?",tanya Hasan.


"Ya kalau begitu...baiklah,tapi saya tidak mau kita pergi malam hari,saya tidak suka pergi dengan orang yang belum saya kenal hingga malam",Akhirnya laras menyetujuinya.


"Bagaimana San?",Arif bertanya pada Hasan.


"Tidak apa-apa,saya juga harus menjaga kehormatan Laras,gimana kalau nanti saya jemput jam 11 siang,jadi kita bisa sambil makan siang dulu",Jawab Hasan.


"Baiklah,tapi tidak sampai malam ya",kata Laras.


"Jangan khawatir,jam 3 atau jam 5 pun,kamu sudah ada di panti lagi",jawab Hasan.


"Nah,kalian sudah sepakat",kata Arif.


"Tapi ini gak ada hubungannya dengan panti kan?".Laras ingin lebih yakin lagi.


Hasan menjawab,"Enggak,sama sekali gak ada hubungan dengan panti,ini murni hanya mengenai saya dan Laras,apapun nanti hasil dari pembicaraan kita,tidak akan merubah apapun pada panti ini,saya akan tetap menjadi donatur tetap di sini,itukah yang Laras khawatirkan?".


Laras lalu menjawab,"Iya,karena sebelumnya pun seperti ini,setelah putus hubungan,orang tersebut berhenti menyumbang panti lagi,saya tidak mau gara-gara saya,panti ikut menanggung akibatnya".


"Kamu jangan khawatir,Hasan ini bukan cuma teman bagi Kakak,tapi sudah seperti saudara,jadi tidak aka. terjadi apa-apa pada panti",jelas Arif.


"Benar kata Arif,Laras tak perlu khawatir",timpal Hasan.


"Ya sudah,jika begitu,saya menerima ajakan Pak Hasan",Kata Laras.


"Jangan panggil Pak dong,panggil Mas,toh kamu panggil Arif dengan sebutan Kak",pinta Hasan.


"Iya,supaya kalian tidak terlalu kaku",tambah Arif.

__ADS_1


"Ya baiklah,Pak,eh Mas Hasan",jawab Laras.


Setelah selesai pembicaraan itu,Hasan diantar Laras ke ruang Kepala panti untuk memberikan Donasi,setelah itu pamit pulang.


__ADS_2