
Setelah beberapa saat Hasan dan Laras meninggalkan ketiga anaknya dalam keadaan terkesima,akhirnya mereka pun tersadar.Mereka seakan tak percaya,Ayah yang selama ini terkesan ramah,ternyata sanggup dan tega membentak mereka.
"Tuhkan,Papah berani bentak kita demi Dia",ujar Citra.
"Kakak tu gimana sih,ngomong ko gak pake aturan gitu,ya terang aja Papah marah",Dina malah menyalahkan Citra.
"Kok gue yang disalahin",Citra jelas tak terima.
"Ya iyalah,Kak,kita belum tau siapa Dia,mulut Kakak nerocos terus menghina Dia",jawab Dina.
"Iya,selain nama Dia Laras dan Dia perempuan yang akan Papah nikahin,apalagi yang kita tau?",timpal Bayu.
"Eh Gue lakuin itu demi kita kok,Gue sengaja bersikap gitu supaya tu Cewe keder buat masuk ke keluarga kita,ngerti gak kalian?",Citra bicara bak provokator.
"Ya gak gitu juga kali caranya,Kak",ucap Bayu.
"Iya,kalau saja kita tadi bisa bicara baik-baik,mungkin pernikahan mereka bisa diundur atau malah dibatalkan,toh wanita tadi juga sempat mau memikirkan lagi.Maaf ya,Kak,aku juga menolak Papah menikah tapi aku dan Kak bayu berusaha bicara sama Papah dengan baik,tapi ucapan Kakak yang bikin semua buyar",Tambah Dina.
Bayu kembali bicara,"Kalau udah gini,apa yang terjadi,kita setuju ataupun tidak,Papah pasti akan menikah dengan Dia".
Mendengar perkataan kedua adiknya,Citra berpikir benar juga apa kata adiknya,tapi bukan Citra namanya kalau mau terima salah gitu aja.
"Tapi gak salah juga kali,kalau berhasil bikin Dia takut,Dia bakalan mundur dengan sendiri",ucap Citra.
"Mundur?,emang Kakak pikir kalau Dia mundur,pernikahan gak akan terjadi?",tanya Bayu.
"Ya iyalah,kalau baru kenalan aja Dia udah liat sikap Gue kaya gini,gimana kalau udah serumah,Dia bisa mikir bakalan kaya masuk neraka kali,bener gak?"Citra beladiri.
"iya Dia kaya masuk neraka,kita bakalan masuk neraka beneran,begitu kita berbuat yang enggak-enggak,siap-siap aja kita langsung dapat hukuman dari Papah.Papah gak akan tinggal diam,apalagi tau sikap kita sekarang",jawab Dina.
"Alah takut amat sih Lu,masa Papah mau lebih belain Dia ketimbang kita anaknya",ucap Citra.
"Ya kalau menurut Papah kita yang salah,ya pasti disalahinlah",ucap Bayu.
"Lagian Kakak pikir Papah sekarang pergi kemana?",tanya Dina.
"Ya nganterin Dia pulanglah",ucap Citra.
"Gak mungkin",ucap Bayu.
"Emang Lu pikir kemana mereka",tanya Citra.
__ADS_1
"Ternyata cara pikir Kakak cetek banget ya,pantesan aja ngomong gak dipikir akibatnya",ujar Bayu.
"Oh,Lu nganggap Gue ******?,kalau Lu pinter,emang mereka mau kemana?,ke KUA?",Citra bicara dengan nada meledek.
"Ya kemana lagi,kalau bukan ke rumah Eyang",jawab Dina.
"Tenang deh kalau gitu,Eyang gak mungkin ngijinin mereka menikah",ucap Citra.
"Tau darimana,Kak?,bisa yakin gitu?",tanya Dina.
"Eyang pasti gak akan setuju,cucunya punya Ibu Tiri,lagian mana mau Eyang punya menantu dari kalangan orang miskin,bener gak",jawab Citra.
"Kak,selain ngejek orang sama ngehina orang,apalagi sih isi otak Kakak?",tanya Dina.
"Maksud Lu?",Citra balik nanya.
"Jangan-jangan,bukan cuman aku aja yang Kakak ejekin,mungkin temen Kakak juga banyak yang gak suka sama Kakak",jawab Dina.
"Kok Lu ngomong gitu?",Citra bertanya lagi".
"Ya iya,dari tadi terus aja ngehina Tante Laras",jawab Dina.
"Lagian,Eyang itu orang yang bijaksana,gak mungkin main hina orang sembarangan seperti Kakak,malah kalau sampai tau Tante Laras kita perlakukan kaya gini,bisa-bisa malah simpati sama Dia",timpal Bayu.
"Iya,tapi gimana kalau sampai mereka jadi nikah?",tanya Bayu.
"Gak usah takut,mereka gak akan berhasil dapet restu dari Eyang",ujar Citra.
"Lagian,kalau sampai mereka jadi menikah,Gue gak akan mau datang di pernikahan dan pesta pernikahan mereka".tambah Citra.
"Aku setuju,Kak",kata Dina.
"Aku juga setuju,Kak",tambah Bayu.
"Deal ya,kita kompakan boikot pernikahan mereka,jadi apapun yang terjadi kita menolak pernikahan mereka",Citra senang karena adik-adiknya mendukung Dia.
Tiba-tiba Dewi datang mendekati mereka,hendak membereskan gelas yang masih berada diatas meja.Sambil membereskan,iseng Dewi bertanya.
"Duh,tumben akur,lagi pada ngobrolin apa nih?",tanya Dewi.
"Duh juga,tumben Bu Dewi kepo juga...hahahaha",jawab Dina sambil tertawa.
__ADS_1
"Oh ya Bu Dewi,gimana kalau Bu Dewi aja yang jadi Ibu Tiri kami,mau enggak?",tanya Dina.
Mendengar itu,spontan saja Dewi tertawa keras..
"Ah,Non Dina ada-ada aja,hahaha",kata Dewi.
"Ih,bukan ada-ada aja,mau gak?",kata Dina kembali bertanya.
"Non,non,kalau Bu Dewi menikah sama Papah kalian,itu Mang Jaja sama anak Bu Dewi mau diapain?,mau diikat di rumah?,hahahaha",jawab Dewi.
"Oh iya,lupa aku,hahaha",Dina pun tertawa.
"Oh iya,Bu Dewi bantuin kami dong!",kata Citra.
"Bantuin apa,Non Citra?",tanya Dina.
"Bantuin bicara sama Eyang,supaya Eyang gak restuin pernikahan Papah,Bu Dewi kan udah dianggap keluarga sama Eyang",jawab Citra.
"Oh",kata Dewi.
"Oh doang?",kata Citra.
"Non,itu adalah masalah keluarga kalian,saya tidak punya hak dan kewajiban buat ikut campur.Memang iya,Bu Dewi sudah dianggap keluarga,tapi Bu Dewi tetap saja hanya orang yang bekerja dan menerima gaji disini.Kalau Bu Dewi berani ikut campur urusan kalian,bisa-bisa Papah kalian pecat Bu Dewi dan Mang Jaja.Kalau sampai begitu,memang kalian mau menanggung biaya hidup kami?,kalian saja masih tergantung dari pemberian Papah kalian",kata Dewi.
"Ya tapi kami gak ingin punya Ibu Tiri",kata Dina.
"Loh,tadi nawarin Bu Dewi",kata Dewi sambil tersenyum.
"Ya kan kalau dengan Bu Dewi,kami udah tau Bu Dewi orang baik",jawab Dina.
"Kalau menurut Bu Dewi,jangan berprasangka buruk dulu!.Siapa tahu Dia wanita yang baik dan cocok jadi Ibu baru kalian.Kalian hanya belum saling kenal saja,kalian menolak seperti apapun,toh banyak pertimbangan Papah kalian hingga berniat menikah lagi",Dewi mencoba menasehati.
"Gimana kalau Dia jahat?,dan melukai kita,apalagi Irma masih kecil",Tanya Citra.
"Ah Non Citra,seperti anak kecil aja,ya kalau terjadi hal seperti itu,ya laporin Polisi aja.Papah kalian juga gak akan membiarkan hal seperti itu terjadi",jawab Dewi.
"Ya udah ya Non,Bu Dewi mau lanjutin kerja lagi",Dewi akhirnya meninggalkan mereka.
Begitu Dewi pergi,Citra langsung mengambil handphone.
"Mau apa,Kak?",tanya Bayu.
__ADS_1
"Telpon Eyang lah",jawab Citra.
Setelah telepon tersambung,dimulailah pembicaraan Nenek dan Cucunya.Panjang lebar mereka bicara,Citra mengeluarkan semua jurus-jurusnya,supaya ucapannya dipercaya.