
Hasyki terbangun dengan perasaan yang bingung, tidak tahu di mana ia berada setelah kembali dari penjara Otsutsuki. Tubuhnya terasa lemah dan ia melihat sekitar mencoba memahami lingkungan baru tempat ia berada.
Hasyki: (dalam hati) "Apa yang terjadi? Di mana aku? Dan lebih penting lagi, di mana Mia? Apakah dia baik-baik saja?"
Saat perlahan-lahan aurah hitam yang tadinya mengelilingi tubuhnya mulai memudar, Hasyki menyadari bahwa ia telah melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya. Ia merasa kaki dan lehernya yang sudah terbebas. Hasyki mulai membuka mata kirinya yang sebelumnya selalu tertutup.
Hasyki: "Mia... Aku harus mencari tahu di mana dia berada."
Dengan tubuh yang masih lemah, Hasyki mengumpulkan kekuatannya. Ia merasa bahwa dengan mata Rinnegan-nya, ia dapat mencari tahu keberadaannya dan apa yang telah terjadi selama ia terjebak dalam penjara Otsutsuki. Dalam keadaan yang tidak pasti ini, Hasyki bertekad untuk menemukan Mia dan memastikan bahwa ia aman.
Mia, terjebak dalam posisi yang sangat sulit dan tidak tahu apa yang telah terjadi, merasakan perubahan di sekelilingnya. Dia merasa seperti ada seseorang yang mencoba menembus penghalang dimensi tempatnya berada sekarang. Mata ungu Mia mulai berkilat saat ia merasakan energi yang berusaha meretas penghalang tersebut.
Mia: (berbisik dengan penuh harap) "Hasyki, tolonglah... Segera datang menyelamatkan aku."
Sementara itu, di sekitar tubuh Mia, garis-garis hitam dengan pola karma yang aneh terlihat, menandakan bahwa Klan Otsutsuki telah menanamkan segel karma kekuatan Kaguya padanya. Ini adalah proses untuk membangkitkan kembali Kaguya dan mengendalikan kekuatannya. Mia merasa terbatas oleh segel ini, dan satu-satunya harapannya adalah pada saudaranya, Hasyki.
Di tempat yang berbeda, Hasyki, dengan mata Rinnegan-nya, mencoba untuk mencari jejak Mia, tetapi ia merasa bingung oleh perubahan alam bawah sadarnya. Namun, ia merasa panggilan dalam hatinya, seolah-olah Mia memanggilnya dengan penuh keputusasaan. Hasyki merasa bahwa ia harus segera mencari Mia dan menyelamatkannya, tidak peduli apa pun yang terjadi.
Hasyki membuka mata kirinya, dan seketika ruang sekitarnya tampak terdistorsi, seperti akan hancur. Dia merasa kuatnya kemampuan mata kirinya yang menakutkan dan segera menyadari bahwa ia harus segera menutup mata itu, sebelum kemampuan tersebut menghancurkan ruang waktu di sekitarnya.
Dalam sekejap, Hasyki menutup mata kirinya dengan topeng yang ia buat dengan kekuatan ruangnya dan merasakan ketenangan kembali. Dia merasa bahwa kemampuan mata kanannya, yang tampaknya baru saja bangkit, memberinya rasa aman dan keseimbangan. Namun, ia juga merasa kehadiran yang dekat, aura yang akrab.
__ADS_1
Hasyki: (dalam hati) "Ini... Ini adalah aura Kaguya. Apakah Mia...?"
Dengan hati yang penuh cemas, Hasyki membuka mata kanannya lagi, kali ini dengan lebih hati-hati. Ia melihat Mia, yang terkurung dalam ruangan gelap dan diikat dengan pola aneh yang menghiasi seluruh tubuhnya. Hasyki merasa marah dan frustasi, melihat saudaranya dalam kondisi seperti itu, dan air mata bahkan mulai merembes dari matanya.
Hasyki: (dalam hati, dengan tekad kuat) "Aku akan menyelamatkanmu, Mia. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu."
Hasyki segera memfokuskan dirinya pada cara untuk membebaskan Mia dan merencanakan strategi penyelamatan yang baik. Dengan kekuatan Rinnegan dan mata kanannya yang kuat, ia siap untuk menghadapi apapun yang menghalangi mereka.
Dalam kegelapan ruang yang terdistorsi, Mia merasa hampa dan takut. Dia merasakan energi hitam yang mencekam di sekitarnya dan telah menyerah dalam hatinya. Mia tahu bahwa dia berada dalam bahaya besar, dan satu-satunya yang dia pikirkan adalah keselamatan saudaranya, Hasyki.
Mia menutup matanya, siap menerima segala yang akan terjadi. Airmatanya mengalir tanpa henti, dan dengan gemetar, ia berkata, "Aku siap, asalkan saudaraku selamat."
Tapi tiba-tiba, Mia merasa sesuatu mendekatinya. Dia merasakan seseorang berada di dekatnya. Mia membuka mata perlahan, masih takut dengan apa yang akan dia temui. Dan di depannya, dia melihat sosok yang tampaknya telah membuat ruang terpecah.
Hasyki melangkah maju, menunjukkan wajahnya yang penuh perasaan kekaguman dan cinta. Mia masih tidak menyadari siapa yang berdiri di hadapannya, tapi Hasyki dengan lembut mendekat dan meraih Mia dalam pelukannya.
Hasyki: (dengan suara lembut) "Mia... aku di sini. Aku akan selalu melindungimu."
Mia: (mengenali suara itu) "Hasyki...?"
Airmata Mia terus mengalir, tetapi kali ini bukan lagi karena ketakutan, melainkan karena kelegaan dan rasa cinta yang mendalam. Hasyki memeluk Mia erat, memberinya kehangatan dan keamanan yang begitu dia butuhkan.
Mia: (dengan suara tersedu-sedu) "Aku tidak ingin kehilanganmu, Hasyki. Aku rela mati demi kamu."
__ADS_1
Hasyki: (dengan penuh rasa) "Kita tidak akan mati, Mia. Aku akan membawa kita keluar dari sini, dan kita akan bersama lagi."
Dalam pelukan Hasyki, Mia merasa ketenangan dan harapan kembali. Meskipun mereka berada dalam situasi yang sangat sulit, mereka tahu bahwa dengan cinta dan dukungan satu sama lain, mereka dapat mengatasi segala rintangan.
yang kanan '' ZETSU HITAM"
Mia yang masih terguncang dalam pelukan Hasyki akhirnya mulai bercerita. Suara Mia yang penuh dengan rasa sedih dan keputusasaan terasa begitu tulus.
Mia: (dengan suara gemetar) "Hasyki, mereka... mereka ingin menggunakan tubuhku untuk membangkitkan Kaguya. Aku hanya wadah bagi mereka, Hasyki. Mereka akan mengorbankanku..."
Hasyki merasakan kemarahan yang mendalam tumbuh di dalam dirinya. Dia memahami bahwa Mia tidak memilih untuk berada dalam situasi ini, dan dia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi saudaranya sepenuhnya.
Hasyki: (dengan suara penuh emosi) "Mia, aku tidak akan membiarkan mereka melakukan itu! Kita akan melarikan diri dari sini bersama-sama, dan aku akan melindungimu, tidak peduli apa yang terjadi."
Mia: (dengan mata berkaca-kaca) "Tapi bagaimana? Mereka sangat kuat, Hasyki. Aku takut kita tidak bisa melawannya."
Hasyki: (dengan tekad yang kuat) "Kita mungkin tidak kuat sekarang, Mia, tapi kita memiliki satu sama lain. Bersama, kita bisa mengatasi segala rintangan. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."
Mia: (dengan perasaan haru) "Terima kasih, Hasyki. Aku sangat beruntung memiliki saudara seperti kamu."
Hasyki: (dengan senyum penuh kasih) "Aku juga sangat beruntung memiliki kamu, Mia. Kita akan keluar dari sini, dan kita akan menghadapi masa depan bersama."
__ADS_1
Dalam saat-saat yang penuh emosi ini, Hasyki dan Mia merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya. Mereka tahu bahwa perjuangan mereka belum berakhir, tetapi dengan cinta dan tekad yang kuat, mereka siap menghadapinya bersama-sama.