
Hasyki dan Mia, setelah berhasil melarikan diri dari ruang penjara yang misterius, merasa lega. Mereka tahu bahwa pertarungan besar belum berakhir, tetapi setidaknya mereka memiliki satu sama lain dan kekuatan persaudaraan untuk menghadapinya.
Hasyki merasa berterima kasih bahwa Mia percaya kepadanya dan menyadari bahwa mereka adalah satu-satunya keluarga yang mereka miliki. Mereka harus mengatasi segala rintangan bersama-sama, dan Hasyki bersumpah untuk melindungi Mia dengan segala cara yang dia bisa.
Mia, sementara itu, merasa aman dalam pelukan hangat saudaranya. Dia tahu bahwa mereka akan menghadapi berbagai bahaya di masa depan, tetapi dia juga tahu bahwa mereka akan berjuang bersama-sama. Kekuatan mata hitam Hasyki yang misterius tampaknya menjadi sumber kekuatan yang bisa mereka andalkan.
Ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka, Hasyki merenungkan tentang kemampuan mata hitamnya yang telah terbuka. Dia tahu bahwa itu adalah kekuatan yang kuat, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus belajar mengendalikannya dengan baik. Hasyki bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi, tidak hanya untuk melindungi Mia, tetapi juga untuk mengungkap misteri di balik kemampuan mata hitamnya.
Mereka berdua melangkah ke masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, tetapi dengan tekad yang kuat dan persaudaraan yang mendalam, mereka siap menghadapi semua yang akan datang.
Hasyki: (dengan tekad yang kuat) Mia, kamu harus bertahan! Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu!
Mia: (dengan lemah) Hasyki, aku tahu kau akan melindungiku... Tapi aku begitu lemah...
Hasyki: (memeluk Mia dengan erat) Kamu tidak sendirian, Mia. Kekuatan ini... (menunjuk ke matanya yang berkilat) ...akan kita gunakan bersama. Kita adalah satu tim, satu keluarga.
__ADS_1
Mia: (menangis) Terima kasih, Hasyki. Aku takut, tapi aku tahu kau akan selalu ada untukku.
Hasyki: (dengan tegas) Aku berjanji, Mia, kita akan keluar dari situasi ini bersama-sama. Kita akan menghadapi mereka dengan kekuatan kita yang baru. Siap?
Mia: (mengangguk) Siap!
Dalam keadaan yang semakin memanas, Hasyki dan Mia bersiap untuk melanjutkan pertempuran dengan tekad yang lebih kuat. Mereka tahu bahwa mereka hanya bisa mengandalkan satu sama lain dalam situasi ini, dan bersama, mereka akan mencoba yang terbaik untuk melawan ancaman Otsutsuki dan menyelamatkan diri mereka.
Hasyki, yang masih memendam amarah, merentangkan tangan dengan mata hitamnya yang terbuka lebar. Dengan sepenuh kekuatan yang masih dia miliki, dia mengirimkan gelombang energi gelap dari mata hitamnya menuju anggota Otsutsuki yang menyerang.
Hasyki: (dengan emosi yang mendalam) Kalian tidak akan melukai Mia atau keluargaku lagi!
Namun, Shibai, yang melihat situasi ini, dengan cepat membelah ruang dan menghilang sebelum bisa diserap oleh mata hitam Hasyki.
Shibai: (berbicara pada dirinya sendiri) Sialan! Aku harus menarik mundur sementara.
__ADS_1
Sementara Shibai berhasil menghindari serangan Hasyki, anggota Otsutsuki lainnya tidak seberuntung itu. Mereka terserap ke dalam mata hitam Hasyki, yang mulai memudar ketika kekuatan mereka diserap.
Hasyki: (dengan lega) Ini adalah ujian terakhir kalian... Semua akan menjadi satu dengan mata hitam ini.
Mia, yang melihat perubahan Hasyki, merasa lega bahwa saudaranya berhasil mengendalikan kemampuannya. Dalam keadaan yang sulit, Hasyki dan Mia bersama-sama berjuang untuk melawan anggota Otsutsuki dan mengejar Shibai yang melarikan diri.
Hasyki, yang menyadari bahwa dia tak sengaja membuka mata kanannya yang memiliki kekuatan merusak, tahu bahwa dia harus segera menutupnya sebelum lebih banyak kerusakan terjadi. Dengan cepat, dia menyelimuti dirinya sendiri dan Mia dalam lapisan pelindung dari chakra.
Hasyki: (sambil berbicara dengan cepat) Mia, tolong jaga aku dan pastikan aku tidak kehilangan kendali sepenuhnya. Saya akan berusaha untuk menutup mata kanan saya dan membatasi kerusakannya.
Mia, yang merasa khawatir melihat situasi ini, mengangguk dengan tegas. Dia tahu bahwa dia harus menjaga saudaranya agar tidak terluka lebih parah.
Mia: (dengan penuh tekad) Aku akan menjagamu, Hasyki. Lakukan apa yang harus kamu lakukan.
Hasyki mulai berkonsentrasi dan berusaha menutup mata kanannya yang kuat. Chakra yang melimpah dari matanya mulai ditarik kembali ke dalam dirinya. Namun, proses ini tidak mudah, dan Hasyki merasa sakit karena usahanya.
__ADS_1
Sementara itu, sekitar mereka, kerusakan yang disebabkan oleh mata kanan Hasyki terus meluas. Ruangan di sekitarnya hancur, dan mereka harus keluar sebelum semuanya runtuh.
Hasyki berjuang dengan keras untuk mengendalikan mata kanannya, dan Mia terus menjaganya dengan penuh perhatian. Waktu menjadi krusial, dan keduanya harus segera keluar dari sana sebelum semuanya terlambat.