
Di suatu zaman, dimana sihir menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari berdirilah kerajaan iblis dan beberapa kerajaan manusia yang meliputi kerajaan mawar, tulip, anggrek dan teratai yang saling berdampingan.
Iblis yang menguasai sihir kehancuran sedangkan manusia yang menguasai sihir pemanggilan.
Suatu saat di singgasanah raja iblis, "JENDRAL!" ucap raja iblis.
Kemudian jendral menghadap dia, "Ada apa paduka?"
Kemudian raja iblis berdiri dari tempat duduk, "KITA AKAN MEMPERLUAS KERAJAAN. SIAPKAN PASUKAN NYA SEKARANG!" Merentangkan tangan kanan ke depan.
"Baik paduka. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu!"
"Silahkan."
*Krik ...* Pintu nya dibuka dari dalam oleh kedua penjaga. Kemudian jendral menuju ke ruangan komandan sementara pintu nya ditutup kembali oleh penjaga.
Di ruangan komandan, *Krik ...* pintu nya dibuka dari luar. Terlihat terdapat beberapa komandan yang sedang berkumpul. Kemudian mereka menghadap ke pintu, "Ternyata jendral. Ada apa?" ucap salah satu komandan.
"Saya punya perintah dari paduka untuk kalian!"
"Apa itu?"
"Paduka menyuruh kalian untuk mengumpulkan pasukan guna memperluas kekuasaan."
"Baiklah." ucap mereka.
Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut lalu mulai mengumpulkan pasukan di setiap divisi masing-masing sembari diawasi oleh jendral.
Beberapa menit kemudian, sebuah barisan pasukan kerajaan siap di halaman istana. Kemudian salah satu komandan menghampiri dia, "Pasukan kita sudah siap. Apa bisa kita mulai menyerang sekarang?" ucap salah satu komandan.
"Tunggu sebentar!"
"Baiklah."
Kemudian jendral kembali ke ruangan raja iblis.
Di ruangan raja iblis, *Krik ...* Pintu dibuka dari luar oleh kedua penjaga. Kemudian dia menghampiri raja iblis sementara pintu nya ditutup kembali oleh penjaga.
"Lapor paduka! Pasukan kita sudah siap untuk menyerang kapan pun." ucap dia.
"Kerja bagus. Serang kerajaan manusia sekarang!"
"Baik paduka."
*Krik ...* Pintu nya dibuka dari dalam oleh kedua penjaga. Kemudian dia kembali ke komandan pasukan sementara pintu nya ditutup kembali oleh penjaga.
Di sebuah pasukan, jendral menghampiri komandan tadi.
"Kalian sudah mendapatkan persetujuan dari paduka!" ucap dia.
"Baiklah."
"Kita sudah mendapat perintah dari paduka. SAATNYA MENYERANGG!!!" Teriak komandan tadi sembari mengangkat senjata.
"GRAA!!!" Teriak pasukan iblis dengan lantang sembari mengangkat senjata.
Kemudian pasukan berkuda iblis beserta para komandan bergerak menuju kerajaan Mawar.
Beberapa menit kemudian, di perbatasan kerajaan Mawar.
"Itu apa? seperti gerombolan pasukan!" ucap pengawas menara yang kebetulan melihat dari kejauhan.
"Benarkah?" ucap teman nya.
"Coba kamu lihat sendiri!"
"Baiklah."
Kemudian teman nya menggunakan ...
"Ga-gawat nih. Me-mereka adalah pasukan iblis yang sedang menuju kemari!" ucap dia dengan raut wajah yang sedang gelisah.
Seketika itu, "PA-PASUKAN IBLIS?!" ucap pengawasan dengan raut wajah yang sedang terkejut.
Kemudian dia menoleh ke bawah, "PASUKAN IBLIS AKAN MENYERANG KERAJAAN INI. SIAPKAN PERTAHANAN NYA SEKARANG!" Teriak dengan lantang.
"BAIK." Teriak penjaga perbatasan dengan lantang.
Kemudian mereka mulai mempersiapkan nya sementara pengawas menoleh ke dia, "Sampaikan ke raja bahwa kerajaan akan diserang oleh pasukan iblis!"
"Baiklah."
Kemudian dia turun dari menara lalu menaiki seekor kuda yang sedang menunggu. *PLAK!* Seutas tali dihentakkan. Kemudian dia bergegas ke kerajaan nya untuk menemui raja.
Tidak lama kemudian, pasukan iblis semakin mendekat ke perbatasan nya.
"PERBATASAN KERAJAAN MAWAR SUDAH TERLIHAT!!!" Teriak salah satu komandan iblis sembari mengangkat senjata ke depan.
"GRAA!!!" Teriak pasukan nya dengan penuh semangat.
"PASUKAN IBLIS SEMAKIN MENDEKAT. PERSIAPKAN DIRI KALIAN!!!" Teriak pengawas.
"GRAA!!!" Teriak penjaga nya dengan penuh semangat.
Kemudian pertempuran sengit pun terjadi. *Ting!* Pedang saling bersentuhan. *Wush!* Beberapa sihir saling menyerang. *Bruk!* Beberapa penjaga nya mulai berguguran karena terkena serangan pasukan iblis. *AA!!!* Teriakan penjaga nya mulai terdengar. *Duar!* Tembok perbatasan nya berhasil dihancurkan oleh salah satu komandan pasukan iblis. Akhirnya perbatasan kerajaan nya berhasil diterobos oleh pasukan iblis.
Seketika itu, pengawas menoleh ke belakang.
(Cih! Ternyata dengan kekuatan kita masih tidak cukup.) Terlintas dalam pikiran dia dengan raut wajah yang sedang kesal.
Kemudian pasukan iblis memukul mundur penjaga perbatasan nya.
"TETAP TAHAN MEREKA SAMPAI BALA BANTUAN DATANG!!!" Teriak pengawas.
"SIAP!!" Teriak penjaga nya.
Kemudian penjaga perbatasan berusaha untuk menahan mereka meskipun terdapat beberapa dari mereka yang berguguran.
Beberapa menit kemudian, dia sampai di halaman istana kerajaan. Kemudian dia turun dari kuda lalu menuju ke ruangan raja.
Di ruangan raja, *Krik ...* Pintu dibuka dari luar oleh kedua penjaga. Kemudian dia menghampiri raja sementara pintu nya ditutup kembali oleh penjaga.
"Lapor raja! Pasukan iblis sedang menuju kesini." ucap dia.
"PA-PASUKAN IBLIS!!" Dengan raut wajah yang sedang panik.
"JENDRAL!"
Kemudian jendral menghadap dia, "Ada apa raja?"
"SEGERA UNGSIKAN PENDUDUK DAN KIRIMKAN BALA BANTUAN KE PERBATASAN!"
"Baik raja."
"Kamu bisa ikut jendral!" Menunjuk penjaga tersebut.
"Baik raja."
"Kalau begitu kita pamit terlebih dahulu raja!"
"Silahkan."
*Krik ...* Pintu nya dibuka dari dalam oleh kedua penjaga. Kemudian keduanya menuju ke ruangan komandan sementara pintu nya ditutup kembali oleh penjaga.
Di ruangan komandan, *Krik ...* pintu nya dibuka dari luar. Terlihat terdapat beberapa komandan yang sedang berkumpul. Kemudian mereka menghadap ke pintu, "Ternyata jendral dan prajurit. Ada apa?" ucap salah satu komandan.
"Saya punya perintah dari raja untuk kalian!" ucap jendral.
"Apa itu?"
"Raja menyuruh kalian untuk mengumpulkan pasukan guna membantu penjaga perbatasan."
"Baiklah." ucap mereka.
Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut lalu mulai mengumpulkan pasukan di setiap divisi masing-masing sembari diawasi oleh jendral.
Beberapa menit kemudian, sebuah barisan pasukan kerajaan siap di halaman istana. Kemudian salah satu komandan menghampiri jendral, "Pasukan kita sudah siap. Apa bisa kita mulai membantu sekarang?" ucap salah satu komandan.
"Tunggu sebentar!"
"Baiklah."
Kemudian jendral menoleh ke prajurit, "Kamu bisa ikut dengan mereka ke perbatasan!"
"Siap."
Kemudian dia langsung bergabung dengan pasukan tersebut.
"Pasukan iblis sedang menuju kesini. Prajurit di bawah perintah komandan bertugas untuk membantu penjaga perbatasan sementara sisanya ikut saya mengungsikan penduduk!" ucap jendral.
"Baik." ucap pasukan kerajaan.
"SAATNYA MENYERANG!!" Teriak komandan tersebut sembari mengangkat senjata.
*GRAA!!* Teriak pasukan nya dengan lantang.
Kemudian pasukan berkuda komandan kerajaan menuju perbatasan sementara sebagai masih tinggal di halaman istana.
"Mari kita langsung ungsikan penduduk ke ruang bawah tanah kerajaan!" ucap jendral.
"Siap." ucap mereka.
__ADS_1
Kemudian mereka mulai menyebar di beberapa titik kota sembari mengetuk beberapa pintu rumah penduduk.
Kemudian para penduduk mulai keluar dari rumah. Melihat terdapat beberapa prajurit kerajaan, "Ada apa ini?" ucap mereka dengan raut wajah yang sedang bingung.
"Kerajaan kita akan diserang oleh pasukan iblis!" ucap para prajurit.
"Pa-pasukan iblis." Dengan raut wajah yang sedang ketakutan.
"Segera ikuti arahan dari kami agar kalian aman!"
"Baiklah."
Kemudian penduduk kerajaan mulai mengungsi sesuai arahan mereka.
Beberapa menit kemudian di perbatasan kerajaan, *Bruk!* Pengawas tersungkur di hadapan musuh.
"Mati kamu!" ucap musuh sembari melancarkan sihir ke dia. Namun, "Aghh!!!" musuh terpental di hadapan dia dikarenakan terkena sebuah serangan.
"HE!" ucap dia dengan raut wajah yang sedang terkejut.
Seketika itu, *Klutuk-klutuk!* Terdengar segerombol pasukan nya mendekat disertai "SAYA KEMBALI!!" Sebuah teriakan.
Kemudian dia menghadap belakang, (A-akhirnya bala bantuan datang!) Terlintas dalam pikiran.
Kemudian dia bangkit kembali, "BALA BANTUAN SUDAH TIBA!!" Teriak.
"PASUKAN IBLIS DI DEPAN SERANGG!!!" Teriak salah satu komandan.
"GRAA!!" Teriak pasukan nya.
Kemudian pertempuran tetap berlanjut sementara teman nya menghampiri pengawas.
"Kamu tidak papa?" ucap teman nya.
"Saya baik-baik saja. Ayo kita ikut!"
"Siap."
Kemudian keduanya melanjutkan pertempuran.
Namun, mereka tidak mampu menandingi kekuatan pasukan iblis.
*Bruk!* Pengawas tersungkur dengan penuh luka.
Teman nya yang kebetulan melihat dia, langsung menghampiri lalu turun dari kuda.
"Bertahanlah!" Sembari memangku pengawas.
"Sa-sampaikan ke raja bahwa pasukan kita tidak ma-mampu melawan pasukan iblis" Sembari menahan rasa sakit.
"Ta-tapi saya tidak ingin meninggalkan kalian!" Sembari meneteskan air mata.
"Su-sudahlah pergi sana!" Sembari menggenggam jubah dia.
"Ba-Baiklah" Sembari mencoba menahan rasa sedih namun tidak bisa.
Kemudian teman dia menaiki nya kembali lalu bergegas menuju ke kerajaan nya sementara pasukan kerajaan mawar mulai di sudutkan ke kerajaan.
Beberapa menit kemudian di kerajaan Mawar, dia berpapasan dengan jendral.
Jendral yang kebetulan melihat dia kembali sendiri, "BERHENTI!" Sembari menghalangi jalan.
Seketika itu, *Ngik!* Seutas tali di tarik.
"Kenapa kamu kembali sendiri?"
"Pasukan kita tidak mampu menahan kekuatan pasukan iblis."
"GAWAT NIH! Silahkan dilanjut!"
"Oke."
Kemudian dia menuju ke istana raja sementara jendral menghadap ke mereka.
"PERCEPAT PENGUNGSIAN!" Teriak dia.
"Baik." ucap mereka.
kemudian mereka mempercepat nya.
Di halaman istana, dia menuruni nya lalu menuju ke ruangan raja.
Di ruangan raja, *Krik!* pintu nya dibuka dari luar oleh kedua penjaga. Kemudian dia menghampiri raja, "Lapor raja! pasukan iblis semakin mendekat ke ibu kota."
"KENAPA BISA BEGINI!" Dengan raut wajah yang sedang kesal sembari menghentakkan kursi.
Tidak lama kemudian, *DUAR!! AGHHH!!* ledakan disertai teriakan para warga nya terdengar.
Melihat pasukan iblis yang sedang memusnahkan kota beserta penduduk nya, (Ti-tidak mungkin!) ucap dia dengan raut wajah yang sedang gelisah sembari mundur perlahan.
Kemudian dia kembali ke ruangan, "PENASEHAT! PENGAWAL!" Sembari berteriak.
Kemudian keduanya menghampiri dia, "Ada apa raja?"
"ANTAR SAYA KE RUANGAN KOMUNIKASI!"
"Baiklah."
Kemudian mereka menuju ke ruangan komunikasi.
Di ruangan komunikasi, *Krek ...* pintu nya dibuka oleh pengawal. Kemudian keduanya langsung menghampiri cermin komunikasi sementara pintu nya ditutup kembali oleh dia.
Kemudian pengawal mengaktifkan cermin tersebut untuk menghubungi para raja di kerajaan lain sementara pengawal menunggu nya di samping pintu ruangan.
Beberapa menit kemudian, beberapa raja dari kerajaan lain muncul di cermin tersebut satu per satu. Kemudian penasehat kembali ke samping raja.
"Silahkan raja!" ucap penasehat.
"Baik." ucap raja
"Kenapa memanggil kami?" ucap raja kerajaan anggrek.
"Kerajaan saya sedang diserang pasukan iblis. Saya butuh bantuan kalian!" ucap raja.
"Itu kan urusan kamu. Kenapa saya harus membantu!" ucap raja kerajaan anggrek.
"Sudah-sudah jangan begitu!" ucap raja kerajaan tulip.
"Memangnya segenting itu kah?" ucap kerajaan anggrek.
"Bet-" ucap raja.
*Duar!* Tiba-tiba pintu ruangan dihancurkan dari luar.
Sontak, keduanya menghadap ke belakang sementara pengawal langsung melindungi mereka sembari dilihat oleh raja lain.
Terlihat dua komandan iblis yang memasuki nya.
"Akhirnya kita menemukan kamu!" ucap salah satu komandan iblis sembari menunjukkan raut wajah yang seram.
*Sring!* Sebuah pedang di keluarkan dari wadah oleh pengawal.
"TIDAK AKAN KUBIARKAN KALIAN MEMBUNUH RAJA SAYA!" ucap dia dengan tegas sembari menghunuskan nya ke keduanya.
"BAIKLAH KALAU ITU KEINGINAN KAMU!" ucap komandan iblis tadi.
Kemudian terjadilah pertarungan sengit diantara keduanya.
Beberapa menit kemudian, *Bruk!* Pengawal tersungkur di hadapan keduanya dengan penuh luka di tubuh. Kemudian keduanya mendekat ke dia.
"Kamu tidak papa?" ucap raja sembari memegangi punggung dia.
Kemudian pengawal menoleh ke raja, "Sa-saya tidak mampu lagi bertarung!" Sembari menahan rasa sakit.
Sementara komandan tadi kembali ke teman nya.
"Kerja bagus!" ucap teman nya sembari menepuk ringan pudak dia.
Kemudian raja menoleh ke Penasehat, "Kamu tolong jaga dia!"
"Baiklah." ucap penasehat.
Kemudian raja mendekat ke komandan tersebut.
(Sepertinya ini giliran saya!) ucap teman nya.
Kemudian dia mendekat juga ke raja tersebut.
Kemudian terjadilah pertarungan sengit diantara keduanya.
Beberapa menit kemudian, *Dud!* Sihir komandan iblis mengenai jantung dia.
*Guk!* Cipratan darah keluar dari mulut raja.
Penasehat yang kebetulan melihat nya berteriak "RAJAA!!!" dan para raja yang ikut menyaksikan menjadi gelisah.
*Bruk!* Raja tersebut tergeletak tidak bernyawa di hadapan dia dengan darah keluar dari tubuh. Kemudian teman nya kembali.
Sebuah portal tiba-tiba terbuka di hadapan mereka. Kemudian muncul raja iblis lalu portal menutup kembali.
"Selamat datang paduka." ucap kedua komandan iblis sembari membungkukkan badan.
Kemudian Raja iblis menghampiri dia, "Kerja bagus kalian." Sembari menepuk ringan pundak dia.
__ADS_1
"Terma kasih paduka." ucap kedua keduanya.
Kemudian dia mendekat ke cermin tersebut sementara raut wajah penasehat yang sedang ketakutan.
"Halo para raja. Kebetulan sekali kalian hadir." ucap raja iblis dengan tatapan yang seram.
"KURANG AJAR! APA MAU KAMU, IBLIS!" ucap raja kerajaan anggrek.
"Mau ku! Menghancurkan kerajaan kalian secepatnya." Sembari mengeluarkan sebuah sihir di tangan.
*Duar!* Cermin tersebut dihancurkan oleh raja iblis.
Kemudian dia kembali ke komandan nya, "Tawan mereka yang masih hidup!"
"Siap paduka." ucap kedua komandan.
Kemudian raja iblis membuka portal lalu memasuki nya. Kemudian portal menutup kembali.
"Ma-maafkan saya ... Ti-tidak bisa ... Me-melindungi ... Ka-kal-" ucap pengawal dengan nafas tersendat-sendat.
Seketika itu, penasehat menoleh ke dia.
"BERTAHANLAH!!" ucap dia.
Namun, pengawal langsung tewas di hadapan dia.
"Pengawal ... Raja ...." ucap penasehat sembari menangis.
Sementara salah satu komandan iblis menghampiri dia, "KAMU IKUT KAMI!"
"Baiklah." ucap dia dengan nada rendah sembari menundukkan kepala.
Kemudian dia menawan penasehat. Akhirnya kerajaan Mawar jatuh di tangan kekuasaan raja iblis.
Kemudian para raja kerajaan membentuk sebuah aliansi setelah mengadakan pertemuan untuk merespon sebuah ancaman dari raja iblis yang ditujukan ke mereka.
Kemudian para raja kerajaan mulai mengerahkan pasukan ke perbatasan.
Di sebuah lab penelitian akademi sihir, terdapat para penyihir yang diutus dari seluruh kerajaan yang mengelilingi sebuah simbol di tengah dengan memegangi sebuah buku.
"Mari kita mulai pemanggilan pahlawan!" ucap salah satu dari mereka.
"Baiklah." ucap mereka.
Kemudian mereka merentangkan tangan kanan ke depan.
"Wahai dirimu yang mampu mengusir malapetaka dan membawa kejayaan bagi manusia. Dengarkanlah kami yang membutuhkan bantuan kamu!" Sebuah mantra diucapkan oleh mereka.
Kemudian sebuah cahaya terang muncul dari simbol tersebut. Seketika itu, muncul empat pahlawan di hadapan mereka lalu cahaya menghilang.
"Kenapa memanggil kami?" ucap salah satu pahlawan.
"Iblis sedang memperluas kekuasaan. Kami butuh bantuan kalian!" ucap penyihir tadi.
"Oke." ucap para pahlawan.
Kemudian seorang komandan pasukan menghampiri mereka, "Mari ikut saya ke perbatasan!"
"Baiklah." ucap mereka.
Kemudian mereka menuju ke perbatasan.
Beberapa menit kemudian di perbatasan antar kerajaan, terlihat terdapat sebuah pasukan aliansi. Kemudian mereka bergabung dengan pasukan.
"PARA PAHLAWAN SUDAH TIBA. SAATNYA MENYERANG!!" Teriak komandan sembari mengangkat senjata.
"GRAA!!" Teriak mereka dengan lantang.
Kemudian pasukan aliansi menuju ke kerajaan mawar.
Beberapa menit kemudian di kerajaan mawar, salah satu komandan iblis melihat gerombolan pasukan manusia yang sedang menuju kemari.
"PASUKAN MANUSIA MENUJU KEMARI. SAATNYA MENYERANG!!!" Teriak dia.
"GRAA!!" Teriak mereka dengan lantang.
Kemudian mereka menuju ke pasukan tersebut. Akhirnya pertempuran sengit terjadi. Beberapa menit kemudian, pasukan aliansi berhasil menyudutkan pasukan iblis sampai ke kerajaan iblis.
Kemudian kedua pahlawan menerobos pasukan iblis untuk menuju ke istana iblis.
Di istana iblis, "BERHENTI KALIAN" ucap kedua penjaga pintu nya sembari menghalangi mereka dengan serangan.
Namun, *Duar!* pintu nya dihancurkan oleh pahlawan dengan kedua penjaga ikut terpental.
Kemudian mereka memasuki nya lalu menuju ke ruangan raja iblis sembari bertarung dengan musuh yang ditemui.
Beberapa menit kemudian di ruangan raja iblis, "Sepertinya itu ruangan raja iblis!" ucap pahlawan pedang sembari menunjuk kearah ruangan yang dijaga.
"Saya juga berpikir seperti itu." ucap pahlawan tombak.
"Kalau begitu mari kita terobos!"
"Baik."
Kemudian keduanya menghampiri nya, "SIAPA KALIAN!" ucap penjaga pintu sembari mengarahkan tombak ke keduanya.
Tanpa pikir panjang, *DUAR!* Pintu nya dihancurkan oleh pahlawan dengan kedua penjaga ikut terpental.
"Akhirnya kita menemukanmu, raja iblis!" ucap pahlawan pedang sembari menghunuskan pedang ke dia.
"Hebat sekali kalian mampu sampai kesini." ucap raja iblis sembari menunjukkan muka seram.
Namun, pahlawan tidak takut akan gertakannya. Kemudian pengawal nya menghadap ke raja, "Permisi paduka."
Kemudian raja iblis menoleh ke dia, "Ada apa?"
"Biar saya saja yang melawan mereka!" dengan percaya diri.
"Baiklah. Saya akan melihat kemampuan kamu!" Dengan raut wajah yang sedang serius.
"Terima kasih, Paduka."
Kemudian dia turun lalu menghadap pahlawan tersebut.
"TIDAK AKAN KUBIARKAN KALIAN MEMBUNUH PADUKA SAYA!" ucap pengawal dengan tegas.
"BAIKLAH KALAU ITU MAU KAMU!" ucap pahlawan tombak.
Kemudian pertarungan sengit diantara keduanya terjadi. Beberapa menit kemudian, *BRUK!* Pengawal nya tersungkur di hadapan raja dengan beberapa luka di tubuh.
Kemudian dia menghadap ke raja, "Mo-Mohon maaf paduka saya telah mengecewakan anda." Sembari menahan rasa sakit.
"Cih..!" Dengan raut wajah yang sedang kesal.
Kemudian raja turun lalu menghadap ke pahlawan sementara pahlawan pedang mendekat ke teman nya yang sedang menahan beberapa luka di tubuh.
"Kamu tidak papa?" ucap pahlawan pedang sembari menepuk ringan pundak dia.
"Di-dia lumayan kuat juga!" Dengan nafas tersendat-sendat.
Kemudian pahlawan pedang menoleh ke dia, "Seperti ini giliran saya."
"Hati-hati mu-mungkin dia lebih kuat!"
Kemudian pertarungan sengit terjadi di antara keduanya. Beberapa menit kemudian, *Sring!* Tanduk raja iblis terpotong.
*Wush!* Serangan raja iblis mengenai tubuh pahlawan yang membuat dia terpental.
(Cih! sedikit lagi saya bisa membunuh dia!) Terlintas dalam pikiran pahlawan.
Kemudian raja iblis mundur, "Cih! Hebat sekali kamu." Sembari memegangi tanduk kanan yang terpotong.
Kemudian dia menoleh ke pengawal, "Kamu masih bisa berdiri kan?"
"Bi-bisa paduka."
Kemudian raja iblis merentangkan tangan kanan ke samping sementara pengawal nya berdiri. Kemudian sebuah portal terbuka.
"KALI INI KITA MENGALAH. SUATU SAAT AKAN SAYA REBUT KEMBALI KERAJAAN SAYA!" ucap raja iblis dengan tegas.
Kemudian raja iblis beserta pengawal memasuki portal.
Seketika itu, "JANGAN KABUR KALIAN!" ucap pahlawan pedang dengan tegas.
Kemudian dia mengejar mereka. Namun, dihentikan oleh temannya.
"Apa yang kamu lakukan?!" ucap pahlawan pedang.
"Tidak perlu mengejar mereka. Yang penting kita berhasil menaklukkan kerajaan ini!"
"Baiklah."
"Oh ya. Kita ambil tanduk tersebut lalu tunjukkan kepada pasukan kita."
"Siap."
Kemudian pahlawan pedang mengambil potongan tanduk raja iblis lalu membawa nya keluar.
Beberapa menit kemudian di depan prajurit aliansi, "KITA BERHASIL MENGUASAI KERAJAAN IBLIS!" Teriak pahlawan pedang sembari mengangkat nya.
"HORE!!" Teriak mereka sembari mengangkat senjata.
Sementara pasukan iblis yang masih hidup menjatuhkan senjata lalu menyerah.
______________________________________________
Pesan moral
Janganlah melakukan perbuatan keji jika tidak ingin menerima akibatnya
__ADS_1