Idol Iblis

Idol Iblis
kegiatan pertama grub musik


__ADS_3

Di kamar anggota grub, cahaya putih menembus cendela nya.


Tiba-tiba, *KRING!!* Alarm ponsel berbunyi dengan keras dari salah satu mereka.


Sontak, semuanya terbangun dari tidur.


*Klik!* Alarm ponsel di matikan oleh dia.


(Apakah ini sudah pagi?) ucap raja iblis sembari menggosok mata dengan tangan.


Kemudian pengawal menoleh ke dia, "Sepertinya iya paduka."


Tidak lama kemudian, *Tok-tok!* Pintu nya diketuk dari luar.


Kemudian mereka menoleh ke pintu.


"Silahkan masuk!" ucap Alek.


*Klik!* Pintu nya dibuka. Terlihat terdapat para senior yang sedang berdiri.


"Selamat pagi semuanya!" ucap mayor Rudi.


"Selamat pagi juga, kakak." ucap mereka.


"Tidur nya nyenyak?"


"Iya."


"Mari kita ke pemandian umum!"


"Baik."


Kemudian para junior keluar kamar. Kemudian Alek menutup nya lalu mengunci nya. kemudian mereka menuju ke pemandian umum.


Beberapa menit kemudian di pemandian umum, *Klik!* Pintu luar pemandian pria dibuka olehnya. Kemudian mereka memasukinya. Di dalam, mereka langsung melepaskan pakaian di ruang ganti. *Krek..* pintu dalam digeser olehnya. Kemudian mereka mulai membersihkan punggung terlebih dahulu secara bergantian di kursi kecil lalu membersihkan badannya.


Beberapa menit kemudian, mereka mengelap tubuh dengan handuk lalu memakai kembali pakaian. Mereka keluar dari pemandian tersebut.


"Oke sudah semua. Mari kami antar kalian ke kantin umum!" ucap mayor Rudi.


"Baik."


Kemudian mereka menuju ke kantin.


Di kantin, terlihat lalu-lalang orang.



"Kenapa raut wajah mereka sangat murung?" ucap raja iblis yang memperhatikan suasana.


"Oh jeli sekali kamu. Itu karena kebahagiaan mereka merasa direnggut." ucap Budi.


"Ho..."


Kemudian mereka menghampiri tempat pengambilan sarapan. Setelah selesai,


"Hmm...sepertinya tidak ada bangku kosong." Andi melihat sekeliling.


"Itu disana ada yang masih kosong." ucap salah satu perwira sembari menunjuk kearah pojokan.


Andi menatap tajam arah yang dimaksudnya.


"Oh iya. Kalau begitu mari kita langsung kesana!"


"Baik." jawab mereka.


Kemudian mereka menuju bangku tersebut dan mulai sarapan.


(Selamat makan.)


Beberapa menit kemudian, mereka selesai sarapan.


(Terima kasih atas makanannya.)


"Sudah kenyang kalian?" ucap mayor Rudi.


"Iya."


"Oke. Selanjutnya kita kembali ke ruangan musik untuk memulai kegiatan grup musik hari ini. Mari!"


"Baiklah." jawab mereka.


Kemudian mereka menuju ke ruangan musik di gedung utama.


Di ruangan musik, *Krik....* suara pintu dibuka dari luar.


"Silahkan kalian ambil kursi disana." ucap Andi sembari menunjuk tumpukan kursi di sudut ruangan.


Mereka menoleh ke arah yang dimaksudnya.


"Baik."


Kemudian mereka mengambilnya dan menatanya di tengah sementara para senior berdiri di hadapan mereka.


"Oke kalian bisa duduk."


"Baik."


Kemudian mereka duduk.


"Hari ini kita akan memulai kegiatan kita yang akan dipandu oleh kedua senior. Tapi pertama-tama kita akan perkenalan diri masing-masing dan sebutin alasan kalian." ucap mayor Rudi.


"Nama saya Rudi selaku mayor disini."


"Nama saya Budi sedangkan ini sahabat saya Andi. Kita sama-sama pensiunan perwira."


"Halo semuanya."


"Nama saya Alek pensiunan perwira. Alasan saya bergabung karena untuk mengisi waktu luang."


"Nama saya Yudi pensiunan perwira juga. Alasannya sama seperti Alek."


"Nama saya Deni sedangkan dia Dendi. Kami sedang mencari informasi terkait penerimaan idol."


"Halo semuanya."


"Oke. Untuk selanjutnya akan dipandu oleh kakak Budi dan Andi."


Dia menoleh ke keduanya.


"Saya serahkan sisanya ke kalian ya. Saya pergi dahulu."

__ADS_1


"Baik mayor."


Kemudian Rudi meninggalkan ruangan musik lalu keduanya menghadap mereka.


"Oke karena mayor Rudi sudah pergi mari kita mulai latihannya hari ini." ucap Budi.


"Baik." jawab mereka.


"Pertama-tama kita akan memulai latihan tingkatan suara."


Dia menoleh ke Andi.


"Andi boleh bantu saya mengoreksi mereka."


"Baiklah."


Mengembalikan pandangannya.


"Saya akan berikan contoh terlebih dahulu ya."


Kemudian dia menyuarakan huruf vokal dengan tingkatan nada yang berbeda.


"Oke selanjutnya giliran kalian satu per satu."


"Baik."


Kemudian mereka mempraktekkannya.


Beberapa menit kemudian, dia menoleh ke Andi.


"Bagaimana menurut kamu Andi?"


"Hmm.. sepertinya mereka sudah bagus." Menempelkan tangan ke dagu.


"Oke kalau begitu."


Dia mengembalikan pandangannya.


"Selanjutnya kita latihan menstabilkan suara dengan tingkatan nada selama 1 menit."


Dia menoleh ke Andi lagi.


"Andi boleh bantu set kan timer?"


"Baik."


Andi mengambil hp di saku lalu mulai mensetkan.


"Sudah siap?"


Budi mengacungkan jempol.


"Sesuai aba-aba saya ya. 1 2 3 mulai"


Kemudian dia mempraktekkannya di depan mereka.


"STOP!"


Kemudian dia menghentikannya.


"Jadi seperti itu ya. Nanti yang mensetkan timer kakak Andi sedangkan saya yang mengoreksi. Sekarang giliran kalian satu pes satu."


"Baik."


"Yosh... sepertinya kalian sudah bisa."


Hari semakin siang.


Di ruangan mayor Rudi, *Egh..!* dia meregangkan badan.


(Akhirnya selesai sudah kerjaan saya.)


Kemudian dia mengambil hp dari sakunya lalu mengecek jam.


(Sudah jam segini.)


Dia melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul 12:00 lalu dia menelpon Budi.


Di ruangan musik, *KRING..!* panggilan telepon masuk dari hp Budi.


Kemudian Budi mengambil hp dari saku lalu mengeceknya.


Andi menoleh ke dia.


"Panggilan dari siapa itu Budi?"


"Ternyata dari mayor Rudi."


"Angkat saja siapa tahu mayor ada keperluan."


Budi menganggukan kepala lalu menoleh ke mereka.


"Sebentar ya,"


Kemudian dia menjauh dari mereka lalu mengangkatnya.


"Halo mayor Rudi ada apa?"


"Bagaimana perkembangan kegiatan grub?"


"Kita sudah melakukan beberapa latihan."


"Kerja bagus. Sekarang waktunya mereka istirahat. Saya tunggu di kantin ya."


"Siap mayor, kami akan segera kesana."


"Oke."


Kemudian dia menutup panggilan lalu menghampiri mereka.


"Saya kembali."


"Ada apa tadi, Budi?"


Dia menoleh ke Andi.


"Oh tadi mayor menyuruh kita untuk ke kantin karena waktunya istirahat."


"Oke kalau begitu."


Dia Kembali menoleh ke mereka.

__ADS_1


"Kita istirahat terlebih dahulu nanti kita lanjutkan lagi. Mari kita ke kantin bersama!"


"Baik." jawab mereka.


Kemudian mereka menuju ke kantin.


Di kantin umum, mereka melihat mayor Rudi sedang menunggu di pintu masuk kantin langsung menghampirinya.


"Halo mayor Rudi" ucap Andi sembari melambaikan tangan.


Dia menghadap ke mereka.


"Oh kalian. Ayo kita masuk!"


"Baik."


Kemudian mereka mengambil sarapan lalu duduk di bangku kosong.


"Silahkan dinikmati sarapannya." ucap mayor Rudi.


(Selamat makan.)


Kemudian mereka sarapan dengan lahapnya.


Dia menoleh ke sahabatnya.


"Budi, Andi bagaimana perkembangan mereka?"


"Sudah lumayan bagus mayor." ucap Budi.


Kemudian Andi menganggukan kepala.


"Saya senang mendengarnya. Kalau begitu lanjutkan sarapannya."


"Baik." jawab keduanya.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai sarapan.


(Terima kasih atas makanannya.)


"Ya sudah saya ingin lanjutkan pekerjaan saya." ucap mayor Rudi.


"Oh kalau begitu kita juga lanjutkan kegiatan grubnya." ucap Andi.


"Oke semoga berhasil ya." ucap mayor Rudi.


Keduanya mengacungkan jempol.


Kemudian mayor Rudi meninggalkan mereka. Setelahnya,


"Ayo kalian kita kembali ke ruangan!"


"Baik."


Kemudian mereka kembali ke ruangan musik.


Di ruangan musik,


"Oke sekarang kalian coba praktekkan sendiri dari materi yang sudah didapat. Nanti kita berdua yang mengoreksinya." ucap Andi.


"Baik."


Kemudian mereka mempraktekkannya secara bergantian.


Menit demi menit terus berlalu, kedua senior tetap dengan sabar melatih mereka sampai bisa meskipun banyak yang harus dikoreksi dari mereka.


Cahaya kuning keemasan menembus cendela. Kemudian Andi menoleh ke cendela.


(Sudah sore aja.)


Andi kembali menoleh ke mereka.


"Hari ini kita cukupkan sampai disini saja ya. Kalian bisa langsung membubarkan diri!"


"Baik."


Kemudian Alek menoleh ke Deni dan Dendi.


"Apakah kalian masih ingat letak kamar tidurnya?"


Keduanya menggelengkan kepala.


"Ya sudah kalau begitu ikut kita!"


Kemudian mereka menuju ke kamar asrama sementara kedua senior masih tinggal disana.


"Mereka sudah pergi. Ayo Andi kita ke ruangan mayor Rudi!"


Kemudian Andi menganggukan kepala lalu mereka menuju ke ruangan mayor.


Di ruangan mayor Rudi, *Tok-tok* pintu diketuk dari luar.


Dia menghentikan pekerjaan sementara lalu menghadap ke pintu.


"Silahkan masuk."


*Krik....* pintu dibuka.


"Oh kalian rupanya. Silahkan duduk"


"Baik mayor."


Kemudian keduanya duduk di kursi panjang.


"Bagaimana kegiatan hari ini?"


"Lancar mayor." ucap budi sembari mengacungkan jempol.


"Bagus. Terima kasih atas kerja kerasnya kalian hari ini."


Kemudian dia membereskan pekerjaannya.


"Pekerjaan saya sudah selesai mari kita pulang!"


"Baik mayor." jawab keduanya.


Kemudian mereka menuju ke asrama. Di asrama,


"Saya ke kamar dulu ya. Sampai ketemu besok"


"Oke mayor" jawab keduanya.

__ADS_1


Kemudian mereka menuju ke kamarnya masing-masing.


Hari sudah semakin gelap semua orang terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2