
Di kamar anggota grub, *KRING...!* lagi-lagi suara alarm membangunkan mereka.
*Klik.* alarm dimatikan.
Kemudian mereka terbangun dari tidur.
(E..egh....!) meregangkan badannya.
Siluet cahaya putih menembus cendela disertai hawa dingin masuk dari fentilasi kamar.
(Huhuhu....) Deni dan Dendi menyelimuti badan dengan selimut sembari menahan hawa dingin.
*Ha-hacu! srut...* keduanya bersin.
(Di-dinginnya.) ucap Deni.
"Iya nih Deni."
"Saya juga merasakannya." ucap Alek.
"Sebentar, saya coba cek dulu ya." ucap Anji.
Kemudian dia beranjak dari ranjang lalu menuju ke cendela kamar.
*Krik..* pintu cendela dibuka dari dalam.
*Wush...* semilir angin dingin mengenai badannya membuatnya sedikit gemetar.
(Huhuhu...)
Terlihat langit yang sedikit mendung.
(Oh. Jadi ini penyebab......)
Tidak lama kemudian, *LINE!* notifikasi line berbunyi dari hp mereka.
Kemudian mereka mengeceknya dan ternyata sebuah pesan terkirim di grub line anggota musik.
[Selamat pagi semuanya.] ketik mayor Rudi.
[Pagi juga.] jawab mereka.
[Kegiatan grub hari ini adalah pemantapan.]
[Pemantapan?] tanya Deni sembari kebingungan.
Dendi yang membacanya juga ikut bingung.
[Iya. Kalian kan sudah berlatih selama 3 hari. Jadi, ini diibaratkan penampilan perdana kalian.]
[Hoo...] jawab keduanya.
[Siap mayor Rudi.] ketik Budi dan Andi.
[Tapi, langitnya sedikit mendung nih.] ketik Anji.
Mayor Rudi menatap langit lewat cendela.
[Iya juga sih. Tetap dilaksanakan saja kalau semisal turun hujan nanti kita berhenti.]
[Baik.] jawab mereka.
__ADS_1
Mayor Rudi mengirim sebuah stiker.
Kemudian mereka menutup chat grub lalu bersiap menuju pemandian umum.
Alek dan Anji mengeluarkan sehelai syal - sebuah kain tebal yang digunakan di leher seseorang untuk melindungi dari hawa dingin-.
Deni dan Dendi yang kebetulan melihatnya,
"Ka-kalian..." ucap Deni dengan tegang seakan baru pertama kali bertemu.
Keduanya menoleh ke dia.
"Tidak usah kaku dengan kita. Ada apa?" ucap Andi.
"Baik. Itu yang kalian pegang apa?" Menunjuk ke syal.
"Oh ini adalah syal untuk menghangatkan tubuh." Sembari memeganginya.
"Hoo..." jawab keduanya.
Sekarang, Deni dan Dendi mulai bisa sedikit memahami dunia manusia semenjak kedatangannya kesini. Selain itu, mereka yang awalnya tidak bersahabat dengan manusia perlahan mulai bisa menjalin keharmonisan.
Meskipun hal tersebut merupakan sesuatu yang bertentangan dengan karakter aslinya.
"Kalian tidak mempunyainya?"
"Tidak." jawab keduanya.
"Alek!"
Alek menoleh dia.
"Ada apa?"
"Sebentar saya cek."
Beberapa menit kemudian,
"Ada nih."
Kemudian dia meminjamkannya ke Deni.
"Ini saya pinjamin." ucap Anji sembari memberikannya ke Dendi.
"Terima kasih." jawab keduanya.
"Sudah siap semuanya?" ucap Alek.
"Siap."
Kemudian mereka keluar kamar dan tidak lupa Alek mengunci pintu lalu menuju pemandian umum.
Di pemandian umum, mereka berpapasan kembali dengan para senior.
"Selamat pagi." ucap para senior.
"Pagi juga kakak." ucap para junior.
"Hari ini, hawanya lumayan dingin ya." ucap mayor Rudi.
"iya karena mendukung kali." ucap Anji.
__ADS_1
Yang lainnya menganggukan kepala.
*Krik..* Pintu luar pemandian pria dibuka olehnya. Kemudian mereka memasukinya. Di dalam, terlihat banyak perwira yang sedang bersiap. Hal itu, sangatlah wajar bagi mereka di cuaca seperti ini. Tanpa mempedulikannya, mereka langsung melepaskan pakaian di ruang ganti. Kemudian beberapa orang mulai berbisik.
"Eh bukannya mereka dari grup musik ya?" ucap perwira 1.
"Iya tuh. Saya sempat melihatnya di ruangan musik." ucap perwira 2.
"Saya juga sempat melihatnya di kamp pengungsi." ucap perwira 3.
"Tapi.. saya dengar dari pimpinan, bukannya tidak diizinkan ya?" ucap perwira 1.
"Hm.. kita sih tidak tahu itu." jawab keduanya.
Seolah-olah kabar grub ini sudah mulai mencuat dari mulut ke mulut. Tidak lama kemudian, datanglah seseorang menghampiri mereka.
"Kalian dari grub musik ya?"
Mayor Rudi yang kebetulan ditujunya,
"Betul sekali."
"Sudah saya duga."
"....?" Bingung.
"Kabar grub kalian sebenarnya sudah tersebar kemana-mana. Saya yang kebetulan mendengarnya menjadi penasaran ingin memastikan."
"Ho..." Memasang muka datar.
*Krek..* pintu dalam digeser olehnya. Kemudian mereka mulai membersihkan punggung terlebih dahulu secara bergantian di kursi kecil lalu membersihkan badannya dengan air hangat.
"Hangatnya.. Pas sekali nih di cuaca yang seperti ini." ucap Alek.
"Betul sekali tuh." ucap Anji yang berada disampingnya.
Beberapa menit kemudian, mereka mengelap tubuh dengan handuk lalu memakai kembali pakaian. Mereka keluar dari pemandian tersebut.
Kemudian mereka menuju ke kantin umum. Sesampainya disana, mereka langsung mengambil sarapan lalu duduk di bangku kosong.
(Selamat makan.)
"Kita akan melakukan pemantapan dimana kakak Rudi?" ucap Deni.
"Di halaman gedung utama."
"Oke."
(Terima kasih atas makanannya.)
"Mari kita ke gudang untuk mengambil barang." ucap mayor Rudi.
"Baik." jawab mereka.
Kemudian mereka menuju ke gudang. Di gudang,
"Sebentar ya kalian tunggu disini." ucap mayor Rudi.
"Baik."
*krik...* pintu dibuka dari luar.
__ADS_1
*dug-dug* beberapa barang di geser.
Beberapa menit kemudian, dia keluar dengan membawa sound system -sebuah alat yang ddd.