Idol Iblis

Idol Iblis
Kostum grub musik


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di suatu asrama militer semua orang terbangun dari tidurnya. Kemudian di kamar anggota musik, *LINE!* notifikasi line berbunyi dari hp mereka.


Kemudian mereka membuka hp lalu mengeceknya.


[Selamat pagi semuanya.] ketik mayor Rudi.


[Selamat pagi juga.]


[Bagaimana kabarnya hari ini?]


[Baik.]


[Nanti Budi dan Andi bisa menuju ke ruangan saya ya. Sekalian salah satu bawa laptop!]


[Baik mayor Rudi.]


[Terus apa yang kita lakukan hari ini kakak?] ketik Anji.


[Emm.... Kalian tunggu kabar dari kami saja.]


[Baiklah.]


Kemudian percakapan diakhiri. Tidak lama kemudian, mereka langsung bersiap-siap menuju ke pemandian umum.


Sesampainya disana, *Krik..* Pintu luar pemandian pria dibuka olehnya. Kemudian mereka memasukinya. Di dalam, mereka langsung melepaskan pakaian di ruang ganti. *Krek..* pintu dalam digeser olehnya. Kemudian mereka mulai membersihkan punggung terlebih dahulu secara bergantian di kursi kecil lalu membersihkan badannya.


Beberapa menit kemudian, mereka mengelap tubuh dengan handuk lalu memakai kembali pakaian. Mereka keluar dari pemandian tersebut kemudian menuju ke kantin umum.


Sesampainya disana, mereka mengambil sarapan lalu duduk di bangku kosong. Setelah semuanya selesai sarapan, mayor Rudi menoleh ke para juniornya.


"Kalian sekarang bisa kembali ke kamar tidur ya!"


"Baiklah."


Kemudian para junior meninggalkan mereka lalu menuju ke kamar tidurnya.


Kemudian mayor Rudi menoleh ke Andi dan Budi.


"Ayo kalian ikut saya ke ruangan saya sekarang!"


"Baiklah."


Kemudian keduanya menuju ke ruangan mayor Rudi.


Sesampainya disana, *Krik...* pintu dibuka dari luar oleh mayor Rudi. Kemudian keduanya duduk di bangku panjang. *Klik!* pintu ditutup oleh dia kemudian duduk di meja kerja.


"Sepertinya kita harus membuat beberapa brosur untuk penampilan perdana grub kita nih!. ucap mayor Rudi.


"Betul sekali tu mayor." ucap Budi.


"Ya sudah bisa langsung kalian kerjakan disini!"


"Baiklah."


"Terus untuk waktu penampilannya kapan mayor?" ucap Andi.


"Itu nanti saja."


"Baiklah."


Kemudian Budi mengeluarkan sebuah laptop dari tas lalu keduanya mulai membuatnya sementara mayor Rudi mengerjakan pekerjaan sendiri sembari memantau keduanya.


Waktu terus berjalan. Keduanya dengan serius mengerjakan brosur tersebut.


"Kalian pingin roti ngak?" ucap mayor Rudi.


Kemudian keduanya menoleh ke dia.


"Boleh juga tuh."


"Baiklah."


*Klik!* sebuah telepon di samping di angkat oleh dia lalu didekatkan ke kuping.


*Tut! tut!* Dia menekan beberapa tombol nomer untuk menghubungi kantin umum.


Di kantin, *KRING...!* panggilan telepon masuk. Kemudian datanglah salah seorang petugas.


*Klik!* telpon diangkat olehnya lalu didekat ke kuping.


"Ada yang bisa saya bantu?" ucap dia.


"Apakah jajanan di sana masih ada?" ucap mayor Rudi.


"Masih banyak kak."


"Apakah bisa antarkan aneka roti ke ruangan saya?"


"Bisa. Mau pesan berapa roti?"


"10 saja deh."

__ADS_1


"Oke. Kalau boleh tahu ruangan anda berada di mana ya?"


"Di lantai dua gedung utama pojok sendiri nanti dipapan nama ada tulisan mayor Rudi."


"Oke saya segera kesana."


"Baiklah. Saya tunggu."


*Klik!* Telepon ditutup oleh dia lalu mengambil 10 macam roti di etalase lalu memasukkannya ke sebuah kantong plastik sedang.


Setelah semuanya selesai, kemudian dia langsung menuju ke ruangan mayor Rudi dengan mengendarai sepeda montor yang terparkir di teras asrama.


*Brem..* mesin motor dinyalakan oleh dia kemudian berangkat ke lokasinya.


Beberapa menit kemudian di ruangan mayor Rudi, *Tok-tok.* Pintu diketuk dari luar. Seketika itu, mereka menghentikan pekerjaan sementara lalu menoleh ke pintu. "PAKET...!" ucap kurir.


"Silahkan masuk." ucap mayor Rudi.


*Krik...* Pintu dibuka dari luar.


"Mau nganterin pesanan mayor Rudi."


"Oh dengan saya sendiri. Langsung taruh di meja sana!" dia menunjuk sebuah meja panjang di depan Budi dan Andi.


"Baiklah."


Kemudian kurir tersebut menaruhnya.


"Berapa totalnya?"


"20.000."


Kemudian dia mengambil dompet dari saku lalu mengeluarkan uang, "Ini," memberikannya ke kurir tersebut.


Kemudian dia menghampirinya lalu mengambilnya, "Kalau begitu saya pamit keluar terlebih dahulu ya. Terima kasih sudah memesan."


Kemudian mayor Rudi menganggukan kepala dan kurir tersebut meninggalkan ruangannya. *Klik!* pintu ditutup dari luar oleh dia.


"Silahkan kalian sambil nikmati rotinya!"


"Terima kasih mayor."


"Sama-sama."


Kemudian mereka melanjutkan perkerjaan masing-masing sembari ngemil roti. Hari semakin siang. Kemudian mayor Rudi melihat jam di layar komputer yang menunjukkan pukul 12:00.


(Tidak terasa sudah ham segini ya.)


"Gimana brosur nya apakah sudah jadi?"


Kemudian keduanya menoleh ke dia.


"Sudah nih mayor." ucap Budi sembari menghadapkan laptop ke dia.


Mayor Rudi yang melihatnya, "Oke. Itu sudah bagus bisa kamu simpan terlebih dahulu!"


"Baiklah."


Kemudian dia menyimpannya lalu mematikan laptop dan memasukkan kembali ke tas.


"Kalau begitu mari kita ke kantin umum yuk. Sekalian kalian bawa rotinya itu!"


"Baiklah."


Kemudian mereka menuju ke kantin umum dan tidak lupa mayor Rudi menutup pintu ruangan. Sesampainya disana, mereka berpapasan dengan para junior.


"Halo kalian."


"Halo juga kakak."


"Apa itu kak Andi?" ucap Deni yang melihat Andi yang sedang memegangi sebuah bungkusan.


"Oh.. Ini roti." Dia menunjukkannya ke mereka.


"Ho..."


Seperti biasa, mereka langsung mengambil makan siang lalu duduk di bangku kosong. Setelah semuanya selesai makan siang, "Kalau begitu saya lanjutkan pekerjaan terlebih dahulu ya." ucap mayor Rudi.


"Baiklah." ucap mereka.


Kemudian dia meninggalkan mereka lalu kembali ke ruangan.


"Mayor Rudi sudah pergi enaknya kita ngapain nih?" ucap Budi.


"Kita duduk-duduk santai disini saja kak." ucap Dendi.


"Ya sudah. Ini, bisa dinikmati rotinya dari pemberian kak Rudi." ucap Andi sembari menaruhnya di tengah meja makan.


"Terima kasih kakak."


Kemudian mereka mulai berbincang ringan diselingi canda gurau di antaranya sembari menikmati sebungkus roti di hadapannya.

__ADS_1


Hari berganti sore. Di ruangan mayor rudi, siluet cahaya kuning keemasan menembus cendela ruangan di belakangnya.


(E... E-egh...! Akhirnya pekerjaan saya selesai juga.) Dia meregangkan badannya lalu membalikkan kursi. (Loh.. Tidak terasa sudah sore saja!) Melihat langit dari balik cendela.


Kemudian dia menoleh ke layar komputer yang melihat waktu sudah menunjukkan pukul 16:00.


Seketika itu dia teringat, (Oh ya saatnya mengambil kostum grub musik yang sudah jadi nih.)


Kemudian dia membereskan pekerjaan lalu membuka handphone dan mengechat mereka melalui grub line.


Di kantin umum, mereka yang tengah mengobrol dengan asiknya. Tiba-tiba, *LINE!* suara notifikasi line berbunyi dari telepon genggam mereka. Seketika itu, mereka berhenti sejenak lalu membuka telepon genggam dan memeriksanya. Ternyata sebuah pesan muncul dari aplikasi line mereka.


[Selamat sore semuanya.] ketik mayor Rudi.


Kemudian mereka membalasnya.


[Selamat sore juga.]


[Kalian sekarang dimana?]


[Kita lagi di kantin nih mayor.] ketik Andi.


[Oh.. Kalau begitu saatnya kita mengambil kostum grub kita yang sudah jadi di ruangan tailor.]


[Baiklah.]


[Andi kamu antar mereka sekarang ke ruangannya ya. Kita bertemu disana nanti!]


[Baiklah mayor Rudi.]


Kemudian percakapan diakhiri.


"Kalau begitu mari ikut kami langsung ke ruangan tailor!" ucap Andi.


"Baiklah." jawab mereka.


Kemudian mereka menuju ke ruangan tailor. Sesampainya disana, mereka berpapasan dengan mayor Rudi.


"Halo mayor Rudi." ucap Andi.


"Halo juga kalian. Kalau begitu mari kita langsung masuk" ucap mayor Rudi.


"Baiklah." jawab mereka.


*Tok-tok.* Pintu diketuk dari luar.


Seketika itu, petugas yang berada di dalamnya menoleh ke pintu.


"Silahkan masuk."


*Krik...* Pintu dibuka dari luar.


Kemudian mereka memasukinya.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Kami ingin mengambil kostum grub musiknya yang sudah jadi."


"Oh.. Silahkan ikut saya!"


Kemudian mereka menuju ke kasir. Sesampainya disana, "Atas nama siapa?" ucap penjaga kasir.


"Mayor Rudi."


"Oke. Sebentar saya carikan terlebih dahulu." ucap petugas tadi.


"Baiklah."


Kemudian dia mulai mencarinya di gudang yang berisi tumpukan pakaian lain. Beberapa menit kemudian, dia kembali. "Ini, silahkan di periksa terlebih dahulu." memberikan tumpukan kostum yang terbungkus kresek besar dengan namanya di seobekan kertas terstapel di ujungnya.


Kemudian mayor Rudi mengeceknya secara teliti. Beberapa menit kemudian, "Oke. Ini sudah benar. Berapa totalnya?"


"150.000" ucap penjaga kasir.


Kemudian mayor Rudi mengeluarkan dompet lalu memberikan sejumlah uang kepadanya. Penjaga kasir menerimanya lalu memproses pembayarannya dengan memberikan kuitansi.


Kemudian mereka mengambil kostumnya lalu meninggalkan ruangan. *Klik!* Pintu ditutup dari luar oleh Budi.


"Silahkan kalian ambil satu per satu!" ucap mayor Rudi.


"Baiklah."


Kemudian mereka mengambil kostumnya masing-masing sesuai ukuran.


Kemudian mereka menuju ke pemandian umum di asrama. Sesampainya disana, mereka langsung memasukinya kemudian membersihkan diri seperti biasanya.


Beberapa menit kemudian, mereka mengelap tubuh dengan handuk lalu memakai kembali pakaian. Mereka keluar dari pemandian tersebut.


"Selamat malam semuanya." ucap para senior.


"Selamat malam juga kakak." ucap para junior.

__ADS_1


Kemudian mereka berpisah lalu menuju kamarnya masing-masing. Hari berganti malam. Semua orang akhirnya terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2