
Jordan sebagai mahasiswa MIT yang baru memulai usaha startup kecil tentu sedang membutuhkan dana investor. Wajar jika Jordan langsung tergiur untuk menyetujui kesepakatan yang Adinata tawarkan. Tetapi saat Jordan dalam perjalanan pulang dia melamun di subway.
Merenungi sikap impulsifnya saat mengambil keputusan bisnis. Ia mengevaluasi setiap tindakan yang dia lakukan ketika bertemu dengan Adinata. Semakin dia berpikir semakin merasa ini tidak benar.
"Harusnya aku tidak mengiyakan tadi. Bagaimana aku bisa menyetujui perjanjian bisnis tanpa melibatkan pendapat pihak ketiga yang ada dalam kesepakatan! Ish! Jordan bodoh!" cerca Jordan pada dirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya dan meremas rambut coklatnya.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Jordan juga tidak memiliki uang untuk membayar penalti dari kerjasama yang ia baru saja setujui dengan Adinata.
Jordan hanya berharap saat dia bertemu dengan Andina nanti, Andina mau kerjasama dengannya. Tiba-tiba Jordan yang mendapatkan semangatnya kembali pada perasaan galau lagi saat dia berpikir kalau Andina tidak mau bekerjasama melakukan program diet bersama dengannya.
"Apa yang akan aku lakukan?" tanya dalam hati lalu merenung panjang hingga matanya berbinar semangat membara.
"Tidak. Sebelum bertempur aku harus menyiapkan senjata. Aku akan menyelidiki tentang Andina dan belajar trik menjadi salesman dari teman sekamarku, Sullivan setelah ini," ucap Jordan yang bertekad memenangkan hati Andina agar mau melakukan program diet.
...πππ...
Seminggu ini Jordan sudah seperti stalker dunia maya yang handal. Jordan merasa dirinya sangat menjijikkan. Pasalnya Jordan menggunakan ilmu yang dia pelajari untuk menguntit seorang gadis yang polos.
Iya benar. Jordan berpikir Andina adalah gadis yang polos. Kegiatan Andina dengan pola yang hampir sama yaitu belajar dengan tekun, membantu teman-teman lain dari kampusnya untuk mencoba software, dan memberikan semangat untuk tim olahraga favoritnya.
__ADS_1
Menurut Jordan tidak ada yang salah dalam diri Andina. Memang badannya chubby tapi masih enak dilihat olehnya. Bahkan senyuman Andina yang mudah tertoreh saat bersama sahabat juga sangat imut.
Mungkin setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang penampilan yang mereka anggap indah. Jordan membaca lagi kriteria dan indikator yang Adinata ajukan untuk merubah adiknya.
Setelah memahaminya dan belajar bagaimana membujuk konsumen dari Sullivan, Jordan mulai bersiap. Dia menggunakan baju kasual dan sepatu terbaiknya.
Saat keluar dari asrama pria, Jordan menjadi Jordan satu tingkat lebih tampan dari biasanya. Melihat dirinya sendiri dari pantulan kaca jendela asrama, Jordan merasa lebih percaya diri untuk menemui Andina hari ini.
...πππ...
Andina membuka pintu dengan membawa snack rasa keju favoritnya. Dia kira yang datang adalah paket pesanannya ternyata seorang tamu yang tidak Andina sangka, "Jo-jordan..."
Brak!
"Itu Jordan serius?" monolog Andina sambil menyapu sisa serbuk keju di mulutnya.
Kemudian Andina langsung menuju kamar mandi. Dia menggosok gigi dan mencuci mukanya. Lalu menguncir rambutnya dengan gaya ponytail. Puas melihat penampilannya sedikit lebih baik. Andina pergi membuka pintu untuk Jordan.
Klek!
__ADS_1
Jordan melihat kepala Andina muncul dari balik pintu. Mengintip Jordan dengan sikap waspada.
"Imutnya," batin Jordan sambil menahan diri untuk tersenyum.
"Aa-da yang bisa aku bantu?" cicit Andina gugup.
"Bisakah kita bicara di dalam, Andina?" Jordan menampilkan senyum malaikatnya seperti yang diajarkan Sullivan.
Andina yang melihat itu langsung tertegun. Terpesona akan kehadiran Jordan yang lebih tampan dilihat dengan jarak sedekat itu.
Jordan melihat Andina yang malah mematung pun segera menggunakan trik kedua yang diajarkan Sullivan untuk melumpuhkan konsumen yang ragu membeli dengan berkata, "Jika aku tidak membuatmu nyaman aku akan pergi."
Setelahnya, Jordan berbalik dan berjalan pergi. Namun dalam hati Jordan, dia sedang menghitung mundur kata-kata Andina untuk mencegahnya pergi.
"Tunggu!" teriak Andina lalu memegang lengan Jordan dan berkata, "Masuklah dulu dan katakan alasan kamu mencariku."
"Yeah," kata Jordan dengan nada penuh kesedihan walaupun sebenarnya dia sedang sangat senang.
...πππ...
__ADS_1