
Yuki mengamati sekaligus berjalan di samping Andina yang berjalan semakin pelan dan pelan. Lisa yang cuek sudah tujuh langkah di depan mereka.
"Kamu kenapa deh, Na?" tanya Yuki.
"Hah?" ucap Andina yang panik karena tingkahnya ketahuan.
"Huh?" Lisa berbalik sambil melepas headphone miliknya saat menyadari tidak satu pun sahabatnya ada di sebelahnya lalu menghampiri kedua sahabatnya sambil berkata, "kalian ini ngapain? Lelet banget?"
"Eh! Gak kenapa-kenapa. Ayo udah telat nih," kata Andina sambil merangkul kedua sahabatnya menuju kampus mereka.
...πππ...
Saat kelas selesai Andina langsung bergegas kabur meninggalkan Yuki dan Lisa. Yuki yang baru saja menoleh ke arah tempat duduk Andina dan akan mengajak Andina makan siang tertegun melihat tempat duduk kosong di sebelahnya. Yuki mengerutkan dahinya sambil membangunkan Lisa yang tidur di sampingnya.
"Bangun Lis..." senggol Yuki sekenanya kemudian dia fokus membereskan buku dan laptop miliknya.
Lisa mengusap mulutnya sambil membuka matanya lalu berkata, "kelar nih?"
"Iya. Oya, kamu ngerasa ada yang aneh sama Andina gak?" tanya Yuki sambil beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Lisa mengikuti Yuki keluar kelas dan menuju ke kamar mandi bersama. Dia memikirkan pertanyaan Yuki sambil mengingat tingkah Andina, "Kok aku biasa aja ya?"
Yuki memasuki kamar mandi dan melihat ke arah cermin. Saat Yuki akan memoles lipstik berwarna nude, dia melirik sebal pada Lisa yang menjawab sesuka hatinya.
"Sahabat macam apa itu. Peka dikit kek," sahut Yuki yang kali ini membuka koleksi liptint berwarna merah cherry dan memolesnya di bibirnya.
Lisa mencuci mukanya dan memoleskan sunscreen. Setelahnya mulai mengeluarkan alat dan bahan Lisa untuk membuat make up bernuansa biru, hitam dan glitter di wajahnya nanti.
"Cepetan..." ucap Yuki yang sudah selesai dandan dari awal. Melihat Lisa yang masih lama untuk menyelesaikan make up miliknya, Yuki duduk di wastafel sambil memainkan handphonenya.
"Sabar. Anyway, soal Andina kalau beneran curiga kenapa gak kita mata-matai dia?" ucap Lisa sambil memakai primer di wajah.
"Kan kita cuma mau mastiin dia itu baik-baik aja. Kalau dia gak kenapa-kenapa ya bagus. Kalau dia ada masalah. Di-bully kayak waktu SMA, gimana?" usul Lisa.
"Emang di sini ada bully-bully ala anak ABG?" tanya Yuki sambil mengevaluasi lingkungan di mana mereka tinggal.
"Who knows?" Lisa mengangkat satu alis botaknya pada Yuki.
"Astaga! Jangan nengok gak pake alis Lis. Bikin jantung tahu!" keluh Yuki yang tidak sengaja memandang wajah Lisa yang menatap dirinya.
__ADS_1
"Ck. Penakut," ejek Lisa sambil fokus kembali mengerjakan make up miliknya.
...πππ...
Keesokan paginya Lisa dan Yuki mengosongkan kuliahnya demi mengikuti Andina yang mereka duga mencurigakan. Demi melancarkan niat mereka, Yuki menyamarkan diri dengan wig pirang panjang dan Lisa menggunakan topeng silikon dan jaket kulit hitam.
"Andina ke tempat beginian?" ucap Lisa pada Yuki yang mengikuti langkah Andina datang ke sebuah club olahraga.
"Masuk gak?" tanya Yuki ragu apalagi dengan dandanan aneh mereka.
"Hmmm... tunggu di sana aja gimana?" ucap Lisa sambil menunjuk ke arah cafe seberang jalan.
"Oke," jawab Yuki sambil berjalan mengikuti Lisa.
Di tengah kebosanan mereka memakan kentang goreng dua jam kemudian Andina keluar bersama seorang pria. Lisa yang menyadari siapa pria itu langsung menjatuhkan kentang dalam gigitannya tanpa sadar.
"Damn! Yuk, tu temen lu diem-diem ngembat gebetan kita Yuk!!!!" ucap Lisa girang pada Yuki yang fokus memainkan handphonenya. Yuki langsung refleks melihat ke tempat kejadian perkara.
"Ituuu... Jordan? Serius?" ucap Yuki sambil mengusap matanya dan melihat lagi ke arah Andina dan Jordan yang sedang berdebat kecil.
__ADS_1
...πππ...