
Jordan duduk dengan suguhan secangkir kopi instan buatan Andina. Perasaannya sedikit gugup ketika dia mengamati Andina yang melihat dirinya tanpa ekspresi. Walaupun sebenarnya dalam hati Andina, dia girang sekali bisa melihat idolanya dari dekat.
"Tidak ada celah sama sekali, tanpa pori-pori dan jerawat. Bekas jerawat pun tak ada, hmm mungkin gini ya rasanya satu genus beda spesies," keluh Andina dalam hati.
Lamunan Andina pun buyar dengan bunyi batuk-batuk kecil Jordan. Seketika itu Andina kembali fokus pada situasi yang dia hadapi.
"Jadi?" tanya Andina membuka percakapan dengan Jordan.
"Kenalin aku Jordan."
"Huh? Udah tau tu!" jawab Andina ketus tetapi dalam hati Andina berkata, "Aduh... mulutku. Kenapa aku jawab gitu ke Jordan? Kenapa ketus banget si, Na. Gimana kalau dia benci aku jadinya? Dasar Nana bodoh, bodoh, bodoh..."
"Ah... Begitu rupanya," celetuk Jordan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal lalu berdeham dan berkata, "Aku kesini karena aku disewa kakakmu untuk menjadi mentor dietmu. Walaupun aku gak begitu ahli tetapi kakakmu memaksa begitu jadi..."
"Memaksa?" tanya Andina saat mendengar pernyataan Jordan yang terlihat ambigu.
"Mmm...anu...itu..." Jordan merasa bingung harus mulai dari mana dia akan menjelaskan mengenai kesepakatan antara dirinya dan Adinata.
__ADS_1
"Huh? Masku satu itu? Apalagi yang dia perbuat? Apa dia menjebakku dan merencanakan siasat aneh lagi..." batin Andina tidak enak tetapi dia segera fokus menjawab pertanyaan Jordan dengan berkata, "Katakan saja. Aku akan mencoba mengerti."
Jordan akhirnya berani berbicara mengenai kesepakatan yang dia lakukan waktu itu secara impulsif. Menggunakan kalimat yang tertata Jordan menjelaskan sambil mengamati dari waktu ke waktu ekspresi yang tergambar dalam raut wajah lawan bicaranya yaitu Andina.
"Hmmmm.... jadi intinya kamu akan menjadi mentor dietku untuk mendapatkan suntikan dana dari Mas Nata. Kalau seumpama aku tidak mau?" tanya Andina dengan mengangkat satu alisnya heran. Tetapi, secara tidak sengaja wajah Andina terlihat seperti menantang apalagi ditambah dengan nada suaranya yang datar.
Lagi-lagi dalam hati Andina memaki dirinya yang merespon secara spontan dengan nada ketus. Tetapi kecemasannya berganti dengan wajah panik seketika sebab Andina melihat wajah sedih Jordan yang menampilkan mata berkaca-kaca.
Andina yakin jika Jordan berkedip sekarang juga pasti air mata akan turun dan menetes di pipinya. Membayangkan itu saja Andina langsung panik.
...πππ...
Kalau ada yang menganggap kepanikanku lebay. Bayangkan Kim Tetet eh maksudnya Kim Tae-hyung nampilin mata memerah dan berkaca-kaca di depan kamu sambil melipat bibirnya ke bawah.
Kalau ada yang jawab, dia bakal bisa keep calm and stay cool. Itu dusta hmmp!
"Oke tenang, Nana. Tenang," batinku lalu kembali memikirkan jawab yang tepat agar tidak ada air mata yang turun dari mata idolaku ini.
__ADS_1
"Ini salahku, maafkan aku. Mungkin sudah selayaknya kamu gak setuju dengan ini," ucap idolaku sambil berdiri tetapi aku yang panik tidak sengaja meraih tangannya untuk mencegah Jordan pergi.
Jordan menatapku dengan raut wajah sedihnya. Aku melepas tanganku dari tangannya dan berkata, "Maaf gak sengaja..."
"Aku tak pantas menerima maafmu, Andina..." ucap Jordan yang memalingkan mukanya dan bersiap untuk pergi.
Akhirnya aku mau tidak mau meraih tangannya lagi dan menariknya untuk duduk di sofa lagi. Untungnya, Jordan tidak memberikan tindakan penolakan.
"Kenapa jadi serasa film drama sih," keluhku yang tidak pernah menghadapi situasi berhadapan dengan lawan jenis yang aku sukai dalam satu ruangan.
Tanpa perkataan dariku atau Jordan, apartemenku menjadi hening. Jordan hanya menundukkan kepalanya sehingga aku tidak tahu seperti apa raut mukanya sekarang. Mungkinkah dia menangis dalam diam? π±
"Emm... oke. Aku setuju untuk berkerjasama dalam program diet ini," jawabku dengan impulsif sebab tidak ingin Jordan sedih dan menangis dalam diam. Apalagi karena seorang sepertiku.
"Beneran?" tanya Jordan dengan girang.
"Yup."
__ADS_1
"Wohoooo.... Andina thank you very much. Thatβs very nice of you, (Wohooo... Andina makasih banget yah. Kamu baik banget!)" ucap Jordan girang sambil memelukku tiba-tiba.
...πππ...