Idolaku Mentor Dietku

Idolaku Mentor Dietku
Bab 5. Pembalasan Sebenarnya


__ADS_3

Jordan pergi meninggalkan apartemen Andina ketika dia sudah mendapatkan persetujuan Andina. Lalu Andina yang berwajah manis berubah menjadi macan garang mencari sang kakak untuk membuat perhitungan.


Jari imut milik Andina menekan nama kontak kakaknya melalui aplikasi WhatsApp. Ketika terdengar suara sambungan panggilan lalu Andina berkata, "Mas Nata!!!!"


Teriakan Andina terdengar nyaring membuat Adinata langsung menjauhkan handphone-nya dari telinga, demi keselamatan dirinya. Kemudian Adinata menjawab panggilan adiknya dengan berkata, "Apa Dek?"


"Mas jebak aku kan? Bener-bener ya Mas tu!" teriak Andina lagi yang dibalas oleh Adinata dibalik telepon dengan memutar bola matanya sebal.


"Huh? Iya?" jawab Adinata sekenanya.


"Kenapa Mas jebak aku buat diet sama idolaku sih?!" tanya Andina dengan nada penuh emosi.


"Emang kenapa? Hah? Bukannya terimakasih malah marah-marah."


"Mas!" teriak Andina kesal.


"Apa?" kata Adinata dengan nada cuek.


"Yang Mas lakuin ke aku itu jahat banget! Tut!" protes Andina lalu mematikan sambungan teleponnya. Selanjutnya Andina mulai meneror kakaknya dengan pesan singkat melalui semua aplikasi chat yang dia miliki. Tentunya dengan kalimat yang sama di setiap pesan. Kalimat itu adalah, 'Mas, kamu jahat!' ditambah dengan emote marah.


Ketika Adinata menelpon dirinya, Andina langsung menolak panggilan telepon sang kakak. Melihat itu Andina tersenyum puas sambil berkata, "Rasain!"

__ADS_1


Tidak lupa pembalasan dendam Andina babak kedua sedang berjalan juga. Dirinya mulai mendekati sang ibu tercinta sambil mencurahkan hatinya tentang teman kakaknya yang sudah punya anak yang lucu dan imut. Lalu dengan bujuk rayu anak bungsu, Salma yang notabene ibu Adinata dan Andina setuju untuk mengatur kencan buta untuk Adinata.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Andina yang sangat puas dengan perkembangan balas dendamnya, berguling-guling di kasur sambil tersenyum licik. Membayangkan wajah kikuk sang kakak yang mendatangi kencan buta, benar-benar membuat Andina puas.


"Hahahahaha....." tawa Andina tetapi segera berhenti saat dia mendengar suara Andinata dari loudspeaker handphone miliknya.


"Nana!!! Kamu ngomporin Mama buat jodohin Mas ya!!! Tunggu pembalasanku!" teriak Adinata.


Andina yang memegang handphone miliknya menjadi tertegun. Dalam batin Andina bertanya-tanya, "Apa yang barusan terjadi? Aku tidak mengangkat panggilan telepon apapun. Tapi handphone-ku bisa mengeluarkan suara Mas Nata? Eh? Kok bisa?!"


"Woi, kenapa deh?" tanya Lisa setelah itu dia menguap malas.


"Gais..." sapa Andina sambil mengigit bibirnya panik.


"Kamu liat hantu ya? Kok kayak takut gitu?" tanya Yuki heran.


"Lebih parah dari hantu!" jawab Andina.


"Apa Na? Bikin penasaran aja," ucap Lisa sambil bangkit dari posisi rebahannya menjadi duduk bersender di dinding sebelah tempat tidur miliknya.

__ADS_1


"Masak ya, handphone-ku bisa ada suara Mas Nata padahal aku gak lagi telepon dia. Dia teriak-teriak dari loudspeaker handphone tapi layar handphone tetep gelap," kata Andina dengan nada panik.


"Oh itu, kukira apa. Biasa itu," ucap Lisa lalu disahuti oleh Yuki dengan jawaban, "Bener itu. Apalagi Mas Nata emang lagi ngembangin anak perusahaan startup di IT kan?"


"Huh? Maksudnya handphone-ku di hack gitu sama Mas Nata?!" ucap Andina mulai panik.


"Yoi," jawab Lisa yang sekarang sudah memegang keripik kentang untuk dia cemil.


"Aduh, piye iki?!"


"Saranku sih ganti SIMcard," kata Yuki.


"Betul itu. Sama jangan pakai email yang dulu juga. Ganti baru aja," tambah Lisa.


"Ta-tapi ribet..." keluh Andina saat membayangkan harus ganti nomor handphone dan e-mail lalu memberitahu orang-orang di sekitarnya lagi.


"Yasudah nikmati aja, kalau seumpama malem-malem diteror Mas Nata pakai suara aneh-aneh," timpal Yuki sambil tersenyum licik.


"Eh!" jawab Andina reflek saat membayangkan kejahilan yang akan dilakukan oleh Adinata.


...πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


__ADS_2