
BRAK!!!
"ZOYA!!"
Krikkk... krik...
Krikkk... krik...
Heh???
Gak ada orang?!!!
"Hoshh.. hoshh..
Ahk... Capeknya!!!"
Serasa mimpi di siang bolong, semua usaha yang dilakukan Ayunda, seperti sesuatu yang tak berarti.
"Huh!!
Kaki ku mau patah!!
kenapa Zoya gak ada di sini?!!
Padahal...
Ahk!!! Bodoh!!"
Sambil terduduk di sofa ruangan VIP tempat dimana Papa Zoya sering menginap, perlahan Ayunda mulai mengurut kakinya yang pegel, seraya mengambil ponselnya, sekarang Ayunda berniat menghubungi sahabatnya itu.
Idiot!!!
seharusnya aku
menghubunginya dari kan!!!
Drtt...
Drtt...
Drtt...
Belum sempat ia menghubungi Zoya, mendadak ponselnya berdering.
"Kak milly??" Ucapnya setelah melihat nama sang penelpon.
"Hallo?" Jawabnya setelah menerima panggilan
"Ayunda, kamu dimana??" Tanya kak Millie asisten pribadi Ayunda, namun tak ada jawaban terdengar dari mulut Ayunda.
"Hallo??
Apa kau mendengarkan ku??" Kembali kak Millie bertanya, namun tetap saja, Ayunda mengabaikannya.
"Hmm...
__ADS_1
Baiklah, aku cuma mau memberitahu, pak direktur marah karna kau mendadak hilang dari bandara, jadi cepat kembali atau situasinya akan menjadi semakin rum.."
Tut...
Tut...
Tut...
"Yah.. Yah..
Aku tahu!!" Ucap Ayunda sedikit kesel, setelah mengakhiri panggilan.
"Hufff!!!" Helanya seraya berlalu dari ruangan dan meninggalkan rumah sakit.
*****
"Tempatnya udah benar, ruangannya juga udah benar, aku hanya tinggal mengetuk nya sekali,,, engak engak engak 2 kali, setidaknya aku harus mengetuk nya 2 kali agar dia denger, lalu kemudian..."
Ahk!!!
Ayo kita kembali....
Padahal tinggal masuk, namun Zoya merasa ragu dan juga takut untuk masuk ke dalam.
Sebelumnya ia sempat bertanya, kepada administrasi yang ada di lantai satu, siapa kah gerangan penghuni ruangan VVIP ini, namun.
"Maaf, kami tak bisa membocorkan privasi pasien" Itulah jawaban yang Zoya terima.
Ck.. ck.. ck..
Privasi apanya coba??!!
Gerutu nya, tak Terima dengan jawaban yang ia terima.
huff..
Masuk atau tidak..
Masuk atau tidak..
Masuk...
Ahk!!
Ayo pulang!!
itu jawaban yang benar..
Zoya hendak melangkahkan kakinya, meninggalkan tempat itu, namun..
"Nona??" Mendadak seorang gadis mudah berparas manis, menyapanya dari lift yang hendak ia naiki.
"Yah??
Apa kau memanggilku??" Tanya Zoya, sedikit keheranan, seraya menatap ke sekitarnya.
__ADS_1
"Apa, anda nona Zoya??"Dengan wajah penuh harap, gadis itu menjawab pertanyaan Zoya dengan pertanyaan kembali.
"Oh, Apa kau gadis yang di telepon itu??" Dan begitu pula dengan Zoya, yang menjawab pertanyaan gadis itu dengan pertanyaan juga.
"Yah!!" Jawabnya sangat antusias, seolah baru memenangkan lotre.
"Saya tak menduga anda akan datang" Ucapnya dengan senyum lebar menghiasi wajahnya "Terima kasih" Lanjutnya, seraya menunduk.
"Ehhh!!!
Apa yang kau lakukan..." Zoya merasa tak enak hati.
"Ahk.. maaf, karna terlalu senang saya jadi menyulitkan anda" Kembali ia berkata-kata tanpa menghilangkan raut, bahagianya.
Gadis...
yang aneh!
"Baiklah... Apa kau bisa langsung ke intinya, karna aku sangat sibuk sekarang"
"Ah.. Iya, tolong ikuti saya"
*****
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, mohon menunggu beberapa saat... "
Tut...
Tut...
Tut...
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, mohon menunggu..."
Tut...
Tut...
Tut...
Hufff!!
Dia pasti marah kan?!!
Seraya melonggarkan dasinya, kembali Yohan bersandar di kursi CEO milik nya, dengan perasaan bercampur aduk, ia mulai menerka, bahwa gadis yang ia cintai itu, pasti sedang mengutuki nya di suatu tempat.
"Yunda... kenapa gak di angkat sih!!"
Kembali ia menghubungi nomor yang tadi, namun tetap saja, panggilannya tak tersambung.
"Oh.. iya
Zoya, aku bisa menghubungi nya"
#If_You_Know
__ADS_1
Sekianš“