
"Zoya!!
Oh Tuhan siapa itu??!!
kenapa dia bisa tahu nama ku?!!
Ku gigit jari-jemari sekedar untuk menghilangkan kepanikan ku, namun tetap saja jantung ku tak mau berkompromi.
Deg... Deg...
Deg... Deg...
"Zoya!!"
Tok.. Tok.. Tok..
"Apa kau ada di dalam!!"
Suara itu..
di tengah rasa takut ku, samar-samar aku mendengar suara yang terdengar tak asing di telinga ku, yah suara itu, suara yang selalu mampu menghipnotis ku.
Yohan...!!!
C'Klek!!
Dengan cepat, aku segera membukakan pintu yang ku kunci tadi, perasaan tak karuan yang meliputi diri ku, membuat aku tanpa sadar langsung memeluk Yohan yang saat itu, terlihat hendak melayangkan ketukannya ke pintu.
"Kamu kenapa?? Tanya Yohan seraya membalas pekukanku.
__ADS_1
DEG!
" Kok keringatan sih??" Lanjutnya berkata, seraya mengusap pelan kepala ku "Jangan bilang kalo kamu takut?" guraunya, hendak menghibur ku.
Gimana gak sayang coba!! Lihat saja betapa manisnya perlakuannya saat ini,,,, gak kebayang gimana rasanya menjadi Ayunda..
mana dia wangi lagiš¤.
Pikiran ku melayang entah kemana-mana
"Ngak!!, aku udah gedek, gak anak kecil lagi, mana mungkin aku takut" Aku mengelak, seraya melepaskan pelukan ku.
Masih pengen meluk lamaan dikit sih, tapi udah ah!! entar dia nyaman pula...hehehe
"Hahaha,,,iya...iya juga yah...
kan kamu paling takut kalo sendiri"
Dia benar, aku memang paling takut sendiri, sejak mama meninggal, kemudian disusul dengan Papa yang sakit parah, membuat ku harus...
Ahk!! Lupakan!!
Lupakan hal-hal yang menyakitkan, kau harus positif Zoya!!!, asalkan Yohan ada disisi ku, maka semuannya akan baik-baik saja.
"Kok diem, Maaf yah" Menyadari kebisuan ku, Yohan merasa seperti sudah mengorek, luka dalam ku, dia pria yang manis bukan? bagaimana aku bisa melupakan nya yang seperti ini??.
Ia mengelus lembut kepala ku, dan berulang kali meminta maaf kepada ku.
Yohan, seandainya kau tahu betapa aku sangat mencintai mu, saat itu apa yang akan kau lakukan??. Apa kau akan menjahui ku, atau justru mengabaikannya, seolah tak pernah terucap dari mulut ku??, banyak ketakutan yang menghantui ku, saat ku sadar kita tak akan jauh dari sekedar kata teman, aku takut kehilangan sosok mu yang berharga, aku juga takut semua perhatian mu ini sirna, tapi bagaimana lagi, cinta sepihak ini harus ku tanggung sendiri, demi kau dan juga Ayunda.
__ADS_1
"Kamu kok tahu aku ada disini" Aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Eh, uda gak marah" Jawab Yohan, sambil berusaha menatap wajah ku, yang sedari tadi berusaha menghindar.
"Ehmm" Sahut ku, penuh arti.
"Hehehe, gitu dong" Senyum manis tersungging jelas di wajah tampannya, ia mulai melakukan kebiasaan buruk nya, yaitu mengacak-acak rambut ku.
"Ihk!! Apaan sih!! Yohan!!" Aku menekan nada bicara ku, seolah- olah tak menyukai hal itu, padahal kenyataannya, aku berharap bisa terus di perlakukan seperti itu.
"Hahaha... Iya.. iya..
Maaf yah" Kembali ia merapikan rambut ku. "Yakin udah gak marah??, kalo masih marah bilang aja" Ucapnya, seraya menatap kedua bola mata ku, dengan wajah nya, yang hanya tinggal sejengkal saja dapat menyentuh wajah ku, benar-benar dekat sekali.
DEG!
"Yohan!! udah ahk bercandanya"
Dengan cepat aku langsung menghindari tatapan mata itu, dan membuang muka ku.
Warming!! ini benar-benar menguji keimanan ku!!
Ku ahli kan tatapan mata ku arah pintu, menandakan bahwa aku, sudah tak betah dan ingin segera pulang.
Yohan yang super peka, segera mengenggam tangan ku dan mengatakan.
"Ayo pulang!" Layaknya seorang suami yang pengertian.
Dan sepanjang jalan, jantung ku tak hentinya berdegub kencang.
__ADS_1
#If_You_Know
Sekianš“