
BRUM...
Akhirnya aku pergi sendiri, apanya yang sebentar?!!...
Hampir 1 jam aku menunggu di dalam ruang kerjanya...
Dasar penipu!! bahkan semenit pun sangat sulit untuknya membagi waktu berharganya itu untuk ku...
Aku benci Yohan
Seraya mengemudikan kendaraan sport keluaran terbarunya, Ayunda tak hentinya memaki Yohan di sepanjang jalan, yah walaupun di sana tidak ada Yohan, namun hal itu sedikit dapat mengurangi perasaan kesalnya.
Huff tenangkan perasaan mu Ayunda, aku gak boleh kelihatan ada masalah di hadapan Zoya, dia udah banyak pikiran jadi jangan jadi beban pikiran untuknya... Senyum Ayunda...
kau harus tersenyum...
Seperti sedang berlatih akting, Ayunda terus melatih mimik mukanya di cermin spion mobilnya, namun walau begitu ia tetap fokus dengan jalanan yang sedang ia tempuh.
C'KITTTT!!
TEK!
Sampai...
Seusai memarkirkan kendaraannya, Ayunda segera bergegas memasuki Coffee Shop milik sahabatnya itu, dengan tak lupa, membawa oleh-oleh yang ia maksud.
Tringgg!!
Pintu Coffe Shop terbuka
"Selamat datang...
Loh!!" Kak Jessie terpelongok menyadari siapa yang ia sambut.
"Stt... Jangan bilang-bilang" Namun Ayunda yang paham dengan situasi segera meminta kak Jessie untuk menutup mulut.
__ADS_1
Ayunda yang sudah sangat hafal, dengan keberadaan sahabatnya, tanpa basa basi segera melangkah ke lantai dua, tanpa bertanya terlebih dahulu kepada kak Jessie.
Namun ada yang aneh, karna sejak melangkah di lantai 1, Ayunda sudah menarik banyak perhatian dari para pelanggan, sebab sejak tadi ia berjalan dengan mengendap-endap, bak seorang pencuri yang sangat berhati-hati agar tak ketahuan oleh pemilik rumah, namun tentu saja, ia tak menyadarinya pandangan mata itu, sebab ia hanya fokus menapaki setiap anak tangga.
Tap...
Tap...
Tap...
KRIETTTT!!!
"SURPRISE!!" Ayunda berteriak seolah hanya ada dia dan Zoya disana.
"Loh?"
TAK..
KRIETTT
KRIETTT
"Loh, Kok gak ada???" seraya membuka tutup pintu yang ia masuki, berharap ada keajaiban terjadi di sana, kembali Ayunda terheran-heran, sebab sahabat yang ingin ia temui tak ada disana.
Apa Di Kamar Mandi??
Segera ia melangkah ke kamar mandi, namun lagi-lagi Zoya, tak ada di sana.
Huff... kemana dia??
Dengan berat hati Ayunda menyusuri tapak anak tangga, yang menurun ini, sebab ia ingin kembali ke lantai satu.
"Kak Jessie... Zoya... "
"Pergi" Potong Kak Jessie yang sudah menebak bahwa Ayunda akan kembali, dan menanyakan keberadaan Zoya.
__ADS_1
"Eh??
Kemana??!!" Tanya Ayunda sangat antusias.
"Entahlah, sepertinya dia membicarakan rumah sakit, sama seseorang di telepon, mungkin itu maksudnya, Om Nichole"
Hah!! Rumah Sakit...
Ayah Ayunda memiliki riwayat penyakit jantung, yang sekarang sudah stadium 1, Sosok yang paling berharga dihidupnya, kini memiliki waktu yang sangat terbatas, penyakit yang seperti bom waktu ini terkadang menjadi beban pikiran yang sangat mengganggu Zoya.
Zoya....
seharusnya aku datang lebih cepat..
Tanpa basa basi, segera Ayunda meninggalkan tempat itu dan bergegas melajukan kendaraannya, dia tauh persis rumah sakit langganan Om Nichole dan juga Zoya, itu sebabnya ia tak perlu repot-repot bertanya lagi.
Dengan kecepatan hampir maksimal, Ayunda melajukan kendaraannya, bak seorang profesional, tak ada sedikit pun hambatan yang menghalanginnya.
Sedikit lagi
*****
DEG..
DEG..
DEG..
"Hiks,,, bertahanlah ku mohon, tolong jangan pergi juga" Air mata Zoya tak terbendungkan lagi, rasa takut kehilangan sosok berharga di hidupnya, berlahan mengembalikan kenangan masa suram yang ia lalui dulu.
"Tolong, tolong, ku mohon, jangan tinggali aku...Hiks.."
#If_You_Know
Sekianš“
__ADS_1