
Drtt...
Drtt...
Drtt...
"Ehmmm.... "
Drtt...
Drtt...
Drtt...
"Ukhh!! berisik"
Drtt...
Drtt...
Drtt...
"Ahk!!!
Siapa sih nelpon pagi-pagi gini!! " Dengan keadaan setengah sadar ku raih ponsel ku yang berada di meja samping kasur ku, tanpa memperhatikan nama sang penelpon, langsung ku sembur ia dengan segala bahasa makian yang ada di kepala ku.
"Zoya, ini aku" terdengar suara tak asing keluar dari hp yang ku genggam, suara maskulin dan juga seksi, dulu aku sangat sering mendengar suara ini, suara yang selalu mengisi hari-hari ku dulu.
"Alex!!" Teriak ku dengan kesadaran meningkat 100%.
"Yah ampun Alex, ini benar-benar Alex kan!!" Sambung ku berkata dengan rasa tak percaya.
"Iya" Sahutnya sangat singkat.
"Hmm!!
Kenapa nelpon!!
Cowok Breng*ek!!!"
Bukannya merasa senang, justru suara ketus yang ku layang kan padanya.
Pria Breng*ek, sungguh kata yang tepat untuknya, masih segar di ingatan ku bagaimana dia pergi meninggal kan ku pergi ke milan dulu, tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
Pria berengsek ini kenapa menghubungi ku lagi!!!
"Rindu" Ucapnya dengan nada sedih
"!!!!!" dan seketika, membuat ku terdiam tanpa dapat berkata-kata.
"Aku,,,," lanjutnya sedikit keraguan, Kemudian
"Maaf!!" Itulah kata terakhir yang terdengar dari balik handphone ku.
__ADS_1
Tut...
Tut...
Tut...
sebelum akhirnya panggilan itu di akhiri.
Aku termenung dan terdiam sesaat, ada sedikit rasa nyeri di hatiku bersamaan dengan rasa lega di dalamnya.
Kenapa kau datang lagi...
"Hiks!!"
Air mata mulai membanjiri pipih ku, Pria itu pernah menjadi pelipur lara ku, dan juga menjadi sumber penderitaan ku.
Dia bukan Cinta Pertamaku, namun dia adalah kekasih pertama ku.
"Hiks.. Hiks.. "
Kembali ku cek layar handphone ku, dan mengecek riwayat panggilan.
Ternyata, dia pria yang semalam menelpon ku di Coffee Shop, aku tak memperhatikannya semalam, ternyata dia masih menyimpan kontak ku.
*****
Di Coffee Shop
"Pagi!!"
Baru datang, jam segini.
Apa pantas di sebut karyawan telandan???
"๐"
"Eh?? Pagi!!" Liriknya menatap kaget kearah ku.
Baru nyadar yah, kalo aku yang deluan sampai?!!
"๐"
"Ihkk!! kenapa sih?!!"
Kok malah dia sih yang nyolot!!
"๐ "
"Eh???
Aku ada buat salah yah!!
hehe... Maaf yah,, buk bos"
__ADS_1
Mulai deh...
"Hmmm๐ค
Siapa yah, yang semalam gak bangunin aku?!!" Respon pedas segera ku layang kan ke kak Jessie, yang tampak bingung dengan kesalahan apa yang telah di perbuat nya.
Melihat dari gelagatnya, udah pasti kalo dia bakal melontarkan,
"Oh,, itu...
Maaf, maaf, buk bosss!!
Semalam itu, saya ada keperluan jadinya saya balik jam 9 malam, lagian saya kan udah minta izin sama buk bos, dan buk bos nyahutnya, Humm!!" Mempraktikan.
"Jadinya, saya pergi deh, mana saya tauh kalo buk boss gak denger, maaf yah buk boss!!, sekali lagi maaf yah buk boss... ibu cantik deh kalo senyum, cobak senyum deh buk boss!! pasti cantik banget!! hehehe๐ ". Ucapnya seraya mengusap-usap tangan ku.
Sudah ku duga dia bakal mengelak seperti ini!!
Panjang kurang lebar dan juga tinggi, begitulah cara kak Jessie mengelak akan segalanya, ucapanya yang formal itu, terdengar seperti senjata mematikan baginya, namun terdengar menjijikan bagi telinga ku, karna gaya bicaranya yang asli, sungguh berbanding terbalik dengan saat ini.
"Lepas!!
Minta maaf yang bener!!" Ucap ku ketus dengan menarik kembali tangan ku.
"Yah!! Yah!! Maaf!!๐" Begitulah dia yang asli, bodoh amat dan terserah gue. Nyebelin intinya, padahal bawahan tapi dia berasa seperti atasan.
"Yang Bener!!" Tegas ku.
"Iyahhh!!! gak akan di ulangi lagi!!๐ค" Teriaknya, seperti tak ikhlas mengucapkannya.
"Ehmmm!! gitu dong, baru namanya kak Jessie" Balas ku seraya memeluk dirinya, sedikit aneh kan??
Tapi begitulah cara kami menunjukan perasaan kami, kak Jessie tak lain sudah ku anggap saudara kandung sendiri, selama ini dia yang membantu ku dalam mengurus Coffee Shop, masa-masa berharganya, sebagian besar di habiskan nya bersama ku, di tempat ini.
"Ehmmm, tapi sok ngambek, sekarang malah meluk" Ucapnya seperti tak suka, namun membalas pelukan ku.
"Ehh!!! kalo gk suka yah gak usah di bales!!" Sungut ku segera melepas pelukan.
"Hehehe, bercanda aja marah" Balasnya cekikikan, seraya menarik kembali tubuh ku ke pelukannya.
"Ada apa sih adik manis, tumben manja- manja gini, gak kayak biasannya" Lanjut kak Jessie, namun hanya kebisuan yang ku tunjukan.
"Eh?!! Kenapa sih??" tanya nya penuh kekhawatiran.
"Apa setelah menikah..
kakak bakal tinggali aku??"Ucap ku dengan raut terluka, dan seketika membuat kak Jessie terdiam.
" Maaf yah" Ucapnya sebelum berlalu dari hadapanku.
#If_You_Know
Sekian๐ด
__ADS_1