
Ini bukan ke satu, kedua, atau yang ketiga kalinya, tapi ini, yang berulang kali.
Setelah ku teliti, sepertinya
Orang-orang sangat suka meninggal kan ku yah??!!...
"Huff!!" Hela ku penuh kelelahan, Padahal masih pagi, tapi aku sudah merasa sangat lelah, bukan fisik ku, namun jiwa ku lah yang terasa sangat lelah.
Rasa haus akan kasih sayang, terkadang membuat ku mencari-cari tempat lain, yang mungkin bersedia memberikan kasih sayang itu, secara cuma-cuma.
Cukup Zoya!! Lagi-lagi kamu ngeluh, lagi-lagi yah!! apa gak bosan!! padahal semuannya sudah lebih dari cukup!! kenapa masih tak bersyukur!!
dasar serakah!!
"Hiks!!... Hiks!!"
*****
Glukk...
"Hah!! Apa sih yang aku harap kan!! udah jelas dia bakalan marah!! mana mungkin, tiba-tiba dia happy karna aku datang!"
Glukk...
"Ahk!!"
Mata memerah, serta kesadaran yang mulai menurun, benar
saat ini Alex sedang mabuk, walau sudah tauh akhir dari panggilan yang ia lakukan tadi pagi, tapi tetap saja, dia merasa terluka.
__ADS_1
Zoya, adalah cinta pertamanya, walau sangat sadar Zoya tak memiliki perasaan yang sama dengannya, namun Alex tetap memaksa untuk tetap di sisinya, dulu.
Andai waktu itu aku tak berjanji, apa mungkin semua akan baik-baik saja
"Ahk!! kepala ku!!
terasa mau pecah!!
Uhkk!!"
Glukk...
TAK!!
Sekali lagi, ia meneguk minumannya, padahal sudah di batas kemampuannya, namun Alex tetap meneguk minumannya, mungkin hingga dia pingsan barulah dia berhenti minum, di samping itu, tampak seorang asisten kecil, menatap khawatir padanya.
Kenapa anda jadi begini, tuan??
"Ahk!! Minumannya,,," ketakutan terdengar jelas dari nada bicara gadis asisten itu, sebab minuman yang hendak di sajikan, sudah habis semua.
"Ambilkan aku minuman!!" Suara tegas yang di iringi kemarahan itu, mendadak membuat lutut gadis asisten itu berangsur-ansur melemah.
BRUK!!
"Mi.. minumannya...
Sudah Ha.. Habis Tuan!!,"
Pranggg!!
__ADS_1
"Apa?!!" Dengan amarah, gelas yang ada di genggaman tangannya semula, mendadak melayang tepat di hadapan gadis asisten itu, terdengar suara benda kaca berhamburan di lantai, dan sebagian kecil mengenai gadis itu.
"Ahk!! Hiks, Hi..." Dengan cepat gadis itu segera menutup rapat mulutnya, agar tak ketahuan bahwa ia sedang menangis sekarang.
"Ma..maaf Tuan!
Sa..hik...ahk!!
Sa.. Saya akan se.. segera pergi..U..untuk.. Mengambilnya di gudang.. hik" Sepenggal demi sepenggal ia lontarkan, seraya berusaha menahan isakannya, gadis kecil itu, ia sungguh sangat berusaha.
Semenjak berhasil meraih mimpinya, tak pernah sekali pun Alex merasa bahagia, dan hasil akhirnya ia sering mabuk-mabukan dan melampiaskan kemarahannya kepada orang atau benda-benda yang ada disekitarnya, perasaan gunda dan juga kesepian, itulah alasan mengapa ia tak pernah merasa senang.
Zoya, satu-satunya kebahagiaan yang ia miliki, namun itu sudah menjadi kenangan.
"Sudahlah!! Pergi Sana!!"
Dengan cepat, gadis kecil itu berlari dari ruangan itu, walau merasa takut, tapi ia juga merasa iba dengan keadaan tuannya.
"Hiks!! Zoya!!
Ku mohon maafkan aku!!, sekali saja aku akan memperbaiki segalanya, kumohon sekali saja, tolong beri aku kesempatan... Hiks!!"
Dia berbicara, dihadapan lukisan yang tepajang dengan ukuran besar di dalam ruangan itu, wajah yang terlukis indah itu, tak lain adalah wajah sang pujaan hatinya, yaitu Zoya Anasthasea Putri
Seraya berlutut dan memohon, ia tak hentinya menangis tersedu-sedu.
Cinta memanglah gila, bahkan bisa membuat orang waras menjadi gila dan begitu pula sebaliknya.
#If_You_Know
__ADS_1
Sekianš“