
...Please give me vote and comment guys.....
kritik, saran, maupun komentar apapun akan aku terima dengan baik. sebagai penulis itu sangat berarti karna dengan itu artinya para Readers ikut serta berperan aktif pada cerita .
Dan sebelum membaca dimohon untuk klik bintang terlebih dulu-nya..
Thank you very much.. for you attention...
>>Happy Reading!!!<<
~
~
~
Nadine dan James berada di satu SMA yang sama di Filipina, James dan Nadine memang terkenal tak pernah akur. Mereka bukan musuh, mereka juga bukan mantan pacar yang setelah putus terus pura-pura gak kenal.
Mereka cuman jadi temen yang secara kebetulan karna Alince adalah sahabat dari Nadine, dan James adalah pacarnya Alince.. Dan juga sebagai teman satu kelas.
Gimana ceritanya itu rumit..
Jadi...
_____________________
Uhukkk... Uhukkk.. Nadine tersedak
"Nadine gak mau dijodohin!!" protes Nadine pada kedua orang tuanya saat sedang makan malam.
"Sayang... Nanti kamu akan menyukainnya.." kata ibu Nadine membujuk.
"Tapi.. Mah Nadine baru aja masuk SMA, masa udah mau di Jodohin..." rengek Nadine
"Kakak.. Kok jadi kayak anak kecil gini, aku udah liat calon tunangan kakak loh.. Dia juga gk jelek-jelek banget kok dia mirip oppa-oppa korea gitu.." ejek adik Nadine
"Kate.. Please kamu diem aja" pinta Nadine pada adiknya.
"Mah.. Pah... Pleasee" mohon Nadine pada kedua orang tuanya.
"Nadine tenang aja nya, papah gak akan nyuruh kamu tunangan sekarang juga.. Kamu akan tunangan setelah lulus, dan menikah setelah menjadi sarjana, Dan calon tunangan kamu ini akan satu sekolah sama kamu.." kata Tuan Lustre tegas.
"Tapi pah.. Dengerin Nadine dulu.. Mau itu besok atau setelah lulus.. Nadine tetep gak mau di jodohin sama siapa pun.." cetus Nadine
"Papah akan tetap menjodohkan kamu, apapun keputusannya" tambah Papah Nadine final.
Nadine yang kesal meninggalkan meja makan tanpa memakan apapun.
"Nadine!!.." panggil Ny. Lustre tanpa ada jawaban dari Nadine.
*
*
*
*High School International*
Nadine sudah mulai memasuki awal baru di sekolah, dan masih satu sekolah dengan sahabatnya.
"Hai... Nadz, lu cemberut aja awal baru nih.." sapa Alince merangkul Nadine memasuki sekolah.
"Gimana gua gak bete coba, gua akan dijodohin sama orang yang gua gak kenal, dan gua pun gak dikasih tau siapa orangnya.. Dan satu hal lagiiii, gua harus cari tau sendiri siapa orang itu.. Nyebelin kan" jelas Nadine masih dengan wajah betenya.
"Wah... Misi baru kita dong din.." kata Alince manaikan satu alisnya.
"Misi baru macam apa!?!, gua malesss banget nyari taunya.." jawab Nadine malas
"Okeh.. Tapi lo emang gak pengen tau siapa yang dijodohin sama lo entar?, kalau orangnya gak sesuai sama lo kan bisa kita hempas jauh-jauh..." kata Alince antusias
Lalu lewatlah cowok yang berkacamata, berkulit gelap, dan sedikit cupu dihadapan 2 gadis ini, lalu melempar senyum, ke arah Nadine & Alince, kedua gadis ini langsung memikirkan sesuatu.
"Gakkkk......" teriak Nadine dan Alince serempak membuat siswa lain melihat mereka.
Dengan terburu-buru Nadine dan Alince berlari, menghindari cowok tadi.
"Lo mau cowok itu kayak dia..." kata Alince dengan nafas yang masih tersendat-sendat sehabis berlari.
"Enggak... Gak mau... Bukan dia kok orangnya, kata adek gua dia itu ganteng kayak oppa-oppa korea gitu" jelas Nadine dengan cepat.
"Syukur deh.." balas Alince.
"Jadi gimana keputusan lo?, mau cari tau tentang jodoh lo itu apa enggak?" tambah Alince memastikan
__ADS_1
Nadine berfikir sejenak. "Iya deh, gua setujuh.. Gua gak mau nanti dapet jodoh yang nyebelin" jawab Nadine.
Nadine dan Alince pun menjalankan misi barunya.
*
*
*
1 bulan kemudian...
Setelah hampir 1 bulan Nadine dan Alince memperhatikan cowok-cowok satu sekolah dengan ciri-ciri yang telah didapatkan dari Kate adik dari Nadine, mereka berhasil menemukan 2 cowok yang sesuai ciri-ciri yang mereka cari.
- tinggi sekitar 175cm-180cm
- berkulit putih
- wajah sedikit bule
- cool
- senyumannya wow
- ramah dan baik.
"Udah pasti ini James Reid anak kelasan kita.." kata Alince, Nadine langsung menutup mulut Alince dengan tangan kanannya.
"Sutt.. Lo kalo ngomong pelan-pelan dong" kata Nadine memperingati
"Iya maaf.." sesal Alince
"Menurut gua ini itu, Alexander deh" kata Nadine dengan senyuman penuh arti.
"Alexander?, sih Xander anak kelas sebelah itu??" balas Alince, Nadine kembali menutup mulut Alince dan sekarang memelototinya.
"Maaf.. Maaf.. Tapi Xander itu kan udah punya pacar sih Agnes" kata Alince yang sekarang mulai berbisik saat bicara.
"Mereka.. Gak pacaran mereka hanya sahabatan gua udah cari tau itu, dan untuk James dia gak masuk dalam kriteria ramah dan baik.. Paham lo?" kata Nadine.
"Kan lo sama James gak pernah akur Nadz dari awal masuk, jadi lo gak bisa menilai ramah dan baiknya dia.." balas Alince.
"Gua gak perduli, James lebih cocok sama lo kok.. Kih sana ambil, gua tau lo naksir sama dia kan, makanya lo bela-belain dia mulu.." tuduh Nadine menatap Alince Intens, Alince terlihat gugup seperti menyembunyikan sesuatu.
Tiba-tiba aja James datang dengan sikap sok akrabnya itu.
"Lagi pada ngomongin apaan sih?, ngomongin guanya... Udahlah gua tau, gua ini ganteng" kata James merangkul Nadine dan Alince
"Lo nya.. Selalu kepedean!, awas aja lo jatuh sakit tau!" cetus Nadine menyingkirkan tangan James dari bahunya.
"Yee.. Sirik aja lo, beruang kutub" balas James.
Baru Nadine akan membalasnya Alince menghentikan perdebatan mereka. "Cukup.. Udah ya, kalian jangan berdebat terus" Alince seraya mendamaikan
"Dia duluan lince..." cetus Nadine menujuk James
"Ehh.. Enak aja, lo duluannya yang mulai" balas James tak mau kalah.
"Udah!!! Udah!! Stop.. Berantem terus, udah gua capek.. Dan gua mau kekelas sekarang, Nadine lo mau ikut atau masih mau berantem?" Alince sedikit tegas
"Ihh.. Gua ikut, ngapain juga gua sama orang ini ogahhh!" kata Nadine menjulurkan lidahnya ke James
"Ihh.. Gua juga gak mau sama lo, beruang kutub" balas james menjulurkan lidahnya kearah Nadine.
*
*
*
6 bulan kemudian..
Masih belum ada perkembangan antara James or Xander yang menjadi jodoh Nadine, di suatu ketika saat Nadine dan Alince sedang berjalan-jalan dia menemukan seorang peramal, dan terlihat banyak pengunjung yang datang.
Nadine dan Alince pun mencobanya, karna sudah tak menemukan cara lain alias buntu.
"Siapa nama kamu?" tanya sih ibu peramal sambil memutari tangannya ke bola yang sakti katanya.
"Nadine.. Nadine Lustre bu.." kata Nadine sedikit gugup
"Jodoh kamu sudah dekat, dia ada didekatmu.. Dia sangat dekat denganmu.." kata sih peramal menjelaskan.
"Boleh saya tau namanya bu?" tanya Nadine
__ADS_1
"Tidak.. Tidak.. Bisa, kau harus menyadari dengan sendirinya.." jawab sih peramal
"Teruss gak ada cara gitu buat saya cari tau siapa dia?" tambah Nadine.
"Mudah.. Lusa adalah bulan purnama penuh, tepatnya pukul 21.15, jika kau dapat melihat bulan purnama penuh itu bersama seseorang, maka ia adalah jodoh kamu" jawab sih Ibu peramal.
"Okeh makasih... Bu.. Makasihh.." kata Alince dan Nadine bersamaan.
Nadine dan Alince dapat tersenyum senang.
*
*
*
Keesokannya, Nadine menghampiri Xander yang sedang duduk di depan kelasnya demi melancarkan aksinya.
"Hai.. Xander" kata Nadine mengambil posisi disebelah Xander.
"Hai.. Nadz, kamu gak ada guru?" kata Xander
"Hehe.. Guru-guru lagi pada rapat Xander" balas Nadine
"Xander, besok malam kamu ada waktu ga?.. Aku pengen ngajak kamu makan malam.." tambah Nadine
"Makan malam?, gimana ya..." Xander menyipitkan matanya, lalu menatap Nadine untuk menggodanya.
"Ihh.. Jawab Xander" kata Nadine mencubit pipi Xander.
"Iya.. Nanti aku jemput jam 7 ya" kata Xander mengacak-ngacak rambut Nadine.
Xander dan Nadine saling melempar senyum, mereka bukanlah sepasang kekasih. Meski Xander sempat menyatakan cinta pada Nadine tapi Nadine masih ragu, dan memilih untuk tetap bersama sampai dirinya benar-benar yakin.
Terlihat dari kejauhan dua pasang mata memperhatikan Nadine dan Xander yang sedang asik mengobrol.
"Sebenernya kamu cari apa sih Nadz.." lirihnya dari kejauhan.
*
*
*
Nadine dibantu Alince dan Kate untuk berdandan. Karna malam ini akan tiba dimana Nadine akan menemukan jawaban yang sebenarnya.
"Gimana udah cantik belum?" kata Nadine yang bercermin sambil sedikit merapihkan pakaiannya.
"Udah cantik kok kakak ku ini, nanti pasti sih calon kakak ipar bakal tertarik dan jatuh cinta sama kakak" jawab Kate.
Nadine yang mendengarnya tertawa. "Anak kecill ini bawel nya..." cetus Nadine
Kemudian Hp Alince berdering membuat suasana hening, Nadine sempat menoleh dan tertulis 'James' yang sedang menelpon Alince.
"Bentar ya.. Angkat telpon dulu" kata Alince lalu menghindari Kate dan Nadine.
"Apa Alince udah jadiannya sama James" pikir Nadine.
Nadine membereskan pakaiannya yang berartakan sehabis memilih baju bersama dengan Kate, sampai waktunya tiba tepat pukul 19.00
"Halo.. Xander, ohh kamu udah didepan?, okeh" Nadine menjawab telpon dari Xander
"Semoga berhasil..." kata Alince
"Hati-hati kak..." kata Kate
Nadine pun menghampiri Xander yang sudah berada diluar rumahnya.
"Aku akan dapatkan jawaban hari ini..." pikir Nadine tersenyum melihat mobil Xander.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be Continued...