
Thank you buat para Readers yang udah buang-buang waktunya buat baca story aku.. ^_^
Jangan lupa vomment nya hehe...
>>Happy Reading!!<<
~
~
~
Hari ini hari minggu, Nadine tak ada niatan untuk pergi kemana pun.. Nadine hanya ingin berdiam diri dikamarnya.
"Kak, kamu gak ada acara?" tanya Kate di depan pintu kamar Nadine
"Iya kenapa?" sahut Nadine
"Ikut aku saja yuk?!" ajak Kate
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Nadine yang sekarang mulai menatap kearah Kate
"Ke mall.. Aku mau cari Dress, buat acara makan malam perjodohan kakak minggu depan" jelas Kate, membuat Nadine menghela nafas berat, dan mengalihkan pandangan ke arah lain tanpa menjawab pertanyaan Kate.
"Kak Nadine.." rengek Kate.
"Aku gak mau dek, kamu sendiri aja.." seru Nadine malas.
"Aku udah ajak Kak James, dia bilang kalau kakak gak ikut Kak James juga gak mau ikut..." tambah Kate. Nadine pun mengarahkan pandangannya pada Kate lagi.
"James???!!, itu anak.. Cari masalah terus sama gua!" pekik Nadine kesal lalu mengambil Ponsel.
*
*
*
James baru saja selesai mandi, dan mendapati ponselnya terus berdering dan tertera 'My Bear', senyum sumringah terbentuk di bibir james.
"Ya.. Nadz, kenapa?.. Lo kangen ya sama gua?" kata James jahil
"Maksud lo.. Apa dah? Nyuruh gua harus ikut? Baru lo ikut" kata Nadine dengan nada kesal
"Ahh.. Itu, yah.. Biar Kate ada yang bantuin pilih baju, gua kan cowok mana bisa bantuin dia" balas James
"Kate bisa pilih sendiri, lo tenang aja.. Jadi gua gak perlu ikut!" tungkas Nadine
"Gua gak mau aja dituduh pacaran sama anak SMP Nadz.. Udahlah ikut aja.." tambah James
"Jadi maksud lo apa?, lo mau dituduh pacaran ama gua gitu!! Ogah.. Lagi pula gak akan ada yang nuduh lo pacaran ama anak SMP" jawab Nadine dengan nada suara meninggi.
"Yaudah gua gak akan ikut.." balas James final.
"Ehhh... Ehhh.. Yaudah!! Okeh" cetus Nadine dengan cepat. Lalu memutuskan sambungan.
"Yess..." gumam James senang.
*
*
*
Satu jam kemudian,,,
Kate, Nadine, dan James sudah ada di salah satu mall terbesar di Manila.
"Kak, Dress nya bagus yang Ungu atau Pink??" tanya Kate pada James
James lalu menyenggol bahu Nadine, "bagus yang mana Nadz?, gua gak paham?" James berbisik
"Ungu.." jawab Nadine dengan malas
"Ungu kate.. Lebih cocok sama kamu.." cetus James menjawab pertanyaan Kate, Nadine hanya menggeleng melihat kelakuan James.
"Okeh,, Kate pilih Ungu.." kata Kate antusias. "Kak, kate ke kasir dulu yaa.." tambah Kate, Nadine&James hanya mengangguk.
"Lo.. Gak ikut milih?" tanya James namun tak ada jawaban dari Nadine.
"Jawab kenapa beruang kutub.. Lo gak lagi sakit gigi kan?" cela James
"Dress gua udah banyak dirumah.." jawab Nadine enteng, James hanya mengangguk.
Mereka terus berjalan-jalan mengelilingi mall, dan sampai lah pada tempat accesoris.
Mata James tertuju pada sepasang boneka beruang putih.
"Nadz... Pegang nih" kata James menyerahkan salah satu boneka dengan syal pink itu pada Nadine.
"Lucu banget.." cetus Kate
"Gua bukan anak kecil!" cetus Nadine lalu memberikan pada Kate.
James menghela nafas kesal melihat tingkah Nadine.
Nadine tampak mulai badmood dan pergi begitu saja meninggalkan James dan Kate.
"Kate kita makan masakan China ya.." cetus Nadine saat melihat restouran china.
"Enggak Kate,, lebih baik kita makan makanan lokal, kita ke restouran sebelah sana aja yuk?" timpal James
"Kita kan udah lama Kate gak makan masakan China" tambah Nadine, Kate hanya bingung harus memilih ikut siapa.
"Aku bingung.." jawab Kate
"Okeh kalo gitu ke resto lokal aja ya Kate" tambah James
"Enggak James China.." pekik Nadine
"Lokall!!" balas James
"Kak James!!, Kak Nadine cukup!!!,, Kate putusin untuk ke resto China karna lebih dekat, jadi please stop berdebatnya!" ucapan Kate membuat Nadine tersenyum kemenangan, sementara James cemberut.
Saat tiba di Resto China, banyak pelayan wanita yang terus memperhatikan ketampanan James.
"Jangan besar kepala lo ya..." cetus Nadine pada James
"Kenapa??.." tanya James "lo cemburu.." tambah James menggoda Nadine.
Sementara Kate masih asik menyantap makanan. "Gua cemburu?, sama nyamuk kayak lo??... Berharap aja lo sana!!" balas Nadine, James hanya tersenyum.
Namun mata Nadine tertuju pada paperbag besar disebelah kursi James. "Apa yang lo beli?" tanya Nadine
"Boneka tadi.." jawab James enteng sambil menyendok makananya.
Uhuukk uhukkk.. Nadine tersedak.
"Ini kak minum dulu.." ucap Kate panik sambil menepuk-nepuk pundak Nadine.
"Jiwa kebancian lo keluar gitu!,, sampe beli boneka segala apa James??" seru Nadine lalu tertawa
James hanya terdiam lalu merubah posisi duduknya hingga menatap Nadine dengan tatapan yang sulit Nadine artikan.
"Gua bakal gunain boneka ini, Buat ngingetin seseorang yang gua cintai tentang siapa gua.. Satu-satunya seorang yang berarti dalam hidup gua.. Seseorang yang berharga.." kata James, Nadine hanya mendengarkan dengan seksama.
"Emm.. Ini nih.. Kepiting juga berharga" seru Nadine, membuat Kate tertawa, dan membuat James kesal.
"Kak Nadine ini.. Kak James lagi seriusss.." cetus Kate memperingati.
"Kakak.. Juga serius, harga 1 ekor kepiting mencapai 105ribu peso.. Berharga bukan,, lagi pula mana bisa ngingetin orang pakek boneka.." balas Nadine.
James menghela nafas berat, "Kate.. Percuma kamu ngomong sama kak Nadine yang otaknya kayak kepiting.. Dia gak akan paham" cetus James.
__ADS_1
"Tuh.. Kan mulai ngajakin berantem.." sahut Nadine memincingkan matanya ke arah James
"Siapa duluan yang mulai?" balas James
"Okeh.. Maaf, lagi lo kalo mau beliin buat Alince.. Bilang aja gak usah sok.. Sok.. Bilang seseorang yang berharga lah bla.. Bla.. Risih dengernya.." elak Nadine
"Nadz.. Kenapa sih? Lo selalu berfikir salah tentang gua" pikir James lalu melanjutkan makannya, tanpa membalas ucapan Nadine.
*
*
*
Hari senin tiba, Nadine bangun kesiangan hari ini.. Ia sudah berusaha untuk tidak terlambat namun tetap gagal, karna itu Nadine mendapat hukuman berjemur dilapangan hingga jam pertama berakhir.
Cukup lama Nadine berdiri dan matahari semakin terik. Mata Nadine mulai buram, kepalanya serasa berat, namun ia berusaha untuk tetap berdiri tegap.
Seakan tubuh Nadine sudah tak kuat untuk terus berdiri hingga akhirnya ia terjatuh Pingsan.
"Nadine....." pekik seseorang yang dengan sigap menangkap tubuh Nadine.
*
*
*
Nadine mulai menggerakan matanya perlahan, memutari sekeliling ruangan.
"Nadz.. Lo udah sadar?" seru Alince di sebelah Nadine
"Gua dimana? Lince.." ucap Nadine dengan nada suara lemas
"U.K.S tadi lo pingsan, dan untung aja ada Jam.. Eh.. Penjaga sekolah yang liat lo terus bawa lo kesini.." kata Alince kikuk.
"Lagi lo kenapa telat sih? Tumben banget" tambah Alince, Nadine mulai berfikir serius.
"Gua..." kata Nadine menggantung.
"Lo kenapa??" tanya Alince penasaran.
"Gua tidur jam 3 pagi, jadi gua kesiangan" jelas Nadine.
"Lo tuh ngapain aja hah??" tambah Alince.
"Jadi....." jawab Nadine.
***************
FlashBack :
Waktu menunjukan hampir jam 11.00 malam, Nadine baru saja keluar dari kamar mandi dan akan mulai tidur, Namun tak lama Ponselnya berdering.
"Siapa sih yang telfon malem-malem" gumam Nadine.
Nadine terbangun dan meraih Ponselnya dilihat nomer yang tak Nadine kenal.
"Pasti ini sih nyamuk!! Iseng" pikir Nadine menuduh James
Nadine menggeser tanda hijau diPonselnya.
"Ehh.. Nyamukk!! Lo gak tau apa ini udah malem?? Apa dirumah lo masih pagi??" cetus Nadine.
"Hai.. Nadz" sapa seseorang di sebrang sana.
Mata Nadine membulat seakan ia baru mendapat kejutan, ia mulai mencerna suara itu.
"Xander??? Itu kamu.." suara Nadine menjadi serak.
"Emm.. Ini aku, ternyata kamu hafal suara aku ya.. Aku seneng banget, bisa denger suara kamu lagi" balas Xander.
Nadine mulai terisak, airmatanya sudah terjatuh.
"Kamu jahat!, kenapa kamu ninggalin aku gitu aja??,, Xander aku ngerasa kehilangan kamu... Aku sayang sama kamu..." suara Nadine mulai parau.
"Aku kangen kamu... Maafin aku yang selama ini egois, maafin aku Xander.." kata Nadine.
"Tunggu aku ya.. Suatu saat aku akan kembali buat kamu" kata Xander dengan tulus.
"Kamu Janji??" tanya Nadine
"Iya.. aku cinta kamu Nadz.." balas Xander
"Aku juga cinta kamu Xander.." ungkap Nadine lirih.
Flashback End :
****************
Alince terkejut mendengar cerita Nadine.
"Jadi, bocah tengik itu ngehubungin lo lagi??" kata Alince tak percaya.
"Iya.. Tapi gua bingung.." ucap Nadine.
"Bingung gimana??" tanya Alince
"Antara sedih, seneng kecampur jadi satu.. Dan yang gua bingung perasaan gua.. Gimana sebenernya ke Xander.." jelas Nadine
"Lo aja bingung sama perasaan lo sendiri?? Apa lagi gua.. Dine.." balas Alince.
Beberapa saat kemudian James masuk membawa teh hangat ditangannya lalu meletakan begitu saja di meja yang tak jauh dari ranjang Nadine.
"Diminum.." itu katanya lalu pergi meninggalkan ruangan.
Nadine dan Alince saling pandang-pandangan bingung melihat tingkah James.
"Lince dia kenapa?" tanya Nadine yang hanya di jawab Alince dengan angkatan bahu.
"Gua mau kekelas yuk.." tambah Nadine lalu di bantu Alince untuk berdiri.
*
*
*
Ujian akhir sekolah sudah berjalan, namun sikap James berubah pada Nadine semenjak kejadian di U.K.S menjadi lebih dingin.
James dan Nadine jarang berantem lagi, membuat siswa satu kelas dan juga Alince tak perlu repot lagi untuk memisahkan mereka.
"Gimana fisika tadi lo bisa?" tanya Alince yang di jawab anggukan oleh Nadine
"Lo? Lince..." tanya Nadine, dan dijawab cengiran Alince.
"Lo udah belajar? Kan..." tanya Nadine lagi
"Emm.. Tapi gua kurang yakin..." balas Alince
"Pokoknya lo harus yakin... Lo gak mau kan jadi adik kelas gua nanti..." kata Nadine memperingati
"Iya Nadz.." jawab Alince
"Tapi gua seneng deh lo sama James gak pernah berantem lagi akhir-akhir ini.." goda Alince.
"Gua juga bingung ada apa ama tuh anak??" balas Nadine
James pun lewat, namun ia tak sedikit pun menoleh ke arah Nadine dan Alince.
"James!!.. Kamu mau kemana?" tanya Alince layaknya pacar.
"Aku mau ke lapangan basket" jawab James cepat.
__ADS_1
*
*
*
Hari terus berjalan, rasanya ujian cepat sekali berakhir, dan tepat pada malam ini Nadine akan bertemu dengan calon tunanganya.
Nadine menggunakan Dress sederhana dengan warna peace dan Kate menggunakan warna Ungu.
"Nad.. Kate.. Ayo kita berangkat sebelum terlambat.." ucap Ny.Lustre kepada putri-putrinya
"Pah.. Mobil sudah siap ayo, kita tunggu anak-anak di mobil.." tambah Ny. Lustre
"Nadine!!, Kate!!.. Papah tunggu dimobil ya!!!" seru Tuan Lustre
"Kak.. Ayo.." ajak Kate
Nadine dengan malasnya mengikuti Kate di belakang.
Selama perjalanan Nadine sibuk dengan ponselnya. Nadine sibuk chating dengan sahabatnya.
Alince : semangat Nad.. 🙋
Nadine : Males.. Males.. Males... *Read
Alince : hehe.. Ya lo banyak-banyak berdoa semoga gantengnya kayak Xander ataupun James.
Nadine : tuh kan mulai lo.. Sebut-sebut nama nyamuk, merinding gua dengernya. *Read
Alince : hahaha.. Lo mah suka gitu nadz..
Nadine : ehh.. Nanti gua kabarin lagi ini udah nyampe.. Bye *Read
Alince : okeh have fun...
*
*
*
Keluarga Lustre sampai di Restouran tepat pukul 19.00
Di sana sudah ada kedua orang tua calon tunangan Nadine, tapi Nadine bingung dimana anak mereka (maksudnya calon tunangannya). Nadine masih mengitari pandangannya mencari sosok itu.
"Mana tuh cowok!!" pikir Nadine masih mencari.
"Nadz.. Salam dulu sama bibi Leah, dan Paman Gael.." titah papah Nadine
"Malam bibi.. Malam Paman Dimana putra kalian?" kata Nadine polos mengundang tawa antara orang tua.
Nadine hanya tersipu bingung.
"Nadine sepertinya sudah tak sabar..." kata Tuan Gael
Nadine hanya tersenyum. "Sabar nak.. Anak bibi sedang di toilet.." jelas Ny. Leah
"Mungkin sebentar lagi dia akan kembali.." tambah Ny Leah
"Hehe iya bi.." jawab Nadine
"Nadine sangat cantik..." puji Ny. Leah
"Terima kasih bi.." jawab Nadine
*
*
*
Di dalam Toilet James sedang berusaha mengumpulkan keberanianya, untuk muncul dihadapan Nadine.
"Tenang James, hari ini semua akan terungkap.. Dan lo akan jadi tunangan Nadine.." gumam James pada dirinya sendiri.
"Pokoknya Nadine milik lo.. Dari awal.. Hingga akhir gak akan berubah dia tetep beruang kutub lo.." tambah James
"Mau itu Xander atau siapapun itu gak akan ngaruh... Okeh" tambah James dengan mantap lalu berjalan keluar dengan pesona nya yang tak bisa dijelaskan.
*
*
*
Nadine masih dengan hatinya yang bergemuruh penasaran dan masih nampak serius dengan ponselnya.
"Maaf.. Terlalu lama menunggu... Selamat malam semua.." sapa seseorang membuat Nadine sigap menoleh.
Mata Nadine membulat sempurna melihat James berbalut Kemeja biru muda, dan sedikit sentuhan Jam tangan membuatnya begitu tampan.
James memandang ke arah Nadine yang masih nampak terkejut, namun segera james palingkan pandanganya karna sedikit gugup.
"Nadz..Ini anak bibi, James Reid.." kata Ny. Leah, Nadine hanya terdiam dan berkutat pada pemikirannya.
Iya ada dua kandidat... Antara James dan Alexander, tapi James??, gak mungkin dia.. Dan gua yakin pasti Xander.. Ya Nadz lo kan dari awal gak pernah akur sama James mana bisa lo menilai dia.
"Kalian sudah kenal bukan?" tambah Ny. Leah
"Kenal banget mah.." sahut James memancing tatapan tajam Nadine padanya.
Nadine mengingat percakapannya dengan Alince 1 tahun lalu.. Dan apa yang Alince katakan dan yang Nadine tidak inginkan terjadi ini dia.. James yang dijodohkan oleh Nadine.
"Nadz.. Kamu baik-baik aja kan?" tegur Ny. Luster
James sempat menoleh ke arah Nadine dengan setengah kegugupannya.
"Emm.. Tidak apa-apa mah.." jawab Nadine
"Kenapa James gak pernah bilang apapun ke gua??" pikir Nadine.
James hanya melempar senyum pada Nadine sesaat mata mereka bertemu.
"Apa karna lo udah tau?, jadi lo ngejauhin gua akhir-akhir ini????" pikir Nadine menatap James tajam
Mata Nadine seakan menuntut penjelasan dari James,, Kenapa???
Makan malam terus berlangsung tanpa gangguan apapun.
*
*
*
*
*
*
*
To Be Continued...
Thank you so muchh...
Buat yang udah nungguin story aku ini..
Maaf misalkan ada typo
Jangan lupa voment ya
__ADS_1
Tunggu kelanjutanya nya...
See you...