Ignorance!

Ignorance!
Bagian 2


__ADS_3

sebelum membaca dimohon untuk meng-klik bintang di bagian kiri-bawahnya..


...Enjoy in the story guys.. ...


>>Happy Reading!!<<


~


~


~


Pagi harinya Nadine memulai dengan wajah cemberut, ia sangat malas untuk berangkat kesekolah pada hari ini.


"Kak.. Kate minggu depan ada pentas sekolah, kakak datang ya..." Pinta kate saat sedang di meja makan.


Hanya ada mereka berdua sekarang, ayah dan ibu mereka kembali sibuk pada Bisnisnya. Hal yang sudah biasa untuk kakak beradik ini, jika sering ditinggal ayah dan ibu karna urusan Bisnis.


"Kakak gak bisa datengnya?" tambah Kate lirih, karna Nadine tak kunjung menjawab.


"Aku gak bilang gitu" balas Nadine cepat, Kate membentuk senyum dibibirnya.


"Yaa.. Aku tau kakak ku pasti akan datang, aku beruntung memiliki kakak" tambah Kate, Nadine sangat mengerti maksud ucapan adiknya itu.


"Kate.. Sudahlah, aku tau kamu masih kecil dan membutuhkan mereka(orang tua Nadine&Kate), tapi kamu harus mengerti dan menjadi anak baik" jelas Nadine pada adiknya itu.


"Aku sayang sama kakak..." Kate menghampiri Nadine dan memeluk kakaknya itu.


"Jika kamu menangis, maka kamu tidak akan dewasa. Kamu bilang ingin menjadi dewasa... Sudah cukup, ayo kita berangkat,, paman Joy menunggu kita didepan" kata Nadine menghapus air mata Kate.


*


*


*


Nadine perlahan berjalan memasuki kelasnya.


"Jalannya lama banget,,, woy cepet dikit kenapa?!" cetus seseorang dibelakang Nadine yang tak lain adalah James.


Nadine sedang tak ingin berdebat entah ada apa dengan gadis itu sekarang, ia tak membalas perkataan James sama sekali.


Ia hanya menyingkir dan membiarkan James duluan jalan.


Entah ada apa dengan gadis itu hari ini, seperti kehilangan semangat hidup.


"Nadine,,, lo baik-baik aja kan?" sapa Alince yang hanya dibalas senyuman oleh Nadine.


"Ehh.. Beruang kutub, lo udah jinak apa gimana?, kok lo sok cantik gitu sih... Sok.. Sok.. Kalem.." timpal James yang melihat percakapan Nadine dan Alince.


James dan Alince kembali dibuat Nadine terkejut akan sikapnya, Nadine sungguh tak marah maupun mencaci James. Karna Nadine kembali menjawab dengan senyuman.


"Wahh... Sumpah demi Tuhan, lo lagi sakit ya???" tambah James, tapi kali ini James menyentuh dahi Nadine seraya memeriksa apa Nadine demam.


Nadine menurunkan tangan James dari dahinya.. "Gua.. Baik-baik aja.." balas Nadine.


James menatap mata Nadine, seraya mencari jawaban apa yang sudah terjadi padanya sehingga ia sampai berubah begini.


"Lo kenapa Nadz?,, apa yang buat lo begini?? Mana Nadine yang dulu.." batin James.


"Yakin lo gak apa-apa??" tanya Alince memastikan.


"Kalian itu kenapa sih??, gua baik-baik aja" jawab Nadine


Meski ia berada disekolah tapi hati dan pikiran Nadine memikirkan kejadian semalam, ia sangat merasa bersalah pada Xander.


___________________


Flashback :


Disebuah Caffe yang romantis


Kejadiannya saat malam itu waktu menunjukan pukul 21.10, tinggal 5 menit lagi.. Xander akan menjadi Jodoh yang dicari Nadine.


Tapi Xander mendapatkan telpon dari seseorang entah siapa..


"Apaaaa!!! Ibuku!!!!!..." kata Xander sangat terkejut, sepersekian detik Xander menatap Nadine.


"Nadine Aku harus pergi..." kata Xander, tangan Nadine bergerak dengan sendirinya menahan Xander.


"Ku mohon.. 5 menit lagi.. Ku mohon.." hanya kata itu yang keluar dari mulut Nadine, tapi berbeda dengan respon seorang Xander cowok yang sangat lembut.


"5 MENIT APA MAKSUDMU!!, BAGAIMANA AKU BISA TETAP DISINI.. SAAT DIMANA AKU MENDAPAT KABAR IBUKU MENINGGAL DUNIA" teriak Xander, membuat mata Nadine membulat sempurna karna terkejut.


Belum sempat Nadine membuka mulutnya. "Cukup... Sudah cukup aku menunggu gadis egois sepertimu!, kamu tidak benar-benar mencintaiku.. Kamu hanya akan mempermainkan perasaanku!!, tanpa membalas perasaanku!!" tambah Xander.


Xander kali ini benar-benar pergi meninggalkan Nadine yang masih terpaku karna terkejut akan sikap Xander.

__ADS_1


Malam bulan purnama penuh Nadine lewatkan sendiri, Nadine masih menatap kepergian Xander dengar air mata yang mengalir dipipinnya.


Flashback end:


_____________________


"Maaf...." lirih Nadine


Alince yang disebelah Nadine mendengar ucapannya samar-samar.


"Nadz!?,, lo bilang sesuatu?" tanya Alince.


"Iya tadi gua bilang lucu.... Itu huruf yang ditulis di papan tulis lucu" elak Nadine. Alince hanya kebingungan dengan apa yang dikatakan Nadine.


"Linc.. Temenin gua ke ruang guru yuk" pinta James


"Udah sana temenin..." tambah Nadine.


Alince dan James pun pergi, tapi bukan keruang guru. James mengajak Alince ke taman sekolah untuk membicarakan sesuatu.


"Apa..." kata Alince dengan ketus


"Semalam.. Apa terjadi sesuatu antara Xander dan Nadine?" James


"Gua belum tau,, Nadine belum cerita apa-apa.. Gak mungkin gua maksa Nadine buat cerita" jelas Alince, James hanya mendesis kesal.


"Tapi.. Sebenernya lo cuma suka sama Nadine atau ada hal lain deh?, gua penasaran.." cetus Alince, menatap James penuh selidik.


"Memangnya apa lagi?, gua juga bingung kenapa sih beruang kutub gak inget gua" kata James dengan tatapan nanar.


"Gua gak paham" seru Alince


James hanya tersenyum, "udahlah.. Lo gak perlu paham, emm.. Gua punya cara lain" kata James mengedipkan matanya, pada Alince.


*


*


*


Nadine pulang kerumah, dan melihat adiknya tergeletak di lantai.


"Kate,,," Nadine membuang tas nya sembarangan dan menghampiri adiknya itu dengan panik.


Nadine mulai panik dan menangis karna kejadian ini terjadi saat kedua orang tuanya tak ada dirumah. "Bibi... Bibi.... Minahh!!" panggil Nadine panik.


"Iya nonna.. Ya ampunnn,,, nonna Kate kenapa??" asisten rumah tangga Nadine mulai panik.


Beberapa saat kemudian, Dokter key sudah datang dan memeriksa keadaan Kate, Dokter Key adalah Dokter keluarga Nadine sejak lama.


"Gimana keadaan Kate Paman??" tanya Nadine pada Dokter Key.


"Kate hanya kelelahan, sepertinya seharian ini ia tak memakan apapun.. Jaga adik mu baik-baik" kata sih Dokter berlalu.


"Kate ini..." desis Nadine Khawatir.


"Nonna kate tidak mau makan sejak pulang sekolah Nonna.." cetus Bibi Minah.


"Bi.. Tolong buatkan kate bubur, aku akan membuatnya makan setelah sadar" pinta Nadine


"Baik.. Nonn" balas sih Bibi Minah lalu ia berlalu kedapur.


Belum selsai dengan masalah Xander, masalah Nadine jadi bertambah.


Drtttt... Drttttttt... Drtttt... *suara getar hp*


Nadine melihat ponselnya, dan mengendus kesal karna melihat nama yang mengganggu waktunya saat ini.


"James,, bisa gak sih lo? Gak ganggu gua sebentar aja!" bentak Nadine pada seseorang di sebrang sana.


"Heyy.. Ketus banget, Nadz.. Gua didepan rumah lo,, keluar sekarang" titah James pada Nadine.


Sepersekian detik Nadine sudah berlari keluar menghampiri James.


"Apaaa..... Lo mau apa..." ketus Nadine pada James.


"Gua bawa buah,,, gua denger dari Alince adik lo sakit" cetus James


"Gua gak butuh,,, lo pulang gih, gua sibukk" kata Nadine hampir meninggalkan James, namun james menahan Nadine dengan memegang tangan Nadine.


"Hey... Hehh.. Beraninya lo pegang-pegang.." cetus Nadine menarik tangannya.


"Seenggaknya lo nyuruh gua masuk kenapa?, gua mau liat keadaan adik lo gimana?" timpal James nyelonong masuk kedalam rumah Nadine.


"Hey... Nyamuk DBD!!!! Lo berani banget masuk ya!!" teriak Nadine


Tapi James menutup kupingnya tak perduli, dan terus berjalan kekamar Kate.

__ADS_1


Nadine tak menyadari bagaimana James bisa tau letak kamar Kate.


Nadine membuntuti James kekamar Kate.


"Adik lo.. Sakit apa?" tanya James membelai wajah Kate.


"Perlu nya gua jawab??" jawab Nadine


"Gak bisa apa ya.. Lo jawab aja? Gua kan kesini berniat baik.. Bukan mau berantem" cetus James, Nadine melipat kedua tanganya.


"Kate,,, kangen sama mamah dan papah, dia gak mau makan seharian.." balas Nadine. James menatap Kate nanar.


"Emm.. Gua boleh kesini terus kan?, gua janji gak akan ganggu lo... Gua cuman pengen nemenin Kate aja,, dulu gua juga kayak Kate gak mau makan seharian karna kangen Papah gua" kata James


"Udahlah.. Gua bisa ngatasin kok,, lo gak perlu kesini terus" ucap Nadine


"Pokoknya gua mau kesini.." Kata james final


Kemudian datanglah bibi Minah..


"Nonna Nadine,, ini buburnya..." ucap Bibi Minah membawa semangkuk bubur.


"Makasih.. Bi.." balas Nadine lalu menaruh bubur tersebut di sudut meja sambil menunggu hingga Kate bangun.


"Tuan muda.. Ingin minum apa" tanya bibi minah pada James


"Tidak usah bi.. Sebentar lagi aku akan pulang" jawab james dengan senyum andalanya.


"Yaudah.. Cepet pulang, lo udah ganggu gua tau gak.." cetus Nadine di belakang James.


James tak membalas ucapan Nadine ia hanya tersenyum.


Beberapa menit kemudian James akan pulang, Nadine mengantar James sampe depan pintu dengan tangannya yang dilipat didepan dada.


"Nadz.. Soal lo sama Xander,,," kata James menggantung


"Apa! Lo gak perlu ikut campur" balas Nadine


"Sebenernya.." tambah James


"Sebenernya kenapa??,,, lo mau ngomong apa sih?" Nadine yang sudah mulai kesal.


"Xander ibunya meninggal dunia.." tambah James


"Kalau lo cuman mau ngomong tentang ini gua udah tau,,, jadi sekarang mending lo pulang" pinta Nadine.


"Xander pindah ke Singapur, Ibunya ingin dimakamkan di tempat kelahirannya sebelum ia meninggal.. Xander tak ingin jauh dari ibunya, jadi ia memutuskan untuk pindah" Jelas James


"Jangan asal bicara!!" balas Nadine


"Terserah lo mau percaya apa enggak, gua pulang.." kata James meninggalkan Nadine yang mematung.


Air mata Nadine mulai menetes, rasa bersalah dihatinya kembali muncul. Ia tak memikirkan tentang siapa jodohnya lagi, ia merasa itu bodoh.. Hal yang bodoh hingga ia membuat seseorang terluka karnanya.


Nadine berusaha menelpon Xander, tapi Xander tak kunjung mengangkatnya. Nadine juga tak bisa menemukan Xander di sekolah, karna Xander tidak masuk sekolah, Xander akan pindah ke Singapur Lusa. Tapi Nadine tak tahu dimana rumah Xander.


"Xander... Kamu kenapa? Hikss... Hiks... Apa kamu mau ninggalin aku.." lirih Nadine pada dirinya sendiri.


_____________


Ting... *suara pesan masuk*


****************


From : Xander.


Nadz... Aku baik-baik aja, maaf untuk kejadian malam itu, aku benar-benar hancur saat itu.. Dan jika kamu menghubungiku untuk meminta maaf aku sudah memaafkanmu.


Besok aku akan pindah, selamat tinggal... Aku mencintaimu..


***************


Itulah isi pesan yang tertulis, Nadine langsung mencoba menghubungi Xander berharap akan ada jawaban tapi tak berhasil karna Ponselnya sudah tak aktif.


"Xander... Apa hanya akan seperti ini??!! Hiks... Hiksss... Apa aku akan benar-benar kehilanganmu..." tangis Nadine dikamarnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To Be Continued.....


__ADS_2