Ignorance!

Ignorance!
Bagian 6


__ADS_3

Because.. You not understand me...


I hope you will be happy forever.. Anytime... Anywhere... And Love you more...


>>Happy Reading<<


~


~


~


James memutuskan untuk berbicara dengan Alince, dan mereka telah janjian di cafe dekat dengan rumah Alince.


"Ada apa James?" Alince membuka pembicaraan.


"Gua pengen akhirin semuanya.." jawab James


"Maksudnya??" tanya Alince masih tak mengerti.


"Maksud gua, hubungan pura-pura pacaran kita.. Selsai" jelas James datar.


"Okey... Tapi, lo sama Nadine?, udah ada perkembangan?" tanya Alince kembali, ekspresi James berubah seketika.


"Entahlah.. Gua ngerasa, bukan dia yang gua cari selama ini" cetus James membuat Alince semakin tak mengerti.


"Lo gak ada niatan mainin perasaan sahabat gua kan??" Alince menuduh.


"Lo tenang aja.. Kalo Nadine bener-bener orang yang gua cari selama ini, gua akan jagain dia mati-matian.. Tapi.. Jika bukan, gua akan pergi sejauh mungkin dari hidupnya.." nanar James penuh ketulusan.


*


*


*


Nadine & James ikut dalam organisasi Osis di sekolah, awalnya Nadine terlebih dahulu yang mendaftar, lalu James mengikuti seperti penggemar rahasia.


Acara kali ini adalah persiapan untuk pernerimaan siswa baru, James & Nadine akan ikut dalam Masa Orientasi Siswa atau lebih dikenal dengan MOS.


Selama ketua osis memberi pengarahan anggota lainnya berbaris dilapangan untuk memperhatikan.


"Nadz..." panggil James yang berbaris tepat disamping Nadine.


Nadine enggan menjawab panggilan James dan masih sibuk memperhatikan ketua osis, James terus memanggil Nadine.. Hingga ketua osis yang menyadari hal itu menjadi kesal.


"James!! Lo gak serius!!, sekarang..." ucapan ketua osis menggantung saat melihat Nadine mengangkat tangan kanannya.


"Kak.. Maaf, ada hal penting yang harus aku bicarakan pada James" cetus Nadine meminta izin.


"Baiklah... Dan segera kembali" balas ketua osis pada Nadine.


Ketua osis itu bernama Justin Edrio ia terkenal sangat tegas sebagai ketua, dan ia sangat mengagumi Nadine sebagai gadis idamannya sejak Nadine masuk sebagai anggota osis, karna itu ketua tak pernah bisa menolak permintaan Nadine sedikitpun.


Nadine berjalan meninggalkan lapangan diikuti dengan James.


"Dasar.. Ketua banjingan!" gerutu James tanpa di jawab Nadine, James terus mengekori Nadine.


"Segitu naksirnya dia sama lo, sampe dia berhenti ngomong... Gua tau tuh kalau lo gak angkat tangan tadi Nadz, pasti cecurut itu udah ngehukum gua.." kata James terus berbicara.


"By the way, thanks.. Udah bantuin gua lepas dari hukuman ketua.." tambah James.


Kali ini Nadine menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap James.


"Berhenti manggil nama gua, jangan lagi sok akrab!, dan jangan pernah lagi bicara sama gua!, satu lagi kalau pun ketemu anggap aja kita gak pernah kenal!!" kata Nadine dengan penuh penekanan.


James sungguh terkejut dengan pernyataan barusan dari Nadine.

__ADS_1


"Lo bercandakan?, Nadine.. Apa lo masih marah karna gua gak..." belum selsai James berbicara, Nadine langsung memotong tanpa aba-aba.


"Gua serius..." itu yang Nadine katakan.


"Mana bisa kayak gitu!!, kita saling kenal.. Bahkan lo calon tunangan gua!, dan sekarang pun lo udah tau gimana perasaan gua yang sebenernya ke lo.. Tapi kenapa lo pengen gua ngejauh!" protes James tak terima, Nadine memalingkan wajahnya.


"Jawab gua Nadz!?" cecar James. Nadine kembali menatap James.


"Karna gua benci sama lo..." jawab Nadine datar.


"Gak masuk akal..." balas James.


"Gua gak perduli lo mau percaya apa enggak, yang pasti gua pengen lo menjauh!" kata Nadine final.


Nadine meninggalkan James yang masih mematung dengan tatapan ketidakpercayaan, Nadine seakan sudah benar membenci James.


Sepersekian detik Nadine kembali dalam barisan, dan disambut senyuman manis si Ketua yaitu Justin, dan kemudian James juga memasuki barisan kembali, berbanding terbalik dengan Nadine James mendapat tatapan sinis Justin namun tak diperdulikan James.


*


*


*


Setelah selsai urusan osis, Nadine tak langsung pulang, ia pergi kerumah Alince.


"MOS kali ini akan ke Cebu, mungkin pedesaan disana akan menjadi pengalaman yang baik bagi siswa baru.." jelas Nadine


"Emm.. Gitu, ya lo hati-hati aja.. Takut ada ular disana hii... Serem." kata Alince


"Tenang aja ada Justin yang jagain gua.." Nadine berbangga.


"Ohh iyaya.... Dia kan naksir berat sama lo" balas Alince seperti mengejek.


Lalu Nadine melempar bantal kecil pada Alince. "Huh?! Lo itu.. Bisa gak jangan bahas yang itu??!" pekik Nadine


"James.. Gua tadi minta dia jaga jarak..." kata Nadine seketika.


"Apa Nadz??" tanya Alince yang tidak mendengar jelas ucapan Nadine.


"Iya.. Gua minta, James buat jaga jarak.." ulang Nadine, kali ini Alince menutup mulutnya yang menganga karna terkejut.


"Setelah lo tau.. Dia tunangan lo yang sebenernya?, dan sekarang apa yang lo lakuin?" Alince tak percaya.


"Ini keputusan gua Lince.." jawab Nadine


"Keputusan macam apa Nadz??!, gua bahkan udah berkorban buat jadi pacar pura-pura James, bikin lo cemburu dan biar lo juga sadar akan perasaan lo sendiri.. Dan sekarang.." kata Alince masih dengan kebingungan akan tingkah sahabatnya.


"Kayaknya.. Udah malem gua harus pulang,," kata Nadine mengalihkan pembicaraan.


"Okeh.. Nadz, terserah lo sekarang.. Itu keputusan lo dan gua pengen lo gak akan nyesel.." kata Alince.


Nadine tak menjawab ia mengambil tas nya dan segera berpamitan pulang.


*


*


*


Di kamarnya James hanya bediri dengan melipat kedua tangannya, padanganya terarah pada photo yang kusam, di photo itu terlihat sepasang anak laki-laki dan perempuan tersenyum bahagia.


.


.


FlashBack:

__ADS_1


11 Tahun lalu...


Tepat pukul 00.02


Seorang anak kecil perempuan berumur sekitar 5 tahun, membawa sebuah kue ulang tahun bertulisan "Happy Birthdays Jaye" dengan lilin angka 6 diatasnya.


Anak perempuan itu tidak sendirian ia bersama wanita berumur sekitar 28 tahun.


Lalu kue itu diberikan pada anak laki-laki yang sedang tertidur pulas dengan alam mimpinya.


"Selamat ulang tahun Jaye!!!" seru mereka.


Anak yang bernama Jaye terbangun dan meniup lilin ultanya tersebut.


"Terimakasih Nadine.." ucap anak itu.


"Hehe.. Aku sangat menyanyangimu Jaye.." lalu mereka saling melempar tawa dan senyum.


"Baiklah anak-anak.. Ayo kita potong kuenya.." seru wanita tadi.


FlashBackEnd:


.


.


James tersenyum mengingat hal itu, hal yang tak pernah ia bisa lupakan.


"James.. Ayo makan malam dulu" kata Ny.Leah yang menghampiri James.


"Iya mah..." sahut James lalu segera menyusul Ny. Leah ke meja makan.


*


*


*


"Kak Nadine kamu baru pulang??" tanya Kate saat melihat Nadine tiba.


"Hehe.. Tadi kakak main dulu" jawab Nadine dengan senyum andalanya.


"Mamah.. Dan Papah pergi ke Thailand tadi siang, aku sendirian lagi.." keluh Kate.


Nadine seakan mengerti apa yang adiknya sedang bicarakan, ya Kate kembali sedih dan merasa sendirian.


"Pasti kamu belum makan malam kan?" Nadine mengintrogasi, Kate hanya mengangguk.


"Hemm.. Ayo kita makan malam.." ajak Nadine


Kate hanya menurut, sebenarnya Kate adalah anak yang penurut, Namun hati nya sangat sensitif.


*


*


*


*


*


*


*


To Be Continued..

__ADS_1


Tuhhh udah ketahuan kalo Nadine sama James udah kenal sejak kecil.


__ADS_2