
>>Happy Reading!!!<<
~
~
~
****
Kediaman Lustre.
"Kak.. Kamu berapa lama di Cebu Eumm..?" tanya Kate yang sedang membantu Nadine berkemas.
Nadine hanya tersenyum simpul, melihat wajah Kate yang cemberut karna akan ditinggal dalam beberapa hari olehnya.
"Kak??!!" cetus Kate, kali ini Nadine terkekeh melihat tingkah Kate.
"Kamu ini,, seolah kayak kakak bakal pergi bertahun-tahun aja, iya.. Aku pergi cuman sampe MOS selsai aja kok" jelas Nadine kembali memasukan beberapa pakaian ke dalam tas besarnya.
Drrrt.. Drrrtt... 📲 📲
Tiba - tiba Ponsel Nadine berdering, tertera nama James, di layar Ponsel.
"Angkat dong kak..." titah Kate, yang melihat Nadine tak memperdulikan Ponselnya.
"Ahh... Kate aku males ngomong sama dia" keluh Nadine frustasi, kali ini Kate seakan hafal siapa yang dimaksud oleh Nadine.
"Okeh.. Kak Nadine pilih mana, Pilih angkat atau Uang jajan kak Nadine di Potong setelah papah tau sikap kak Nadine pada kak James." ancam Kate.
Nadine tak berfikir panjang lagi ia langsung menjawab telpon James.
"Halo... Ada apa!?" jawab Nadine
"Ketus banget sih.. Nadz, gua mau minta catetan Camp to Cebu dong" kata James
"Astaga demi TUHAN!!!" pekik Nadine.
"Jadi lo gak nyatet?? Apa James?" kata Nadine heran.
James hanya terkekeh, "gua males nyatet Nadz.." balas James dengan santai.
"Berhenti cengar-cengir!!, enek gua dengernya!, nanti gua foto'in" kata Nadine lalu memutus kan sambungan.
Nadine kembali berkemas, dengan asal ia lempar Ponselnya ke tempat tidur karna saking kesalnya.
"Loh kak.. Kak Nadine gak jadi foto'in catetan kakak" Kate memperingati.
Nadine menepuk jidatnya seketika. "Ohh.. Iya Kate aku lupa, Astaga.. James nya, dia itu nambahin kerjaan aku aja" Gerutu Nadine mengambil Ponselnya kembali.
Lalu Nadine memfoto catetannya, setelah itu ia kirim tanpa melihat hasil fotonya.
Send... 📷
Nadine lalu mencari center di beberapa laci kamarnya namun tak ketemu.
Drrtt... Drrrt... 📲 📲
Ponsel Nadine kembali berdering, dan sudah tak perlu di tanya siapa lagi yang menghubungi Nadine kali ini... Bisa di tebak?
Yaps.. James
"Ada apa lagi James!!!" bentak Nadine dengan suara 5 oktav nya.
"Gua ganggu nya?" tanya James super basi.
"Banget.." jawab Nadine datar. Tapi ada perasaan tidak enak dihati Nadine kali ini, mungkin perasaan bersalah.
"Yasudah.. gak jadi" balas James.
"Ihh.. Nyebelin, James besok bawa Center 2 okeh.. Center gua ilang" cetus Nadine dengan cepat. Mungkin dengan memberikan James kesempatan itu akan lebih baik.
"Siap.. Beruang kutub, apapun buat lo pasti gua lakuin" balas James dengan terkekeh.
"Jijik.. Gua dengernya, terus lo telpon gua kenapa??!" tanya Nadine.
"Tadi gua cuman mau bilang, I Love you.... Nadz" balas James kali ini serius.
__ADS_1
Nadine super duper terkejut, hingga Nadine terbatuk-batuk.
"Ini kak air..." kata Kate memberi Nadine segelas air, Nadine meminumnya dan mengatur nafasnya yang sedikit sesak.
"Nadz.. Lo baik-baik aja??" tanya James khawatir.
"Lo!!! Udah gila ya!!!" teriak Nadine murka.
James menjauhkan telinganya dari Ponsel, setelah suara Nadine reda ia kembali berbicara. "Nadz... Lo gak bisa jadi cewek manis sedikit aja-nya.. Kayak dulu?, kasihan tenggorokan lo.." kata James.
"Gak.. Apalagi sama orang kayak lo!!" cetus Nadine, lalu memutuskan sambungannya.
Kate menggeleng melihat tingkah kakaknya itu.
"Kakak.. Ini, galak ya.." kata Kate. Nadine hanya menjawab dengan senyuman.
"Ini perlu Kate, jadi biar dia gak macem-macem" Nadine membela diri.
"Aku gak paham, udah ahh.. Mau ke kamar aja" gumam Kate berlalu.
*
*
*
Anggota Osis sudah berkumpul di sekolah, sekarang sekitar Jam 6 pagi. Bus juga sudah berbaris di depan halaman sekolah.
Nadine tiba dengan membawa tas besar dipunggungnya, James yang melihat Nadine dan langsung menarik tas punggung Nadine dari belakang.
Nadine menoleh.. "Lo?!, apaan sih.. Kembaliin tas gua!" kata Nadine berusaha merebut tasnya, namun gagal.
"Udah.. Ini berat, gua sebagai calon tunangan lo.. Wajib buat bantuin lo" kata James.
"Gua gak butuh bantuan.." balas Nadine masih berusaha merebut tasnya.
"Lo keras-kepala banget sih?!, ini gua lakuin karna gua sayang sama lo.. Dan gak pengen lo kenapa-napa.." jawab James. Nadine terdiam sejenak, tak ada salahnya jika James membawakan tas bukan.
"Okeh.. Lo boleh bawain tas gua, tapi please.. Jangan ngomong sok manis kayak gitu.. Merinding gua dengernya!" ketus Nadine.
"Hai.. Nadz, ohh.. Iya nanti lo, gua, Justin ada di Bus 1 nya" sapa Jenny teman sekaligus anggota Osis, menjelaskan pada Nadine.
"Okeh.. Jenn, gua nanti urus snack ya, lo urus absen aja.. Justin nanti yang handle lainnya" ucap Nadine membagi tugas, Jenny hanya mengangguk mengerti.
"Kak.. James!!!" panggil seorang gadis yang sepertinya siswa baru, dengan wajah superduper centil, menghampiri James yang berdiri tak jauh dari Nadine.
Langkah Nadine ikut menghampiri James, melihat gadis itu menghampiri James.. Nadine dengan sigap mendekat ke arah James dan berdiri disebelahnya.
"Hai.. Kak James, apa kabar?" sapa gadis itu.
"Eumm.. Maaf apa kamu siswa baru?" tanya James yang Nampak bingung, Nadine hanya tersenyum melihatnya.
"Kakak lupa sama aku, aku.. Cindy Lawrence.. Junior kakak waktu di SMP??" seru gadis itu. Nadine memekik
"Ohh.. Aku ingat, kamu itu yang ikut lomba nyanyi itu bukan??" seru James mengingat. Mata Nadine membulat mendengar apa yang baru James katakan.
Bagaimana bisa ia ikut lomba nyanyi sedangkan suaranya super cempreng.
"Wah.. Kakak masih ingat ya, hehe.. Apa kakak juga ingat surat cinta ku?" tambah Cindy dengan centil. James terkekeh dan Nadine yang sudah mulai memanas karna cemburu, ia mengulurkan tangannya segera ke arah Cindy.
"Hai.. Aku Nadine Lustre, aku tunangannya James.." itu kata Nadine dengan spontan, dan kekuatan super angkuh dari Nadine.
Deg... *jantung James seakan terhenti mendengar ucapan Nadine.
Entah apa yang difikirkan oleh Nadine ucapannya keluar begitu saja dari mulutnya, apakah ia mulai jatuh cinta dengan James.
James dan Cindy sama-sama terkejut dan melotot, James terkejut dan sangat senang dengan tindakan Nadine namun tidak dengan Cindy yang menciut dan memasamkan wajahnya dan tak memperdulikan uluran tangan Nadine.
"Jadi.. Kak James udah tunangan?, jadi Kak Nadine ini tunangan kakak?" tanya Cindy, James menjawab dengan anggukan santai dan merangkul Nadine dengan bangga, Nadine hanya tersenyum simpul.
"Ohh.. Iya Cindy, kamu siswa baru bukan?.. Kumpul di lapangan sekarang dan tunggu untuk penempatan Bus" jelas Nadine.
Cindy menatap Nadine dengan tatapan tak terima, seolah tatapannya mengintimidasi Nadine dan berbicara 'kak James adalah miliku'. Lalu Cindy berjalan menuju lapangan.
Setelah Cindy pergi, Nadine melepaskan rangkulan tangan James dengan cepat, dan berjalan meninggalkan James.
James tersenyum melihat tingkah Nadine, "Nadz.. Tunggu!" seru James mengejar Nadine.
__ADS_1
"Nadine..." panggil James lagi, kali ini Nadine menoleh.
"Apa..." seru Nadine, James tersenyum simpul, lalu mendekat kearah Nadine.
"Jangan salah paham tentang barusan, itu.. Itu.." ucap Nadine menggantung.
"Iya, gak akan salah paham.. Tenang aja" balas James dengan senyuman yang sulit diartikan
*
*
*
James dan Nadine ditempatkan di Bus yang berbeda James di Bus 5 dan Nadine Bus 1 bersama Justin.
"James!! Lo itu di Bus 5, cepat pergi!" kata Justin saat masuk kedalam Bus dan melihat James berada di sebelah Nadine.
"Gua gak mau.." jawab James santai.
Jenny yang berada pada posisi tengah Bus, menghampiri keributan yang berada di depan Bus.
"Kak.. Biar gua yang pindah di Bus 5" balas Nadine yang bangkit dari tempat duduknya. James membulatkan matanya karna terkejut, dan menatap ke arah Nadine.
"Nadz.." pekik James. Mencegah Nadine.
"Gua disini biar bisa bareng sama lo, kenapa jadi lo yang pergi!" batin James berbicara. Wajahnya terlihat kesal.
"Gak bisa Nadine ini udah diatur.." cegah Justin. "James sekarang lo pindah.." tambah Justin.
James menghela nafas panjang. "Kak.. Gua adalah James Reid, dan gak ada orang yang bisa ngatur gua!" kata James.
Nadine dan Justin nampak tidak mengerti dengan tingkah James sekarang ini.
"James.. Pindah.." ulang Justin.
Kali ini James bangkit dari tempat duduknya, ia bukan ingin menuruti Justin melainkan. "Corporation Reid Group ( C.R.G ).. Itu adalah donatur terbesar sekolah ini" seru James melirik Justin sesaat, pandangan seluruh siswa baru tertuju pada James, begitu pun Nadine.
"James.. Lo apaan sih!!" cetus Nadine, James melirik sesaat ke arah Nadine, lalu kembali berbicara.
Suasana dalam Bus mulai menenggangkan.
"Dan.. Aku James Reid adalah Pewaris tunggal dari C.R.G" tambah James, mulut Justin kali ini menganga dengan matanya yang membulat.
Nadine menatap James dengan tatapan tidak percaya, bukan karna menjadi Pewaris tunggal, itu bukan hal baru ditelinga Nadine, namun sikap kesombongan James yang sungguh keterlaluan.
"Aku bisa memindahkan seseorang dari sekolah ini dalam hitungan menit dengan hanya menelfon ayah ku, apa kak Justin mau mencobanya?" kata James santai namun seperti ancaman bagi Justin.
"James!!, lo keterlaluan tau gak!!" cecar Nadine namun James tak perduli.
"Baiklah.. Lo tetap disini, gua pindah ke Bus 5, Jenny jelasin tugas gua ke James ya, dia yang Handle sekarang" balas Justin setengah gemetar.
"Iya kak.." jawab Jenny.
Setelah Justin Pergi, James kembali duduk dengan tenang. Namun tidak dengan Nadine yang masih terpaku di sudut bangku dan enggan duduk kembali.
"Nadine duduk.." titah James menarik tangan Nadine untuk segera duduk. Namun Nadine menepis tangan James dan segera duduk, lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Apakah Nadine marah?, bukan marah lebih tepatnya kecewa, walaupun dari keluarga kalangan atas Nadine tak pernah suka akan kesombongan dan lebih berbaur dengan siapa saja, dan sikap James kali ini membuat Nadine harus berfikir dua kali untuk memberikan James kesempatan.
"Dine.. Lo marah?" tanya James hati-hati. Nadine tak menjawab dan tetap terdiam.
*
*
*
*
*
*
*
To Be Continued....
__ADS_1