
Hai... Author comeback bawa Ignorance !
Maaf.. Nya kalau ada typo, dan jangan Lupa nya Vomment.
Kritik and saran nya..
>>Happy Reading!!<<
~
~
~
Nadine masih berusaha mengirim pesan pada Xander, berharap akan dapat jawaban.
Namun nihil,, tak ada jawaban dari Xander, seakan dia hilang di telan bumi.
Hati Nadine serasa hampa.. Sepertinya Nadine telah benar-benar jatuh cinta pada sosok Xander, dan itu berarti Xander adalah cinta pertama Nadine.
"Nadz.. Stop dong, lo gak capek apa ngeliatin foto Xander seharian??" tanya Alince pada Nadine, yang sedari tadi hanya sibuk melihat ponselnya, lebih tepatnya foto Xander.
Namun tak ada jawaban apapun dari Nadine, itu membuat Alince mengendus kesal.
Tak berapa lama James datang dengan membawa 3 kota makanan, dan memberikan 2 kotaknya untuk Alince.
"Makan dulu, gua tau kalian gak kekantin, jadi gua bawain ini... Suruh sahabat lo juga makan.. linc.." cetus James lalu mengambil posisi duduk dibelakang Alince.
"Makasih.. James lo the best deh" balas Alince, baru tangan Alince akan bergerak menyodorkan kotak makanan pada Nadine.
"Makasih linc.. Balikin aja lagi ke orang nya, gua gak laper.." lirih Nadine tanpa menoleh, James tersentak mendengarnya.
"Tapi Nadz.." kata Alince menggantung
Belom selesai Alince berbicara James merebut kotak dari tangan Alince yang akan diberikan pada Nadine.
"Sini.. Gua yang urus" kata James lalu duduk berhadapan dengan Nadine.
"Gua tau kita gak pernah akur,,, gua juga tau lo gak suka sama gua,,, tapi gua gak tega liat lo sakit gegara lo gak makan,,, nanti gua mau brantem sama siapa lagi?" kata James seraya membuka kotak makan, Nadine yang mendengar perkataan James hanya tersenyum miris.
"Kalo lo masih sedih karna Xander gak apa-apa, kalo lo mau nangis juga gak apa-apa.. Tapi jangan hukum diri lo sendiri karna dia, ayo.. Buka mulut lo!" tambah James menyodorkan sesendok nasi pada Nadine, namun Nadine hanya melihat sendok itu dengan tatapan kosong tanpa keinginan membuka mulutnya.
James mendesis kesal. "Buka mulut lo.. Cepet pegel nih tangan gua, lo gak kasihan apa ama gua?!" omel James berhasil membuat Nadine membuka mulutnya.
Alince tersenyum melihat tingkah James, dia senang melihat kedua nya gak berantem lagi.
"Anak pinter.." cetus James.
"Nadz.. James.. Gua mau beli minum dulu ya.." pamit Alince lalu meninggalkan James dan Nadine berdua.
Seperdetik kemudian Nadine menjatuhkan air matanya, ia mulai menangis, James sempat tersentak namun ia dengan cepat mengatasinya.
"Nangis aja Nadz.. Gak apa-apa itu wajar, buat hati lo lega.. Jangan dipendem terus" kata James.
"Hikss.. Makasih James.. Hikss.. Hiks.." kata Nadine yang terisak.
"Nadz.. Kenapa nya, hati gua perih banget ngeliat lo begini" batin James.
James memeriksa saku nya, lalu memberikan sapu tangan pada Nadine.
"Jangan pernah nangis didepan orang lain lagi beruang kutub, lo keliatan jelek kalo nangis" kata James, mengacak-ngacak rambut Nadine.
"Ahh.. Nyamuk DBD, lo resek banget.. sih.." kata Nadine, yang sekarang mulai tenang.
"Maaf.." balas James dengan Senyum khasnya.
"Gimana hubungan lo sama Alince?, lancar??" tanya Nadine, namun James tak menjawab hanya mengedipkan satu matanya pada Nadine.
"Ehh.. Lo sakit mata!! Apa kedip-kedip..." caci Nadine seperti biasanya.
James hanya tertawa kecil mendengar cacian Nadine.
"Akhirnya..." batin James memandangi wajah Nadine, yang kembali tersenyum.
*
__ADS_1
*
*
Hari ini ayah dan ibu Nadine akan pulang, Kate sangat Antusias untuk menyambut kedua orang tuanya. Kate sangat merindukan kedua orang tuanya, sudah hampir satu bulan mereka tak pulang. Berbeda dengan Nadine yang seakan sudah terbiasa.
"Kak.. Mamah dan Papah sampe jam berapa? Dirumah??" tanya Kate pada Nadine yang sibuk dengan laptopnya.
"Sebentar lagi dek, sabarnya.." jawab Nadine
"Ohh iya, kamu makan teraturkan hari ini?" tambah Nadine.
"Kakak tenang aja, kan ada kak James dia selalu nemenin aku setiap hari.. Dan selalu ngawasin makanan aku" jelas Kate.
"Dek.. Udah deh jangan bahas dia, aku enek dengernya.." balas Nadine
"Kak Nadine tuh aneh, padahal kak James itu ganteng, baik hati, perhatian.. Kenapa coba kakak tuh sebel banget ama dia" kata Kate bingung.
"Kamu aja yang gak tau seberapa nyebelin nya dia Kate.." cetus Nadine
Kate mulai menyipitkan kedua matanya menatap kakaknya dengan tatapan menggoda.
"Kak.. Awasnya nanti kakak jatuh cinta sama kak James loh.." goda Kate.
"Dek,, aku jelasinnya... Alince itu pacarnya James, dan Alince itu sahabat kakak, jadi kakak gak mungkin suka sama sih James atau siapalah itu" sahut Nadine.
"Apa!! Kak James pacarnya kak Alince.. Ahh kak Nadine sok tau nih..." balas Kate tak percaya.
Nadine mulai kesal dengan adiknya itu, lalu menutup laptopnya dan mulai menatap kate.
"Inget gak? Waktu aku mau ngedate sama Xander, terus Alince dapet telfon?" tanya Nadine, Kate hanya mengangguk mengiyakan.
"Itu yang nelfon James, dan besoknya mereka jadian.. Puas" jelas Nadine berlalu pergi, kate hanya terdiam dan masih memikirkan apa benar yang diucapkan kakaknya itu.
Nadine sudah pergi meninggalkan Kate yang masih terdiam diruang tamu.
*
*
*
"Hallo.. Mamah!! Mamah jam berapa pulang" kata Kate menjawab telpon.
"Hai.. Kate, maaf nya.. Aku bukan mamah kamu" balas seseorang disebrang sana.
"Ahh.. Kak James" ucap Kate lirih harapanya seakan runtuh.
"Kate... Jangan sedih dong, besok kakak bawain kamu Ice cream nya, kamu mau gak?" rayu James agar Kate tak sedih.
"Oh.. Kak aku mau tanya sesuatu" kata kate mengingat ucapan Nadine, tanpa menjawab rayuan James.
"Tanya apa.. Kate?" balas James dengan ramah.
"Tapi kakak jangan marah nya.." tambah Kate, James hanya bedehem mengiyakan
"Apa bener Kak James itu pacaran sama Kak Alince nya?" tanya kate polos.
"Pasti ini kerjaan Nadine.." gumam James pelan
"Kate.. Denger dari kak Nadine ya??" James balik bertanya.
"Jadi bener....." pekik Kate
"Kakak.. Kamu kan udah dijodohin sama kakak aku!, aku kecewa sama kakak,, pokoknya Kate gak suka sama kak James lagi!!" balas Kate lalu memutuskan sambungan telfon James, sebelum James sempat menjelaskan apapun.
"Maafin aku.. Ini adalah cara satu-satunya, biar aku bisa deket sama Nadine" batin James melihat ponselnya.
*
*
*
Keluarga Lustre kembali lengkap, mamah dan papah Nadine sudah kembali semalam, kate sampai ketiduran disofa karna menunggu kedua orang tuanya. Dan saat ini mereka sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"Kate kondisi kamu gimana sekarang?" tanya Ny. lustre
"Kate udah sehat kok mah.. Kate bahagia banget papah sama mamah udah pulang" kata Kate tersenyum bahagia.
"Kate jangan ulangi lagi nya.. Pokoknya kate harus jaga kesehatan, jangan buat mamah dan papah khawatir!" pinta Tuan Lustre tegas.
"Iya.. Kate janji.." jawab kate menciutkan senyumnya.
"Ohh.. Iya Nadine, setelah ujian akhir mu selesai.. Keluarga kita dan keluarga calon tunangan kamu, akan mengadakan makan malam bersama" jelas Tuan Lustre.
Nadine yang mendengarnya seketika menghentikan aktivitas sarapannya.
"Mah.. Pah.. Kayaknya Aku udah terlambat, aku berangkat sekolah dulu ya.." pamit Nadine, dan langsung pergi tanpa memperdulikan ucapan Tuan Lustre.
"Pokoknya kamu harus terima!! Perjodohan ini!!!" itu kata tuan Lustre
*
*
*
Nadine pun tak ambil pusing, ia sudah benar-benar kembali seperti Nadine yang dulu, Nadine yang tanpa memikirkan apapun, termasuk perjodohannya.
"Linc.. Gua mau ke perpus temenin yuk?" ajak Nadine.
"Nadz.. Gua ikut, ya.." sahut James
"Ehh.. Kok jadi lo yang nyaut?, gua ngajak pacar lo Alince!!, bukan lo Nyamuk DBD!!" pekik Nadine pada James
"Hey.. Perpus itu tempat umum bebas dong kalo gua mau ikut!" balas James tak mau kalah
"Udah.. Udah.. Kalian tuh mulai lagi!!, gua capek deh dengernya.." kata Alince melerai
"Dia duluan lince.. Yang mulai.." tuduh James.
"Heyy!!! Lo ya.. Lo duluan yang cari masalah mulu ama gua!!" balas Nadine
"James udah deh, kamu kan cowok ngalah sedikit please.." pinta Alince
"Tuh dengerin pacar lo..." samber Nadine.
"Iya.. Iya.. Deh, gua ngalah sama beruang kutub" ejek James
"Alince.. Tuh kan dia ngatain gua lagi.." adu Nadine pada Alince.
"Nadz.. Udahnya, lo jadi ke perpus atau enggak ini?" kata Alince mulai naik pitam
"Jadi lah, gua mau cari sesuatu.." jawab Nadine antusias
"Lo mau cari apa emang?" tanya James
"Emang ya.. Nyamuk tukang nguping!!" kata Nadine mencibir pertanyaan James, lalu berjalan pergi menuju Perpus.
"Lince.. Kasih tau gua ya nanti..." kata James pada Alince dan alince pun mengiyakan.
"Linc... Ayoo..." panggil Nadine pada Alince yang masih berbicara pada James.
"Iya..." sahut Alince menghampiri Nadine.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
__ADS_1