
Danau itu kini menjadi saksi kisah mereka berdua. Putih abu-abu yang masih melekat ditubuh mereka, dan berdiri di teriknya panas matahari seketika menghantam kepala mereka.
Mereka tertegun,merasakan semilir angin dingin berhembus kencang bak ditengah pantai. Mereka berjalan kearah tepi danau, mendekati kursi di bawah pohon rindang untuk berteduh.
Setelah itu Galaksa mengambil paperbag di bawah kursi, Dan isi paperbag itu adalah boneka jerapah. Kenapa jerapah? Karena Kesia suka sekali dengan jerapah. Katanya sih lucu! Lalu Galaksa memberikanya pada kesia.
Kesia menatap dalam mata Galaksa seolah bertanya untuk apa?
"Aku belikan sesuatu untuk kesia"Galaksa berucap, dan paperbag masih di genggamanya.
"Ini buat kesia?"Galaksa mengangguk.
Kesia menghela nafas, entah bagaimana kesia menjelaskannya pada galaksa. Bahwa kesia tidak suka menerima pemberian apapun itu dari galaksa.
"Laksa lupa ya? Kalau kesia nggak suka di kasih hadiah kayak gini."
Galaksa tersenyum tipis,"Iya. aku tau, kesia nggak suka kalau aku kasih hadiah. Tapi untuk kali ini aja ya, mau kan?"Galaksa memohon. Bagaimana ia harus memberi tau kesia, kalau hadiah yang ia berikan memang keinginanya.
Belum ada jawaban dari kesia, tapi detik kemudian kesia mengambil paperbag tersebut dan sedikit melihat isi paperbagnya.Seketika matanya berbinar melihat isi paperbag yang di berikan Galaksa untuknya
"Boneka Jerapah!!"Antusias Kesia. Kesia menoleh menatap Galaksa"Kok Laksa tau??" Tanyanya menaikan satu alis, dan menatap heran ke arah Galaksa.
"Iya dong, aku selalu tau kesukaan kesia"Jawab Galaksa berhasil membuat pipi kesia memerah seperti tomat.
Selama dua tahun pacaran dengan kesia, Galaksa baru pertama kali ini memberikan sesuatu untuk kesia. Karena sebelum-sebelumnya kesia memang selalu menolak pemberian dari Galaksa. Entahlah kenapa kesia menolak tidak ada yang tau selain kesia sendiri.
"Makasih ya!!"Ucapnya senang, sembari memeluk pemberian Galaksa.
"Iya sayangku. Suka gak, sama bonekanya?"Tanya Galaksa.
Kesia mengangguk cepat di iringi dengan senyuman.
"Syukur deh, kalau kesia suka"Leganya.
Beberapa saat, kesia terkejut karena tiba-tiba saja galaksa meraih jari-jemari Kesia dengan lembut, dan menggenggam nya dengan erat sembari berkata.
"Kesia, jangan pernah tinggalin laksa ya!" Ucap Galaksa dengan lembut, seraya menatap lekat wajah kesia.
Kesia mengangguk pelan" Kesia janji. Dan buat tinggalin laksa? Itu nggak akan ada di kamus kesia." Kata Kesia. Menujukan senyum dan deretan giginya.
"Oke. Janji ya" galaksa sedikit senang dengan jawaban kesia.
"Iya kesia janji"Mereka mengaitkan jari kelingking bersamaan.
"Makasih sayang" Ujar Galaksa dengan lembut.
Lalu tiba-tiba dering telfon milik galaksa mengubah suasana hangat menjadi hening. Galaksa merogoh benda pipih tersebut di saku celana abu-abu miliknya, sesekali menoleh ke arah Kesia dan kembali beralih menatap layar ponsel.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya Kesia mengerutkan keningnya.
Galaksa menggeleng,"Bukan siapa-siapa," Jawab galaksa. Senyum hangat.
"Kenapa gak di angkat?"Tanya Kesia sekali lagi.
"Angkat aja siapa tau penting!."
Galaksa bergeming kembali melihat kelayar ponsel. Panggilan telfon berulang-ulang membuat laksa tak ada pilihan untuk mengangkatnya.
"Yaudah aku angkat dulu" Kata galaksa dan langsung menjauhkan diri dari kesia.
Siapa ya? Kenapa harus menjauh? Hum
Setelah selesai mengangkat telfon, galaksa berjalan ke tempat kesia sebelumnya. Tapi raut wajah galaksa berubah pahit dan datar, setelah mengangkat telfon dari seseorang.sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi?
"Udah" Tanya Kesia.
Galaksa hanya mengangguk pelan tanpa jawaban sepatah kata darinya.
"Laksa kita kesana yuk,"Ajak Kesia, menujuk kearah perahu sepeda air bebek.
Galaksa hanyaa mengangguk pelan.
Galaksa membayar sewa perahu sepeda air berbentuk bebek dengan harga sewa 30.000 perorang. Jadi untuk dua orang galaksa memberikan uang sebanyak 60.000.
Kini mereka berdua sudah berada di pertengahan danau, bukan hanya mereka saja yang bermain perahu sepeda air, masih banyak wisatawan lokal yang pergi kedanau hanya untuk bersantai- santai, dan menikmati hari libur mereka bersama keluarga.
Kesia mengambil ponsel yang berada dalam totebag. Ia mengarahkan kamera kearah galaksa untuk mengambil beberapa foto yang secara tidak sengaja ia ambil secara diam-diam.
Tidak terasa jam sudah mengarah pukul 17:00 sore. Hingga tanpa mereka sadari orang-orang yang berada di sekitar mereka telah pergi.
"Yuk sayang... udah sore!" Ajaknya.
Mereka berlalu dari danau tersebut, galaksa tetap menggenggam tangan kesia dengan lembut.
"Mau beli es potong?" Tanya Galaksa ditengah perjalanan menuju parkiran. Sebisa mungkin galaksa melupakan sejenak dengan apa yang terjadi sebelumnya. Galaksa percaya kalau kekasihnya tidak akan melakukan hal seperti itu.
"Mauu!!" Jawab kesia dengan nada manja membuat galaksa terkekeh. Galaksa tidak kuat dengan sikap menggemaskan dari Kesia.
"Baik tuan putri, tunggu di sini ya!"Balas galaksa diringi dengan tawa kecil.
Galaksa berlalu menjauh dari kesia, dan berjalan menuju tukang es coklat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat parkiran mobil.
...🐾🐾🐾...
Kesia memainkan kakinya di rumput jepang itu sembari menunggu datangnya laksa. Tapi siapa sangka seseorang datang dan langsung memeluk kesia dari belakang. Tentu saja hal tersebut membuat kesia terkejut.
__ADS_1
"Kesia gue kangen banget sama lo!!"Lirihnya, Pria itu memeluk erat kesia.
"Ehh– Siapa? Lepasin kesia!!"
"Ini gue sya, lo lupa" kesia seperti familiar mendengar suara ini. Dan kesia berbalik badan.
"Loh kamu disini?"Tanya Kesia tak percaya."Kapan pulangnya? Kok nggak ngabarin?"Seseorang itu di beri ribuan pertanyaan oleh Kesia.
"Sengaja biar supraise hehe" kekehnya dengan deretan Gigi yang di perlihatkan.
"Tapi, kok tau kalau kesia disini?"Tanya kesia heran. Keningnya tertaut dalam.
"Lo lupa kita kan sering kesini, jadi ya... Gue iseng, eh nggak taunya beneran ketemu sama lo!"Jawabnya ambigu.
Kesia mengangguk pelan, entah rasanya kesia tak mepercayai ucapanya dan masih menjanggal menurutnya.
...🐾🐾🐾...
beberapa menit kemudian galaksa kembali sembari membawa 2 es potong rasa coklat dan strawberry kesukaan kesia. Tapi sekembali nya galaksa, ada sesuatu yang tak enak di pertontonkan oleh Galaksa.
Galaksa melihat kesia bersama dengan pria lain. Sepertinya kesia sangat dekat dengan pria itu. Tapi siapa dia? Kenapa kesia tidak pernah cerita apa-apa dengan galaksa? Jika pria itu adalah teman dekat kesia!
Dengan perasaan berat hati galaksa berjalan ke arah Kesia menutupi perasaan cemburunya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata, galaksa hanya memberikan es potong pada kesia"Kok laksa lama? Kesia nungguin tau!!"Gerutu kesia mencembikkan Bibirnya.
"Gue langsung pulang, ada urusan mendadak"Kata Galaksa tanpa menatap mata kesia. Jarang sekali galaksa mengatakan dirinya adalah Gue! Apalagi kalau tidak sedang cemburu bukan?
"Urusan apa? Oh iya kesia mau bilang kalau-"
"Gue sibuk"Putusnya.
Galaksa tak mau mendengar apa-apa dari kesia, ia memilih untuk pergi dan meninggalkan kesia begitu saja.
Kenapa dengan laksa? Sebenarnya ada Urusan apa ?Padahal kan kesia mau kenalin sahabat Kesia...
To be continued
Note :
Ini cerita sebelumnya udah pernah aku Up judulnya "Dia bukan dia" statusnya sudah tamat. Tapi karena kemaren ke acak dan alurnya nggak nyambung jadi aku memutuskan untuk Ganti judul dan buat baru.
Nama banyak yang aku ganti dan alur juga
Jadi yang udah baca maaf kalau nggak sama😭
Biar akrab sama author panggil Mamy!
__ADS_1
Makasih juga yang udah mampir dan baca cerita ini , kalau ada tanda baca yang salah tolong krisar nya ya🥰