Ini Kesallahan

Ini Kesallahan
Belum move on


__ADS_3

Galaksi datang menemui abangnya di kamar Galaksa. Dengan perlahan Galaksi melenggang masuk ke dalam kamar Galaksa.


Tapi langkahnya terhenti, Galaksi sedikit mengintip dan penasaran apa yang di lakukan Galaksa."Bingkai foto? Cewe itu siapa? Kalau zeva nggak mungkin, atau mantan bang laksa? Entahlah!"Gumam Galaksi. Galaksi tidak terlalu jelas dengan gambar perempuan itu.


Akhirnya galaksi menutuskan untuk masuk ke dalam kamar galaksa.


"Bang, gue boleh masuk?"Tanya Galaksi, meminta persetujuan.


"Iya"Sahut galaksa. Dengan cepat galaksa menyembunyikan bingkai foto tersebut.


Galaksi duduk di sofa milik Galaksa yang berada di kamar pribadinya. Belum ada yang membuka suara dan akhirnya galaksa membuka pembicaraan.


"Gue tau maksud lo datang kesini"Katanya.


"Bang gue mohon sama lo terima perjodohan ini, gue takut penyakit Papi kambuh lagi"Mohon Galaksi. Nathan memang memiliki riwayat penyakit jantung, makanya terkadang hati-hati kalau berbicara dengan Nathan takut penyakit jantungnya kembali kambuh.


"Tapi gue nggak mau dek"Kekeh Galaksa.


Ada dua hal dalam pikiran galaksa saat ini.


Pertama, hubunganya dengan Zeva akan berakhir atau lanjut


Kedua, Masalalu itu, gadis itu, masih saja belum hilang dari hatinya. Walapun sebenarnya Galaksa juga menyayangi Zeva.


"Kalau mami ngijinin pasti gue mau gantiin lo bang! Masalahnya Mami sama papi maunya lo yang di jodohin. Jadi, gue mohon banget sama lo bang, lo terima perjodohan ini"Yakin Galaksi.


Galaksa menghela nafas dalam"Sebenarnya gue bingung"Kata Galaksa.


"Kenapa??"


"Lo tau mantan gue kan? Ya...walapun lo gak pernah liat wajahnya. Tapi Yang pasti, gue sering cerita sama lo tentang dia"Galaksa mulai cerita. Jarang sekali galaksa mau terbuka seperti ini semenjak putusnya dengan mantan kekasih.


Galaksi hanya mengangguk mendengarkan Cerita Galaksa.


"Gue sayang banget sama dia, sampai saat ini gue belum 100% ngelupain dia. Makanya kenapa gue pacaran sama zeva. Dan gue juga sayang sama zeva, gue bingung gimana gue terima perjodoha ini kalau gue belum selesai sama masalalu gue"Jelas Galaksa.


"Lo harus bisa memilih dari sekarang bang, lo lupain mantan lo dan juga zeva. Karena apa? Karena sebentar lagi lo bakalan jadi suami orang. Setelah lo jadi suami dari istri lo yang baru, jangan pernah lo terpikir buat kembali dengan zeva apalagi mantan terindah lo"Jawab Galaksi.


"Gue masih pikir-pikir dulu..."


"Gimana kalau lo gantiin gue sementara?"Pintanya, Galaksi terperanjat dengan permintaan Galaksa. Bagaimana jika mami sama papi tau?


"Gak. Gue takut Mami sama papi tau"Tolak Galaksi. Lagi pula walapun mereka kembar tetap saja Mami mampu membedakan mereka berdua.


"Ayolah dek!! Cuma sementara aja. Selama lo perkenalan dengan dia sampai hari H nanti"Bujuk Galaksa.


"Penampilan kita beda, udah pasti mami bakalan tau gue siapa"


"Lo jawab aja pengen rubah penampilan"Saran Galaksa.


"Bang jangan mulai deh, gue nggak mau cari masalah. Entar yang ada akses gue juga di cabut sama papi. Gue nggak mau!"Jawab Galaksi. Bukan tidak mau membantu, hanya saja galaksi tak mau akses penting nya di cabut oleh Papi karena berbohong dan ikut membantu galaksa.


"Cuma sementara doang, lagian pas Hari H nanti nikahnya sama gue. Gue cuma mau minta waktu buat mutusin zeva dan ngelupain masalalu gue"Kata Galaksa menaikan satu alisnya. Menunggu jawaban dari sang adik untuk siap membantunya.


"Bener ya, cuma sampai Hari H" balasnya. Galaksa mengangguk cepat"Iya beneran, masa gue bohong"Sahut Galaksa.


Galaksi menghela nafas"Yaudah gue mau"Jawabnya. Senyum galaksa merekah.


"Oke. Cuma kita aja yang tau, jangan sampai mami sama papi tau apalagi bang bagas. Bisa berabe kita"


Galaksi mengangguk mengerti"Yaudah gue ke kamar dulu bang" Kata galaksi mulai bangkit berdiri.


"Okey jangan sampai lupa"Ingat Galaksa.


"Iya bang. Gue nggak pikun" galaksa terkekeh. Yang sedikit lega sih.


...🐾🐾🐾...


"Gue di jodohin!" Ucap Kesia bernafas berat.


"Apa? Dijodohin?"Caca Yang asik menyeruput Juice yang ada di meja terpelongo tidak percaya. Ketika kesia mengatakan dirinya akan dijodohkan.


Kesia dan caca kini sedang berada di cafe pusat kota. Tempat terakhir mereka bertemu setelah Lulus SMP.


Kesia mengangguk membenarkan, dengan raut wajah lesu.


"Bukan nya lo masih sama si itu?"Ucap Caca membuat kesia terdiam. Yang dimaksud Caca adalah Galaksa, walaupun dulu Caca dan Kesia beda sekolah tidak menaruh kemungkinan mereka tidak saling komunikasi.

__ADS_1


"Gue udah putus" jawab Kesia pelan. Rasanya kesia ingin menangis jika mengingat nama itu lagi.


"Hah,Kapan? Kok gue nggak tau! Bukan nya lo sama dia masih baik-baik aja!"Kata Caca. Caca menatap serius ke arah kesia.


Kesia menggeleng"No, gue udah putus sama dia. Udah dua Tahun yang lalu. Itu alasan!makanya kenapa gue lanjut kuliah di America" Jelas Kesia. "Gue belum bisa ngelupain dia ca"Sambung Kesia.


Caca mengerti,"jadi gimana? Lo terima perjodohan itu?" Tanya Caca. Kesia mengangguk sembari mengerucutkan bibirnya, mau tak mau kan?


"Iya caa" Pasrah kesia.


"Gue ngerti syaa. pasti lo gak mau kan buat mama papa lo kecewa, makanya kenapa lo terima perjodohan itu!"tenang Caca. Mungkin jika caca di posisi kesia akan melakukan hal yang sama.


"Pokoknya kalau ada apa-apa lo cerita sama gue, jangan lo pendem sendiri. Kaya masalah lo sama laksa! lo putus aja gue gak tau." Pudung Caca.


Kesia cengengesan tertawa kecil sembari menggit bibir bawahnya,"Iya sorry ca. Lagian waktu itu gue belum bisa cerita" Ujar Kesia.


"Its oke.Intinya apapun masalah lo!lo harus cerita sama gue. Kalau gak, gue gak mau anggap lo  jadi sahabat gue lagi." Ancam caca.


Kesia melebarkan pupil matanya. Yang benar saja seorang caca bisa mengatakan hal seperti itu.


"isshh,caca mahhh" rengek Kesia.


"Makanya, lo kalau ada apa-apa itu cerita!jangan di pendem sendiri" Caca memutarkan bola matanya dengan malas. Sedikit kesal dengan kesia, bayangkan saja selama dua tahun Caca sama sekali nggak tau perihal putusnya kesia. Biasanya juga kesia selalu cerita apapun itu sama Caca.


"Iyaa deh, lain kali gue bakalan cerita ke lo! Sorry yaa caaaa" Ucap Kesia memohon. Memberikan puppy eyesnya


"Hmm" sahut Caca


"Btw, kok lo bisa putus sama si laksa? gimana ceritanya? Kayaknya lo baik-baik aja kan smaa dia?" Tanya Caca sembari mengunyah kentang goreng.


Kesia menghembus nafas pelan dan mulai menceritakan kejadiannya.


"Gue gak tau. Gue juga bingung, Tiba tiba aja si laksa mutusin gue. Gue tanya alasan nya apa? Dia jawab katanya gue menjijikan, sijalang, perempuan malam, dan dia gak mau dekat-dekat gue lagi" lirih kesia


Gue bingung caa! Disatu sisi gue gak tau permasalahan nya apa? Di satu sisi laksa gak mau dengerin penjelasan gue! Dan gue juga gak tau apa yang mau gue jelasin? Titik Masalah nya aja gue gak tau kenapa dia mutusin gue.


Kesia menunduk matanya memerah ia menyeka air mata yang mulai membasahi pipi. Lagi-lagi kesia harus menangisi pria itu dengan permasalahan tanpa sebab ia ketahui.


Caca mengelus jemari kesia. Ia menatap lekat kearah kesia dan hanya bisa mendengarkan tidak bisa berbuat apa apa. Untuk saat ini Caca belum bisa memberika solusi yang baik buat kesia,yang terpenting sekarang Caca lega kesia mau cerita.ya walapun cuma mendengarkan saja sudah bisa buat hati plong. Dari pada harus dipendam sendiri.


Kesia mengangguk pelan sembari tersenyum simpul " Iya. Gapapa kok caaa" jawabnya.


Dering telfon mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Kayak nya hp lo bunyi deh sya" Kata caca menunjuk kearah slingbag milik kesia.


Kesia mengambil telfon dalam tas dan mulai mengangkatnya.


"Hallo syaa" Panggil Gina dari sebrang telfon.


"Hallo mahh, kenapa mah?"


"Kamu masih jalan sama si caca?" Tanya Gina. Kesia melirik menatap Caca.


"Iyaa nih, kesia masih di cafe sama caca."


"Oh yaudah,jangan sore sore pulangnya!"


"Iya mahh"


"Yaudah mama matikan telfon nya yah" Kata Gina dari sebrang telfon."


kesia mematikan sambungan telfon lalu menaruh kembali ponselnya kedalam tas.


"Lo di suruh pulang?" tanya caca.


Kesia menggelengkan kepala"Gak ca, Cuma ya pulangnya jangan sore-sore" Jelas kesia sembari menyeruput es coklat.


Caca beroria


"Oh iya, Sya sahabat gue gak bisa datang"


"Oh gak papa" Jawab Kesia."Sahabat lo yang si razan itu bukan sih?"terka Kesia.


"Iya. razan"Benar Caca.


"Kapan-kapan ajaklah dia, kita jalan bareng. gue juga pengen kenalan sama sahabat lo itu!"Ucap kesia.

__ADS_1


Selang beberapa menit Kesia dan caca keluar dari cafe. Caca mengantarkan kesia terlebih dahulu.


"Ca,caa berhenti!!!" Pekik Kesia membuat caca rem mendadak.


"Kenapa sya?"Tanya Caca kesal. Paling nggak suka Caca di kagetkan seperti itu.


"Pengen beli es piscok" Ucap Kesia pelan sembari mengigit bibir bawahnya.


Caca memutarkan bola matanya malas"hufft yaudah sana buruan.kirain ada apa!" Kata Caca .caca membenarkan posisi mobilnya, ia membawa ke pinggir jalan raya.


Kesia keluar dari mobil dan berjalan ketempat jualan es piscok. Tidak terlalu jauh hanya berjarak beberapa meter saja.


"Mang, es piscok nya 2" Kata Kesia.


"Oke neng!"


Jadi ingat laksa selalu belin es piscok, Akh kesia kangen banget


Sembari menunggu es piscok, mata kesia tak sengaja melihat dua orang sedang berpacaran. Yang satu sedang memakan es krim. yang satu sedang menggandeng tangan gadis itu seraya mengacak-ngacak rambutnya. Kesia jadi teringat dengan masalalu nya.


Mirip banget sama yang dilakuin laksa dulu


Aduh!! Kenapa aku mikirin laksa mulu sih. Sadar kesia kalian sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Kalau kayak gini terus gimana aku bisa ngelupain dia.


Tapi sesuatu hal membuat Kesia terkejut, bukanya pria itu? Laksa? Tapi kenapa bersama wanita lain.


"Tunggu, Itu bukan nya laksa?"Ucap Kesia dalam hati.


"Laksa sama siapa?lalu, Perempuan itu siapa?"Hati kesia sakit melihat peristiwa itu, jujur saja kesia masih tak rela melihat laksa memiliki gadis lain selain dirinya.


"Neng, neng ni piscok nya"


"Ehh, iyaa maff mang. Ni uang nya makasih ya mang" Kata Kesia langsung berlalu. Air mata kesia terus menetes benar-benar sakit.


Kenapa sakit sekali hiks...hiks bukanya aku sama dia udah putus.


Tapi laksa nggak mungkin kan lupain kesia gitu aja hiks...hiks mana janji laksa mana hiks...hiks


Kesia membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam sana. Satu hal yang membuat Caca terkejut, sedari beli es piscok Kesia menangis sesegukan memintanya untuk cepat pergi dari sana.


"Sya lo kenapa sya??"Tanya Caca khawatir.


"Kesia mau pulang hiks...hiks kesia mau pulang caa hiks...hiks" Kesia sudah nggak kuat menahan air matanya. Kali ini kesia benar-benar ingin menangis.


"Oke, oke" Jawab caca dan langsung menancapkan gas mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sesekali caca menoleh ke arah kesia. Kesia masih menangis sesegukan. Sangat jelas Caca merasakan pilu dihati kesia. Sebenarnya ada apa?apa yang sedang terjadi?


Untuk es piscok, kesia memberikan pada dua anak pengamen. Kesia merasa dua anak itu sangat menginginkan es piscok.


Kini mereka sudah sampai di perkarangan rumah kesia. Kesia masih saja menangis sedangkan Caca bingung harus berbuat apa.


"Sya lo kenapa? Lo ada masalah hum? Cerita sama gue. Gue nggak bakal marah kalau emang belum mau cerita, tapi lo jangan nangis kayak gini, gue bingung!!" kata Caca. Kesia menggeleng.


"Nggak papa"Lirih Kesia. Kesia meyeka air matanya tapi terus saja mengalir.


"Gue duluan, makasih ya ca udah antarin"Ucap Kesia pelan.


Caca mengangguk dengan senyum manis. Membiarkan gadis itu tenang. Lalu setelahnya Caca meninggalkan perkarangan rumah kesia.


...🐾🐾🐾...


Kesia masuk ke dalam rumah, tak ada satu pun orang berada di rumah. Mama kemana? Kalau papa udah pasti masih di kantor.


Kesia menyeka air matanya melangkah pelan menuju anak tangga. Karena kamar kesia berada di lantai dua.


Sesampainya di kamar kesia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.air matanya kembali terjatuh mengingat kejadian tadi sore.


"Kenapa laksa tega sama kesia hiks...hiks kesia nggak tau salah apa? Kenapa waktu itu kesia di putusin hiks...hiks"


"Apa karena cewe itu? Nggak. Nggak mungkin, laksa bilang dia sayang banget sama kesia. Tapi siapa cewe itu?? Hiks...hiks"


"Secepat itu laksa udah punya pengganti lain, se-sedangkan kesia aja nggak ada niatan buat cari pengganti laksa hiks...hiks" kesia terisak sesegukan sembari memeluk boneka jerapah miliknya. Hadiah pertama yang kesia terima dari galaksa.


Tak terasa kesia menangis hingga ketiduran. Gadis itu tertidur pulas dengan boneka yang masih berada di pelukanya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2