Ini Kesallahan

Ini Kesallahan
Makan malam


__ADS_3

"Sayangg" panggil wanita paruh baya yang sudah tak muda lagi.Kesia baru saja selesai memoleskan sedikit make up di wajahnya.


Aduh! Susah banget hilangin mata sembab, pasti ketahuan mama kalau habis nangis.


"I-iya mah"Jawab Kesia. Kesia buru-buru mengetap bedak over agar tidak terlihat sembab. Soalnya kesia habis nangis gara-gara kejadian tadi sore.


Bibir gina tertarik, senyumnya merekah. Gina berjalan mendekati kesia ia berdiri tepat di belakang kesia sembari menatap wajah putrinya dari arah pantulan kaca.


"Putri mama cantik banget!"Puji Gina. Kesia tersipu malu, pipinya merah merona.


"Sudah siap sayang??"Tanya gina. Kesia mengangguk pelan, gina mengerti.


"Tapi, tunggu..."


"Ke-kenapa ma?"


Apa masih keliatan sembab ya? Gimana kalau mama sampai tau!


"Liptin kamu kurang cerah sayang, sini mama polesin ya"Kesia berbalik badan, gina mengambil liptin dan memoleskanya di bibir kesia.


Hufft untung aja. Aku kira mama tau, kalau mata aku sembab syukur deh.


"Nah!! Kalau gini kan cantik"Senang Gina." Makasih ma"Jawab Kesia.


"Yaudah, ayo!! Papa udah nunggu kita dibawah,"Ujar gina merangkul bahu kesia.


"Siap macan"


Dua wanita cantik itu mendekat ke arah Anggara. Anggara tersenyum melihat dua malaikat kesayanganya.


"Aduh duh!! Dua wanita kesayangan Papa cantik-cantik banget!!"Puji Anggara. Kesia malu apalagi Mama Gina jarang sekali Anggara memberi pujian untuk dirinya.


Kali ini kesia memakai Mermaid Dress berwarna putih menambah kesan cantiknya.Dan rambut panjang dengan gaya kerlik gantung semakin membuat kesia aduh jangankan Orang lain, Mantan paling minta balikan.


"Udah siap? Ketemu calon suami, eh ketemu calon menantu papa?"Ucap anggara tersenyum genit.


"Ih papah"Kesal kesia. Ketawa Anggara dan gina memecah melihat tingkah lucu putrinya.


"Yasudah, ayok!"Ajak anggara sembari merangkul kedua wanitanya itu.


...🐾🐾🐾...


Mereka bertiga kini sudah tiba di Hotel Power point. Hotel bintang lima yang cukup mewah di daerah mereka. Yang menjadi tempat pertemuan dua keluarga tersebut.


Anggara merangkul kedua wanitanya sembari masuk kedalam loby hotel. Dan langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang ada di sana.


Maklumlah yang nantinya mereka temui adalah orang penting, apalagi sampai bisa menyewa hotel semewah ini siapa lagi kalau bukan keluarga Ragaswara.


"Apa benar! ini dengan Tuan Anggara?" Tanya salah satu Pelayan berjas hitam. Dengan di ikuti dua bawahan di belakangnya.


Anggara menoleh, ia mengangguk mengiyakan ucapan pelayan tersebut.


"Iya benar, saya Anggara"


"Kenalkan saya husein, kepala pelayan. Baik kalau gitu mari saya antar, Boss kami sudah menunggu anda" Kata Pak husein, ketua pelayan tersebut. Disini bukan pelayan dari pihak hotel ya, melainkan pelayan dari keluarga Ragaswara.


Anggara menurut saja kemudian mengikuti pelayan yang tubuhnya sejajar dengan nya dan diikuti oleh kedua wanita tepat berada di belakang Anggara. Siapa lagi kalau bukan Kesia dan... Macan mama cantik.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga telah sampai di ruangan khusus. yang telah di sewa oleh keluarga Ragaswara


Sedari tadi jantung kesia berdetak sangat cepat, kesia gugup sekali bahkan sampai-sampai keringatnya sudah mengucur membasahi wajahnya.


Akh kenapa aku jadi gelisah gini, kira-kira siapa yang jadi suami aku ya...


Kesia tidak pernah menyangka akan menikah secepat ini, apalagi menikah dengan orang yang belum pernah ia kenal.


Pak husein membawa Anggara serta Kesia dan Gina ke ruangan Vip khusus. Ruangan itu memang sudah di sewakan oleh keluarga Ragaswara, harga sewanya pun sangat tinggi apalagi harus membutuhkan penjagaan yang ketat.


"baik tuan anggara, saya hanya bisa mengantar sampai sini. Selebihnya tuan masuk saja kedalam nanti akan bertemu dengan bos kami"Jelas pak Husein. Anggara mengangguk mengerti, kemudian pak husein undur diri.


"Ayok sayang"Ajak Anggara pada mereka berdua.


Ruangan khusus ini sangat lebar dan luas, bahkan sudah seperti rumah mewah. Banyak pelayan berada di ruangan ini dan penjagaan sangat ketat padahal kan tidak juga terjadi apa-apa. Lagi pula ini hanya sebuah makan malam bukan?


"Hai Anggara" sapa seorang pria dewasa. Bisa di perkirakan pria itu berusia sekitar 45 tahun.


Anggara beralih ke suara tersebut, ia menatap lekat ke seorang yang menyapanya barusan. Senyuman nya merekah saat mendapati seorang laki-laki yang seusia dengannya,"hai Nathan"Balas Angara dengan sopan.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu,bagaimana kabar mu nggar??"Tanya pria yang di ketahui bernama Nathan tersebut pada Anggara. Lebih tepat nya adalah mertua kesia dari keluarga Ragaswara. Papi dari Galaksa mantan kesia. Apa yang terjadi jika kesia tau bahwa yang di jodohkan denganya adalah mantan kekasihnya dulu? Entahlah hanya kesia yang tau.


"Kabarku baik tan, Bagaimana denganmu? Apakah bisnis mu lancar?" Tanya Anggara.


"Saya juga baik. Dan usaha bisnis semuanya berjalan dengan lancar. sebentar lagi akan memulai cabang antar negara" Jelas Nathan.


"Wah-wah!! Lama tidak bertemu, Makin hebat aja kamu tan. Salut saya" Puji Anggara. Nathan Ragaswara adalah salah satu figur penting di dunia bisnis, bahkan banyak anak perusahaan berdiri atas nama Ragaswara.


"ehhe, bisa aja kamu nggar. Yasudah yok! Nggar, ajak anak dan istri kamu. Nanti kita sambung lagi, Anak dan istri aku juga sudah menunggu kalian di ruang makan yang telah di sediakan." Ucapan Nathan Pada Anggara.


Anggara mengangguk pelan,"iya Tan." Jawabnya."Ayo sayang"Ajak Anggara kemudian merangkul kedua wanita nya itu.


Anggara berjalan mengikuti langkah Nathan. Anggara terlihat beriwibawa sekali dari belakang, dengan styel jasnya berwarna hitam putih mewah itu. Sedangkan kedua wanitanya terlihat sangat anggun dan cantik.


Dari kejauhan Kesia melihat seorang wanita paruh baya seumuran dengan mamanya.Kesia memastikan bahwa wanita itu adalah calon mertuanya, dan di samping itu ia juga melihat sepasang suami istri yang memiliki usia sekitar diatas 5 tahun darinya.

__ADS_1


Mata kesia menyapu seluruh ruangan yang ada disana. Ia tidak melihat seorang pria yang seumuran denganya.lantas siapa yang akan dijodohkan dengan kesia?


"Anitaa!!" Pekik Gina.


Senyum Anita merekah, ia bangkit dari kursi dan berjalan kearah Gina.


"Kangen banget sama kamu Gin!"kata Anita terhambur memeluk Gina. Wajar saja semenjak mereka berkeluarga sudah jarang bertemu. Terakhir bertemu saat Gina sedang mengandung kesia.


"Iya nit. Aku juga kangen sama kamu" Balas Gina tak kalah riang.


Kesia hanya memperhatikan dua wanita dewasa yang sedang berpelukan. Pikiranya saat ini hanya tertuju pada sosok siapa yang akan jadi suaminya nanti. Sungguh penasaran!


"Ini siapa gin? Anak kamu ya? Yaampun, cantik banget kamu sayang!!" Puji Anita. Anita ikut memeluk kesia memberikan cepika-cepiki.


"hehe makasih tante"Jawab Kesia tersipu. Kesia celingak-celinguk sedari tadi.


Mana sih? Siapa yang jadi suami aku nanti.


"Silahkan duduk" Ucap Anita. Gina mengangguk tapi gina memperhatikan putrinya sedari tadi seperti gelisah.


"Kesia"Panggil Gina. Kesia menoleh


"I-iiya ma?"


"Ada masalah?"Kesia menggeleng"Nggak ada mah"Jawabnya.


"Kirain mama, ayok duduk sayang" kesia mengangguk.kesia duduk di kursi kosong yang ada di hadapan calon suaminya nanti.


"Anak kamu mana nit?" Tanya Gina. Memang benar sedari tadi Calon suami kesia tidak kelihatan batang hidungnya pantas saja menjadi bahan pertanyaan.


"Lagi ke toilet tadi" Jawab Anita. Gina beroria.


"Oh iya, gimana bisnis Katring kamu gin?"Tanya Anita.


"Ya gitulah nit, kadang turun kadang naik."


"Tapi masakan kamu memang enak lo gin, lain kali ajarin aku ya buat bolu lapis"Ucap Anita.


"Tenang aja nit" anita tersenyum.


Anita beralih pada kesia, kesia hanya menunduk saja sedari tadi,"Cantik nama kamu siapa?"Tanya anita.


Kesia mengulurkan tanganya,"Kesia tante"Jawab kesia pelan.


"Wah namanya bagus, seperti orangnya juga cantik"


"Tante bisa aja"Jawab kesia.


"Pasti cocok sama anak tante, soalnya anak tante juga ganteng"Celetuk Anita. Kesia hanya membalas senyum palsu.


Anita sampai lupa memperkenalkan anak sulung dan menantunya,"Oh iya, Gin ini anak sulung aku namanya bagas. Dan ini menantuku namanya keyra" Ucap anita.


"Bagas tante"


"Keyra tante"


"Nama tante gina, salam kenal ya"


"Pasangan yang serasi"Sahut Gina.


"Makasih tan"Balas keyra. Senyumnya merekah.


Mata gina berbinar ketika melihat keyra sedang mengandung" wahh bentar lagi punya cucu"Ucap Gina.


"Sudah berapa bulan sayang?"Tanya Gina.


"6 bulan jalan tan"Jawab Keyra.


"Semoga sehat-sehat ya sama bundanya juga"Jawab Gina.


"Iya tante makasih"


Selang beberapa menit ketika kesia sedang asik memperhatikan suasana ruangan yang identik dengan mewah matanya terpaku ketika melihat pria Familiar dan sangat ia kenal. Pria itu berjalan mengarah meja makan. Jika bukan dia calon suaminya lalu siapa?


Tangan kesia mendadak dingin. Lagi-lagi Jantungnya berdetak bahkan sangat cepat.


Laksa? Itu laksa? Bukan pasti bukan. Aku salah lihat kan? Tapi... mirip sekali dengan laksa. Akhh tidak mungkin! Apakah dia, yang akan jadi suami aku nanti.


Kesia menundukan kepalanya, perasaannya tidak karuan, Hawa panas dingin bercampur menjadi satu.


Anita menoleh kearah pria itu sembari tersenyum.


"Laksa sini sayang" ajak Anita menyuruh putranya duduk tepat dihadapan kesia.


Jadi benar dia adalah laksa. Laksa mantan kesia?


"Aku kira itu bukan dia. Dari penampilan nya saja berbeda,tapi tidak menaruh kemungkinan kalau itu bukan laksa kan?" Lirih kesia dalam hati.


Wajahnya sangat tenang, tidak dingin, dan tatapanya juga hangat. Kesia rindu!!


Kesia mendongak, menatap lekat pria itu yang dikenal dengan nama laksa. Tubuhnya terpaku rasa enggan untuk beralih.


Kesia tertunduk. Ia tidak berani memandang pria itu terlalu lama. Bahkan saat ini kesia sangat gugup.

__ADS_1


Di satu sisi jujur saja kesia sangat senang jika memang benar laksalah yang akan menjadi calon suaminya nanti. dengan senang hati dirinya akan menerima perjodohan ini.


"Laksa,disapa dong calon istrinya"Ucap Nathan.


deg


Kenapa? Kenapa aku gugup sekali? Akh Tuhan tolong!!


Jantung Kesia kembali berdetak sangat cepat. Tetapi ia berusaha untuk mengontrolnya agar terlihat biasa-biasa saja. Walapun sebenarnya kesia terlihat gelisah.


"Hai, Gue laksa" Ucap Galaksa dengan lembut. Galaksa mengulurkan tanganya.


Kesia memberanikan diri untuk menegakkan pandanganya. matanya menatap lekat kearah galaksa, Kalau boleh di bilang,kesia sangat merindukan pria yang sekarang duduk dihadapanya. Siapa lagi kalau bukan Galaksa Ragaswara mantan kekasihnya dulu.


"Ke-kesia" Jawab Kesia gugup.


Aduh aku harus ketoilet, aku gugup sekali , aku takut.


"Mah,kesia mau ke toilet dulu ya"


"Iya sayang kamu tau-" kesia sudah mempercepat langkahnya sebelum mendengar perkataan Gina


"Laksa tolong kamu temanin Kesia ya, mami takut terjadi sesuatu sama dia"Suruh Anita.


"Baik mi"Galaksa bangkit berdiri dan mengikuti kesia dari belakang mana tau kesia kesasar kan.


...🐾🐾🐾...


Kesia kembali mengatur nafas nya dalam-dalam.ketika mulai merasa tenang kesia kembali menegakkan pandangannya dan menatap wajahnya yang kini terlihat jelas dari pantulan kaca toilet.


mulutnya melengkung membentuk senyuman mengingat kejadian beberapa menit lalu. Ia tidak menyangka bahwa yang akan menjadi calon suaminya nanti adalah laksa. Sang mantan kekasih nya dulu yang kini perasaan itu masih ada.


"Kesia seneng banget bisa ketemu laksa lagi, kesia nggak nyangka kalau laksalah yang dijodohin sama kesia."


"Kira-kira laksa gitu juga nggak yah. Apa laksa masih ada perasaan sama kesia? Hum... entah lah"


Kesia beranjak pergi dari toilet. Tetapi saat ia kembali dan tepat membuka pintu ia sudah mendapati galaksa berdiri tepat dihadapanya.


Pandangan mereka saling bertemu satu sama lain, terlebih kesia yang enggan untuk beralih dan ingin terus menatap laksa. Rasanya rindu sekali melihat tatapan hangat itu.


"Oh iya, kebetulan Gue disuruh sama Mami buat nyusul lo. Takutnya lo nyasar" Ucap Galaksa diringin dengan senyum.


Senyumnya manis banget


"ii-ya ma-kasih "Balas kesia. Ini pertama kalinya kesia berbicara dengan galaksa setelah putus 2 tahun lalu.


"Udah?"


Kesia mengangguk pelan, senyum galaksa merekah tanpa sengaja galaksa menggenggam tangan kesia dan berhasil membuat kesia terkejut.


"Yaudah, yok! Yang lain udah pada nunggu kita"Ajak galaksa.


"Eh-eh tunggu"


Galaksa berhenti melangkah, matanya beralih pada sebuah tangan yang ia genggam dengan cepat galaksa melepasnya"Sorry"Ucap galaksa.


"Nggak papa k-ok" jawab kesia malu


Lalu setelahnya galaksa berjalan mendahului kesia begitupun kesia berjalan tepat dibelakang galaksa. Kesia menarik lengan galaksa menghentikan langkah pria itu. Membuat galaksa menaikan satu alisnya.


"Apa?" Tanya galaksa


Awalnya kesia hanya diam saja, tapi beberapa menit Kesia langsung memeluk erat tubuh kekar galaksa yang kini tubuhnya sejajar dengan dada galaksa.


Galaksa mendengar isakan dari kesia, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa gadis ini menangis? Galaksa tidak membuat gadis ini menangis lantas kenapa menangis sembari memeluknya.


"Hey! Ada apa? Kenapa menangis?"


"Laksa kesia kangen hiks...hiks" aduh sial kesia tidak bisa menahan rindunya pada galaksa. Padahal dulu keingananya hanya untuk melupakan pria itu.


"Gue nggak paham"Ucap Galaksa. Bagaimana bisa gadis ini bilang kangen pada dirinya. Bertemu saja baru kali ini. Sungguh gadis yang aneh.


"Kesia itu kangen"Lirih Kesia. Lagi-lagi membuat galaksa bingung.


Entah dengan cara apa membuat gadis ini diam dan tak menangis lagi. Galaksa takut jika Mami tau bisa-bisa galaksa yang di salahkan.


Tak ada pilihan lain galaksa membalas pelukan kesia sembari mengelus rambut kesia dengan lembut.


"Heyy jangan nangis"Ucap galaksa lembut.


"Laksa lembut" Galaksa menautkan keningnya.


"Kesia suka laksa yang kayak gini"Galaksa terdiam ketika mendengar ucapan kesia.


"Iya. Jangan nangis lagi ya"Sahut galaksa pelan sembari tersenyum.


Akhirnya kesia tersenyum, usaha galaksa tidak sia-sia


To be continued


Note:


Makasih yang udah baca cerita Ex is life partner jangan lupa likenya

__ADS_1


Masih banyak typo soalnya mamy langsung up


__ADS_2