
Drrtt drrrtt
Ponsel bergetar, mengalihkan pandangan kesia kearah nakas di samping kasur. Kesia baru saja selesai membersihkan badan dan sedang mengeringkan rambut dengan hair drayer.
Kesia melihat sekilas nama yang tertera di layar ponsel"Mama, tumben nelfon" Kesia menekan tombol menjawab panggilan.
"Hallo ma"
"Kesia,Mama minta hari ini kamu packing!"
"Loh,loh, mah. Kenapa? kok tiba tiba gini?" tanya Kesia heran. Baru saja kesia selesai mandi dan ingin langsung mengerjakan tugas. Lalu mendapatkan telfon dari mama dan langsung disuruh packing? Apa maksudnya coba? Bukannya dua minggu lalu kesia baru saja pulang ke indonesia.
"Nanti mama jelaskan, setelah kamu sampai disini!" Jawab gina.
"Dua Minggu lalu bukan nya kesia udah pulang? kalau mama kangen sama kesia, kan bisa telfon, Lagian sebentar lagi kesia Uts, nggak mungkin kesia ninggal tugas gitu aja"
"Kamu nggak perlu mikirin Uts disana sayang, karena Besok kamu sudah pindah di kampus yang ada di indonesia. Yaudah, kesia siap-siap ya! Tiket nya udah mama belikan. Penerbangan jam 2 pagi. jadi malam ini kamu harus siap-siap"
"Mendadak banget sih maa!" Kata Kesia Sedikit kesal. Jujur saja ini sangat mendadak, bahkan surat pindahanya pun sudah di urus oleh kedua orang tuanya.
"Iya,maaf ya sayang!! mama mendadak. Yaudah, itu aja.mama tutup telfon nya yah. jangan lupa packing malam ini. Dah sayang see you mama tunggu kamu disini" Gina langsung mematikan telfon.
Panggilan telfon terputus, kesia meletakkan ponsel itu di nakas dan kembali mencharger ponselnya.
Kesia mendengus kesal, ia bangkit dan mengambil koper berwarna hitam di atas lemari pakaian. Tanpa sengaja kesia terpaku ketika melihat benda yang terpajang di atas meja belajar. Matanya beralih ke bingkai foto berwarna biru muda.
dua remaja SMA masih mengenakan seragam sekolah. setiap kali kesia melihat foto itu, hatinya sangat sakit. kesia selalu mengingat kenangan-kenangan indah bersama anak laki-laki itu, yang kini terpampang dalam bingkai foto tersebut.
Kesia menahan air matanya agar tidak terjatuh.lalu kesia kembali memasukan semua keperluan kedalam koper, termasuk benda pemberian terakhir dari sang mantan.
Boneka jerapah
Sudut bibir kesia terangkat, lagi-lagi air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya.
Kesia jangan pernah tinggalin laksa ya?
Ninggalin laksa? Itu nggak akan pernah ada di kamus kesia
Laksa, kesia nggak mau putus hiks...hiks
Jauhkan tangan kotor lo cewe jalang!!
"Kesia kangen"Lirihnya.
Dibilang udah move on belum 100% gadis itu benar-benar melupakan Sosok galaksa. Nama pria itu masih terukir indah di hati Kesia. Bahkan niatan untuk mencari pengganti Galaksa itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh kesia.
...🐾🐾🐾...
Waktu sudah mengarah pukul 12:30 menit, Kesia kembali bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Penerbangan berlangsung selama 22 jam 30 menit dari New york City menuju bandar Internasional Soekarno-hatta.
Beberapa saat kemudian, kesia telah tiba di Bandar Internasional Soekarno Hatta. tepat pukul 23:30 menit WIB. Setelahnya kesia mengambil koper dan menunggu di lobby ditempat Kedatangan.
Butuh waktu satu jam kesia menunggu lama jemputan datang. Selagi asik memainkan game di ponsel miliknya, tiba-tiba Sebuah mobil terpakir tepat di hadapan kesia.seorang pria dewasa keluar dari dalam mobil dan masih mengenakan jas kantornya.
"Maaf, papa telat nak"Ucap Anggara. Anggara mengambil koper berada di tangan kesia dan memasukan kedalam bagasi mobil.
"Its okey pah" Jawab Kesia dan langsung masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan hanya keheningan yang tercipta.kesia menatap kosong kearah jalan raya pusat kota. Pikiranya tak lepas dari sosok Galaksa. Lagi-lagi bayang-bayang kenangan itu selalu terlintas di benak kesia.
"Syaa!!" Panggil Anggara, kesia sigap menoleh ke arah Anggara
"Iya pah. Kenapa?"
"lagi mikirin apa? papa liat dari tadi melamun aja,"Ujar anggara penasaran.
"hehe,Gak kok pah. Gak lagi mikirin apa-apa"Dalih Kesia berbohong.
"Oh iya, besok sore kamu ikut makan malam bersama sahabat papa"
Kesia mengangguk"Iya pah"
Perjalanan menempuh selama 20 menit.karena sudah tengah malam jadi orang tidak terlalu ramai saat lalu lalang melewati jalan raya dan jalanan kini sudah terlihat sangat sepi tidak lagi terjadi kemacetan.
Sesampainya kesia dirumah.sudut matanya menyapu seluruh ruangan ia sama sekali tidak menemukan mamanya. Dan mungkin saja mamanya sedang tidur?entahlah. Kesia merebahkan tubuh nya diatas kasur menghilangkan rasa penatnya beberapa saat ia sudah tertidur pulas.
...🐾🐾🐾...
Pagi harinya kesia masih tertidur pulas dengan selimut tebal menyelimuti tubuh mungil itu. Tapi, tiba-tiba saja terdengar Suara ketukan pintu membuat Kesia membuka mata perlahan. Matanya menyipit karena silau matahari yang terpantul dari Kaca jendela.
Kembali lagi ia mendengar ketukan pintu kamar diringi dengan suara memanggil namanya. Kesia bangkit dari kasur dengan nyawa yang belum terkumpul dan mata yang masih terpejam ia berjalan dan membuka pintu kamar.
Kesia mengucek-ngucek kan matanya dengan gaya bangun tidur dan muka bantal.
__ADS_1
"Mama" Lirih Kesia. matanya terbuka sedikit setelah melihat wanita dewasa yang berdiri tepat di hadapanya.
"Perawan kok bangun nya siang-siang sih sayang!!" KataGina. Gina berjalan masuk kedalam kamar kesia.
Kesia tersenyum tipis
Gina tampak mencari sesuatu, kesia menyadari hal itu ingin tau apa yang sedang di cari oleh Mamanya.
"Nyari apa mah?" Tanya kesia seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ini,Mama nyari Dress putih. Dress putih tahun lalu dimana sya?" Gina beralih menatap kesia.
Kesia sejenak tertegun mengingat dress putih Tahun lalu, sepertinya ia menyimpan dalam lemari. Kesia ingat betul karena dress itu pernah ia kenakan di Acara ulang tahun pernikahan Mama Papanya"Oh,Dress putih yang mama kasih itu? Kesia simpan di dalam lemari" Jawab kesia.
Gina mengangguk dan langsung mencari dress putih didalam lemari.
"Buat apa mah?" Tanya kesia. Kesia mengubah posisi duduknya di dekat tepi ranjang.
"Buat nanti malam. Kan nanti kita ada acara makan malam sayang, Sama sahabat papa!" Jelas Gina.
Kesia mengangguk mengerti, Ia tidak mau banyak bertanya, toh ia sudah di beritahu dulu sama Papa nya.
"Oh iya, Mandi dulu sana sayang.Nanti kita makan sama-sama dibawah, Papa udah nunggu itu!" Gina mengambil Dress lalu membawanya kebawah.
"Iya maa."
"Ini mama setrika dulu ya"Kesia mengangguk pelan.
...🐾🐾🐾...
Setelah selesai mandi Kesia keluar dari kamar, kesia berjalan menuju ruang makan.ia menatap dua orang dewasa yang sangat ia kenal yang kini sedang menikmati makan siang.
"Selamat siang mah, pah" Sapa Kesia.
"Selamat siang putri cantik"Sapa Anggara.
"Selamat siang kesayangan mama"Balas Gina juga.
Kesia menarik satu kursi berhadapan dengan Gina. Lalu Gina mengambil 1 centong nasi untuk putrinya dan memberikan pada kesia.
"Makasih mah"Ujar Kesia.
"Iya sayang. Oh iya, setelah makan ada yang mau Mama sama papa bicarain sama kamu"
"Soal apa mah?"Tanya kesia. Satu suapan masuk kedalam mulut kesia.
Mereka bertiga menikmati makan siang bersama. Sembari bercanda gurau bercerita tentang kesia selama di America hingga tanpa sadar topik pembicaraan mereka berganti.
"Kesia, sebenarnya papa ada permintaan sama kamu. Tapi... papa harap kamu tidak menolak" Ucap Anggara. Awalnya kesia belum mengerti jadi ia mengangguk dan mendengarkan topik pembicaraan mereka.
"Jadi Mama sama papa, berencana untuk menjodohkan kamu dengan anak sahabat papa" Kata anggara.
Ucapan anggara membuat kesia tersedak saat mendengar kata perjodohan. Bagaimana bisa? Niatan untuk menikah saja tidak ada.
"Ukhhukkk"
Gina langsung menuangkan air kedalam gelas dan memberikan keputrinya.
"Kalau makan pelan-pelan, kok sampai kesedak gitu.minum dulu!" Gina memberikan segelas air.
Kesia meminum air sampai habis tanpa sisa,"Makasih ma." Kini kesia beralih menatap kedua orang tuanya.
"Jadi,maksud papa. kesia disuruh pulang ke indonesia itu karena perjodohan??" Tanyanya serius.
Papa anggara mengangguk pelan. Kesia meletakkan sendok makan hingga menimbulkan dentingan keras.
"Pahhh! Kesia gak mau. Kesia bukan anak kecil yang harus di carikan jodoh. Lagi pula kesia belum ada niatan untuk menikah, apalagi sekarang, bukan jamannya siti nurbaya yang harus di jodoh-jodohkan. kesia bisa cari jodoh sendiri pah" selak kesia.
"Papa tau, papa hanya ingin kamu mendapatkan jodoh yang baik dan tidak salah pilih. Ini sudah menjadi keputusan Papa sya, tidak ada kata menolak!"Tegas Anggara.
Kesia menghela bernafas berat, Ia pasrah dan tidak mau membantah. Lebih baik ia menurut saja atas permintaan kedua orang tuanya. Lagi pula walapun menolak tetap saja kan hasilnya.
Kesia mengangguk"iya pah" pasrahnya.
Senyum kedua orang tua itu merekah setelah mendengar jawaban dari putrinya.
"Makasih ya sayang, yaudah kamu habiskan makananya itu" Ujar Gina.
"Iya mah. kesia juga gak mau buat mama sama papa kecewa" Jawab Kesia. Senyum palsu.
"Iya sayang" Kata Gina seraya mengelus rambut putrinya dengan lembut.
"Pahh?" Panggil kesia. Anggara mendongak menatap kesia.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" Tanya anggara.
"Humm... nanti kesia mau pergi keluar sebentar. Tapi kayaknya sama Caca, soalnya kesia belum tanya lagi sama dia bisa apa nggak"
"Iya boleh sekalian kamu refresing kan!!"Jawab Anggara.
"Iya pah. Thanks"
Mereka bertiga sudah selesai menikmati makan siang. Mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing. Mama pergi kebelakang untuk menyiram bunga. Papa kembali pergi ke kantor karena urusan kerjaan. Dan kesia kembali masuk kedalam kamar.
...🐾🐾🐾...
Kesia merebahkan tubuhnya di atas kasur, sembari membaca beberapa novel romans.
"Kyaaaa!! Si langit bikin baper banget ih. Andaikan ada cowo kayak gini" harap kesia. Kesia sedari tadi tak berhenti tersenyum, berteriak-teriak sendiri dalam kamar. Ia tak tahan dengan adegan baper Langit dan Hika.
Dan notifikasi pesan membuat kesia beralih keponsel.
Caca
Syaa gimana, jadi jalan kah? Gw masih ada kuliah siang.
Kesia
Jadi. Oke lanjut aja dulu, entar jam 3 jemput gue ya!!
Caca
Oke
Kesia kembali menutup ponsel dan beralih pada novel romans. Tiba-tiba saja nggak ada angin, nggak ada hujan kesia kembali mengingat Nama itu, lagi-lagi karakter langit berhasil membuat kesia teringat galaksa.
Kenapa sih nggak bisa ngelupain dia?? Aku capekkk dan sakit juga.
...🐾🐾🐾...
Mansion keluarga Ragaswara
Mereka semua berada di ruang tamu, termasuk galaksa yang akan menjadi topik pembahasan mereka.
"Ada apa sih mih? Kok semuanya di kumpulin di ruang tengah? Lagian kalau emang perlunya sama laksa nggak perlu lagi ajak bang bagas sama laksi"
"Kan mereka anggota keluarga kita sayang, jadi nggak ada salahnya dong mereka tau"Jawab Anita.
"Iya mih, emang mami sama papi mau bilang apa?"Tanya galaksa. Galaksa menatap serius ke arah Nathan dan anita,begitu juga dengan galaksi. hal serius apa yang mau di bicarain Mami sama papi? Kenapa cuma bang laksa? Kenapa dirinya enggak?
"Papi mau kamu menikah dengan anak sahabat papi"Kata Nathan. Galaksa terbelalak mendengar perkataan Nathan. Bukana galaksa saja Galaksi juga terkejut dengan apa yang ia dengar.
Bang laksa dijodohin?
"Pih nggak bisa gitu dong! Laksa nggak mau di jodoh-jodohin. Lagi pula laksa udah punya Zeva pi, nggak mungkin laksa putusin zeva gitu aja"Tolak Galaksa. Bagaimana galaksa akan menceritakan pada Zeva.
"Kamu masih berhubungan dengan gadis itu? Itu yang nggak papi suka dari kamu! Gadis itu nggak baik buat kamu laksa, udah berapa kali papi ingatin sama kamu, jangan berhubungan lagi dengan gadis itu!!"Ucap Nathan.
Sudah lama sekali hubungan Galaksa dengan zeva tidak di restui oleh Nathan dan Anita. Bulan lalu galaksa pernah mengajak Zeva datang kerumah untuk menemui kedua orang Tuanya. Tapi siapa sangka awal pertemuan mereka zeva sudah memberikan kesan buruk dan itu tidak di sukai oleh anita.
Anita sudah menyuruh galaksa untuk memutuskan Zeva, tapi galaksa terlalu sayang dan nggak mungkin dia mutusin Zeva. Apalagi hubungan mereka sudah berjalan satu tahun.
"Laksa nggak peduli, dan juga kenapa harus laksa? Kenapa nggak laksi? Dia kan anak Mami sama papi juga? Kenapa yang dijodohin harus laksa? Ini cara Mami buat misahain laksa sama zeva?"Ucap galaksa tak terima. Nada suara galaksa meninggi.
"Karena kamu abang laksa, nggak mungkin Mami sama papi langsung menjodohkan adik kamu!"Sahut Anita.
"Tapi, mami nggak bisa gitu dong. Laksa nggak mau di jodohin!" Kata Laksa dengan penuh penekanan.
"Tidak ada penolakan, keputusan papi udah bulat" Jawab Nathan.
"Kalau kamu tetap menolak, semua akses yang papi berikan sama kamu, papi cabut sekarang juga!!"Ancam Nathan.
Galaksa berdecak,"Papi sama Mami selalu aja gitu!"Galaksa bangkit berdiri dan langsung pergi meninggalkan ruang tengah.
"Laksaa!!!"Pekik Nathan.
"Anak itu, pasti dia berubah karena cewe itu mih!"Tudung Nathan. Nathan bernafas kasar, semenjak galaksa berhubungan dengan zeva memang sifat galaksa sedikit berubah menjadi kasar, keras kepala dan susah di atur.
"Mih biar laksi aja yang ngomong sama abang" kata galaksi. Nathan dan anita beralih pada putra bungsunya.
"Iya nak, kamu kan adiknya mungkin bisa memberi pengertian sedikit sama abang kamu" Ucap Anita. Galaksi mengangguk dan ikut pergi dari sana.
Bagaimanapun aku harus memberi pengertian buat bang laksa
To be continued
Note:
__ADS_1
makasih buat kalian yang mampir baca cerita mamy. Jangan lupa like setiap babnya dan masukin list favorite ya.
Krisarnya juga ditunggu, asalkan nggak sepedas omongan netizen hehe