Invincible God Domain System

Invincible God Domain System
Ch 1, Bertransmigrasi


__ADS_3

" VINCENT CEPAT KIRIM DOKUMEN AKUNTANSI PERUSAHAAN YANG KAMU KERJAKAN MINGGU LALU. "


" Ba....Baik bos. Tunggu sebentar, saya nyalakan laptopnya dulu. "


Vincent langsung menyalakan laptopnya meskipun ia baru bangun tidur setelah lelah mendaki gunung dan memasang tenda sendiri.


TRIIINGGG, DUAAARRRRRR


Baru laptopnya menyala, sebuah petir yang dahsyat menyambarnya dan membuatnya tak sadarkan diri.


- Beberapa jam kemudian -


" Ughhhhh badanku sak.... Sejak kapan tanah seempuk ini? "


Vincent membuka mata dan melihat ia berada di sebuah rumah tradisional cina yang kotor dan sempit. Tangannya juga mengecil. Ia segera berlari kearah pintu keluar. Namun baru saat ia mau membuka pintu, ada 2 orang yang tampangnya mirip preman menendang pintu dan membuatnya terpental.


" Kamu mau kemana? Saudara-saudaramu sedang bekerja dipasar sedangkan kamu yang sudah bisa berjalan masih ingin beristirahat dengan alasan sakit? "


Kerah baju Vincent ditarik dan ia dilempar keluar dari rumah oleh seorang preman dengan tampang kurus dan memegang kapak kecil.


" Cepat pergi kerja, kamu setidaknya harus mendapatkan 15 koin tembaga, atau kamu akan kami gantung terbalik lagi. "


Vincent segera berlari ketakutan keluar dari rumah kumuh itu tanpa adanya tujuan.


' Sial, apa yang terjadi sekarang? Kenapa semua perumahannya tampak kuno? '


Pada hari itu, Vincent yang mencoba kabur berhasil ditangkap oleh preman tersebut dan digantung terbalik sembari disiram air dingin selama 1 jam. Setelah ia digantung, ia diturunkan dan dibiarkan dihalaman yang dingin.


Seorang anak laki-laki menghampiri Vincent dan menyodorkan roti kukus.


" Kak Lin, Ini makananku ambil saja. "


" Tapi.... Kamu sudah makan? "


Vincent menatap bocah berumur 4 tahun dengan kasihan karena dari posturnya saja sudah terlihat bahwa ia kurang gizi.


" Te..terimakasih. Oh ya, namaku siapa? "


" Apa kak Lin sudah lupa nama sendiri setelah disiram? Kakak adalah Lin, aku adalah Yi. "


" Umur, berapa umurku? "


" Kakak berumur 5 tahun. Apa kakak sakit lagi? "


" Tidak, tidak apa-apa. Aku akan tidur dahulu. "


Tengah malam, Badan Vincent menggigil dan deman tinggi. Yi yang melihat melaporkan Vincent yang demam tinggi kepada kakak besar(Preman sebelum).


" Apa? Demam? Baiklah kami akan mengurusnya, tidur sana! "


Yi keluar dari ruangan dan meninggalkan dua preman tersebut


" Akan jadi merepotkan kalau anak itu meninggal disini. Bagaimana jika kita buang ditengah hutan? "


" Baiklah kamu yang buang. "


Satu preman keluar dari ruangan dan menggendong Vincent menuju kehutan belantara. Vincent yang tidur disenderkan kepohon. Dan preman tersebut kabur dari tempat itu. Beberapa jam kemudian, ia bangun dengan kondisi tubuh yang masih demam dan lemas.


" Sial, aku dibuang. Aku harus kekota, tapi lewat mana? "


Beruntungnya, terdengar suara rombongan kuda yang berada puluhan meter didekatnya. Vincent langsung lari kearah suara rombongan tersebut.


Dari arah rombongan, kapten pemimpin rombongan mengangkat tangan dan semua orang berhenti.


" Apa kalian mendengar? " Tanya kapten kepada anak buahnya.


" Dengar? Apakah kapten mendengar sesuatu? "


" Ada suara langkah kaki. "


Vincent yang kondisi lemas keluar dari semak-semak dan mengagetkan rombongan tersebut.


" Astaga, kenapa ada anak kecil ditengah hutan? "


Kapten langsung turun dari kudanya dan menghampiri Vincent.


" Nak, kamu tidak apa? "

__ADS_1


" Oo..obat, tolong. " Jawab Vincent dengan nada yang lemas dan sekarat.


Kapten tersebut memegang kepala Vincent dan menyadari bahwa ia sedang demam tinggi


" Cepat bawakan obat! "


Sret. Seorang didalam kereta kuda membuka jendela dan bertanya


" Ada apa kapten Jiang? "


" Tidak ada apa-apa, hanya seorang anak kecil muncul dari semak-semak dan sedang dalam kondisi demam tinggi, nona. "


" Kamu bisa bawa dia masuk untuk tidur disamping kursiku. "


" Baik nona, silahkan istirahat kita sebentar lagi akan masuk ke kota Red Maple. "


Vincent diberi obat dan dibawa oleh rombongan kereta kuda tersebut.


Keesokan paginya.


" Ughhh, dimana aku? "


" Dirumah klan pengawal Jiang. " Jawab seorang wanita yang sedang duduk sambil membaca buku disudut ruangan


" Ah, Terimakasih sudah menyelamatkan saya kemarin malam. " Mata Vincent tertuju kepada wanita tersebut karena ia sangat cantik meskipun wajahnya sedikit jutek.


" Bukan apa-apa, bubur disamping tempat tidur silahkan dimakan. "


" Ba..baiklah, te..terima kasih. " Vincent menjawab dan memakan buburnya dengan perasaan yang canggung


' Aku harus cepat selesai makan dan segera pergi dari tempat ini. ' Kata Vincent didalam pikirannya.


" Tak perlu pergi kemana-mana, kamu bisa tinggal didalam klan ini sebagai pelayan atau pekerja didapur jika ingin belajar memasak. "


" Ba...baiklah, terimakasih banyak. "


" Siapa namamu? "


" Vincent, Vincent Lin. "


" Vincent? Nama yang aneh. "


" Ah, baiklah. Namaku Jiang Chu Ran, aku anak ke-2 dan berumur 14 tahun. Bagaimana jika kamu menjadi pelayanku? "


" Terima kasih, terima kasih banyak telah memberi kesempatan. "


" Tak apa, kamu tidur saja dulu. Aku ada urusan diluar. " Jiang Chu Ran meletakkan buku tersebut dan pergi keluar ruangan.


Vincent yang penasaran menghampiri buka tersebut dan ternyata Jiang Chu Ran sedang belajar buku akuntansi.


" Mungkin aku bisa menjadi akuntan dan membantu keluarga ini. "


Keesokan harinya, Vincent yang sudah sembuh bekerja sebagai pelayan Jiang Chu Ran. Saat malam hari, Jiang Chu Ran sedang mengerjakan soal akuntansi sementara Vincent membersihkan lemari perhiasan dan meja rias.


" Arghhhh, kenapa soalnya susah sekali? " Vincent mengintip soalnya dan menjawab.


" Nona, itu seharusnya masuk dikredit dan pengeluaran sementara kasnya berkurang. "


" Oh iya betul juga.... tunggu, kenapa kamu bisa tahu? "


" Uhhhhh, aku membaca sedikit dari buku yang kemarin nona tinggalkan. Maafkan aku. "


" Tidak, apa kamu bisa menjawab soal berikutnya? "


" Uh itu masuk ke piutang, modal, dan kas. "


" Baiklah, besok aku akan bertemu ayah dan mengatakan ini. Mungkin saja kamu bisa membantu keluargaku dibidang akuntansi. "


" Ti...tidak perlu nona, aku masih terlalu muda. "


" Jangan pesimis, ayah pasti akan terkejut mendengar bocah berumur 5 tahun mengerti akuntasi hanya dengan membaca buku. "


Keesokan paginya, Jiang Chu Ran memberitahu kepada kepala keluarga pengawal, Jiang Mu.


" Jadi kamu Vincent Lin? " Tanya kepala keluarga yang bertanya dengan bingung.


" Benar tuan, Tuan bisa memanggil saya Lin. "

__ADS_1


" Jadi apakah kamu tertarik belajar akuntansi? "


Karena tak ada pilihan lain, Vincent menjawab mau karena hanya akuntansi yang ia kuasai.


" Baiklah, aku akan memanggil guru akuntansi, sebagai syarat kamu harus bekerja di keluarga ini ketika bisa bagaimana? "


" Baiklah tuan, tapi apa anda bisa membantu saya? "


" Selama itu masih dalam jangkauanku maka bisa. "


" Uhhh, apa Tuan bisa membantu teman-teman saya yang disiksa oleh 2 preman? "


" Ah 2 orang itu. Kebetulan polisi sudah menangkapnya atas kasus penyiksaan anak dan percobaan pembunuhan. "


" Terima kasih, terima kasih banyak. "


Saat menerima tawaran itulah kehidupan Vincent berubah, tak butuh waktu lama ia sudah menjadi akuntan termuda di kota Red Maple bahkan diseluruh kerajaan Tang. Satu hal yang Vincent sadari, didunia ini ada kultivasi seperti di novel ataupun komik.


Kultivasi yang diketahui sendiri dibagi menjadi 3 tahap disetiap tingkatan. Ada awal, menengah, dan akhir. Sementara tingkatannya ada Qi Flowing, Qi Gathering, Qi Refining, Qi Condentation, Qi Transcendent, Nascent Soul dan Void Tribulation. Dalam sejarah hanya ada hitungan jari orang yang sudah pernah melewati tahap Void Tribulation dan naik kedunia atas. Orang-orang memanggilnya tingkatan Immortal.


Selama bertahun-tahun, hubungan Vincent dan Jiang Chu Ran sangat dekat. Keluarga Jiang juga sangat ramah dan peduli akan masyarakat di kota Red Maple.


16 Tahun Kemudian


' Sial, semua keluarga Jiang dibunuh. Aku harus kabur kegunung tempat gubuk kecil milik nona. '


Vincent lari terengah-engah tak berhenti hingga ia sudah berada didepan gubuk. Namun ternyata sudah ada 3 orang yang menunggunya didepan dan siap membunuhnya.


" O..ow, sial. "


Vincent berbalik badan dan berlari secepatnya, tapi 2 dari 3 orang sebelumnya sudah berada di depannya dan langsung menendangnya membuat Vincent terpental puluhan meter hingga masuk kedalam gubuk.


BRAKKKK


" Vincent Lin, nama yang aneh, jenius akuntansi tapi sampah dalam kultivasi. 15 Tahun belajar kultivasi dan tidak pernah naik dari Qi Flowing awal. " Kata seorang yang nampaknya merupakan pemimpin mereka


" Apa maumu? "


" Kami hanya diperintahkan membunuhmu. "


" Siapa? Siapa yang memerintahkanmu? "


" Orang mati tidak perlu tahu, cukup tunggu kematianmu. "


Pembunuh tersebut sudah mengangkat pedangnya dan sudah siapa menusuk Vincent.


" TUNGGUUU.... "


" Apa? "


" Lagipula aku akan mati, jadi apa tidak bisa kamu menyebut siapa yang menyuruh kalian? "


" Benar juga, Kepala keluarga pengawal Zhang. "


" Haaaah, sudah kuduga..... "


JLEBBBB


Pedang panjang menembus perut Vincent, dengan sakit yang luar biasa. Vincent berusaha menekannya, namun tidak menghentikan pendarahan. Para pembunuh tersebut juga sudah menghilang dan menyisakan Vincent digubuk itu sendirian.


Vincent menggenggam erat kalung pemberian Jiang Chu Ran. Ia mengingat kembali memori sebelum kematian Jiang Chu Ran


Didalam kamar Jiang Chu Ran


" Vincent, kamu cepatlah kabur para pembunuh itu sudah ada disini. Aku akan menahannya, kamu pergilah. Ini kalung dariku. Jika kamu selamat kamu bisa mendapat 10 Koin Emas untuk usaha baru. "


" Tapi, nona. Aku tidak...."


Jiang Chu Ran langsung memeluk Vincent dan mencium dibibirnya.


" Cepatlah kabur, jika kita berhasil selamat. Maka aku akan langsung menikahimu. "


Vincent langsung kabur lewat jendela dibelakang rumah Jiang Chu Ran. Ia kabur sambil menahan tangis.


Setidaknya itulah ingatan terakhir dari Vincent sebelum matanya menjadi kabur dan nafasnya sudah susah.


DINGGG

__ADS_1


- Syarat aktivasi sistem telah tercapai. -


Bersambung


__ADS_2