
Pria itu langsung mengarahkan 2 cambuk kearah Vincent, tetapi cambuk tersebut ditangkap dan diputuskan oleh tangan.
"Kamu tanpa artefakmu hanyalah sampah."
Vincent langsung melesat kebawah perutnya, mengumpulkan semua tenaga ditangan kanannya dan langsung menonjok armor pria itu tepat didaerah limfanya. Pria itu langsung terpental puluhan meter dan menembus dinding gua
"Ughhhhhh, hanya tinjuan lemah. Meskipun artefakku hancur, armorku juga tak kalah kuat." Pria itu berdiri setelah menabrak tembok dengan sempoyongan
"Bodoh, kamu akan mati karena pendarahan internal. Rasakanlah dengan Qi milikmu bahwa limfamu pecah."
"Sialan, akanku bunuh kamu sebelum aku mati."
Pria itu mengeluarkan semua auranya dan sekali lagi mengambil pedang dari cincin ruangnya.
"Aku, mantan swordmaster kerajaan akan....."
SRASHHHHHH
Kedua tangan pria itu terpotong oleh dagger milik Vincent yang diambil dari saku celananya. Sementara pria itu sudah terbaring ditanah dengan ketakutan.
"Arghhhhh, to...tolong ampuni."
"Kenapa baru minta ampun?"
"Apa kamu mau uang? Aku ada 200,000 gold. Ini ambillah." Pria itu melemparkan cincin ruang kepada Vincent.
"Makasih, akanku kembalikan kekerajaan Yuftel."
BAKKKK
Vincent menendangnya hingga pingsan dan menyeretnya keluar gua. Diluar gua, Vincent mengikat kedua kakinya dengan rantai ke sebuah pohon dan melemparkan darah segar.
Plak, Plak, Plak.
"Hei, bangun."
"..... Mmmmmfffff. "
Pria itu meksipun sudah membuka mulutnya selebar apapun dan berusaha teriak sekuat tenaga, tetapi tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Karena titik akupunturnya sudah dikunci oleh Vincent.
Grrrrrrr
"Lihat dibelakangku ada 3 serigala lapar yang siap memakanmu hidup-hidup."
Dengan muka yang penuh keringat dingin, ia geleng-geleng sambil menangis-nangis kepada Vincent meminta ampun.
"Tidak, orang bejat sepertimu seharusnya tidak ada didunia ini. Selamat tinggal, semoga kamu mati perlahan."
Vincent berjalan pergi masuk kelebatnya hutan dan terbang kembali kekantor Bounty Hunter. Sementara para serigala mulai jalan menghampirinya dan memakannya hidup-hidup.
- Ding! Anda mendapatkan 1x5,000 poin dari membunuh Kultivator tahap Void Tribulation. -
'Berapa total poinku?'
- Host mempunya 65,850 poin. -
'Oke, tunggulah.'
Dikantor Bounty, Vincent membawa sebuah kantong dan menyerahkannnya ke resepsionis.
"Nona, ini penyelesaiannya. Misi S+."
"Ah tuan yang waktu itu, Anda bisa langsung keruangan manajer."
"Oke."
Didalam ruangan manajer.
"Nek, ini tangan pemimpinnya dan ini cincin ruangnya. Tolong berikan kepada kerajaan Yuftel. Maafkan aku tidak membawa kepalanya, mungkin ia sudah jadi tulang dimakan serigala."
"Hahahaha tak apa. Ini cincin ruangan hadiah bounty, silahkan cek apakah ada 500,000 gold."
"Baiklah, aku balik kekampung halamanku dulu."
"Tunggu dulu, Duke dari kerajaan Yuftel ingin bertemu denganmu."
"Aku tak butuh kredit, bilang saja padanya bahwa yang menjalankan misi tak mau digangg
Tak basa-basi, Vincent langsung terbang kembali kerumahnya untuk memperbaiki artefak dari sekte Immortals yang disimpannya dilaci kamarnya.
Beberapa jam kemudian, Vincent sudah sampai di kamarnya, ia langsung mengambil artefak yang rusak dan menggunakan poin dari sistem untuk memperbaikinya.
- Ding! Anda berhasil memperbaiki artefak tingkat semesta kelas atas. -
Tok, Tok, Tok.
He Mu langsung muncul didepan pintu sambil berlutut dengan satu kaki.
"Tuan, akhirnya anda kembali. Ada hal penting yang terjadi selama 3 hari anda pergi."
"Ada apa?"
"Didekat Utara Pegunungan seribu, kami mendapat info bahwa ada Immortals yang mulai turun dunia bawah."
"Apa? Immortals?"
__ADS_1
"Sial, baiklah aku akan siap-siap dulu. "
'Sistem, dimana lokasi utara pegunungan seribu yang dimaksud.'
- Lokasi yang dimaksud host mungkin 220 km utara dari titik host sekarang. Sistem juga mendeteksi, ada Immortal tengah berada di kota Red Maple. -
Vincent masuk kedalam ruangannya untuk berganti ke tubuh utama dan langsung terbang kelangit kota Red Maple.
'Sistem, deteksi Immortal sekarang.'
Sebuah pancaran radar keluar dari tubuh Vincent dan mendeteksi kota layaknya sebuah radar. Tempat Immortal berada berwarna merah pekat dimata Vincent.
" Lima orang, sini kalian "
Hanya dengan mengangkat tangan saja, para Immortals yang tengah bersembunyi terangkat keudara dengan badan yang digenggam oleh Qi Vincent diudara.
"Ada lima orang, namun hanya ada 2 orang yang bisa hidup. Katakan semua informasi kalian, kenapa kalian turun kedunia bawah dengan sangat leluasa."
"Kamu pikir dapat menggali informasi dari kami? Tunggulah sang Venerable Sword akan datang."
CRASHHHHH
- Ding! Anda mendapatkan 1x500,000 poin dari membunuh kultivator tahap Immortal General. -
Tanpa mengeluarkan pedang, seorang Immortal mati hanya dengan Qi yang dikontrol oleh pikiran Vincent. Immortal yang tersisa semuanya menjadi ketakutan.
"4 orang, tersisa 3. Cepat berikan aku informasi kalian kepadaku. He Mu, interogasi 1 orang ini. Ia adalah Immortals Commander tahap menengah. Beritahu informasi yang kamu dapat nanti, akan kucocokan dengan 2 orang ini."
Vincent tetap menahan Immortal Commander itu dengan Qinya dan memberikan kepada He Mu dibawah untuk diinterogasi. Sedangkan 2 orang lainnya ada bersama Vincent.
"Siapa, mengapa dan bagaimana kalian ada disini?"
"Aku tidak tau, mungkin pria dari sekte pengemis ini tahu sesuatu."
"Baiklah, kamu mati saja."
CRASHHHH
- Ding! Anda mendapatkan 1x500,000 poin dari membunuh kultivator tahap Immortal General. -
Kepala orang disebelahnya langsung meledak dan meninggal. Hanya tersisa 1 orang dihadapan Vincent yang sedang gemetar.
"Sa...saya dari sekte Pengemis dan saya kebawah turun bersama aliansi Immortals turun membawa misi yang berbeda-beda."
"Siapa Venerable Sword yang kalian maksud?"
"Ia adalah pemimpin sekte dan juga merupakan pemimpin aliansi.Jika kami tidak pulang dalam waktu yang diberi, maka beliau akan turun kedunia bawah."
"Bagaimana kalian bisa turun seenak jidat?"
"Dimana orang itu?"
"A...aku tidak tahu, tapi terakhir kulihat, ia diikat dengan rantai dan membukakan portal untuk kami."
"Kalau begitu akanku berikan kamu 2 pilihan, lakukan sumpah kultivasi atau mati."
"Sumpah kultivasi, aku akan melakukannya."
"Baiklah. Lakukan sekarang."
- Ding! Anda mendapatkan 1x250,000 poin dari sumpah kultivasi kultivator tahap Immortal General. -
Pria itu langsung melakukan sumpah kultivasinya dihadap Vincent, ia bersumpah akan mengikuti semua aturan dan perintah yang diberikan Vincent.
"Siapa namamu?"
"Aku Wei Yi Qi. "
"Oke pak tua wei, akanku berikan 1 misi. Kembalilah keatas dan selamatkan pria yang dirantai itu."
"Ta..tapi itu sangat susah jika hanya aku sendiri. Rekrut orang dibawah itu."
Tunjuknya ke Immortal Commander yang sedang ditahan Vincent dibawah untuk diinterogasi He Mu.
"Apa itu terlalu susah sendiri?"
"Iya, diatas banyak penjaga Immortal General juga. Jika kamu membawa tetua dari sekte Flaming Vermilion tersebut, itu bukanlah hal yang mustahil."
"Baiklah. He Mu cukup. Kamu kesini."
Immortal Commander itu tak bisa melawan dibawa kehadapan Vincent oleh genggaman Qinya.
"Sumpah kultivasi atau aku ambil esensi jiwamu secara paksa."
"Mengambil esensi jiwa secara paksa? Bahkan sang Venerable Sword tidak bisa melakukannya."
"Aku bukanlah tandingan Venerable Swordmu."
Vincent mengarahkan tangannya keatas kepala orang itu dan langsung mengambil esensi jiwa orang itu secara paksa.
"ARGHHHHHH, To...tolong kembalikan." Erang pria itu.
"Siapa namamu?" Tanya Vincent ke Immortal Commander tersebut
"Jin Mu. "
__ADS_1
"Tugasmu adalah membantu pak tua Wei ini memgambil seorang tahanan. Jika kalian berhasil, aku akan menghadiahkan sesuatu. Ini artefak untuk naik dan turun. Aku tunggu kalian paling lama 72 jam lagi."
"Ba...baiklah."
SWOSSHHHHH
Mereka berdua langsung terbang kelangit dan ketika sudah mau mencapai luar angkasa, mereka langsung menyalakan artefaknya dan langsung membawa mereka berdua ke langit didunia tengah. Merekapun langsung bergegas ke kota pusat aliansi Immortals.
Disebuah restoran.
"Hei pak tua, dimana tahanan yang dimaksud."
"APA? Bukankah itu sama saja dengan kematian? Ada ratusan Immortal General dan Immortal Commander disana. Belum lagi puluhan Immortal Emperor dan 20 Jendral Immortal Sovereign."
"Bukankah lebih baik dicoba dahulu? Lagipula coba pikirkan lagi, apakah sang Venerable Sword dapat membunuh seorang Immortal General hanya dengan pikiran? Pria dibawah itu pasti lebih kuat."
"Benar juga. Tapi apa kamu yakin bahwa ia bisa menang melawan ribuan bahkan puluhan ribu Immortals yang mungkin akan menyerbu ke dunia bawah."
"......., astaga aku sungguh pusing. Aku sudah melakukan sumpah kultivasi dengan orang itu, ini membuatku dilema."
Pak tua Wei memegang jidatnya sambil berpikir semaksimal mungkin, karena ia sedang dilema.
"Baiklah, aku ada rencana. Namun aku hanya bisa menjamin bahwa ini akan berhasil 50%."
"Bukankah itu lebih baik daripada 0%? Apa rencanamu?"
"Kamu merupakan tetua sekte Flaming Vermilion bukan?"
"Iya, tapi aku hanya tetua gerbang luar. Kekuataanku disekte masih jauh dibawah dibanding tetua yang lain."
"Tak apa, kita butuh sekitar 20 bom peledak yang akan kita gunakan untuk menghancurkan penjara diutara kota. Ketika para tahanan kabur, kota akan kacau. Pusat aliansi pasti akan mengirim banyak pasukan, dan kamu akan membawa kabur pria tersebut."
"Baiklah, aku serahkan sabotase penjara padamu. Aku akan siapkan bahan peledaknya."
Jin Mu langsung menyiapkan barang dan artefak yang dibutuhkan mulai dari bahan peledak hingga armor pelindung tubuh untuk keadaan darurat. Sedangkan pak tua wei, menyogok kepala penjara untuk mengijinkannya masuk dengan dalih sekte pengemis membutuhkan sesuatu dari tahanan.
Hingga hari yang dinanti tiba. Pak tua wei pergi kepenjara namun kali ini ia menempatkan bom peledak terakhir dibelakang sebuah rak yang terhubung kesebuah kantin. Setelah memasangnya, ia langsung pergi ke pusat gedung aliansi.
Dengan menggunakan artefak komunikasi, Jin Mu dan Pak tua wei berkomunikasi dari jarak puluhan kilometer.
"Peledak sudah siap."
"Baiklah, beritahu aku ketika kamu meledakkannya. Aku akan langsung....."
BOOOMMMMMMMM
Ledakan besar terjadi di utara kota. Karena kota ini dibawah kekuasaan Aliansi Murim, maka penjaga Aliansi Murim yang menjaga kota. Ratusan pasukan penjaga yang berasal dari gedung pusat aliansi langsung pergi ke penjara.
2 Penjaga yang menjaga ketua sekte yang ditahan langsung dibunuh oleh Jin Mu ketika ratusan penjaga pergi meninggalkan gedung. Sedangkan 2 penjaga pintu depan dibunuh oleh pak tua Wei dengan artefak api yang langsung membakar mereka.
Jin Mu langsung menggandeng tangan ketua sekte keluar dari sebuah lingkaran dan langsung menerobos pintu keluar. Suara gong besar berbunyi yang berarti ada penyusup. Puluhan penjaga yang tersisa langsung mengikuti Jin Mu dari belakang. Sementara pak tua Wei sudah langsung terbang keatas ketika sudah membunuh 2 penjaga pintu.
"Hei pak tua. Jatuhkan semua artefak peledak yang tersisa sekarang."
"Oke, makanlah ini."
Pak tua Wei menjatuhkan 3 artefak bom peledak kebawah dimana puluhan penjaga mengejar mereka.
BOOMMMM, BOOMMM, BOOMMM
Para penjaga yang tidak sempat menghindar langsung meninggal. Ketika sudah mau mendekati batas angkasa. Sebuah ledakan dari sebuah tebasan menghentikan pergerakan mereka.
"Sial. Kenapa dia cepat sekali? Pak tua, jika kamu sudah sampai bawah, tolong beritahu ke pria dibawah itu bahwa aku mungkin sudah mati."
Jin Mu menghadap belakang sambil mengeluarkan pedangnya. Dihadapannya ada seorang pria dengan pakaian tidur dan memegang sebuah pedang dengan pancaran aura warna biru.
"Maafkan aku ketua."
Jin Mu langsung melesat kedepan ketua aliansi dan langsung menebasnya ketika sudah dekat. Namun dalam sekejap mata, pedang yang dipakai Jin Mu langsung ditahan dan Jin Mu ditendang kebawah.
Pak tua Wei yang membawa ketua sekte langsung menyalakan artefaknya dan kembali ke dunia bawah tepat dilangit rumah Vincent.
"TUAN! TUAN! Tolong."
Vincent yang mendengar suara Jin Mu langsung keluar rumah.
"Ada apa?"
"Jin Mu, ia tidak bisa kembali kesini karena ia menghalangi ketua aliansi."
"Tak apa, mana ketua sekte."
"Ah ia, pingsan jadi kubaringkan ia didekat pohon."
"Baiklah. Bawa ia pulang kesekte Immortal, posisinya 700 mil barat daya dari gubuk ini. Setelah itu, kembalilah kesini. Ada hadiah untukmu."
- Ding! Anda berhasil menyelesaikan sebuah misi tersembunyi. Mendapatkan kesempatan gacha tingkat tinggi 3x. -
- Ding! Memicu misi sampingan. Kemarahan ketua aliansi Immortals memuncak. Halangi invasi besar yang akan terjadi dalam beberapa minggu lagi.
Hadiah \= Mendapatkan Boneka Jiwa tingkat Immortal Tribulation awal.
Kegagalan \= Dunia bawah akan dibinasakan oleh para Immortals. -
Bersambung
__ADS_1