
Setelah melihat gedung utama dimana ketua dan banyak tetua sekte dibantai, Vincent menyadari bahwa hanya ada mayat ketua dan 7 tetua didalam gedung utama. Yang artinya masih ada 3 tetua yang masih hidup.
Tak berpikir lama, Vincent langsung menggunakan Qi Sensenya untuk mendeteksi area pegunungan disekitar sekte. Ia merasakan ada puluhan orang bersembunyi disebuah gua yang letaknya sekitar 10 mil dari sekte dan Vincent langsung menghampiri mereka.
Didepan gua, ada 2 murid dengan pakaian yang lusuh sedang menjaga pintu masuk gua. Vincent langsung bertanya kepada mereka.
"Maaf dimana tetua kalian." Vincent muncul dari lebatnya hutan membuat mereka kaget.
"Si..siapa kamu?" Tanya salah satu murid yang mengacungkan senjatanya pada Vincent.
"Tenanglah, aku datang untuk membantu. Disini bukanlah tempat yang aman untuk kalian. Ada harimau gunung yang setara Nascent Soul awal 30 mil darisini jauhnya. Dimana tetuamu?"
"Tetua kami ada didalam. Masuklah."
"Oke terimakasih, kalian bisa beristirahat. Selama ada aku tak akan ada bahaya."
Vincent masuk kedalam gua, terlihat lebih banyak murid dengan pakaian lusuh sedang beristirahat atau bersedih. Didalam ada 2 tetua yang berhasil selamat, yaitu tetua yang pernah menggunakan ilusinya pada Vincent dan tetua luar yang pernah ditemui Vincent.
"Kalian berdua, apa hanya kalian yang selamat?"
"Kamu..... Kenapa kamu membawa ketua. KENAPA?" Jawab seorang tetua wanita yang menggunakan ilusi
"Maafkan aku, aku tidak tahu bahwa mereka dapat berkomunikasi dari dunia atas." Vincent membungkukkan badannya 90° kearah dua tetua.
"APA KAMU TAU? 1500...1500 Murid luar dan dalam meninggal. Hiks....Hiks...." Teriak tetua wanita sambil menangis.
"PEI OU YANG!!! Tenanglah."
"Kamu tua, diamlah. Apa kamu bahkan menolong teman kita ketika bertarung melawan Immortal? "
"Diamlah, aku tau kita telah kehilangan 95% murid. Kita sekarang sangatlah lemah. Kita butuh bantuan. Kamu masuklah dulu. Aku akan berbicara dengannya."
Tetua wanita tersebut akhirnya masuk kedalam tenda untuk beristirahat. Tersisa Vincent dan tetua gerbang luar.
"Maafkan Pei Ou Yang, ia baru saja kehilangan adiknya. Untuk sekarang kita sedang berduka, ada urusan apa anda datang menghampiri kami tuan?"
"Kalau boleh tau, apa yang terjadi saat itu?"
"4 orang Immortal datang dan membantai seluruh sekte kita. Kami kehilangan 95% murid kami, sebelumnya tetua ahli pedang ada bersama kami. Tapi ia sudah meninggal saat berusaha menghalangi seorang Immortal yang sedang mengejar kami."
"......, maafkan aku. Jika aku lebih berpikir panjang dan mengantisipasi hal itu, aku mungkin...."
"Anda tidak salah. Terimakasih sudah membawa ketua sekte kami pulang. Untungnya para Immortal langsung menghilang sesaat setelah mereka membantai semua orang di sekte."
"Ayo ketempatku. Kalian akan lebih aman disana. Para Immortal akan datang lagi kebawah untuk menginvasi kita. Tak ada yang aman didataran tengah ini."
"Apa? Invasi?"
"Iya kamu tidak salah dengar. Selama kalian ada dalam jangkauanku, akan kupastikan kalian akan aman."
"Baiklah, beri kami waktu 2 jam untuk bersiap-siap."
"Oke, Aku akan membunuh semua beast yang ada disekitar. Kalian berkemaslah."
Vincent keluar dari gua dan langsung mendeteksi hutan sekitar untuk mengecek lokasi para monster yang berbahaya.
2 Jam Kemudian
- Ding! Anda mendapatkan 1x500 membunuh monster core ungu tingkat bumi. -
'Haah badanku bau amis dari darah monster. Sistem berapa poin yang kudapatkan dan jumlah poinku.'
- Host mendapat 46,200 poin dari membunuh para beast dan host mempunyai 4,662,000 poin. -
__ADS_1
'Baiklah, semua area sudah selesai. Waktunya kembali.'
Saat Vincent kembali ke gua, semua murid berjumlah 80 orang lebih sudah bersiap untuk jalan bersama dengan 2 tetuanya.
"Baiklah, ayo kita berangkat. Setidaknya butuh 4 hari ketempatnya, aku akan melindungi kalian. Jadi jangan takut."
Rombongan murid mulai berjalan dengan cepat menyusuri lebatnya hutan. Selama 4 hari, Vincent terus menjaga sekitar dan membunuh beast berbahaya yang mendekat baik siang maupun malam. Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam domain Vincent.
"Kalian tunggulah disini sebentar."
Vincent yang sudah masuk ketubuh utamanya membuka portal dan keluar langsung didepan para rombongan. Para tetua dan murid yang melihatnya hanya bisa diam karena tak pernah ada cerita dalam legenda dimana seseorang membuka sebuah portal dengan pikiran.
"Masuklah kedalam portal."
Ketika mereka masuk keportal, mereka berteleportasi ke sebuah tempat dimana pegunungan membentuk huruf U dan terdapat danau kecil ditengah.
- Ding! Anak buah anda Wei Yi Qi memasuki domain bersama puluhan Immortal. -
Vincent langsung membuka portal dihadap pak tua Wei yang baru saja masuk kedalam domain Vincent. Ia tak perlu disuruh langsung masuk kedalam portal karena sudah tahu bahwa Vincentlah yang membuatnya.
Sesaat para Immortal yang ditangkap pak tua Wei keluar dari portal. Pei Ou Yang langsung teriak sambil mengambil pedangnya dan maju ke arah seorang Immortal.
"Matilah!!!"
Dalam kecepatan yang sangat cepat, Vincent sudah berada didepan Pei Ou Yang dan menghancurkan pedangnya hanya dengan jarinya. Semua Immortal termasuk pak tua Wei yang sudah mencapai Immortal Tribulation awal kaget karena, kecepatan yang baru saja disaksikan tidak masuk diakal lagi.
"Ho, wanita yang ganas. Jika kamu mau membunuh tawananku, jadilah lebih kuat dariku. Ada apa?"
"Di...dia, dia yang membunuh ketua sekte dan para tetua."
"Immortal yang ada logo bunga dibajunya?"
"Iya, tolong balaskan dendam kami." Puluhan murid yang mengikuti Vincent semuanya bersujud dilantai
"Iya, orang dibelakangnya dan orang ketiga dari belakang. Ah dan orang keempat dari depan."
"Baiklah."
Vincent langsung menggenggam badan mereka dengan Qi yang manifestasikan. 4 Immortal tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.
"Perintah siapa?"
"Ke...ketua aliansi."
"Bagus, sekarang aku sedang berpikir bagaimana kalian berdua akan mati."
"Tunggu, ap..."
KRAKKKK
4 Immortal yang diangkat diudara tubuh mulai diremukkan dari bagian kakinya dan mulai naik ke atas. Suara tulang patah terdengar jelas disemua kuping yang melihat, bagaimana Immortal yang dianggap perkasa remuk secara perlahan.
- Ding! Anda mendapatkan 2x500,000 poin dari membunuh kultivator tahap Immortal General, Anda mendapatkan 2x1,000,000 poin dari membunuh kultivator tahap Immortal Commander. -
Setelah 4 Immortal tersebut mati, Vincent membuka sebuah portal yang mengarah kesebuah tempat sepi didalam hutan.
"Kalian berdelapan masuklah, kalian dari sekte Immortal buatlah kemah disini."
Delapan tawanan Immortal tersebut masuk kedalam portal yang mengarah kesebuah rawa yang sepi. Disana para Immortal masih dalan genggaman Vincent sehingga mereka tidak bisa kabur.
"Aku tak mau membunuh kalian jadi pilihlah, sumpah kultivasi atau mati." 8 Immortal tersebut langsung memilih sumpah kultivasi dihadapan Vincent.
- Ding! Anda mendapat 3x250,000 poin dari sumpah kultivasi kultivator tahap Immortal General, Anda mendapatkan 4x500,000 poin dari sumpah kultivasi kultivator tahap Immortal Commander, Anda mendapat 1x2,500,000 poin dari sumpah kultivasi kultivator tahap Immortal Emperor. -
__ADS_1
"Bagus, pak tua Wei akan menjadi atasan kalian. Mulai dari sekarang, kalian akan menjaga kemah para penduduk didanau utara. Setelah invasi besar selesai, kalian berdelapan akan mendapatkan hadiah."
"Baik tuan."
"Oh ya pak tua Wei, tolong cek meriam yang sudah kutitipkan untuk dibuat. Jumlahnya mungkin sekitar 100-150."
"Akanku catat tuan."
Pak tua Wei dan 8 Immortal lainnya masuk kedalam portal yang menteleportasikan mereka ke pengungsian warga Red Maple. Sementara Vincent pergi kerumah untuk mengurus poinnya yang tersisa
'Sistem berapa poin yang aku punya?'
- Host mempunyai 12,9120,000 poin. -
'Avatar terkuat apa yang bisa kubeli dengan poin segitu?'
- Host dapat membeli avatar tingkat Immortal Commander dengan 7,500,000 poin. -
'Belilah, aku akan memancing mereka dengan itu.'
Vincent langsung meninggalkan rumah dengan avatar barunya dan pergi kekamp pengungsian di dekat danau yang lebih besar. Disana sudah ada ribuan warga yang sudah mengungsi karena imbauan dari gubenur. Didekat gunung, seorang Immortal Emperor yang merupakan anak buah Vincent berjaga-jaga.
Dipengungsian sudah ada tenda tempat gubenur dan puluhan ribu warga tinggal. Kali ini Vincent membawa sebuah blueprint mesin uap kepada gubenur.
"Tuan gubenur, apa anda bisa membuat mesin ini?"
"Benda apa ini tuan?"
"Ah, itu mesin uap. Dapat dipasang pada kapal, buatlah itu dahulu. Jika mesinnya sudah selesai, aku akan memberikan blueprint kapalnya."
"Baiklah, aku akan membawakan blueprint ini kepada para blacksmith."
"Terimakasih. Terimakasih karena mau percaya pada kata-kataku."
3 Minggu kemudian
Tempat pengungsian Vincent sudah dipadati dengan ratusan ribu penduduk. Mulai dari kota seberang bahkan kota yang jauhnya ratusan dan ribuan mil. Pada hari itu juga, mesin uap yang Vincent minta telah jadi.
Di Ibu kota, anggota keluarga kerajaan sedang menjalani aktivitas seperti biasanya. Puluhan pejabat keluar masuk dari istana. Didepan Istana terdapat seorang dengan badan dan armor yang gagah.
"Dimana kaisar kalian?"
"Kurang ajar, kamu harus mengatakan Yang Mul......"
BOOOMMMMMMMM
Sebuah tinjuan dahsyat diarahkan pria itu kearah penjaga yang berteriak. Menciptakan sebuah tinjuan yang dahysat dan meratakan sebuah bangunan dalam garis lurus.
" SAMBUTLAH, KETUA ALIANSI GU YI FENG!!! "
Ribuan Immortal yang tak terhitung jumlahnya turun dari langit. Bersama dengan ratusan beast mulai dari kuda dengan sayap, naga, burung besar, dan masih banyak lagi.
Semua warga yang tidak mengungsi melihat kelangit, begitu juga seluruh istana yang. Semua pejabat, pangeran, selir, pelayan, bahkan kaisar juga keluar halaman untuk melihat.
Disaat semua Immortal sudah berhenti turun dari langit, dibarisan paling depan terdapat seorang Immortal yang membawa sebuah tiupan yang sangat besar. Immortal tersebut meniupnya dan membuat seluruh daratan tengah bergetar dan mendengar tiupan tersebut. Bahkan perbatasan benua barat dapat mendengar suara tersebut.
Didalam domain
"Akhirnya waktunya."
Vincent bangun dari meditasinya dan masuk ke avatar tingkat Immortal Commandernya kemudian ia mengambil pedang yang ada disampingnya.
Bersambung
__ADS_1