
Didalam kamar
'Sistem mulai gachanya.'
Swing Swing Swinggggg
- Ding! Host mendapatkan 1 kotak pil penyembuh tingkat surgawi kelas menengah. -
- Ding! Host mendapatkan sebuah artefak tingkat surgawi kelas bawah, Tank dengan meriam tenaga Qi. -
- Ding! Host mendapatkan poin senilai 5,000,000. -
'Sistem berapa poinku?'
- Host mempunyai 6,215,850 poin. -
'Baiklah, upgrade sistemnya.'
- Upgrade sistem akan memakan 1,000,000 poin dan waktu 1 jam, host dimohon untuk menunggu. -
Vincent berjalan keluar dari pekarangan untuk menguji tank yang baru ia dapatkan dari gacha.
Bruuummmmmm
"He Yi, He Er. Sini kalian."
"Ya tuan."
"Ini panduan alatnya, kedepannya kalian akan menjadi operator tank ini."
"Naiklah, aku akan mengajari kalian, aku juga mau mengetes daya tembak tanknya."
Vincent membawa tanknya dan menerobos pepohonan. He Yi dan He Er menjadi operator senjata tank.
Disebuah tebing, Vincent berhenti memarkirkan tanknya yang menghadap kearah sebuah gunung.
"Wei Yi, apakah kamu sudah siap?"
"Siap, laras sudah mengarah ke gunung disebrang."
"Tembakkk."
DUAAARRRRRR
Tembakan kencang melesat dari moncong tank, ditenagai oleh Qi, tembakan tersebut menembakkan proyektil dan melesat kearah gunung hingga gunung tersebut langsung hancur dan hilang bagian atasnya.
"Wow,...... "
Vincent menatapi sebuah gunung yang atasnya hancur karena serangan meriam tank. Bukan hanya 1 gunung, puluhan gunung hancur hangus tak tersisa dalam 1 serangan.
"Bahkan Immortal Tribulation saja tak akan mampu menahan tembakan ini. Mungkin pedang kayu ini...."
- Ding! Anak buah anda, Wei Yi Qi memasuki domain. -
"He Yi, He Er. Kalian bawalah pulang tanknya. Aku ada tamu."
"Baik tuan."
Vincent segera kembali kekediaman untuk memberikan hadiah untuk pak tua Wei. Didepan pekarangan, Pak tua Wei berdiri menunggu hingga Vincent datang.
"Buka pintunya, masuk dan duduklah ditanah."
"Baiklah."
Pak tau Wei membukakan pintunya dan segera duduk ditanah sesuai arahan Vincent.
"Mulai dari sekarang, jika kamu sudah merasa ingin mati karena meridian yang meledak atau pembuluh Qi yang rusak, makanlah pil dalam kotak ini."
"Dimengerti? Tapi apa yang akan kita lakukan tuan?"
"Membawamu keranah selanjutnya. Pejamkan mata dan rasakan Qi yang kumasukkan kedalam tubuhmu."
Vincent menaruh tangannya dipunggung pak tau Wei dan mulai memasukkan sedikit Qi miliknya kedalam tubuh. Namun yang dirasakan pak tua Wei adalah sebuah ombak Qi yang murni dan sangat deras masuk kedalam tubuhnya dan memaksa pembuluh Qinya melebar.
SWOSHHHH
Tak berselang 10 detik, sebuah pancaran angin muncul disekeliling tubuh pak tua Wei dan angin disekitar pekarangan mulai tak terkontrol, pertanda bahwa seseorang sedang menembus sebuah ranah.
__ADS_1
"Urgghhhhhhh."
"Tahanlah. Kamu baru menembus Immortal Commander, aku ingin kamu mencapai Immortal Sovereign akhir jika bisa."
Pak tua Wei yang sudah tidak tahan, mengambil pil dan langsung menelannya. Pembuluh Qinya yang sebelum sudah mau hancur dan meridiannya sudah mau meledak dipulihkan kurang dari beberapa detik setelah ia mengkonsumsi pil penyembuh tingkat surga.
"Tuan masukkan lebih banyak. Aku masih kuat." Jawab pak tua Wei yang sedang menahan sakit.
"Baiklah, aku akan mempercepat prosesnya tahanlah sebisamu."
Vincent menambah dosis Qi yang dimasukan kedalam tubuh pak tua. Meskipun prosesnya lebih cepat, tapi juga lebih menyakitkan dibanding sebelumnya karena pembuluh Qi tidak diberi waktu untuk melebar.
Angin dari tubuh pak tua Wei semakin tak terkontrol setelah ia berhasil menerobos ranah Immortal Emperor. Pak tua Wei yang sudah tak kuat langsung memakan pil yang diberikan Vincent.
"Sedikit lagiiiiii. Aaaakhhhhh."
Sebuah hempasan angin kencang keluar dari tubuh pak tua Wei, setelah itu tak ada lagi angin ribut. Yang tersisa adalah langit yang semakin gelap, pertanda seseorang menerobos ranah Immortal Tribulation.
JGEEEERRRRRRRRR
Sebuah petir tiba-tiba menyambar kearah pak tua Wei yang sedang duduk bersila ditanah. Karena terlalu cepat, pak tua Wei yang bahkan sudah diranah Immortal Tribulation tidak bisa menghindar petir tersebut.
"HAP."
Saat pak tua Wei menengok keatas, Vincent sudah menangkap Heavenly Lightning dengan tangan kosong. Ini membuatnya lebih kaget lagi, karena tidak ada orang didunia tengah yang dapat menahan Heavenly Lightning dengan tangan kosong.
"Tu...tuan."
Pak tua Wei yang sadar bahwa ia diselamatkan oleh Vincent langsung bersujud ditanah sambil berkata
"Maafkan pelayan ini, pelayan ini tidak bisa melihat sosok dewa dihadapanku."
"Jangan alay. Kamu bawalah semua Immortal yang menyusup kedunia bawah dan bawa mereka semua kehadapanku. Akanku tunggu 10 hari. Ingat, bawa dalam keadaan hidup-hidup."
"Baiklah tuan, aku pasti tak akan mengecewakan anda."
Pak tua Wei langsung pergi keluar dari pekarangan untuk mengumpul semua Immortal yang disebarkan aliansi Immortals kedunia bawah. Sementara, sistem baru saja berhasil diupdate ke versi baru.
- Ding! Sistem berhasil diupdate menjadi versi 2.1 -
- Host sudah dapat mengakses fitur toko dan host sudah menguasai keterampil ruang dan waktu. -
'Bagus, apa aku mempunyai kendali penuh akan waktu?'
-Ya, host bahkan dapat memperlambat, mempercepat, dan memberhentikan serta memutar balik waktu. -
'Astaga, apa bedanya aku dengan dewa.'
Vincent langsung melempar sebuah gelas yang ada disampingnya. Saat air tersebut berada diudara, hanya dengan pikirannya air yang sudah mau jatuh kembali kedalam gelas.
Setelah mengetes kemampuan waktunya, Vincent sekarang mengetes kemampuan ruangny, ia membuat sebuah portal, menyobek ruang dengan tangannya, bahkan ia dapat mengecek ruang yang berada didunia kuantum hanya dengan pikirannya.
'Sistem, apa ada formasi pengumpul Qi untuk berkultivasi? Jika bisa harganya jangan melebihi 100,000 koin.'
- Ada, Ini adalah formasi pengumpul Qi tingkat semesta kelas bawah milik sekte Dawn Sword didunia tengah. -
'Baiklah beli itu saja.'
- Ding! Host membeli sebuah formasi pengumpul Qi tingkat semesta kelas bawah dengan 100,000 poin. -
'Baiklah, pasang di halaman. Kemudian belilah pil kultivasi agar proses memereka lebih mulus saat berkultivasi dan penyerapan Qinya lebih maksimal. Beli 50 kotak, tapi harganya jangan melebihi 500,000 poin.'
- Ding! Host membeli 50 kotak pil kultivasi tingkat langit kelas atas dengan 500,000 poin -
"Fei Chu, apa kamu sudah masaknya?"
"Sudah selesai tuan ada apa?"
"Kamu duduk didalam lingkaran formasinya. He Mu kesini kau."
"Ya tuan. Ada apa anda memanggil saya?"
"Duduklah diformasi ini, bawalah 30 anak buah masuk kedalam formasi."
He Mu langsung mengumpulkan semua anak buahnya untuk masuk kedalam formasinya Vincent.
"Ini ada 50 kotak, 1 kotak berisikan 20 pil. Pakailah, masing-masing orang mendapatkan 1 kotak. 18 kota sisanya pakai untuk bersama."
__ADS_1
"Terimakasih tuan."
Ketika semua orang sudah masuk kedalam formasi, Vincent langsung mengaktifkan formasi. Formasi tersebut seperti membentuk sebuah domain kecil yang terus menerus menghisap Qi disekitarnya. Namun karena didalam domain Vincent terutama di rumahnya. Qi diudara yang murni tak akan pernah habis karena terus diperbaharui.
Segera setelah semua orang berkultivasi, Vincent keluar dari domain menggunakan avatar tingkat Void Tribulationnya untuk pergi ke ibu kota yang merupakan pusat kerajaan. Tak peduli penjaga, Vincent langsung terbang dan menerobos masuk kesebuah gedung tempat kaisar berada.
BRAKKK
Vincent langsung menendang pintu yang sangat besar dan keras dengan kaki, itu membuat para penjaga disekitar langsung datang menghampiri Vincent.
"Aku tidak akan mengapa-apakan kaisar kalian. Kaisar bolehkah saya berbicara berdua?"
"Penjaga!!! Hentikan. Biarkan ia masuk."
Semua penjaga yang sebelumnya mengepung Vincet langsung pergi setelah mendapatkan perintah dari kaisar.
"Ada apa datang menerobos kemari?"
"Ada 1 hal sangat penting yang ingin kuberitahu kepadamu, tapi aku juga tak tau solusi dari hal ini."
"Apa? Langsung ke intinya saja."
"Baiklah. Immortal dari dunia tengah akan menyerang kita yang didunia bawah. Tapi perkiraanku, hanya negara ini dan disekitarnya saja."
"Apa kamu bisa membawa bukti dari omonganmu?"
"......, tidak ada bukti maaf. Namun aku yakin bahwa..."
"Keluarlah, sebelum kunyalakan suar untuk memanggil semua tetua dari kerajaan dan sekte terdekat."
"Tapi...., dengarkan aku dulu. Aku sangat yakin. Tolong buat perintah evakuasi ke kota Red Maple."
"Jangan bercanda, keluarlah selagi aku bicara baik."
"Kamu... kamu akan menyesalinya pak tua."
Vincent keluar dari gedung tersebut dengan perasaan emosi. Ia pun akhirnya pergi ke kantor gubenur Red Maple dengan tubuh aslinya setelah gagal meyakinkan kaisar.
"Ada apa tuan mendatangi saya kemari?" Tanya gubenur yang langsung tunduk.
"Aku akan langsung keintinya, Immortal akan menyerang dunia bawah."
"Tunggu, APAA?"
"Iya kamu tak salah dengar. Aku minta kamu bersiaplah."
"Tunggu, apa ini nyata?" Gubenur menanyakan ulang dengan keringat dingin keluar dari leher dan wajahnya.
"Iya, tapi kamu tak perlu takut. Ini mungkin masih beberapa minggu lagi."
"Tapi ini Immortal....., apa rencana anda?"
"Buatlah kemah pengungsian di tengah hutan belakang kota Red Maple. Tepatnya dibelakang sebuah danau"
"Tapi, akan ada sangat banyak beast disana."
"Immortal lebih berbahaya dari pada beast."
"Baiklah, apa ada hal lain?"
"Ini, ini adalah blueprint dari sebuah meriam. Kamu buatlah meriam ini sebanyak 100-150 unit. Meriam ini mungkin akan lebih efektif daripada meriam yang kalian punya."
"Meriam yang modern, aku tidak menyangka ada meriam yang mungkin seefisien ini."
"Itu hanya mainan dari abad ke18, aku akan pergi kesekte Immortal dulu. Persiapkanlah para prajurit untuk membangun tempat pengungsian."
"Baik tuan, terimakasih Infonya."
Tak berselang lama, Vincent pergi ke sekte Immortal untuk menjemput ketua sekte dan menyuruh semuanya bersiap. Namun ketika Vincent sampai, tampak gerbang luarmya sudah hancur seperti habis diserang.
Ia masuk lebih dalam dan melihat banyak mayat ditanah berbaring seperti habis dibantai, gedung-gedung juga hancur terbakar. Melihat ini, Vincent langsung menuju ke gedung utama tempat dimana ketua dan tetua sekte berada.
Saat pintu dibuka, tampak ketua sekte Immortal Bing Tu sudah meninggal di tempat duduknya dengan jantung yang tertancap pedangnya sendiri. Terlihat juga beberapa tetua yang sebelumnya Vincent lawan sudah meninggal. Ada yang kepala putus, organ tubuhnya berantakan, dan lain-lain.
"Sial! Arghhhhh. Bajingan Immortal. Akanku tunggu kalian didalam domainku."
Bersambung
__ADS_1