
"Senang aku mendengarnya Ratu jika bagian Great Dragon bisa berguna bagi Kerajaan ini tapi sebelum itu saya mohon sebesar besarnya Kepada Raja dan Ratu bisakah saya mengambil perlengkapan dan senjata ku kembali"
"Tentu Saja"
Dan dengan segera Raja memberikan perintah kepada bawahannya untuk mengambil dan memberikan perlengkapan milik Kazeo yang disimpan di tempat Khusus di Gudang Senjata Kerajaan
"Cepat ambilkan semua perlengkapan milik Tuan Kazeo yang tersimpan di Gudang Senjata segera"
"Baik Rajaku aku akan segera mengambil nya"
"Dan tentang perjodohan ini apakah kau akan menerimanya aku berharap kau bisa menjadi menantu bagi kerajaan kami"
"Ya untuk hal itu aku bisa mempertimbangkan lagi asal Putri Fiana mau menerima saya"
"Oke hal ini akan ku serahkan pada kalian saja sebagai orang tua saya hanya bisa berharap yang terbaik saja"
Dan dengan segera bawahan yang telah diutus Raja untuk mengambil perlengkapan dan senjata Kazeo datang dan memberikan sebuah kotak besar yang didalamnya terdapat barang barang milik Kazeo yang tersimpan
Dan dengan segera Kazeo memakai semua perlengkapan nya dan meletakan katana Merah darahnya ke sarungnya yang berada di punggungnya dan Raja dan Seluruh orang yang melihatnya terkejut dan terkagum kagum dengan Sebuah pedang berwarna merah darah cerah berkilau saat terkena cahaya seakan akan warna asli katana itu berwarna merah
"Red apakah kau mendengar ku"
"Tentu Master aku mendengar mu bagaimana keadaan mu apakah sudah pulih kembali"
"Ya bisa dibilang begitu dan bagaimana keadaan mu sekarang"
"Sangat baik Master dan aku bisa berubah wujud jika Master mengizinkannya dan hanya 2 wujud yang pertama wujud manusia dan yang kedua Naga Merah Wujud ku sebelumnya tapi kali ini berbeda dengan yang dulu karena 5x lipat dari diriku yang dulu karena berkat Master Juga aku sangat bersyukur bisa menjadi pendamping mu dan partner mu"
"Senang aku bisa mendengarnya Red"
Dan sesat Kazeo mengingat bahwa jubah jaket kesayangannya belum di kembalikan oleh Putri Fiana
"Oi Fi Jaket kesayangan ku kau kemana kan apakah benar benar kau jual ke pasar loak"
"Ti-Tidak A-AKU Menimpanya di kamarku karena kau belum sadar jadi aku berinisiatif untuk mencuci dan membersihkannya"
"Cepat kemarikan Segera kepada ku"
"Sebentar akan ku ambilkan"
"jika lama maka aku akan mencubit pipi kiri dan kanan mu secara bersamaan sebagai hukumannya"
"Eeeeeehhh Aku tidaaaaakk maauuuu"
__ADS_1
Dan dengan cepat Fiana berlari mengambil jaket milik Kazeo yang dia simpan sekembalinya di ruang tahta kerajaan Kazeo masih berdiri dengan bosan dan dengan kecepatan tinggi Kazeo melesat dan tepat berada di belakang Fiana dan dengan segera Kazeo mencubit kedua pipinya dari belakang
Melihat kecepatan itu membuat seluruh orang berdecak kagum dengan kecepatan super cepat itu dan Sang Raja masih Terkejut karena ada seorang pemuda yang memiliki kecepatan super cepat dan bahkan bisa menyamai nya karena hanya Sang Raja yang bisa melihatnya dengan jelas
"Kyaaaaaaaaaaaaaaa lewpwaskan piwpiwkuw dawrwi tawngawn kowtowr muw iwtuw awkuw jiwjiwk"
"Apa kau bilang Putri aku tidak bisa mendengarnya bisa kau ulangi"
"Bawkaw kawzewo Lewpwaskan piwpiwkuw sewkawrawang iwniw sawkwit"
"Hahaha Kazeo San kau jangan menggoda Putri Fiana seperti itu karena itu cukup membuat ku iri"
"Iwbuw Kawu Sawlawh fawhawm iwniw tiwdawk sewpewrtiw yawng iwbuw liwhawt"
"Lihat sayang apakah kau sudah yakin jika mereka pasangan yang cocok"
"Aku baru yakin jika melihatnya secara langsung begini jadi aku tidak perlu khawatir karena kita akan memiliki seorang menantu yang sangat kuat sekarang hal yang perlu dilakukan adalah mendukung putri kecil kita"
"Aku setuju hal itu kita dukung putri kita agar bisa mewujudkannya saja"
Dan Kazeo mengabaikan semua tatapan semua orang yang tertuju kepadanya dan Fiana
"Lewpwaskan piwpiwkuw sewkawrawang iwniw sawkwit"
Dan dengan berat hati Kazeo melepaskan kelembutan yang sedang dia pegang dengan kedua tangannya agar Fiana tidak menangis karena Kazeo tidak mau jika harus menenangkannya seperti anak kecil
"Apa kau berpikir aneh tentang ku jika iya maka kau memang orang yang Mesum"
"Yee siapa yang memikirkan mu aku hanya heran saja kenapa bisa tumpukan lemak ada di wajahmu ini apa kau tidak pernah berolahraga secara teratur"
"Tidak sopan"sambil menatap tajam kearah Kazeo
"Terserah aku tidak peduli"sambil memakai jaket nya yang telah di bawa Fiana
"Harum sekali seperti bunga apa ini aroma tubuhmu"
"Ti-Tidak Sopan dasar Mesuuuummm Hentaaaiiiiii Bakaaaaaaaaa"
"Bercanda bercanda"
Meeasa Raja dan yang lainnya diabaikan Akhirnya Raja membuka suara
"Kazeo San apakah kau mau latih tanding dengan ku aku karena aku cukup tertantang dengan kemampuan yang kau miliki dan kecepatan yang kau tunjukkan tadi mengatakan bahwa kau bukan orang biasa"
__ADS_1
"Yaa Jika itu kemauan Baginda Raja aku akan menuruti nya"
"Sebelumnya agar kita lebih akrab panggil saja Ayah saja bagaimana"
"Ti-Tidaaaaaaaaaaakkkkkkkk aku tidak menyetujui itu ayah bukankah itu terlalu dini"
"Untuk latih tanding sih aku tidak keberatan sama sekali karena aku juga merasa kurang olahraga sedikit"
"Bagus kalau begitu aku juga merasakan kurang latihan akhir akhir ini karena hampir semua orang yang berada di istana ini tidak ada yang mampu memberikan perlawanan yang sengit semoga saja kau bisa membuat ku senang karena dengar dengar kau mampu membunuh kedua monster yang berada di Atas Rank SS Class seorang diri aku merasa tertantang"
"Tentu aku tidak keberatan jika saya boleh tau apakah Raja pernah membunuh monster kuat"
"Kalau hal itu tidak usah di tanyakan lagi karena dulunya aku adalah seorang petualang yang berada di Rank S dan menjadi Raja di kerajaan ini saat sudah menyatakan pensiun dari dunia petualang dan untuk pengalaman dulu aku pernah bertarung dengan sengit saat melawan Beruang Grizzly saat itu aku hampir membunuhnya dengan kedua tanganku tapi tiba-tiba Great Dragon Muncul dan membantu Beruang itu lolos dan dengan berat hati aku harus mundur dan kabur karena tak mampu melawan kedua monster kuat itu dan bersumpah akan mengalahkan mereka tapi sekarang kedua monster itu sudah kau kalahkan seorang diri dan itu membuat ku berniat untuk mengalahkan mu untuk membuktikan siapa yang kuat sekarang"
"Saya senang mendengar hal itu dan asal Baginda tau saya tidak akan mudah dikalahkan"
"Tentu aku mengetahui hal itu daripada banyak omong mending kita ke Arena tanding di kota ini dan kita buktikan siapa yang terkuat diantara kita"
"Setuju"
"Ketika otot bertemu dengan otot ya beginilah jadinya hadeeehhhh" Ketus Ratu kepada mereka berdua
"Ibu ayo kita lihat pertarungan mereka aku penasaran seperti apa pertarungan yang akan mereka lakukan"
"Baiklah Putri kecil ku mari kita kesana"
Sebelum pergi ke Arena tanding Raja memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan Arena tanding untuk mereka dan menyediakan wasit yang tidak memihak siapapun dan di putuskan wasit pertandingan ini adalah kepala penjaga kerajaan yaitu Max Barton
"Nak Kazeo Bolehkah saya tau benda apa yang ada di pergelangan tangan mu itu sepertinya itu benda yang cukup membuat ku bertanya tanya"
"Oh ini adalah sebuah pisau tersembunyi yang kugunakan untuk membunuh lawan atau monster dalam sekali serangan karena di dalam pisau ini tersimpan racun tingkat tinggi yang mustahil obat nya karena hanya membutuhkan waktu singkat langsung bisa membunuh lawan entah itu cuma tergores sedikit saja tetap berakibat fatal dan pisau ini hanya ku gunakan saat terdesak saja jika tidak maka tidak akan kugunakan dan untuk pisau ini cukup fleksibel karena dapat membunuh lawan dengan segera tanpa terdeteksi musuh atau korbannya"
"Sungguh mengerikan apakah kau akan menggunakan benda ini"
"Tentu saja tidak ini akan ku simpan ke dalam storage"
***Dukung terus cerita saya yaa dan jangan lupa untuk Like jika kalian suka dengan cerita saya
Salam kenal dari saya Author
Enjoy For Reading
#FebryPrianz***
__ADS_1